Aroma parfum maskulin yang mahal bercampur dengan udara dingin pendingin ruangan menyambutku tepat di depan pintu Kamar 2007 Hotel Grand Luxury. Ponsel di genggamanku bergetar. Nama Bu Ratna, perempuan yang menjadi perantara untuk malam ini, muncul di layar. Aku menarik napas panjang sebelum mengangkatnya."Anya, kau sudah di depan kamar?""Sudah, Bu." Suaraku nyaris berbisik. "Apakah uang mukanya benar-benar sudah masuk ke rekening rumah sakit?""Lima ratus juta rupiah sudah ditransfer penuh lima menit lalu. Dion sudah bisa masuk ruang operasi ICU sekarang."Aku memejamkan mata. Lima ratus juta. Jumlah yang terlalu besar untuk seseorang sepertiku, tetapi tidak sebanding dengan nyawa adikku."Tugasmu hanya masuk dan ikuti semua kemauan pria itu," lanjut Bu Ratna. "Jangan banyak bertanya. Jangan mencoba mencari tahu identitasnya. Dan yang paling penting, jangan membuat masalah."Aku menggigit bibir bawah. "Baik, Bu."Panggilan terputus. Untuk beberapa detik, aku hanya berdiri mematung
Last Updated : 2026-07-19 Read more