Share

Bab 133

Author: Kael_99
Aula lantai 7 Hotel Luxe penuh gemerlap malam itu, di sanalah acara lelang besar akan digelar.

Aula megah itu luasnya cukup untuk menampung seratus meja bundar, masing-masing bisa diduduki sepuluh orang. Di kedua sisi ruangan tersusun rapi hidangan prasmanan mewah untuk para tamu yang hadir.

Namun, tamu yang datang malam itu semuanya adalah orang berpengaruh dan kaya raya. Tak banyak yang benar-benar tertarik pada makanan, paling-paling hanya mencicipi sedikit. Sebagian besar memilih berdiri sambil memegang segelas anggur, berbincang dalam kelompok kecil untuk menjalin hubungan dan bertukar informasi.

"Bradford, orang seperti William itu sebenarnya cukup punya pengaruh juga. Bagaimanapun, dia adalah sekretaris utama dari Maulana. Kamu menampar wajahnya di depan umum, dia pasti nggak akan tinggal diam," kata Kimmy dengan suara rendah saat mereka memasuki aula.

Bradford tersenyum santai. "Kalau aku takut sama dia, mana mungkin aku berani memukulnya?"

Kimmy tertawa kecil. "Benar juga. Bah
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
YOSAR PIRSOUW
terlalu banyak adegan tampar tamparan,
goodnovel comment avatar
Jenjang Pahala
siiiiiiiiiiiiipppppppppppp
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 390

    Aulia memutar bola mata, menatap Affan dengan malu dan marah.Melihat Bradford tetap diam, Affan berkata dengan cemas kepada Aulia, "Aulia, kamu bantu ayahmu bicara dong!"Aulia mendengus dingin. "Uang itu memang bukan milikmu, kamu harus mengembalikannya. Jadi orang harus jujur. Kalau bukan hakmu, kamu bisa memakainya dengan tenang?""Tak tahu diri! Kenapa aku punya anak seperti kamu? Malah bela orang luar! Menyebalkan sekali!" Affan berteriak marah sampai wajahnya merah padam dan matanya melotot. Orang-orang lain hanya menatapnya seperti badut, sama sekali tak menghiraukannya.Bradford menikmati kepala ikan dengan santai. Beberapa saat kemudian, Cipta tak tahan lagi dan mencoba bertanya, "Tuan Clayden, aku masih ada urusan lain. Kalau nggak ada perintah lagi, kami boleh pamit dulu?""Hm." Bradford mengangguk ringan. "Silakan."Hati Cipta terasa lega seperti beban besar terangkat. Dia tak sabar ingin meninggalkan tempat itu."Tunggu." Tiba-tiba, Bradford memanggil Cipta.Jantung Cipta

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 389

    Saat Cipta berlutut di hadapan Bradford, seluruh ruangan kembali hening. Udara seakan-akan membeku. Setiap orang tercengang, penuh ketidakpercayaan!Orang itu adalah Cipta, Kepala Organisasi Kalis, sosok yang terkenal di Kota Jiramo! Di Kota Jiramo, mendengar Organisasi Kalis, jangankan orang biasa, bahkan sebagian elite pun harus tunduk!Anggota biasa Organisasi Kalis saja bisa berjalan bebas di kota ini, apalagi Cipta? Namun kini, Cipta malah berlutut di hadapan Bradford tanpa memedulikan wajahnya sendiri.Siapa sebenarnya Bradford hingga bisa membuat orang sehebat Cipta tunduk? Apakah semata karena hubungannya dengan Tuan Hardara? Meskipun begitu, kedudukan Bradford memang cukup untuk membuat orang bergidik!Bradford menatap Cipta. Matanya menyingkap sedikit rasa kagum. Cipta tahu kapan harus tunduk. Memang sosok yang luar biasa.Sebenarnya, Bradford tidak berniat menindak Cipta. Walaupun hari ini tidak bertemu Cipta, dia pasti akan mencari kesempatan untuk bertemu.Apalagi, dia sud

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 388

    Robby yang dijuluki Tuan Hardara dari tiga provinsi bukanlah lelucon semata.Sementara Organisasi Kalis, termasuk Cipta, sejatinya adalah orang-orang di bawah kendali Robby.Beberapa tahun belakangan, keturunan resmi dari Keluarga Kasim, Roberto, menancapkan pijakan dengan kuat di Provinsi Darmo, menguasai jalur hitam dan putih, menelan hampir seluruh wilayah bisnis Robby. Kini, hanya Organisasi Kalis milik Cipta yang masih bertahan dengan susah payah.Namun, Cipta tetap tak bisa menandingi cara Roberto. Ditelan atau kalah hanyalah soal waktu. Maka belakangan ini, dia sudah berniat mundur dari Provinsi Darmo.Tentang hal ini, kecuali orang-orang dalam dunia mafia dengan posisi tinggi, jarang ada yang bisa menganalisisnya.Saat Bradford membicarakan hal ini, Cipta benar-benar terkejut. Melihat Bradford tersenyum tanpa berbicara, Cipta menggertakkan gigi dan bertanya, "Jangan-jangan kamu orangnya Roberto?""Roberto? Dia nggak pantas." Bradford bersikap tenang. Dengan tangan di belakang,

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 387

    Di mata Cipta, Bradford seolah-olah sudah berubah menjadi mayat.Dari belakang Cipta, hanya satu anak buah yang maju. Orang itu mengeluarkan pistol dari pinggangnya, segera mengisi peluru, lalu menodongkan ke dahi Bradford."Kalau nggak ingin dipukuli, ikut saja. Kalau nggak, aku bisa sarankan kakimu dipatahkan dulu sebelum kubawa pergi."Anak buah Cipta ini adalah seorang pria berusia 30-an berkumis, dengan suara dingin.Aulia dan Citra ketakutan setengah mati, bahkan Affan pun gemetar ketakutan.Namun, di balik rasa takut itu, Affan juga merasa senang. Sambil menyeringai, dia berkata, "Bocah, ayo bersikap sombong lagi. Kenapa diam saja? Siapa suruh kamu menentang Keluarga Yustisio? Kamu hanya akan mati!"Aulia meneteskan air mata, menatap Cipta sambil berkata, "Tolong jangan bunuh Pak Bradford. Aku bersedia menikah dengan Yanuar. Aku janji akan nikah, tolong lepaskan Pak Bradford."Cipta melirik Aulia, berkata dengan dingin, "Keputusanku nggak bisa diganggu gugat. Kalau aku bilang di

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 386

    Tak lama kemudian, terdengar bunyi "ting" dari lift di luar pintu, menandakan pintu lift terbuka, disusul suara langkah kaki yang berantakan.Tak lama, tampak seorang pria paruh baya berusia 40-an masuk lebih dulu. Dia mengenakan setelan jas kasual abu-abu dengan rambut klimis disisir rapi ke belakang."Paman!" Melihat orang yang datang, Yanuar tampak gembira dan segera berdiri."Cipta dari Organisasi Kalis?" Affan sama sekali tak menyangka Cipta akan datang. Seketika, dia terkejut. Seluruh sikapnya menjadi sangat berhati-hati.Dia memasang senyuman rendah hati dan segera menyongsong ke depan sambil berkata, "Angin apa yang membawamu ke sini? Silakan duduk, silakan duduk."Cipta melirik Affan sekilas, lalu bertanya kepada Yanuar, "Dia siapa?"Yanuar menjawab, "Dia ayahnya Aulia. Uang mahar 1,76 miliar itu aku serahkan langsung kepadanya."Mendengar itu, Cipta langsung mendengus dingin dan menegur dengan nada keras, "Kamu sudah menerima mahar dari keponakanku, tapi sampai sekarang masih

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 385

    "Aku dengar, Keluarga Yustisio sangat berkuasa di Kota Jiramo. Sejak masuk pintu tadi, kamu selalu membawa-bawa nama Keluarga Yustisio. Aku jadi penasaran, sebenarnya seberapa hebat keluarga kalian?""Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Kota Jiramo, Carlos, pernah dengar? Itu ayahku! Pemimpin Organisasi Kalis, Cipta, tahu 'kan? Itu pamanku!"Saat menyebut dua kerabat dekatnya itu, wajah Yanuar sama sekali tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Mungkin dirinya sendiri tidak punya kedudukan atau nama besar, tetapi dua orang yang dia sebutkan itu adalah tokoh yang sangat terkenal di Kota Jiramo.Pamannya adalah tokoh mafia paling berkuasa di kota itu. Sedangkan ayahnya adalah pimpinan tertinggi di sebuah instansi penting. Latar belakang keluarga seperti ini memang pantas disebut berada di puncak piramida sebuah kota. Tidak heran jika dia begitu membanggakan diri.Aulia dan Citra hanya tahu bahwa Keluarga Yustisio sangat berpengaruh. Sebelumnya mereka hanya tahu ayah Yanuar, Carlos, a

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status