LOGINNicole has spent all her life dreaming of who her mate will be. She spends her days roaming the forest, exploring with her best friend Shelby, imagining the future.Until one day, Gavin—the Alpha of a neighboring pack—makes an unexpected visit. Nicole has never heard of such a thing happening before. And when Gavin finally arrives, he says that he’s here to see Nicole—and that a prophecy foretold their meeting.Will Nicole fall for the handsome, powerful Alpha? Is Gavin her fate?
View More"500 juta untuk pengobatan ibumu, tapi dengan syarat, gauli istriku sampai hamil!"
Degh! Jantung Bayu seolah berhenti berdetak usai mendengar perintah dari suami bosnya sendiri, Rio. Dia yang masih dibalut keringat usai mengepel, mendadak diminta ke ruang CEO dan menerima perintah di luar nalar. Sementara Maudy, sang CEO yang merupakan bos di tempat Bayu bekerja, hanya bisa diam tertunduk melihat perilaku suaminya. “Ini… apa… maksudnya Pak Rio?” tanya Bayu ingin memperjelas maksud dari suami bosnya tersebut. “Kurang jelas? Uang dalam cek ini akan menjadi milikmu, jika kamu bisa menghamili istriku! Kamu punya tubuh yang bugar dan atletis, aku yakin benihmu juga bagus. Tapi, jangan sekali kali kamu berani buka mulut soal ini!” tegas Rio. Beberapa hari lalu, di sebuah rumah sakit, Rio dan Maudy terpaksa harus melakukan test kesuburan organ reproduksi mereka. Bukan tanpa sebab semua itu dilakukan, karena sudah hampir tiga tahun mereka menikah, tetapi belum juga memiliki keturunan. Awalnya Rio menolak hal tersebut, karena sebagai pria harga dirinya akan runtuh jika diketahui mandul. Apalagi, selama ini Rio juga punya masalah dengan organ reproduksinya yang tidak bisa tahan lama, sehingga Maudy sempat mengira bahwa suaminya yang bermasalah. Pada akhirnya Rio menyetujui pemeriksaan itu, tetapi dia memilih untuk berangkat sendiri tanpa Maudy. Karena Rio hanya ingin mendengar hasil pemeriksaan seorang diri. "Saya sudah meninjau hasilnya berulang kali, Pak Rio, dan hasilnya sama. Kondisi ini... bersifat permanen. Secara medis, Anda tidak akan bisa memiliki keturunan," terang Sang Dokter tanpa ada keraguan akan hasil tersebut. Dunia di sekitar Rio seolah berhenti berputar. Kalimat itu menghantam dadanya, menyisakan sesak yang luar biasa. Namun, di balik rasa syok yang melumpuhkan, ada ketakutan lain yang jauh lebih dingin merayap di benaknya. "Permanen? Maksud Dokter, benar-benar tidak ada peluang untuk sembuh? Dengan cara Operasi misalnya? Atau terapi hormon?" tanya Rio untuk meyakinkan dirinya sendiri. Dokter Gunawan menggeleng perlahan. "Maafkan saya. Kerusakannya sudah terlalu sistemik," jelas Sang Dokter. Rio menyandarkan punggungnya, menatap kosong ke langit-langit ruangan. “Mampus aku!” batinnya berteriak. Bayangan wajah Ayahnya yang kaku dan penuh tuntutan langsung melintas. Ayahnya menuntut keturunan sebagai penerus bisnisnya. Rio meratap. Tanpa seorang anak, dia tidak mendapat hak apapun atas semua perushaan dan rumah mewah itu. Semua fasilitas mewah, mobil sport, dan posisi owner yang hampir digenggamnya kini terasa menguap begitu saja. Rio tidak bisa tinggal diam, dia harus mencari cara agar dia dan Maudy punya anak. Apapun caranya, Maudy harus hamil. Sehingga muncul rencana jahat di otaknya dengan menyewa laki laki untuk menghamili istrinya, yang nantinya akan dia akui sebagai anak kandungnya. Dan Bayu, adalah laki laki sial yang menerima tawaran itu. Bayu pun terdiam usai mendengar perintah konyol itu. Itu bukanlah perintah yang mudah diterima begitu saja. Tapi saat mendengar nominal uang lima ratus juta, mendadak dia teringat pada Ibunya. “Ibu butuh uang ini, tapi…. Tugas ini terlalu konyol!” gumam Bayu di dalam hati. Satu minggu yang lalu Ibunya Bayu terbaring di rumah sakit dengan diagnosa gagal ginjal. Untuk kesembuhannya, perlu dilakukan transplantasi ginjal yang tentunya membutuhkan biaya yang besar. Bayu hampir frustasi mencari biaya operasi senilai 125 juta, bahkan sudah menyerah dan mempersiapkan diri jika harus kehilangan Ibunya. Akan tetapi, mendadak ada yang menawarkan dirinya tugas dengan upah yang besar. Bahkan tugasnya bisa dibilang sebuah kenikmatan dunia. “Menghamili Bu Maudy? Bahkan dalam mimpi pun aku tidak berani membayangkan lekuk tubuhnya, dan sekarang aku malah nyata nyata dibayar untuk menghamilinya? Apa aku sedang beemimpi?” gumam Bayu di dalam hati sambil menepuk pelan pipinya untuk meyakinkan bahwa dirinya tidak sedang bermimpi. Sementara itu, Rio bukan tipe orang yang mau menunggu. Dia juga bukan sedang memberikan Bayu tawaran, melainkan sebuah perintah mutlak yang tidak bisa ditolak. “Terima atau angkat kaki dari perusahaan ini. Dan nama kamu telah diblacklist dimana pun. Tidak ada instansi yang bersedia menerima kamu!” gertak Rio, dan seketika membuat Bayu terpaksa menyetujuinya. Selain karena digertak, dia juga memang butuh uang itu. “Ba..baik Pak Rio. Sayaaaa… saya akan menerima tugas ini,” jawab Bayu dengan terbata bata. Setelah memberikan jawaban pada Rio, otak Bayu berkelana. "Main sama Bu Maudy? Kira kira seperti apa ya rasanya? Dari luar aja tubuhnya kelihatan putih dan mulus, gimana kalau dilihat dari dalam? Apalagi bayangin kalau dia sedang bergoyang diatas ku? Huuuuh, pasti seruuuu!" celetuk Bayu di dalam hati. Otak mesumnya sudah membayangkan seperti apa aksi Maudy di ranjang. Rio tersenyum lega mendengar jawaban Bayu. Sungguh berbeda dengan raut wajah Maudy tertunduk lesu. Masih belum bisa dia terima keputusan suaminya yang nekat menyewa laki laki untuk menghamilinya. Apalagi laki laki yang dia pilih adalah seorang OB. Sejenak Maudy mengangkat pandangannya, lalu sekilas memperhatikan penampilan Bayu dari ujung kaki hingga ujung rambut. Dan sialnya, saat pandangan Maudy tepat di wajah Bayu, pandangan keduanya tepat bertemu. Maudy segera membuang pandangan, sementara Bayu kembali menundukkan kepala. Tetapi, OB beruntung itu masih menyimpan sejuta pertanyaan di otaknya. “Kenapa pandangan Bu Maudy padaku berbeda dari sebelumnya? Apa, jangan jangan dia sudah mulai tergoda denganku? Karena kan sebenarnya aku ini lebih ganteng dari pada suaminya, badanku juga lebih berotot dari pada Pak Rio yang kerempeng. Bisa jadi itunya juga kecil…” Bayu terkekeh membayangkan isi otaknya yang liar. Bahkan dia masih melanjutkan pikiran konyolnya itu “Setelah melihat fisik ku, pasti Bu Maudy sudah membayangkan aksi hebatku di ranjang. Sayangnya aja nasibku buruk harus pakai seragam OB ini. Coba kalau aku pakai jas dan sepatu kayak Pak Rio, pasti semua wanita tergila gila padaku.. Hahahahhahahah!” Bayu makin berbangga diri dengan fisiknya. Akan tetapi dengan cepat dia membuyarkan lamunannya itu agar tidak menimbulkan masalah dengan bosnya. Meski dia tergoda dengan tubuh Maudy, tetapi dia tetap harus sadar diri dan menghormati bosnya tersebut. Dan sebelum dia meninggalkan ruangan, Bayu menanyakan sesuatu kepada bosnya. “Maaf Pak Rio, apa saya boleh menanyakan sesuatu? “Katakan,” “Di dalam tugas ini, apa ada aturan tertentu yang boleh dikerjakan dan yang tidak boleh dilanggar?” “Maksud kamu?” Rio balik bertanya dengan kening mengerut. “Emm, maksud saya. Apakah dalam melaksanakan tugas nanti, saya boleh memakai banyak gaya dengan durasi yang lama?” tanya Bayu dengan pelan dan sedikit ragu. Dan hal itu seketika membuat Rio dan Maudy membulatkan kedua bola mata mereka ke arah Bayu. Di satu sisi Maudy terkejut dengan kata kata Bayu. “Banyak gaya dan durasi lama”. Karena selama ini Maudy belum pernah merasakannya bersama dengan Rio. Sementara Rio sendiri, dia merasa tersindir dengan pertanyaan itu karena belum sampai mencoba banyak gaya, dia sudah tumpah duluan. “Jangan macam macam! Tugasmu hanya membuat istri saya hamil, jangan pikirkan hal lain!” bentak Rio sembari menggebrak meja di depannya hingga membuat Bayu gemetar. Tetapi dengan polosnya dia masih lanjut bertanya. “Maaf Pak Rio jika pertanyaan saya tadi lancang. Tapi jujur, saya tadi serius bertanya. Dalam melaksanakan tugas saya nanti, saya boleh pakai gaya apa saja? Takutnya, saya lancang dan tidak sopan.” Rio menarik nafas dalam lalu menghembuskannya dengan kasar. Sebisa mungkin dia menahan diri. Dia tidak tau apakah Bayu benar benar bertanya atau sedang menyindirnya. “Kurang ajaarr! Anak ini kayaknya sengaja nyindir aku. Tapi nggak mungkin. Mungkin dia memang benar benar bertanya. Lagian soal ini kan hanya aku dan Maudy yang tahu. OB ini nggak mungkin tau kalau aku gak tahan lama dan gak bisa banyak gaya!”I look down at the Alpha as I’m awash with conflicting emotions. I want to get revenge on the person who imprisoned my love. I know I have enough strength to kill him, and after everything, I’m mad at everyone in a way I never have been before.Confidence assures me that I don’t need his help. I can lead a pack without him. I can be the best Alpha without him.And yet, I suspect his help wouldn’t hurt. It could be good to have a guide, a mentor. And it would be great if the pack just accepted me without me having to use a lot of force. I certainly don’t want to get on their bad side.I want this transition to go smoothly. I want peace. I want to be with the one I love freely.As I question what I should do, I notice that the wolf pack has gathered around us. They all saw the fight. They’ll see what I choose. This will shape their opinion on me forever.“Okay,” I say, slowly releasing the Alpha. “I’ll let you go because it’s beneficial and wise to show mercy sometimes. But know tha
I know Nicole is close by, so I follow that sense. And slowly, I make my way around the pack’s territory. Wolves are patrolling the area. Everyone seems on edge. I know something has already happened here, so it’s going to be more difficult to infiltrate it. Still, I get the sense that Nicole needs me. I have this feeling that she’s not safe. And I have to trust that instinct. I have to do what I can to keep her safe.A wolf walks by me and I freeze in the shadows. He’s so close that he could reach out and engage me in a fight easily. But I don’t want to fight. I just want to find her. So, I hide and he disappears into the night. Then, I keep looking until finally, I come across a silver cage. My heart breaks as I see Nicole crying in it.I want to go right to her. I want to reassure her that everything will be okay; I will get her out of this mess. But I have to be careful. I have to be cunning.Instead of going right to her, I scan the area. She’s locked in this cage, and th
I never thought I’d be doing this, but I know I have to do it. I have to keep Nicole safe. I have to get revenge.This isn’t the kind of person I am, but it’s the kind of person I have to be for her. I’ll be anything I need to be for her. I’ll be anything she needs.It’s not always easy navigating the forest while blind. But I’ve learned how to adjust. My sense of smell, touch, and hearing have become stronger since they’re exclusively what I use to navigate this world with.So, I rely on them as I run. I tear through the trees, using Nicole as my inspiration. I can do this. I can fix this for her.I suspect the next place Lizzie will go is to Nicole. But I’m not too sure where Nicole is. Though I have my guesses.The thing is, I don’t think I exactly need to know where she is. There’s something between us that’s stronger than all other barriers. It helps us. It drives me forward.It’s a strange connection. And I’m not sure if I’m making this up or not. But it’s all I have to hel
Killing people affects me more than before. I guess that’s the tradeoff for having such power. When I’m in tune with the life around me, I mourn that life when it’s gone. I see beyond monsters and see the souls within.They were going to kill me though. And if they’re going to kill me I have every right to kill them. Even Zade didn’t disagree with that.So, I make sure nature wasn’t impacted too greatly. Then, I take time to bury the bodies. It makes me lose some progress. I know I’m losing at least a day over this fight, but I can’t just leave their corpses lying in the forest like this. Maybe that’s what I would do before, but not now. Now, I dig a hole for each of them. I bury them near each other. Then, I continue on my journey.Though it has taken me extra time, I do feel good about my decision. It seems more natural this way. I get to keep a bit of my soul too.By the time I near my old pack, I feel like maybe I can get the answers I need without all the bloodshed. That’s w
His hesitation is all I need to know. It's a simple question. If he really were my biological father, he would tell me right away. If anyone asked me if I was his daughter, I would agree right away.But he hesitates. He hesitates and I know what Gavin told me is true. I'm not his daughter. They too
All I want is to be able to see what's going on outside. But I don't think it'll be that easy. The guards don't look like they’re willing to let me out of here. But I can at least try.“Excuse me,” I say, as politely as possible. “I'd like to leave my room. I have something I'd like to tell Gavin.”
As I move to sit down, Gavin stops me. He glances out the window behind us. It seems as if he's looking for something in the shadows. But I can't see it before he goes over and shuts the shades.“How about we talk in your room,” he suggests. “We don't need to be interrupted. If that's okay with you
It's wild how once everything fades to black, the world seems so much brighter when my eyes finally open. It doesn't seem like I've been out for long, but my body is sore. The ground underneath me feels wet. It feels like my whole world has changed.Even though it's night, I have no trouble seeing.
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.