Home / Pendekar / Pendekar Kera Sakti / 1552. ANAK PETIR

Share

1552. ANAK PETIR

last update publish date: 2026-03-01 01:01:48

TIDAK ada yang lebih indah di siang teduh berangin semilir selain merebah di bawah sebuah pohon. Melepas lelah dalam buaian angin lembah sungguh merupakan hal yang menyenangkan bagi Baraka. Sayup-sayup terdengar suara alunan seruling yang meliuk-liuk bagai meninabobokan setiap sukma. Suara seruling itu terdengar di kejauhan sana, arahnya sebelah barat daya. Baraka tersenyum dengan hati penuh bunga-bunga indah. Suara seruling itu diresapi betul, hingga rohnya bagaikan ikut menari gemulai seira

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pendekar Kera Sakti   1686. Part 16

    Lodang Balak semakin kaget melihat kenyataan itu. Akhirnya ia melompat turun dari atas kudanya dan berseru dengan suara serak. "Bangsat! Kau telah bunuh murid andalanku, Perempuan lacur! Kuhancurkan pula ragamu sekarang juga, heeeaaahhh...!"Tangan kanannya menyentak ke depan. Tak ada sinar yang keluar, tapi tiba-tiba tubuh Salju Kelana sudah dibungkus oleh kilatan-kilatan cahaya biru yang mengelilinginya. Semakin lama semakin rapat hingga tubuh Salju Kelana nyaris terjerat kilatan-kilatan sinar biru yang saling memercikkan api dan letupan kecil itu.Claappp...!Sinar berwarna kebiru-biruan keluar dari tangan Baraka yang saling merapat dan disentakkan ke depan. Sinar berwarna kebiru-biruan itu berkelok-kelok bagai lidah petir menghantam kilatan-kilatan cahaya biru yang hampir menjerat dan menghancurkan tubuh Salju Kelana.Blaarr...!Salju Kelana terlempar melambung ke udara dan jatuh dalam keadaan tak bisa menjaga keseimbangan.Buuuhgg...!

  • Pendekar Kera Sakti   1685. Part 15

    "Siapa pun dirimu, Perempuan ganjen... aku tetap tidak akan pandang bulu! Jika kau menghalangi langkahku untuk membalas dendam kepada Ratu Jiwandani, kau pun akan kehilangan kepala, Perempuan ganjen! Jadi kusarankan kau tak perlu berlagak menjadi jagoan di depanku. Lodang Balak tak pernah segan memenggal kepala perempuan secantik apa pun!""Turun dari kudamu dan buktikan sesumbarmu itu!" sentak Salju Kelana dengan berani."Ha, ha, ha, ha...! Jangan melawanku kau, Gadis ingusan! Sebaiknya kau melawan muridku saja."Lodang Balak yang berusia sekitar empat puluh tahun itu menengok ke kiri, seorang berpakaian abu-abu berkepala gundul dipandanginya. Lalu ia berseru kepada orang yang berusia sekitar tiga puluh tahun dan bertubuh kekar tanpa kenakan baju itu."Balada, turun dan mainkan kepunyaanmu di depan perempuan itu!"Orang gundul yang bernama Balada itu segera melompat dari punggung kudanya. Wuuttt...!Lompatannya cukup tinggi, hingga ia bisa

  • Pendekar Kera Sakti   1684. Part 14

    SEORANG prajurit bernama Pinasih datang menghadap sang Ratu dalam keadaan wajah memar dan lengan tergores luka yang masih berdarah. Kedatangan Pinasih membuat sang Ratu menjadi tersentak bangun dari tempat duduknya. Yang lain pun memandang Pinasih dengan tegang, terutama Kinanti.“Pinasih, apa yang terjadi?!” sambil Kinanti menyambar tubuh Pinasih yang nyaris rubuh karena luka-lukanya.Baraka memandang dengan dahi berkerut. Salju Kelana mendekati Baraka dan berbisik, “Ada sesuatu yang tak beres.”Baraka hanya menggumam lirih. Lalu mereka menyimak penjelasan dari Pinasih yang menjadi salah satu petugas penjaga perbatasan.“Sisa orang-orang Pulau Teluh datang, Gusti Ratu!” Pinasih bicara dengan terengah-engah. “Mereka dipimpin oleh Lodang Balak, adik dari Penguasa Pulau Teluh yang telah berhasil dibunuh oleh Demit Lanang itu”“Lodang Balak..?!” Salju Kelana menggumam dengan nada heran. &ldqu

  • Pendekar Kera Sakti   1683. Part 13

    Kinanti akhirnya berkata, "Baiklah. Salju Kelana boleh ikut tapi tidak boleh mencampuri pembicaraanmu dengan sang Ratu!""Aku hanya akan mengawasinya!" kata Salju Kelana bernada ketus."Tampaknya kau takut kehilangan Pendekar Kera Sakti, Salju Kelana?""Memang!" jawab Salju Kelana dengan tegas, tanpa basa-basi sedikitpun.Kinanti hanya mencibir sinis. Saat mereka melangkah menuju Lembah Birawa, Kinanti sempat ceritakan masalah sebenarnya kepada Salju Kelana. Cerita itu meluncur dari mulut Kinanti setelah Salju Kelana menceritakan pengalaman mesranya dengan Baraka ketika di dalam gua dan ketika duduk di depan Baraka yang mandi dalam keadaan polos karena menyangka Salju Kelana buta, padahal tidak. Kinanti sempat terkikik geli mendengar cerita itu. Sedangkan Pendekar Kera Sakti sengaja sedikit menjauh supaya tidak terlalu merasa malu membayangkan kebodohannya didepan Salju Kelana yang kala itu berpura-pura masih buta.Bahkan Baraka berusaha mengalihka

  • Pendekar Kera Sakti   1682. Part 12

    Bagaimanapun juga Baraka lebih memilih Salju Kelana daripada Kinanti, seandainya ia dipaksa harus memilih. Sebab Salju Kelana yang mirip sekali dengan Hyun Jelita itu telah berhasil mendapat 'kapling' di tepi hati Pendekar Kera Sakti. Andai saja Hyun Jelita tidak ada, pasti Salju Kelana yang menjadi pilihan utama bagi hati pemuda dari Lembah Kera itu."Baraka akan kubawa menemui Ratu Jiwandani." kata Kinanti saat ditanya Salju Kelana tentang tujuan mereka. Kinanti menyambung kata, "Ada persoalan yang akan diselesaikan Baraka sana!""Tidak boleh!" tegas Salju Kelana."Apa hakmu melarang Baraka datang ke istana Lembah Birawa!" hardik Kinanti."Dia punya urusan sendiri denganku secara pribadi!""Peduli amat dengan urusanmu, aku lebih dulu menemukan Baraka!""Aku kenal dia lebih dulu dari kau!""Persetan dengan perkenalanmu! Dia harus ku bawa ke Lembah Birawa!""Tidak boleh!" bentak Salju Kelana."Aku akan nekat membawanya!"

  • Pendekar Kera Sakti   1681. Part 11

    "Ya, aku yakin begitu. Seroja Putih terlibat bentrokan dengan Demit Lanang, hingga Demit Lanang keluarkan jurus andalannya. Sebab, Seroja Putih memang ilmunya lumayan tinggi. Hanya saja, apakah pertarungan itu dilakukan setelah Demit Lanang pergi dari Bukit Ranjang Setan tadi, atau sebelumnya, yaitu saat ia menuju ke Bukit Ranjang Setan untuk bertarung melawan adiknya sendiri."Rona duka terlihat jelas di wajah Kinanti. Baraka tak berani main-main. Bahkan sang Pendekar Kera Sakti menampakkan raut wajahnya yang ikut berduka atas kematian Seroja Putih itu.Kinanti segera mengambil pakaian tersebut bersama pedangnya. "Akan kutunjukkan kepada sang Ratu mengenai kekejaman Demit Lanang ini!" ucapnya lirih dan bergetar karena membendung tangis."Aku setuju dengan rencana itu. Nanti aku akan ikut memperkuat laporanmu kepada sang Ratu," kala Baraka dengan sikap tenang tapi dalam suasana hati ikut berkabung.Langkah mereka mulai dipercepat, karena nanti tak sabar i

  • Pendekar Kera Sakti   1042. Part 17

    Kini pedang emas sudah ada di tangan Baraka. Dan tubuh Rangka Cula yang terkena jurus 'Yudha' itu menjadi terpotong-potong dengan sendirinya setiap ruasnya, sampai terakhir kepalanya jatuh ke tanah dalam keadaan sudah tidak sempurna lagi.Brukk...!Tubuh Rangka Cula rubuh dalam kead

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Pendekar Kera Sakti   1043. IBLIS RAJA NAGA

    SEKELEBAT bayangan melintasi hutan di kaki bukit. Orang mengenal bukit itu dengan nama Bukit Mata Langit. Tak ada orang yang berani melintasi hutan di Bukit Mata Langit itu, karena mereka takut terperosok ke sebuah lubang yang amat dalam. Lubang itu tertutup oleh tanaman rambat sehingga tidak mudah

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Pendekar Kera Sakti   1076. Part 14

    Itulah kata-kata Pelangi Sutera sebelum berpisah dengan Baraka. Kata-kata itu sampai kini terngiang di telinga Pendekar Kera Sakti. Sedangkan pikiran pemuda itu sedang dikacaukan oleh keterangan dari Ki Bwana Sekarat tentang murid Raja Maut. Rasa penasaran membuat Pendekar Kera Sakti pergi mening

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Pendekar Kera Sakti   1038. Part 13

    Crakk...!Ujung-ujung tombak itu mengenai lantai marmer, dan sebagian lantai ada yang gompal. Tetapi tubuh Gandarwo selamat dari hujaman tombak-tombak itu. Kalau ia tak cepat bergerak dan berguling ke depan, matilah ia saat itu juga."Jebakan!" ucap Gandarwo sambil matanya membelala

    last updateLast Updated : 2026-03-30
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status