Compartilhar

Pengakuan Rendra

Autor: Airum
last update Data de publicação: 2026-09-04 22:25:50

Aku menatap Rendra tanpa berkedip.

Arya.

Nama itu kembali muncul.

Kakak Adrian.

Pria yang selama ini hanya kukenal melalui cerita orang lain dan potongan-potongan informasi yang semakin membuat masa lalu terasa seperti labirin.

Namun, kali ini Rendra mengatakan sesuatu yang jauh lebih sulit dipercaya.

Arya adalah orang yang membakar rumah ini.

"Anda bohong."

Rendra menggeleng.

"Aku berharap aku bisa mengatakan itu."

Aku menatap korek api di tangannya.

"Kalau Arya yang membakar rumah ini, kenapa
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Pernikahan Bayangan: Mengikat Hati Sang CEO Kejam   Seperti Pasangan Sungguhan

    Sejak malam itu, ada sesuatu yang berubah di antara aku dan Adrian.Tidak ada percakapan besar.Tidak ada pernyataan yang mengubah segalanya dalam satu malam.Namun cara kami saling memandang terasa berbeda.Ada kehangatan yang sebelumnya tidak pernah ada.Ada perhatian yang kini terasa lebih jelas.Dan yang paling aneh, aku tidak lagi berusaha menyembunyikannya.Pagi itu aku sedang berdiri di depan cermin ketika terdengar ketukan pelan dari pintu.“Masuk.”Pintu terbuka.Adrian muncul.Dia bersandar di kusen sambil menatapku.“Sudah siap?”“Hampir.”“Kita harus berangkat sebentar lagi.”Aku mengangguk sambil merapikan rambut.“Anak-anak sudah siap?”“Leo sudah. Lea masih mencari bonekanya.”Aku tersenyum.“Seperti biasa.”Adrian tertawa kecil.Kemudian di

  • Pernikahan Bayangan: Mengikat Hati Sang CEO Kejam   Saat Hati Tak Lagi Ragu

    Aku masih menggenggam tangan Adrian ketika malam semakin larut.Tidak ada yang kami katakan setelah itu.Namun anehnya, aku tidak merasa membutuhkan percakapan.Ada sesuatu yang terasa cukup dari sekadar duduk bersamanya.Dulu, aku selalu merasa harus mengerti segala sesuatu.Harus mengetahui apa yang akan terjadi.Harus memastikan setiap keputusan memiliki alasan.Namun bersama Adrian, aku perlahan belajar bahwa tidak semua hal harus memiliki jawaban.Termasuk perasaan.Kadang hati hanya tahu.Dan mungkin itu yang sedang terjadi padaku.Aku tahu aku nyaman dengannya.Aku tahu aku bahagia ketika dia ada.Aku tahu aku mencarinya ketika dia tidak berada di dekatku.Dan sekarang aku tahu satu hal lagi.Aku tidak ingin kehilangan dia.“Apa yang sedang kamu pikirkan?”Suara Adrian membuatku tersadar.Aku menoleh.“Banyak.”&ld

  • Pernikahan Bayangan: Mengikat Hati Sang CEO Kejam   Semakin Sulit Menyangkal

    Perjalanan pulang terasa lebih singkat dari yang kuharapkan.Mungkin karena sepanjang perjalanan pikiranku dipenuhi percakapan dengan Adrian. Atau mungkin karena untuk pertama kalinya, aku benar-benar menikmati perjalanan pulang tanpa memikirkan sesuatu yang buruk akan menunggu di rumah.Leo dan Lea tertidur di kursi belakang.Dion sibuk dengan ponselnya.Sementara aku duduk di sebelah Adrian, memperhatikan jalan yang terbentang di depan kami.Sesekali aku meliriknya.Hanya sebentar.Namun setiap kali melakukannya, aku selalu mendapati diriku tersenyum sendiri.Adrian menyadarinya.“Kamu dari tadi melihatku.”Aku langsung mengalihkan pandangan.“Tidak.”Dia tertawa kecil.“Kalau tidak, kenapa wajahmu berubah?”“Memangnya wajahku berubah?”“Sedikit.”Aku memutar mata.“Kamu terlalu percaya diri.”

  • Pernikahan Bayangan: Mengikat Hati Sang CEO Kejam   Di Sampingmu

    Malam semakin larut.Suara langkah kaki Leo dan Lea yang tadi terdengar dari dalam kamar perlahan menghilang. Dion juga sudah masuk ke kamarnya setelah memastikan semua orang baik-baik saja.Aku masih berdiri di dekat jendela.Pemandangan malam terbentang di hadapanku. Lampu-lampu dari kejauhan terlihat seperti titik-titik kecil yang berkilauan. Angin malam masuk melalui celah jendela dan membuat rambutku sedikit berantakan.Aku menarik napas panjang.Hari ini terasa begitu berbeda.Bukan karena tempat yang kami datangi.Bukan karena perjalanan bersama.Tetapi karena Adrian.Aku masih bisa mengingat percakapan kami sore tadi.Tentang kebiasaanku mencarinya ketika bangun.Tentang perasaan aneh ketika sehari saja tidak melihatnya.Dan yang paling membuatku terus memikirkannya adalah ketika dia mengatakan bahwa dia juga merasakan hal yang sama.Aku tersenyum kecil.“Masih belum tidur

  • Pernikahan Bayangan: Mengikat Hati Sang CEO Kejam   Hal yang Ingin Kukatakan

    Aku pikir setelah mengatakan kepada Adrian bahwa aku menyukainya, perasaanku akan terasa lebih ringan.Ternyata tidak.Justru setelah mengatakannya, aku menjadi semakin sadar pada keberadaan Adrian di setiap detik yang kulewati.Cara dia berjalan di sampingku.Cara dia sesekali menoleh untuk memastikan aku tidak tertinggal.Bahkan cara tangannya bergerak ketika menjelaskan sesuatu kepada Leo dan Lea.Semuanya terasa berbeda.Atau mungkin bukan Adrian yang berubah.Mungkin aku yang sekarang melihatnya dengan cara berbeda.Aku berjalan kembali menuju tempat kami berkumpul bersama Leo, Lea, dan Dion. Dari kejauhan, kulihat Lea sedang duduk di bangku sambil menggambar sesuatu, sedangkan Leo sibuk memperlihatkan hasil fotonya kepada Dion.Begitu melihatku, Lea langsung berdiri.“Ibu!”Aku tersenyum dan membuka kedua tangan.Lea berlari menghampiriku lalu memeluk pinggangku.&ldqu

  • Pernikahan Bayangan: Mengikat Hati Sang CEO Kejam   Rasa yang Tak Perlu Disembunyikan

    Pagi di tempat kami menginap terasa begitu tenang.Aku terbangun lebih awal daripada biasanya. Cahaya matahari masuk melalui celah tirai, membuat kamar perlahan dipenuhi warna keemasan.Aku menoleh ke samping.Adrian masih tertidur.Wajahnya terlihat jauh lebih tenang ketika tidak sedang memikirkan pekerjaan atau berbagai hal yang biasanya memenuhi kepalanya.Aku tersenyum kecil.Tanpa sadar, tanganku bergerak hendak merapikan rambutnya.Namun sebelum sempat menyentuhnya, Adrian membuka mata."Kau sedang apa?"Aku langsung menarik tanganku."Tidak ada."Ia tersenyum."Aku melihatnya.""Kau pura-pura tidur?""Mungkin."Aku memutar mata."Kau menyebalkan.""Selamat pagi juga."Aku bangkit dari tempat tidur."Aku mau melihat anak-anak.""Anastasia."Aku berhenti."Hm?"Adrian duduk."Terima kasih."Aku mengernyit.

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status