Share

Bab 31

"Ya Allah, Bu Parsiah." Aku tersenyum, melihat Bu Parsiah yang mengagetkan aku.

Aku beranjak keluar kamar, ingin mengajak Bu Parsiah turut serta masuk ke dalam rumah. Semakin hari, Bu Parsiah semakin membaik, meski terkadang sifatnya seperti anak kecil. Dia sering berlagak seolah sedang bermain dengan anaknya. Apalagi kalau bersamaku. Dia juga mulai bisa diajak komunikasi.

"Mau kemana Chel?" tanya Nunik yang datang dari arah dapur, di tangannya sudah ada semangkuk bubur ayam.

"Sebentar, ada Bu Parsiah di luar. Aku mau ajak masuk," jawabku.

Nunik meletak mangkuk buburnya di meja yang ada di ruang tamu, lalu mengikutiku keluar. Aku jalan ke arah samping rumah Eyang, untuk menjemput Bu Parsiah.

Dia tampak lari-larian sambil tertawa-tawa riang. Wajahnya tampak bahagia, seolah-olah tak memiliki beban apapun.

"Bu," panggilku.

Bu Parsiah berhenti berlari. Aku tak bertanya, dia sedang apa. Kalau ditanya, jawabannya akan selalu sama. Sedang main dengan Sinta.

"Kita ke dalam yuk," ajakk
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status