LOGINDemi menyelamatkan nyawa adiknya yang sakit kritis, Anya terpaksa menjual malam pertamanya kepada seorang pria asing di kamar hotel yang gelap. Dia mengira hubungan itu akan berakhir dalam satu malam. Namun, takdir berkata lain saat dia dinyatakan hamil anak kembar.Lima tahun kemudian, Anya kembali sebagai desainer berbakat dan bertemu dengan Adrian Mahendra CEO kejam dan dingin dari Mahendra Group yang ternyata adalah pria dari masa lalunya. Adrian yang sedang mencari ibu pengganti untuk menutupi skandal keluarga, memaksa Anya menandatangani kontrak pernikahan bayangan selama satu tahun.Adrian bersumpah tidak akan pernah mencintai Anya dan memperlakukannya dengan dingin. Namun, setiap kali Anya mencoba menjauh, Adrian justru mengurungnya dalam dekapan posesifnya. Ketika rahasia tentang anak kembar mereka dan dalang di balik malam lima tahun lalu mulai terungkap, Adrian harus memilih: mempertahankan keangkuhannya atau berlutut memohon cinta sang istri bayangan.
View MoreAku masih menatap pesan dari Clara ketika pintu rumah terbuka.Dion masuk sambil membawa beberapa barang dari mobil.“Kak?”Aku buru-buru mematikan layar ponsel.“Ya?”Dion berhenti di tempat.“Kakak kenapa?”“Tidak kenapa-kenapa.”Ia menatapku beberapa detik.Aku tahu ekspresi wajahku pasti tidak bisa menyembunyikan apa pun.Dion kemudian duduk di sofa seberangku.“Adrian belum pulang?”Aku menggeleng.“Dia pergi.”“Dengan Clara?”Aku langsung menatapnya.“Kamu tahu?”“Adrian bilang tadi siang.”Aku menarik napas panjang.“Dion.”“Hmm?”“Menurutmu, Clara itu seperti apa?”Dion tampak berpikir.“Kenapa tiba-tiba tanya dia?”“Jawab saja.”“Setahuku dia mantan rekan bisnis Adrian. Mereka cukup dekat dulu.”Aku menunduk.“Seberapa dekat?”Dion mengangkat bahu.“Aku tidak tahu.”Jawaban itu justru membuat pikiranku semakin kacau.Aku membuka ponsel lagi.Pesan Clara masih ada.Sebaiknya kau mendengarnya langsung dariku sebelum Adrian menceritakannya kepadamu.Apa yang sebenarnya ingin dia
Pagi itu terasa jauh lebih tenang dibandingkan beberapa hari terakhir.Tidak ada pesan aneh.Tidak ada foto yang tiba-tiba masuk.Tidak ada suara mencurigakan di luar rumah.Setelah sekian lama, aku bisa duduk di ruang keluarga tanpa terus-menerus memeriksa ponsel.Aku bahkan mulai berpikir mungkin kami memang bisa kembali menjalani kehidupan seperti sebelumnya.Adrian duduk di seberangku sambil membaca sesuatu di tabletnya.Sesekali ia mengangkat wajah dan melihat ke arahku.“Apa?” tanyaku.“Tidak apa-apa.”“Kamu melihatku dari tadi.”“Aku suka melihatmu.”Aku mendengus kecil.“Gombal.”“Aku serius.”Aku berusaha menahan senyum.Rasanya menyenangkan.Setelah semua ketegangan yang terjadi, aku mulai menghargai hal-hal kecil seperti ini.Namun ketenangan itu ternyata tidak berlangsung lama
Aku hampir tidak tidur malam itu.Bukan karena takut.Setidaknya, aku berusaha meyakinkan diriku sendiri bahwa bukan itu alasannya.Pikiranku terus kembali kepada pesan terakhir yang dikirim orang misterius itu.Jangan bawa siapa pun.Kalimat sederhana, tetapi justru membuatku semakin yakin bahwa orang tersebut benar-benar mengetahui gerak-gerik kami.Pagi harinya, aku menemukan Adrian sudah berada di ruang keluarga.Ia duduk sambil membaca beberapa dokumen di tabletnya.Begitu melihatku, ia langsung meletakkan benda itu.“Kau tidak tidur?”Aku menggeleng.“Kamu juga.”“Aku tidur.”Aku mengangkat alis.“Berapa lama?”Adrian terdiam sebentar.“Tidak penting.”Aku hampir tersenyum.Di tengah situasi seperti ini, dia masih sempat menghindari pertanyaanku.Aku duduk di sampingnya.
Aku masih menatap layar laptop ketika suara notifikasi dari ponsel Adrian kembali terdengar.Satu kali.Pendek, tetapi cukup untuk membuat kami bertiga langsung menoleh.Adrian mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja.Sebuah pesan masuk dari nomor yang sama.Tidak ada nama pengirim.Tidak ada kalimat pembuka.Hanya sebuah foto.Aku mendekat untuk melihatnya.Dan seketika tubuhku terasa kaku.Foto itu memperlihatkan Adrian yang sedang berdiri di depan jendela ruang kerjanya.Aku mengenali pakaian yang dikenakannya.Kemeja yang sama.Jam tangan yang sama.Bahkan posisi berdirinya pun sama seperti beberapa menit lalu.“Ini baru saja diambil,” kataku pelan.Adrian tidak menjawab.Dion mengambil ponsel itu dari tangannya dan memperbesar foto tersebut.“Lihat bagian belakang.”Aku mengikuti arah jarinya.Di balik kaca












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.