공유

Bab 1730

작가: Anggur
“Odelina!” Daniel berteriak dari dalam kamar pasien.

“Bu Yanti, aku masuk untuk melihatnya dulu.”

Odelina dengan lembut menarik tangannya dan kembali ke dalam kamar pasien.

Yanti tidak mengikutinya masuk.

Selama Odelina ada di sana dan tidak meminta bantuan mereka, orang tua Daniel sepakat untuk tidak masuk dan membiarkan mereka berdua sendirian.

Sikap putra mereka memang buruk dan amarahnya memang tak kunjung reda, tapi Yanti dan suaminya tahu putra mereka sangat ingin Odelina tetap tinggal dan merawatnya.

Yanti kembali duduk di samping suaminya, menghela napas dan berkata, “Aku yang terlalu keras kepala waktu itu. Mulai sekarang, aku akan belajar dari Dewi.”

Darius berkata kepada istrinya, “Aku sudah menasihatimu berkali-kali, tapi kamu tetap nggak mau dengar. Anak kita sudah nggak muda lagi. Orang lain yang seusianya mgkn sudah punya anak yang sudah mau SMP. Daniel bahkan nggak punya pacar. Jarang-jarang dia bisa menyukai seseorang, nggak peduli berapa kali wanita itu sudah bercerai
이 책을.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4199

    Pengawal Yohanna tidak berani menyentuh. Dia hanya memanggil Yohanna dan itu tidak cukup untuk membangunkannya. Ronny tidak cuma memanggil tapi juga menepuk wajah Yohanna dengan perlahan sehingga Yohanna tak lama langsung terbangun. Ketika membuka mata dan melihat wajah Ronny ada tepat di depan mata, Yohanna kira dia sedang bermimpi. Bisa-bisanya dia bermimpi tentang Ronny. Apakah mungkin ini berarti Yohanna tertarik padanya? Jika tidak, mana mungkin dia akan memimpikan Ronny. Sekian lama Yohanna hidup di dunia, baru kali ini dia bermimpi tentang lawan jenis. Yohanna hendak meraba wajah Ronny. Namun ketika baru mengangkat tangannya, dia sadar kalau ini bukanlah mimpi. Ini adalah realita. Ronny baru saja mandi. Jarak mereka yang sangat dekat membuat Yohanna bisa mencium aroma sedap dari tubuhnya. Yohanna langsung menurunkan tangan secara diam-diam dan berharap Ronny tidak menyadari gerak-geriknya tadi agar tidak terjadi kesalahpahaman. “Yohanna.” Suara Ronny yang lembut dan merdu d

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4198

    Cakra sudah tidak punya apa-apa lagi. Tanpa uang dan kekuasaan, dengan apa dia bisa membebaskan ketiga putranya? “Papa lebih baik pulang saja. Kalau sudah ada kabar dari pengadilan, nanti kami jemput. Kita dengar saja apa keputusan dari pengadilan.” Cakra langsung berdiri dan pergi dalam kondisi marah-marah. Setelah Cakra pergi, Alisa bertanya kepada Marcella, “Kak, kita benar nggak ngapa-ngapain, nih? Anakku masih kecil. Kalau dia punya papa yang pernah dipenjara, masa depannya bisa rusak.” “Mau gimana lagi? Kalaupun mau bantu, kita nggak bisa apa-apa. Kita sudah tahulah kayak gimana Felicia. Nggak mungkin dia mau maafin mereka begitu saja setelah apa yang terjadi. Coba ingat-ingat lagi di tahun lalu, watu mereka ketahuan selingkuh, gimana perlakuan mereka ke kita. “Iya juga. Kalau begitu biar saja mereka dipenjara, deh,” kata Alisa setelah mengingat kembali masa lalunya. “Kak Marcella, Felicia lagi dirawat di rumah sakit, apa kita jenguk saja?” “Boleh, tapi besok, ya. Besok aku

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4197

    Cakra diam membisu. Dia juga tidak punya uang sebanyak itu untuk membayar pengacara. Semasa Patricia hidup, uang yang pernah Cakra pegang tidak pernah lebih dari satu juta. Cakra hidup dengan meminta uang dari anaknya secara diam-diam ketika mereka sudah dewasa dan memiliki penghasilan sendiri. Pada saat itu Cakra sempat merasakan seperti apa rasanya menjadi orang kaya. Dia hidup foya-foya, tetapi uang itu sudah habis, dan dia tidak memiliki tabungan. Sejak dulu Cakra memang terbiasa hidup boros dan tidak pernah bisa menyimpan uangnya dengan baik. Dia juga tidak memiliki aset atas namanya sendiri karena selalu dikontrol ketat oleh Patricia. Rumah yang sekarang Cakra tempati dibangun dengan uang Patricia sendiri, tetapi rumah itu dibangun bukan atas nama Cakra, tetapi atas nama ketiga anak mereka. Setelah Patricia pergi, tiga putranya yang bertugas merawat Cakra dengan memberi uang setiap bulan sebesar ratusan juta. Jika semuanya dijumlahkan, Cakra bisa menjalani masa tua yang lebih d

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4196

    Walau demikian, Felicia berbaring dan menahan rasa sakitnya. Matanya memerah dan mulai meneteskan air mata. Vandi yang baru masuk melihat Felicia menangis. Dia pun mendekat dan duduk di sampingnya. Dia juga mengambilkan selembar tisu untuk mengusap air matanya. “Air matamu nggak pantas keluar demi mereka,” kata Vandi. Felicia terduduk dan masuk ke dalam pelukan Vandi. Dia berkata, “Vandi, cuma kamu yang aku punya.” Vandi mendekap erat Felicia dan berkata padanya dengan penuh simpati, “Felicia, aku akan terus ada di sisimu selamanya. Nggak peduli apa pun yang terjadi, aku selalu siap menemani. Andaikan bumi kiamat pun, aku bakal melindungi kamu. Kalau kamu merasa sedih, nangis saja.” Biarlah Felicia menangis agar dia bisa benar-benar berdamai dengan masa lalunya. Dengan ini hubungan dia dengan keluarganya benar-benar terputus. Felicia menangis sejadi-jadinya. Ini akan menjadi yang terakhir kali. Kelak, dia dan keluarganya akan menjalani kehidupan masing-masing. Sementara itu, Cakra

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4195

    Setelah Cakra terdiam untuk beberapa saat, dia masih saja mengatakan hal yang sama, “Tapi kamu nggak mati, ‘kan? Kamu cuma terluka saja, dan lukanya juga nggak parah.” Felicia benar-benar dibuat kesal oleh ayahnya sampai dia hanya bisa tersenyum saja. Ya, dia memang tidak mati dan hanya terluka. Lantas apakah itu bisa menyangkal fakta bahwa ketiga kakaknya berusaha membunuhnya? Felicia bertanya balik, “Pa, kalau aku yang mau membunuh mereka bertiga, tapi mereka nggak mati dan cuma terluka, apa Papa juga bakal bilang begini ke mereka? Apa Papa bakal minta mereka memaafkan aku dan memohon supaya aku nggak dipenjara?” Cakra spontan berkata, “Kamu sudah berniat membunuh. Mana mungkin aku biarin kamu terus melakukan kesalahan lagi? Kamu pasti tetap harus dipenjara selama beberapa tahun …. Felicia, Papa sudah tua. Cuma mereka bertiga yang mau merawat Papa. Apa kamu mau biarin papa kamu ini jadi gelandangan?” “Aku bakal menanggung semua biaya hidup biar Papa nggak mati kelaparan. Pelayan

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4194

    Bahkan setelah ditampar pun, Vandi tidak melepaskan tangannya. Felicia tampak sedikit kesal melihat Vandi ditampar. Dia pun berkata kepada ayahnya dengan nada sinis, “Kalau Papa mau berlutut, berlutut di depan pintu masuk rumah sakit saja sana. Terus bilang sekalian aku anak yang kurang ajar. Tapi bilang juga kalau anak Papa yang lain mau membunuhku. Bilang juga Papa berlutut karena aku nggak mau memaafkan mereka. Lakukan itu, baru aku pertimbangkan untuk memaafkan mereka.” Mendengar itu, Cakra pun langsung berhenti melawan. Dia takut Felicia akan menampar balik untuk melampiaskan dendam setelah dia menampar Vandi barusan. Untung saja Felicia tidak suka melakukan kekerasan sekelas apa pun dia. Di detik itu juga Cakra melepaskan air matanya. Dia menangis sejadi-jadinya. “Felicia ….” Kemudian Cakra pindah duduk di sofa. Sembari terisak dia berkata, “Felicia, Papa sudah tua. Papa nggak punya pendapatan lagi. Mama kamu juga sudah ngga ada. Papa cuma punya tiga kakak kamu sekarang. Kal

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status