Share

Jalan Pintas

Auteur: Susi_miu
last update Date de publication: 2025-01-20 12:59:29
Lagi—secara tak terduga Barbara mengembuskan napas kasar. Abihirt tidak mengatakan apa pun dan itu membuatnya sedikit diliputi rasa bersalah.

“Aku tahu belakangan ini hubungan kita sedikit tidak baik. Hanya berharap kalau kau mau bersedia memberiku kesempatan. Aku tidak ingin bercerai denganmu. Kita bisa memperbaiki semua ini secara pelan – pelan," ucap Barbara beberapa saat, tatapannya seperti menerawang, lalu kembali melanjutkan, "Jangan tidur di sofa lagi, apalagi sampai mabuk seperti ini.”
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (1)
goodnovel comment avatar
Puji Chelsky
huuuuuuhhhh
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • Perjanjian Terlarang   Mendengarkan?

    “Aku tidak ingin kau minum – minum seperti semalam,” Moreau menambahkan. Berharap Abihirt akan mengerti. Sudah terlalu sering memberi tahu untuk tetap menjaga kesehatannya sendiri dan hal tersebut benar – benar menjadi sesuatu yang melelahkan ketika pria tersebut sama sekali tidak berusaha memikirkan bagaimana cara agar tidak berada dalam bahaya.“Kau mendengarku bicara, Abi?”Tidak ada respons dari pembicaraan mereka di awal; mendesak sesuatu dalam diri Moreau untuk menuntut pria di hadapannya bicara. Dia tidak mengerti apa yang sedang Abihirt pikirkan, tetapi sorot kelabu itu benar – benar seperti terpaku atau barangkali ada hal serius yang perlu dipikirkan.“Abi ....”Moreau secara tentatif memberi sapuan ringan di rahang kasar itu. Ingin Abihirt secepatnya sadar dan benar ... pria tersebut sempat mengerjap. Kemudian meraih tangannya sekadar diremas singkat.“Ya, Mommy. Aku mengerti.” Sedikit senyum tipis tidak mengakhiri semuanya. Moreau mengambil kesemp

  • Perjanjian Terlarang   Mengerti

    Wajah itu perlahan bergerak. Sebuah pemandangan yang sudah Moreau nantikan sejak terbangun dan masih di sini; mengamati saat Abihirt tampak mengernyit dan perlahan jemari pria itu menyentuh batang hidung sendiri. Perlu sedikit menunggu lebih sabar sampai Abihirt memperhatikan situasi di sekitar, yang membuat kernyitan di kening itu terlihat mencolok, terutama ketika menyadari keberadaannya.“Di mana aku?”Suara serak dan dalam Abihirt terdengar parau. Ntah bagaimana Moreau harus mengatakannya, tetapi dia memberikan senyum. Merasa yakin bahwa segala sesuatu di antara mereka akan berakhir dengan gamblang.“Di kamarmu,” ucapnya, hingga keterkejutan Abihirt tidak terkendali. Pria itu hampir terlonjak bangun, lalu kembali menyadari sesuatu terasa berat di sana.Dugaannya benar, mungkin. Moreau sengaja mendengkus. Tidak berusaha menunjukkan perhatian khusus kepada seseorang yang sudah dia targetkan untuk menghadapi beberapa pembicaraan.“Kau pergi ke mana setelah

  • Perjanjian Terlarang   Lembur

    Lembur ....Pria itu mengatakannya dengan cepat dan paling tidak ... membuat Moreau masih bersedia menunggu lebih lama. Dia mungkin tidak melakukan sesuatu secara signifikan. Hanya menemukan beberapa bacaan buku Abihirt dan akhirnya tenggelam terlalu lama di sini. Di atas kasur empuk sambil menyandarkan punggung di kepala ranjang. Karena sebenarnya Moreau yakin bahwa membaca bisa membuat waktu menjadi tak terasa. Bukan buku penggemar. Bukan sekadar fiksi biasa. Abihirt jelas tidak akan memiliki semua itu. Bisnis. Ya. Buku bisnis. Moreau tidak tahu mengapa tetap mempertahankan keinginan membaca saat dia merasa ini cukup membosankan. Barangkali, meyakini bahwa suatu hari dia akan berada di posisi yang sama seperti ini. Melanjutkan pendidikan saja tidak cukup. Sedikit membayangkan bagaimana mental memimpin Abihirt ada dalam dirinya. Salahkah jika berpikir pria itu bersedia memberikan tips?Pintu kamar tiba – tiba dibuka paksa. Panjang umur. Moreau tersentak mendapati Abihirt sudah menj

  • Perjanjian Terlarang   Ancamannya

    [Kau tidak menganggap ancamanku dengan serius, bukan begitu?]Kening Moreau berkerut dalam membaca pesan yang mengambang di ponsel Abihirt, ketika pemiliknya sedang berada di kamar mandi. Dia bertanya – tanya ancaman seperti apa dan tidak dianggap serius? Apa yang sebenarnya sedang Abihirt hadapi? Mengapa pria itu sama sekali tidak tidak bercerita?Satu pertanyaan lain muncul. Siapa di balik pengirim pesan dengan nomor pribadi? Moreau tidak akan memiliki akses untuk mencari tahu langsung. Tidak ada petunjuk apa pun di sini. Mungkin ... jika dia bersedia mengambil keputusan penuh tekad; mengulik jawaban langsung dari Abihirt adalah pilihan paling tepat. Masih menatap ponsel itu lamat. Perhatian Moreau segera teralihkan ketika mendengar pintu kamar mandi terbuka dan Abihirt muncul dengan pemandangan yang selalu sanggup membuatnya terdiam beberapa saat. Sedikit butuh usaha keras sekadar mengerjap. Moreau mendadak gugup karena sorot kelabu Abihirt menatapnya seolah dia baru saja melakuk

  • Perjanjian Terlarang   Cita-Cita Daddy?

    “Aku dan Mommy pernah ke rumah sakit. Di salah satu gedung di rumah sakit itu pernah terjadi kebakaran. Ada begitu banyak mobil pemadam. Aku melihat para pemadam kebakaran itu bekerja dengan sigap. Mereka hebat, Daddy. Aku ingin seperti mereka. Aku ingin membantu banyak orang yang berada dalam musibah.”Ketika Abihirt memberi respons dengan baik; mendukung apa pun keinginan bocah kecil mereka. Moreau diam – diam tersenyum. Tidak pernah menyangka bahwa sikap takjub Arias terhadap peristiwa yang baru saja diceritakan itu, ternyata memiliki dampak besar. Memang sempat terjadi kebakaran di rumah sakit; kejadian yang sudah cukup lama, dan hal tersebut menjadi alasan mengapa Moreau seolah dikejutkan oleh ingatan Arias yang begitu tajam.“Sekarang bagaimana denganmu, Princess. Apa cita-citamu?”Lore mungkin termenung mengamati percakapan antara saudara kembar dan ayahnya.Moreau tidak bisa menahan reaksi yang segera muncul ke permukaan setelah gadis kecil itu mengerjap. Dia

  • Perjanjian Terlarang   Cita-Cita

    “Kau tidak berencana memasukkan Lore ke pelatihan khusus?”Suara serak dan dalam Abihirt tiba – tiba mencuak ke permukaan setelah mereka terlalu lama hanyut ke dalam permainan anak – anak. Memang secara tidak langsung terlibat, tetapi menyaksikan mereka tenang, menyusun banyak boneka di atas lantai, sudah menjadi bagian dari prospek membuat Moreau termenung.Dia mengerjap cepat sambil menatap Abihirt dengan kernyitan dalam. “Pelatihan khusus? Maksudmu?” dan bertanya. Beberapa kesimpulan sudah bersarang serius di puncak kepala, tetapi Moreau ingin memastikan kembali tujuan pria itu ketika membawa mereka ke dalam percakapan seperti ini.“Latihan ice skating mungkin?”Pertanyaan Abihirt terdengar ragu – ragu. Barangkali karena pria itu tahu pembicaraan ini terlalu mendadak. Memang sangat mendadak. Moreau sendiri tak pernah memikirkan bahwa salah satu dari si kembar akan mengikuti jejaknya. Dia hanya ingin mereka menikmati hidup seperti biasa. Tidak harus diikuti dengan latihan keras atau

  • Perjanjian Terlarang   Di Mobil

    “Lima tahun tidak mengunjungimu, Dad. Maaf.”Dengan suara terdengar luar biasa lirih. Moreau berusaha mengendalikan diri. Namun, makin dia berusaha melakukan yang terbaik. Semua terasa seperti sesuatu—sangat mengenaskan di jantungnya. Dia merasa egois karena hasrat untuk me

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-05
  • Perjanjian Terlarang   Kemarahan Lore

    Moreau akan sangat menyalahkan Abihirt, karena pria tua mesum—yang memasang wajah penuh bangga, menatap Lore dan Arias tanpa rasa bersalah. Tidakkah Abihirt berpikir ini terlalu berbahaya bagi anak - anak? Sepertinya butuh aturan serius untuk menjelaskan bagaimana hubungan mereka bekerja.

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-05
  • Perjanjian Terlarang   Lego

    “Apa yang kau lakukan?”Langkah Moreau sempat tertahan mendapati seisi lantai kamar telah dipenuhi serpihan yang tampak perlu disusun menjadi satu kesatuan. Abihirt tengah sibuk di sana, terlihat begitu fokus, meski akhirnya menengadah hanya untuk menatap lebih lama ke arahnya.

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-05
  • Perjanjian Terlarang   Makam

    Gundukkan tanah ini; dan segala sesuatu yang menyangkut kenyataan bahwa dia tidak pernah mengetahui apa pun ketika Barbara memainkan peran besar; berpura – pura menangis histeria mendengar berita kematian yang disebabkan oleh kecelakaan menggila.Wanita licik itu adalah dalangnya

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-05
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status