Share

Begitu Sedih

Author: Ummi Salmiah
last update publish date: 2023-11-01 18:06:07

Brayen pergi begitu saja. Setelah mengucapkan kata talak, dia berlalu begitu saja. Seperti layaknya seorang profesional yang membuat hati wanitanya hancur. Dia bahkan tak menoleh Monica yang sedang tersedu-sedu.

Nina dan Reza tak bisa lagi berkata-kata. Melihat mereka berpisah membuat hati Nina sakit. Apalagi melihat tangis Monica yang begitu terlihat hancur. Hati orang tua mana yang kuat melihat semua ini terjadi.

"Kita gagal, Bang. Mendidik anak," ucap Nina yang begitu sedih. Tetesan air jat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (6)
goodnovel comment avatar
Duo-N
bikin Brayen itu kejang-kejang sama Monica, Thor
goodnovel comment avatar
Maulida
ngga habis2 dendam mr Roy
goodnovel comment avatar
Zuriana Hamzah
ah kesian Monica.. semoga brayen nyesal
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pesona Istri Dari Desa   Kencan Buta

    Malam itu aku nggak bisa tidur. HP di tangan, tapi jari nggak berani buka I*******m. Takut.Takut tiba-tiba muncul story dia: senyum sama cewek baru di kafe yang dulu sering kami datengin. Brayen... abang angkatku di KTP keluarga. Mantan suamiku di ingatan. Laki-laki yang cintanya dulu ditolak sama restu, sekarang mau coba lagi sama orang lain. Aku inget terakhir kali kami duduk berdua. Nggak ada teriak, nggak ada drama. Cuma dia bilang pelan, "Maaf ya, Dek. Kita nggak direstui. Tapi aku tetap abangmu, oke?"Oke. Aku bilang oke. Padahal dada ini remuk. Sekarang dia kencan buta. Katanya biar nggak sepi. Katanya biar move on. Tapi kenapa yang sesak justru aku? Aku rebahan, natap langit-langit kamar. Di kepala muter satu kalimat, “Kalau dulu direstui... apa kita masih sama-sama sekarang?”Aku nggak marah dia kencan. Aku marah sama diriku sendiri yang masih menyimpan Brayen di sudut hati paling dalam. Padahal status kami udah cuma “abang” dan “adik" Jam 1 pagi. Notifikasi ma

  • Pesona Istri Dari Desa   Cinta yang terlambat

    "Apa yang salah?" berkali-kali Brayen menanyakan itu semua ke dalam hatinya. Monica yang melihat Brayen hanya diam, mendekat."Kenapa, Bang?" tanya Monica.Brayen hanya menggeleng."Semua normal, tapi kenapa daddy pingsan?" tanyanya."Aku juga heran." Monica juga ikut bersuara.Syukurnya hanya pingsan, kemungkinan karena Reza sangat bahagia hingga tidak bisa mengendalikan diri. "Bang, aku ingin bicara," kata Monica."Aku tunggu di balkon," sambung Monica lagiBrayen mengikuti kemauan Monica, naik ke atas balkon lalu bicara empat mata. Berkali-kali Monica terlihat menahan napas, melihat Brayen lebih dekat membuatnya tidak bisa menahan diri. Satu kata. Rindu. Hanya melihatnya bahkan titik-titik air di mata Monica hampir terjatuh. Cinta yang begitu besar kadang membuat siapa saja hanya bisa mengeluarkan air mata."Bicara apa dek?" duuh, jantung Monica bahkan berdetak lebih kencang.Cukup lama Monica terdiam."Bang ...." Suaranya tercekat, hanya sekedar melihat senyuman Brayen yang begi

  • Pesona Istri Dari Desa   Semuanya baik-baik saja 'kan?

    Semua sibuk menyiapkan makan malam, tentunya semua bahagia karena daddy sepertinya membuka kembali lembaran baru bersama abang Brayen. Saat ini yang terpenting daddy bahagia dan sehat seperti sedia kala lagi. Tentunya menjadi keluarga yang utuh kembali seperti dulu lagi.“Dek mikirin apa? ayo bantu bunda,” ajak bunda yang langsung menarik tanganku. Aku yakin bunda pasti mengetahui apa yang kurasakan. Mengapa ini sangat berat, padahal semua yang ada di pikiranku bisa jadi itu tidak benar.“Dek, jangan mikirin sesuatu yang belum terjadi, nikmati apa yang sedang terjadi tanpa membuatmu berpikir yang aneh-aneh.” Bunda memang sangat peka dengan apa yang menjadi pikiranku.“Berkaryalah sayang, buat sesuatu yang membuatmu tidak jenuh menunggu malam ini,” ujar bunda.“Iya, Bund. Jangan menata Monica begitu, aku malu.” Bunda hanya tertawa renyah menatapku.Aku menyiapkan menu favoritku, Minimal jika malu nanti malam, aku punya kesibukan menghabiskan puding buatanku. Iya, aku hanya bisa membuat

  • Pesona Istri Dari Desa   Aku takut kehilangan dirimu

    “Arvian pamit bund,” ucap Arvian yang menarik tangan abang Brayen untuk masuk ke mobil. Mereka begitu akrab satu sama lain. Saling merindukan satu sama lain. Aku iri, padahal aku ibunya.Mereka yang begitu akrab satu sama lain yang membuatku merasa menjadi ibu yang tidak sempurna. Apa selama ini aku salah mendidik Arvian, atau aku terlampau egois? Semua pertanyaan benar-benar menggangguku “Istirahatlah sayang, semua pasti akan baik-baik saja. Yakin itu,” bisik abang Brayen yang masih bertahan meski tangannya ditarik oleh Arvian. Ya Allah benar-benar dia selalu pintar membuat jantung ini berdetak lebih cepat.“Ayah cepet, sudah dibilang bukan muhrim masih saja pakai adegan sayang-sayang” teriak Arvian. Astagfirullah bikin malu saja adegan orang dewasa ini. Abang Brayen sempat-sempatnya mengedipkan mata. “I love you,” ucapnya.Aku segera masuk menemui bunda dan abang Shaka. Oksigen di tubuhku bisa habis dibuat tingkah abang Brayen dan Arvian. Mereka tak henti tertawa melihat tingkahku y

  • Pesona Istri Dari Desa   Semua pasti ada jalan keluar

    "Bunda maafin Arvian, ya," ucap Arvian yang langsung memelukku. Arvian tidak salah. Ini murni kesalahan orang dewasa seperti kami yang egois."Arvian tidak salah, Nak. Beri waktu opa, ya untuk bisa bersama ayah lagi.""Semuanya baik-baik saja 'kan, Bun?" aku hanya membalas dengan anggukan. Meski aku pun tidak berani berharap semuanya kembali seperti dulu lagi. "Semuanya baik-baik saja, Nak. Opa sehat itu yang penting." Aku memeluk Arvian, air mata yang sedari tadi kutahan akhirnya turun tanpa diminta. Dalam hatiku ini semua salahku yang begitu egois. "Ayah jemput Arvian gak bun?" tanya Arvian."Arvian tidak mau menginap?" "Arvian kangen ayah, sejak opa di rumah sakit Arvian hanya ketemu satu kali." Rasanya menyesakkan sekali mendengarnya. Arvian lebih merindukan ayahnya. luka yang kurasa sulit untuk sembuh. Bagi anak seperti Arvian memiliki keluarga utuh adalah anugerah. Walau dia tidak kekurangan kasih sayang, tapi nalurinya ingin seperti anak pada umumnya. Disayang dan dimanja.

  • Pesona Istri Dari Desa   Berdamailah dengan masa lalu, Bang!

    Reza dibolehkan pulang, Brayen hanya bisa mencuri pandang dari jauh. Namun, lucunya mereka seperti saling merindukan. Itu terlihat dari Reza yang diam-diam ikut juga mencarinya."Ayo, Bang. Sopirnya sudah menunggu," kata Nina-istrinya.Reza hanya menjawab dengan anggukan kepala. Nina menyadari, tapi dia tidak ingin mengganggu suaminya yang sedang menahan gengsi. Laki-laki terkadang tidak bercerita, tetapi ketika sudah di puncak rasa, dia akan cepat membuka diri. "Daddy kenapa, Bund?" tanya Shaka yang melihat Reza lebih banyak diam."Biasa orang gengsian gitu." "Masalah abang?" tanya Shaka lagi, Nina hanya mengangguk."Susah memang dua laki-laki ini, tuh lihat abang Brayen di pojokan juga natap daddy," tunjuk Shaka. Seketika Nina tidak bisa menahan tawanya."Pantes mereka disatukan, kelakuannya sama," jawab Nina."Kalian kenapa senyum-senyum tidak jelas?" tanya Reza penasaran. Aneh melihat istrinya tertawa renyah bersama putra sulungnya."Itu, Dad. Abang Brayen melambaikan tangan ke k

  • Pesona Istri Dari Desa   Part 60

    "Kenalkan aku Pricilia kak, boleh kita bicara sebentar," ucapnya melemah. Ada nada memohon di suaranya."Boleh, mari silahkan masuk," jawabku halus.Kami duduk berdua, Shaka masih bermain mobil-mobilan di teras. Fatia langsung menuju dapur untuk

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Pesona Istri Dari Desa   Part 63

    Kebucinan Reza semakin menjadi -jadi. Sesekali dia memandang tak henti seperti orang yang lagi kasmaran berat. Untungnya ada Shaka yang datang menjadi penengah kami."Nin ...."

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Pesona Istri Dari Desa   Part 51

    Reza berhenti lalu mengambil bola yang menggelinding ke arahnya. "Mau ambil ini?" tanyanya, Shaka mengangguk. "Mainnya pelan-pelan, ya, ganteng." "Oke." Shaka mengangkat jempolnya membuat semua yang bersama Reza tertawa melihat ulahnya Shaka. Yah, bagaimana

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Pesona Istri Dari Desa   Part 65

    "Sayang kata Farhan aktivitas wisata Gili Trawangan yang wajib dicoba adalah melihat matahari terbit dan terbenam.""Iya, kah?""Iya, sayang, di Gili Trawangan dijamin akan betah karena pulau ini sangat bersih dan bebas polusi. Di mana pemerintah daerah melarang penggunaan

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status