Share

Pergi dengan luka hati yang dalam

Plak…. Plak…. Plak…. Suara tamparan terdengar nyaring karena suasana di ruang tamu sangat sepi. Baru kali ini Eve melakukan seperti ini terhadap suaminya karena sudah merasa sangat kecewa. “Tega sekali mulutmu mengatakan seperti itu!! Aku istrimu! Tidak pernah aku disentuh oleh pria manapun apalagi mantan anak buahmu! Jika masih ada rasa keraguan di dalam dirimu, lebih baik berpisah!!! Aku tidak mau berada di sebelah pria yang dengan mudah meragukan istrinya hanya karena ucapan bualan pria yang terobsesi denganku!” ucap Eve dengan tegas.

Setelah itu Eve berlari ke kamar untuk mengemasi barang-barangnya dengan ditemani air mata yang mengalir dengan derasnya. Merasa jika semua sudah berada dalam koper, Eve mengusap air matanya terlebih dahulu baru setelah itu bergegas turun. Tidak akan ia tunjukkan sisi lemah di hadapan suaminya yang dengan mudah meragukan darah dagingnya sendiri.

“Ingat satu hal! Aku tidak akan mengemis apapun kepa

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status