Suami Bayaran, Suami Tersayang

Suami Bayaran, Suami Tersayang

last update최신 업데이트 : 2026-08-11
작가:  dwi23end방금 업데이트되었습니다.
언어: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
순위 평가에 충분하지 않습니다.
9챕터
4조회수
읽기
보관함에 추가

공유:  

보고서
개요
장르
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

Wasiat mengejutkan sang kakek melempar Clarissa ke tengah pusaran konflik keluarga yang memanas. Demi mewujudkan amanah kakek, ia dituntut memenuhi satu syarat mutlak: menikah. Enggan membiarkan kebebasannya direnggut, Clarissa memilih jalan pintas. Pilihan jatuh pada Mahesa—pria yang ia jadikan sekadar syarat di atas kertas. Tanpa ekspektasi, tanpa melibatkan hati. Surat nikah ditandatangani. Kontrak berlaku. Clarissa tidak bisa mundur lagi. Namun, bagaimana saat Mahesa mulai melangkah terlalu jauh dan masuk semakin dalam ke hidupnya? Bisakah Clarissa bertahan saat egonya perlahan retak dan batasan di antara mereka kian kabur? Kontrak bisa usai, tapi benang kusut di antara mereka baru saja dimulai. Apakah Mahesa benar-benar tulus? Ataukah Clarissa telah menyerahkan dirinya pada pria yang akan menusuknya dari belakang?

더 보기

1화

Bab 1. Wasiat

Clarissa Sudjana turun dari sebuah mobil di antara iring-iringan mobil lainnya. Ia menatap sendu rumah keluarga besarnya seraya menarik napas berat. Semua tidak akan sama lagi setelah kepergian kakeknya, Pak Sudjana.

Dengan enggan, ia pun melangkah masuk ke dalam rumah. Saat ia masuk, semua kerabat dekatnya tengah berkumpul dengan pakaian berkabung mereka.

“Clarissa, ayo cepat masuk. Semua sedang menunggumu. Mari kita dengarkan notaris membacakan wasiat dari kakekmu,” seru seorang pria paruh baya yang tidak bisa menyembunyikan antusiasmenya. Dia adalah Jatmiko Sudjana, ayahnya. Di sebelahnya tampak Larasati, ibu tirinya yang tersenyum samar di balik matanya yang sembab.

Wajah-wajah yang tadinya terlihat mendung dan penuh isak tangis kini berganti dengan wajah bersemangat. Pandangan mereka fokus pada seorang notaris yang duduk di tengah ruangan, siap membacakan isi wasiat terakhir. Hampir tidak ada jeda. Upacara pemakaman baru saja selesai dan mereka langsung membahas masalah warisan.

Clarissa tertegun sejenak, kemudian memaksakan langkahnya untuk duduk. Entah kenapa, suara notaris itu begitu samar masuk ke dalam indra pendengarannya.

Beberapa menit kemudian, suara ayahnya kembali terdengar. Kini lebih berat dan nyaring.

“Ulangi lagi. Baca dengan benar!”

Suara notaris itu pun kembali berkumandang.

"Seluruh saham pengendali dan jabatan Direktur Utama Sudjana Group diserahterimakan penuh kepada Nona Clarissa Sudjana... dengan syarat, posisi tersebut baru sah setelah Nona Clarissa menikah secara resmi." Kali ini lebih keras dan lebih tegas.

Clarissa terpaku, tangannya menghentikan aktivitas melepas sarung tangan yang tengah dipakainya. Direktur Utama? Bagaimana mungkin kakek menyerahkan takhta Sudjana Group kepadanya—seorang wanita yang enam tahun belakangan hanya berkutat dengan tumpukan berkas absensi dan rekap slip gaji karyawan?

Suara-suara protes menggema. Bisikan kekecewaan mengudara. Semua mata kini menatapnya tanpa ampun, seakan ia telah melakukan kesalahan terbesar. Matanya bertabrakan dengan tatapan ayahnya yang begitu tajam dan menusuk. Tak pernah ia melihat wajah ayahnya setegang itu.

Tangan Larasati menyentuh pundak suaminya, membuat Pak Jatmiko yang tadinya berdiri tegak kembali duduk di sofa. Kedua tangannya menyugar rambutnya frustrasi.

“Mari kita menikmati teh hangat dan camilan di ruang tengah dulu, sambil mencerna semuanya dengan hati dingin. Ini memang mengejutkan,” kata Larasati, menenangkan kegaduhan yang sempat terjadi.

Suasana kembali tenang. Satu per satu anggota keluarga Sudjana meninggalkan ruang tamu menuju ruang tengah.

Clarissa masih terduduk di tempatnya dengan mulut seakan terkunci.

Pak Sutejo, notaris keluarga Sudjana, berdiri dari duduknya. Matanya memandang Clarissa dan Pak Jatmiko secara bergantian. Ia pun mengeluarkan dua lembar amplop putih dari mapnya. “Pak Sudjana ingin kalian berdua membaca pesannya ini saat wasiatnya selesai dibacakan,” ujarnya seraya menyerahkannya pada Clarissa dan Pak Jatmiko.

Karena dirasa urusannya sudah selesai, Pak Sutejo pun pamit undur diri.

Clarissa menerima dan menatap amplop putih itu dengan tatapan kosong. Apakah bisa kakeknya mengatasi masalah akibat wasiatnya hanya lewat sebuah pesan? Ia menarik napas lelah.

“Lelucon apa ini? Bahkan setelah pergi pun Ayah masih tidak rela,” seru Pak Jatmiko sinis seraya mengibaskan amplop putih tersebut.

“Papi belum membacanya. Jadi kita jangan berasumsi buruk dulu. Ayo kita ke ruang tengah. Semuanya sudah menunggu,” ajak Larasati seraya membimbing suaminya untuk segera beranjak dari ruang tamu.

“Clarissa, bagaimana perasaanmu, Sayang? Kau baik-baik saja? Apa kamu mau bergabung?” tanya Larasati ketika melihat Clarissa bangkit berdiri.

“Aku mau istirahat. Berikan aku waktu,” ujarnya pelan seraya melonggarkan syal yang entah kenapa terasa terlalu ketat melilit lehernya. Ia pun berjalan pergi menuju kamar pribadinya.

Sesampainya di kamar, ia langsung merebahkan tubuhnya yang penat. Ia ingin melupakan semuanya sejenak. Ia masih berharap kakeknya masih ada saat ia terbangun nanti dan semua yang terjadi hanyalah sebuah mimpi.

Sebuah ketukan pelan membangunkan Clarissa. Rasanya hanya sebentar ia terlelap.

“Iya, siapa?” tanyanya, masih enggan bangkit dari pembaringannya.

“Saya Bi Misa, Nona. Semua sudah menunggu Anda untuk makan malam,” kata sebuah suara dari balik pintu.

“Iya. Aku akan segera datang,” jawab Clarissa, tidak menyangka kalau ia sudah tertidur hampir dua jam lebih.

Ia harus ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti bajunya. Ia tersenyum getir ketika menyadari dirinya masih mengenakan pakaian berkabung. Saat akan turun dari ranjang, pandangannya terhenti pada amplop putih yang tergeletak di meja nakas bersama sarung tangannya.

Semuanya ternyata bukan mimpi. Ia harus mencoba menerima semuanya. Perlahan ia pun meraih amplop itu dan mengeluarkan isinya. Ia menarik napas, berusaha menguatkan hatinya.

Jari-jarinya gemetar meraba tulisan tangan tegas dan familiar—tak salah lagi, ini benar tulisan kakek.

Clarissa membaca dengan hati-hati isi pesan itu. Pesannya singkat dan jelas.

펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

댓글 없음
9 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status