Share

Bab 1077

Penulis: Si Kecil Tangguh​
"Kami semua adalah prajurit Jenderal Rangga, bukan prajuritmu!"

"Benar! Kami bukan prajuritmu!"

Dalam sekejap, lapangan latihan dipenuhi suara gaduh.

Namun tepat di saat itu, para Pasukan Harimau muncul serentak ke tengah kerumunan dan segera menangkap beberapa orang yang berteriak paling lantang.

"Membuat keributan, mengacaukan semangat pasukan ... semua bawa turun, bunuh!" Suara dingin Surya bergema.

Para Pasukan Harimau langsung menjawab perintah dan hendak segera menyeret mereka pergi.

Samsul terkejut dan buru-buru maju menghalangi. "Pangeran! Jangan! Mereka cuma bersedih atas Jenderal Rangga, mohon Pangeran ampuni mereka!"

Tak disangka, Surya hanya meliriknya dengan pandangan meremehkan. "Kenapa, kamu juga ingin mati?" Samsul terdiam seketika dan akhirnya tidak berani bicara lagi.

Andini malah melangkah cepat ke depan dan menarik lengan Surya. "Kakak, pikirkan lagi."

Surya menatap Andini, tidak berkata apa pun.

Namun tiba-tiba, dari bawah terdengar teriakan lagi. "Meski kamu membu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1385

    Rambutnya yang basah oleh keringat menempel erat di pipi yang pucat. Bibirnya terkatup rapat membentuk garis lurus tanpa setitik warna darah. Dasar matanya dipenuhi urat merah yang mengerikan, sementara tatapannya terpaku mati-matian pada tubuh Rangga.Terlihat jari-jarinya bergerak secepat kilat, menjepit beberapa jarum perak, menusuk dengan presisi sempurna ke lebih dari sepuluh titik akupunktur di sekujur tubuh Rangga.Setiap kali satu jarum ditancapkan, kejang liar Rangga akan terhenti sesaat. Ujung jarum lalu bergetar hebat, mengeluarkan dengung halus tetapi tajam, seolah-olah tengah bertarung sengit melawan kekuatan dingin ekstrem yang telah meresap hingga sumsum tulang dan membekukan darah!Tiba-tiba, pupil Bahlil menyipit tajam! Dia melihat dengan jelas di bawah kulit, di sekitar beberapa jarum perak itu, pola racun dingin berwarna hijau kehitaman yang aneh justru merambat seperti makhluk hidup, memanjat sepanjang batang jarum dan melakukan serangan balik!Tanpa sedikit pun rag

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1384

    Agos membungkuk dan masuk, memberi hormat dengan sungguh-sungguh kepada Ganendra. Namun, wajahnya sangat muram."Pangeran, Andini itu terlalu lancang! Berani-beraninya bersikap nggak hormat kepada Pangeran! Perlukah hamba mengutus orang untuk memberinya sedikit pelajaran supaya dia tahu batasan?"Nada suaranya menahan amarah. Jelas, dia belum pernah melihat ada orang yang berani berbicara seperti itu kepada Pangeran Kedua yang begitu mulia. Bahkan Braja, semasa hidupnya masih harus menjaga martabat Pangeran Kedua!Sorot mata Ganendra setajam pisau, seolah-olah menyayat Agos dengan satu lirikan dingin. Suaranya terdengar seperti pecahan es. "Pelajaran? Apa kamu sudah lupa di belakangnya ada Lembah Raja Obat?"Alis Agos berkerut, tampak agak meremehkan. "Hanya Lembah Raja Obat belaka ...."Belum sempat kata-katanya selesai, sebuah cangkir teh porselen melesat disertai embusan angin kencang dan menghantam keras lantai batu di samping kaki Agos! Prang!Suara retakan nyaring terdengar, peca

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1383

    "Pangeran Ganendra terlalu menilai tinggi diriku." Suara Andini terdengar serak dengan nada mengejek diri sendiri. Dia meletakkan cangkir teh, lalu dengan lembut menyentuh luka di pergelangan tangannya. Dalam gerakannya terselip sedikit kerapuhan akibat trauma yang belum hilang."Semalam, aku memang masuk ke kawasan terlarang. Di sana, jebakan tersebar di mana-mana. Setiap langkah penuh ancaman maut, nyaris mustahil untuk selamat."Dia sengaja berhenti sejenak. Pandangannya jatuh pada pergelangan tangannya sendiri, lalu dia tersenyum pahit. "Meskipun masuk ke kawasan terlarang, aku nggak berhasil masuk lebih dalam. Braja juga tewas di dalam sana."Dia sengaja berkata demikian, agar Ganendra keliru mengira bahwa Braja mati akibat mekanisme jebakan di dalam kawasan terlarang.Tatapan Ganendra tertahan sesaat pada luka di pergelangan tangan Andini. Sorot penilaian yang tajam tampak sedikit melunak, tergantikan oleh pemahaman yang nyaris meremehkan.Dia menyandarkan tubuh ke belakang, meng

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1382

    Surya mengerutkan kening, sepenuhnya memahami kekhawatiran Andini. Betapa pentingnya kawasan terlarang itu bagi Keluarga Gutawa, jelas sudah melampaui batas kewajaran."Kamu benar. Masalah ini menyangkut banyak hal. Menarik satu benang bisa mengguncang segalanya. Kita harus memikirkannya dengan matang ....""Tapi nggak ada waktu lagi!" Andini tiba-tiba memotong ucapannya. Suaranya rendah, tetapi tegang seperti dawai yang ditarik sampai batasnya, sarat dengan urgensi yang nyaris meledak."Rangga .... Dia nggak akan bisa bertahan lama lagi! Aku harus segera mendapatkan Rumput Giok Ungu Beku! Kalau terlambat ... benar-benar tak tertolong lagi!"Kening Surya semakin berkerut. Suaranya yang dalam terdengar sangat jelas di udara yang menekan. "Kalau begitu, kamu kembali dulu ke halaman samping untuk istirahat. Aku akan menemui Pasukan Harimau, menyuruh mereka menyiapkan darah babi dan darah sapi dalam jumlah besar, untuk berjaga-jaga. Soal Ikhsanun ...."Dia sedikit mengernyit, memandang ke

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1381

    Mendengar kata-kata Rinun yang sarat dengan keluhan itu, Andini dan Surya tanpa sadar saling bertukar pandang. Keduanya membaca dengan jelas rasa tak berdaya dan secercah rasa bersalah di mata masing-masing.Rinun tampaknya juga tidak berniat memperpanjang persoalan saat ini. Dia menarik napas dalam-dalam, menenangkan emosinya, lalu raut wajahnya berubah menjadi sangat serius."Tapi pada akhirnya, memang Keluarga Gutawa yang bersalah lebih dulu karena memenjarakan orang-orang setia dan benar. Soal kamu memanfaatkanku, untuk saat ini bisa kutangguhkan dulu. Tapi ada satu peringatan yang tetap harus kusampaikan kepada kalian berdua."Pandangannya menyapu Andini dan Surya. Dia merendahkan suara, setiap katanya terdengar jelas. "Penjara Air Hitam Keluarga Gutawa didirikan para leluhur dan sudah ada sejak ratusan tahun lamanya. Dalam ratusan tahun itu, belum pernah ada satu orang pun yang bisa keluar hidup-hidup. Pangeran, berhati-hatilah."Ucapan Rinun berhenti sampai di situ, tanpa penjel

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1380

    Melihat Ikhsanun yang nyaris runtuh, Andini pada akhirnya tetap menelan kembali kata-kata yang sebenarnya ingin dia ucapkan.Dia bertukar pandang sejenak dengan Surya, lalu diam-diam meninggalkan ruang kerja itu. Baru setelah berjalan cukup jauh dari ruang kerja, Andini tak kuasa menengadah, memandang langit biru yang terbentang luas, lalu mengembuskan napas panjang dan berat.Perasaan tertekan yang begitu berat itu bukan hanya sulit ditanggung oleh Ikhsanun, bahkan Andini sendiri pun merasakannya sepenuh hati, seolah-olah arwah-arwah tak berdosa yang mati sia-sia selama ratusan tahun akhirnya bisa meratap dan menuntut keadilan pada saat ini.Saat itu, tubuh Surya mendekat, membawa aroma yang Andini kenal dan rasa aman yang menenangkan."Nggak enak badan?" Suara rendahnya terdengar.Andini menoleh. Mata yang sedikit memerah belum sepenuhnya pudar. Sudut bibirnya berusaha terangkat membentuk senyuman tipis."Nggak." Suaranya agak serak. "Hanya merasa ... agak menyedihkan."Bagaimana mun

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status