LOGIN“Mulai sekarang, semua biaya patungan. Mau itu biaya hidup, cicilan KPR, cicilan mobil, semuanya patungan! Adikmu tinggal di rumah kita. Minta dia bayar setengah. Apa gunanya memberi kita 4 juta sebulan? Apa bedanya itu dengan makan dan tidur gratis?”
View More“Yohanna, Ronny pasti punya alasan kenapa dia nggak pernah kasih tahu kamu. Pulang nanti, tolong jangan ribut sama dia, ya. Bicarakan saja baik-baik.” Yohanna tersenyum tipis. “Aku nggak mungkin ribut sama dia. Sebenarnya aku sudah menduga hasilnya pasti jadi begini. Aku cuma mau memastikan saja.” Karena Yohanna sendiri pun sudah menduga, dia tentunya sudah melakukan persiapan secara mental dan bisa menerima fakta dengan mudah. “Apa Ronny sengaja menyembunyikan identitas dia yang sebenarnya ke kamu?” tanya Nenek Sarah. Becermin dari contoh Stefan, adik-adiknya seharusnya tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Yohanna terdiam sejenak dan menjawab, “Nggak, tapi dia juga nggak bermaksud kasih tahu aku. Kalau aku nggak tanya, dia nggak bakal ngomong.” Yohanna sempat menyelidiki latar belakang Ronny, bahkan hingga dua kali, tetapi dia tidak menemukan biodata yang jelas tentangnya. Yohanna tidak bisa mengatakan itu karena dia merasa malu. “Kalau kamu nggak tanya, dia pasti nggak ak
Saat Yohanna tiba-tiba bersuara, Nenek Sarah menegakkan tubuh dan duduk menghadap lurus ke depan seperti seorang murid yang sedang duduk di meja sekolah. “Yohanna, silakan kalau kamu mau tanya. Nenek menyimak.” Nenek Sarah tersenyum tipis. Ketika dihadapkan dengan senyuman yang sangat bersahabat dari Nenek Sarah, tanpa sadar Yohanna melemaskan raut wajahnya. Nada bicaranya juga jadi terdengar lebih lembut. “Nek, terima kasih atas apresiasi yang Nenek kasih untukku. Berhubung Nenek memilih aku, berarti Nenek pasti sudah tahu tentang kondisi keluargaku.” Nenek Sarha mengangguk. Dia tahu. Tahu persis. Dia pasti mencari tahu sejelas-jelasnya bagaimana kondisi keluarga calon cucu menantunya. “Aku nggak mungkin bisa jauh dari keluargaku. Kalau aku menikah sama Ronny, dia yang harus ikut aku. Aku juga pemilih banget soal makanan. Dia nggak bisa jauh-jauh dariku karena harus memenuhi kebutuhanku sehari tiga kali. Jadi, waktu yang dia punya untuk pulang ke rumahnya pasti pendek banget. Ron
Yohanna sudah menanyakan Ronny siapa calon istrinya, tetapi Ronny tidak menjawab. Jika yang bertanya bukan Yohanna, tetapi orang lain, Ronny pasti akan mengatakannya. Penjelasan dari Ronny memang sangat masuk akal, tetapi Yohanna merasa ada sesuatu yang Ronny sembunyikan darinya. Jika benar calon istri Ronny adalah Yohanna, sangat masuk akal Ronny menutupi itu dari Yohanna. Nenek Sarah menyambut balik tatapan tajam Yohanna. Dia sungguh tidak salah pilih. Dia suka cucu menantu yang tegas dan terus terang. Nenek Sarah tidak langsung menjawab pertayaan Yohanna dan malah bertanya balik, “Yohanna, kamu kenapa menganggap kalau calon istrinya Ronny itu kamu?” Yohanna lantas menjabarkan analisisnya. Siapa pun yang mendengarkan penjelasannya pasti akan sepakat kalau Yohanna adalah calon istri yang dipilih untuk Ronny. Di akhir, Yohanna menambahkan, “Nenek Sarah sudah pernah ketemu aku dulu, tapi aku nggak ingat. Aku punya alasan yang kuat menganggap bahwa Nenek yang membantu Ronny dengan car
Yohanna tidak percaya dengan ucapan Nenek Sarah, tetapi dia juga tidak serta merta membantahnya. Dia terus mengikuti Nenek Sarah memasuki sebuah taman bunga yang ditanami berbagai macam bunga. Di musim semi ini banyak sekali bunga yang mulai bermekaran sehingga taman dihiasi oleh beraneka ragam warna. Di tengah-tengah taman juga terdapat sebuah paviliun kecil untuk bersantai. “Yohanna, kita duduk-duduk di sana, yuk,” kata Nenek Sarah sambil menunjuk ke paviliun tersebut. “Kita sekalian menikmati pemandangan.” Yohanna pun menemanu Nenek Sarah berjalan menuju ke sana. Saat Nenek Sarah hendak duduk, Yohanna dengan sigap membantunya. Yohanna sering kali terlihat dingin dan cuek, tetapi dia sangat perhatian kepada yang lebih tua. Di samping itu, Nenek Sarah juga adalah sosok yang sudah lama membuat Yohanna penasaran. Dari cerita Ronny yang selalu membanggakan neneknya, Yohanna jadi ikut kagum padanya. Setelah Nenek Sarah duduk, barulah Yohanna duduk di depannya. Setelah memandangi wajah






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore