共有

1552. ANAK PETIR

last update 公開日: 2026-03-01 01:01:48

TIDAK ada yang lebih indah di siang teduh berangin semilir selain merebah di bawah sebuah pohon. Melepas lelah dalam buaian angin lembah sungguh merupakan hal yang menyenangkan bagi Baraka. Sayup-sayup terdengar suara alunan seruling yang meliuk-liuk bagai meninabobokan setiap sukma. Suara seruling itu terdengar di kejauhan sana, arahnya sebelah barat daya. Baraka tersenyum dengan hati penuh bunga-bunga indah. Suara seruling itu diresapi betul, hingga rohnya bagaikan ikut menari gemulai seira

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pendekar Kera Sakti   1688. Part 18

    Baru menginap semalam di Lembah Birawa, esoknya Baraka sudah dihadapkan dengan dua masalah besar; penyerbuan Lodang Balak dan menghadapi hilangnya sang Ratu sendiri, ini sebuah tantangan bagi Pendekar Kera Sakti untuk menunjukkan kepiawaiannya dalam mengatasi berbagai kesulitan. Karenanya semangat Baraka dalam mengejar Demit Lanang cukup tinggi. Apalagi ia didampingi Salju Kelana, serasa didampingi Hyun Jelita yang amat dirindukan itu. Tak heran lagi jika Baraka cukup menggebu-gebu untuk segera sampai di Perguruan Darah Surga.Perguruan itu terletak di dekat pantai, sebuah bukit yang cukup luas, sebagian lerengnya dibangun benteng kayu sebagai tempat menempa murid-murid perguruan tersebut. Tetapi ketika mereka sampai di benteng perguruan tersebut, ternyata keadaannya sangat sepi. Tak satu pun murid Perguruan Darah Surga yang terlihat mondar-mandir di depan pintu gerbang.Kinanti mengajak mereka untuk mengintai dari kejauhan, dan Kinanti pula yang berbisik kepada Salju

  • Pendekar Kera Sakti   1687. Part 17

    Lodang Balak kian garang. Pedangnya ditusukkan di depan, dan mata Baraka yang masih terpejam itu berhasil merasakan angin padat menghampirinya. Dengan cepat ia melompat bersalto ke udara.Wuuss...! Lalu dalam keadaan berjungkir balik di udara pedangnya berkelebat membabat lawan.Wuuuttt...! Craasss...!"Aahg...!" terdengar pekik tertahan si Lodang Balak.Punggungnya robek digores ujung pedang. Baraka berdiri tegak, kini ia membuka mata memandang lawannya yang menyeringai dengan berang. Sekalipun dada Baraka tampak membiru bekas pukulan tadi, namun ia masih kelihatan gagah, mampu berdiri dengan tegar."Kau sudah terluka, Lodang Balak! Kau harus mundur sesuai peraturan yang kita sepakati tadi.""Setan bangsat...! Tak ada kata mundur selama aku masih mampu berdiri! Heaaatt...!"Baraka memegang pedang dengan kedua tangan. Salah satu jurus ‘Pedang Kilat Buana’ dipergunakan. ‘Kilat Pembawa Maut’Zlaapp...!

  • Pendekar Kera Sakti   1686. Part 16

    Lodang Balak semakin kaget melihat kenyataan itu. Akhirnya ia melompat turun dari atas kudanya dan berseru dengan suara serak. "Bangsat! Kau telah bunuh murid andalanku, Perempuan lacur! Kuhancurkan pula ragamu sekarang juga, heeeaaahhh...!"Tangan kanannya menyentak ke depan. Tak ada sinar yang keluar, tapi tiba-tiba tubuh Salju Kelana sudah dibungkus oleh kilatan-kilatan cahaya biru yang mengelilinginya. Semakin lama semakin rapat hingga tubuh Salju Kelana nyaris terjerat kilatan-kilatan sinar biru yang saling memercikkan api dan letupan kecil itu.Claappp...!Sinar berwarna kebiru-biruan keluar dari tangan Baraka yang saling merapat dan disentakkan ke depan. Sinar berwarna kebiru-biruan itu berkelok-kelok bagai lidah petir menghantam kilatan-kilatan cahaya biru yang hampir menjerat dan menghancurkan tubuh Salju Kelana.Blaarr...!Salju Kelana terlempar melambung ke udara dan jatuh dalam keadaan tak bisa menjaga keseimbangan.Buuuhgg...!

  • Pendekar Kera Sakti   1685. Part 15

    "Siapa pun dirimu, Perempuan ganjen... aku tetap tidak akan pandang bulu! Jika kau menghalangi langkahku untuk membalas dendam kepada Ratu Jiwandani, kau pun akan kehilangan kepala, Perempuan ganjen! Jadi kusarankan kau tak perlu berlagak menjadi jagoan di depanku. Lodang Balak tak pernah segan memenggal kepala perempuan secantik apa pun!""Turun dari kudamu dan buktikan sesumbarmu itu!" sentak Salju Kelana dengan berani."Ha, ha, ha, ha...! Jangan melawanku kau, Gadis ingusan! Sebaiknya kau melawan muridku saja."Lodang Balak yang berusia sekitar empat puluh tahun itu menengok ke kiri, seorang berpakaian abu-abu berkepala gundul dipandanginya. Lalu ia berseru kepada orang yang berusia sekitar tiga puluh tahun dan bertubuh kekar tanpa kenakan baju itu."Balada, turun dan mainkan kepunyaanmu di depan perempuan itu!"Orang gundul yang bernama Balada itu segera melompat dari punggung kudanya. Wuuttt...!Lompatannya cukup tinggi, hingga ia bisa

  • Pendekar Kera Sakti   1684. Part 14

    SEORANG prajurit bernama Pinasih datang menghadap sang Ratu dalam keadaan wajah memar dan lengan tergores luka yang masih berdarah. Kedatangan Pinasih membuat sang Ratu menjadi tersentak bangun dari tempat duduknya. Yang lain pun memandang Pinasih dengan tegang, terutama Kinanti.“Pinasih, apa yang terjadi?!” sambil Kinanti menyambar tubuh Pinasih yang nyaris rubuh karena luka-lukanya.Baraka memandang dengan dahi berkerut. Salju Kelana mendekati Baraka dan berbisik, “Ada sesuatu yang tak beres.”Baraka hanya menggumam lirih. Lalu mereka menyimak penjelasan dari Pinasih yang menjadi salah satu petugas penjaga perbatasan.“Sisa orang-orang Pulau Teluh datang, Gusti Ratu!” Pinasih bicara dengan terengah-engah. “Mereka dipimpin oleh Lodang Balak, adik dari Penguasa Pulau Teluh yang telah berhasil dibunuh oleh Demit Lanang itu”“Lodang Balak..?!” Salju Kelana menggumam dengan nada heran. &ldqu

  • Pendekar Kera Sakti   1683. Part 13

    Kinanti akhirnya berkata, "Baiklah. Salju Kelana boleh ikut tapi tidak boleh mencampuri pembicaraanmu dengan sang Ratu!""Aku hanya akan mengawasinya!" kata Salju Kelana bernada ketus."Tampaknya kau takut kehilangan Pendekar Kera Sakti, Salju Kelana?""Memang!" jawab Salju Kelana dengan tegas, tanpa basa-basi sedikitpun.Kinanti hanya mencibir sinis. Saat mereka melangkah menuju Lembah Birawa, Kinanti sempat ceritakan masalah sebenarnya kepada Salju Kelana. Cerita itu meluncur dari mulut Kinanti setelah Salju Kelana menceritakan pengalaman mesranya dengan Baraka ketika di dalam gua dan ketika duduk di depan Baraka yang mandi dalam keadaan polos karena menyangka Salju Kelana buta, padahal tidak. Kinanti sempat terkikik geli mendengar cerita itu. Sedangkan Pendekar Kera Sakti sengaja sedikit menjauh supaya tidak terlalu merasa malu membayangkan kebodohannya didepan Salju Kelana yang kala itu berpura-pura masih buta.Bahkan Baraka berusaha mengalihka

  • Pendekar Kera Sakti   1179. Part 14

    "Ya. Sudah kuduga Tiga Utusan Lereng Iblis itu terbunuh oleh Cambuk Getar Bumi. Tapi yang kuburu bukan cambuk itu, melainkan hutang nyawa yang harus kau tebus dengan nyawa juga, Sri Maharatu!""Kalau kau keras kepala, aku tak segan-segan pergunakan cambuk ini!""Persetan dengan anca

    last update最終更新日 : 2026-04-01
  • Pendekar Kera Sakti   1173. Part 8

    Delima Gusti perdengarkan suaranya yang bernada dingin itu, "Pembunuh budiman, ke mana pun kau lari kau tak akan bisa hilang dari pandanganku! Sebaiknya serahkan saja cambuk milik guruku itu!""Siapa gurumu itu? Raja Hantu Malam? O, bukan! Kau bukan murid Raja Hantu Malam," kata Baraka dal

    last update最終更新日 : 2026-03-31
  • Pendekar Kera Sakti   1175. Part 10

    "Justru aku mendampinginya untuk dapatkan cambuk itu!""Kalau begitu kau pun perlu mengetahui bahwa aku tidak memiliki cambuk itu!""Kau tak bisa bohongi kami!" katanya dengan dingin sekali."Aku berani bersumpah. Kusarankan urungkan niat itu, sebab cambuk tersebut telah terk

    last update最終更新日 : 2026-03-31
  • Pendekar Kera Sakti   1167. Part 2

    Jleeg...!"Untung aku cepat pejamkan mata," katanya dalam hati. "Kalau tidak segera pejamkan mata, bisa buta mataku terkena sinar merah itu. Aku tahu letak kekuatan kipasnya itu. Aku tahu bagaimana cara mengatasinya. Kalau saja saat ini Cambuk Getar Bumi ada di tanganku, pasti tubuh si Muk

    last update最終更新日 : 2026-03-31
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status