Chapter: Di SampingmuMalam semakin larut.Suara langkah kaki Leo dan Lea yang tadi terdengar dari dalam kamar perlahan menghilang. Dion juga sudah masuk ke kamarnya setelah memastikan semua orang baik-baik saja.Aku masih berdiri di dekat jendela.Pemandangan malam terbentang di hadapanku. Lampu-lampu dari kejauhan terlihat seperti titik-titik kecil yang berkilauan. Angin malam masuk melalui celah jendela dan membuat rambutku sedikit berantakan.Aku menarik napas panjang.Hari ini terasa begitu berbeda.Bukan karena tempat yang kami datangi.Bukan karena perjalanan bersama.Tetapi karena Adrian.Aku masih bisa mengingat percakapan kami sore tadi.Tentang kebiasaanku mencarinya ketika bangun.Tentang perasaan aneh ketika sehari saja tidak melihatnya.Dan yang paling membuatku terus memikirkannya adalah ketika dia mengatakan bahwa dia juga merasakan hal yang sama.Aku tersenyum kecil.“Masih belum tidur
Last Updated: 2026-09-21
Chapter: Hal yang Ingin KukatakanAku pikir setelah mengatakan kepada Adrian bahwa aku menyukainya, perasaanku akan terasa lebih ringan.Ternyata tidak.Justru setelah mengatakannya, aku menjadi semakin sadar pada keberadaan Adrian di setiap detik yang kulewati.Cara dia berjalan di sampingku.Cara dia sesekali menoleh untuk memastikan aku tidak tertinggal.Bahkan cara tangannya bergerak ketika menjelaskan sesuatu kepada Leo dan Lea.Semuanya terasa berbeda.Atau mungkin bukan Adrian yang berubah.Mungkin aku yang sekarang melihatnya dengan cara berbeda.Aku berjalan kembali menuju tempat kami berkumpul bersama Leo, Lea, dan Dion. Dari kejauhan, kulihat Lea sedang duduk di bangku sambil menggambar sesuatu, sedangkan Leo sibuk memperlihatkan hasil fotonya kepada Dion.Begitu melihatku, Lea langsung berdiri.“Ibu!”Aku tersenyum dan membuka kedua tangan.Lea berlari menghampiriku lalu memeluk pinggangku.&ldqu
Last Updated: 2026-09-21
Chapter: Rasa yang Tak Perlu DisembunyikanPagi di tempat kami menginap terasa begitu tenang.Aku terbangun lebih awal daripada biasanya. Cahaya matahari masuk melalui celah tirai, membuat kamar perlahan dipenuhi warna keemasan.Aku menoleh ke samping.Adrian masih tertidur.Wajahnya terlihat jauh lebih tenang ketika tidak sedang memikirkan pekerjaan atau berbagai hal yang biasanya memenuhi kepalanya.Aku tersenyum kecil.Tanpa sadar, tanganku bergerak hendak merapikan rambutnya.Namun sebelum sempat menyentuhnya, Adrian membuka mata."Kau sedang apa?"Aku langsung menarik tanganku."Tidak ada."Ia tersenyum."Aku melihatnya.""Kau pura-pura tidur?""Mungkin."Aku memutar mata."Kau menyebalkan.""Selamat pagi juga."Aku bangkit dari tempat tidur."Aku mau melihat anak-anak.""Anastasia."Aku berhenti."Hm?"Adrian duduk."Terima kasih."Aku mengernyit.
Last Updated: 2026-09-21
Chapter: Perjalanan BersamaRencana liburan yang dibuat Leo dan Lea ternyata benar-benar terjadi.Aku masih tidak percaya ketika melihat dua anak itu berdiri di depan pintu dengan tas kecil mereka masing-masing.Lea bahkan membawa sebuah buku gambar."Aku sudah siap!"Aku tersenyum."Kita baru akan berangkat.""Aku sudah siap dari tadi."Leo berdiri di sampingnya sambil mengangguk serius."Papa bilang jangan sampai terlambat."Aku menoleh kepada Adrian yang sedang membawa beberapa barang ke mobil."Sepertinya mereka lebih siap daripada kita."Adrian tersenyum."Mereka sudah menunggu sejak pagi."Dion muncul dari belakang sambil membawa tasnya sendiri."Aku juga siap."Aku menatapnya."Kamu benar-benar ikut?""Tentu.""Aku kira pekerjaanmu akan mengganggu.""Sudah kuatur."Aku tersenyum lega."Bagus."Dion kemudian melihat kedua anak itu."Sudah siap me
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: Sebuah Janji SederhanaHari-hari setelah itu berjalan lebih tenang daripada yang pernah kubayangkan.Dion memang mulai lebih sering sibuk dengan pekerjaannya. Sesekali ia harus pergi ke luar kota, tetapi ia selalu memberi kabar kepadaku. Setidaknya, aku tidak lagi merasa harus terus mengkhawatirkannya.Leo dan Lea juga semakin dekat dengannya.Setiap kali Dion datang, rumah langsung berubah menjadi lebih ramai.Dan Adrian tampaknya mulai menikmati semua itu.Aku bahkan sering melihat mereka bertiga berbicara di ruang keluarga ketika aku sedang bekerja.Kadang aku tersenyum sendiri mendengarnya.Pagi itu, aku sedang menyelesaikan beberapa pekerjaan ketika terdengar suara tawa dari luar kamar.Aku keluar.Leo dan Lea sedang duduk di lantai bersama Dion.Di hadapan mereka ada beberapa lembar kertas."Apa yang kalian lakukan?"Lea langsung mengangkat kepala."Kami membuat rencana!"Aku duduk di samping mereka.
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: Keluarga yang Kami PilihSejak malam ketika Adrian memberiku gelang itu, aku merasa ada sesuatu yang berubah.Bukan hanya dalam hubungan kami.Tetapi juga dalam caraku memandang rumah ini.Dulu aku selalu melihat rumah sebagai tempat untuk pulang setelah menjalani hari yang melelahkan. Sekarang, rumah terasa seperti sesuatu yang sedang kami bangun bersama.Ada Leo dan Lea.Ada Adrian.Dan tentu saja ada Dion.Aku baru menyadari betapa jarangnya kami benar-benar membicarakan Dion beberapa waktu terakhir.Bukan karena aku melupakannya.Justru sebaliknya.Dion tetap menjadi bagian penting dalam hidupku.Hanya saja, setelah semua kekacauan yang terjadi, perhatian kami lebih banyak tertuju kepada Leo dan Lea.Pagi itu, aku menemukan Dion duduk sendirian di ruang keluarga.Ia sedang menggunakan laptop dengan wajah serius.Aku berhenti di belakang sofa."Kamu sedang apa?"Dion langsung menoleh."K
Last Updated: 2026-09-20