分享

Bab 64 Di  Atas Ranjang

作者: Cynta
last update publish date: 2026-06-02 21:02:15

“Aahhh.. Pak Damian, anda benar-benar—”

“Jawab Bianca!” Damian mengulang pertanyaannya dengan nada naik satu oktaf.

​"Y-ya... Ya menurut Bapak gimana?! Kalau dada saya diremas sama dienyot begitu sama cowok sekekar pak Damian, masa bawah saya malah kering kayak kanebo dijemur?!

Ya pasti... Pasti basah lah, Pak! Puas?!" semprot Bianca kesal, akhirnya mulut ceplas-ceplosnya bicara tanpa filter, lolos begitu saja karena sudah terlanjur malu dan frustrasi menahan gejolak aneh di dalam tubuhnya.

​'
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 189 Cari Alasan Untuk.. 

    ​"Nah! Pas banget! Daripada gue balik ke kosan malam-malam begini, ngeri juga kan di jalan sendirian. Gimana kalau malam ini gue nginep di tempat lo aja? Kita bisa kerjain agak santai, bisa cerita-cerita agak lama! Gimana?!" ajak Bianca dengan ekspresi penuh harap, matanya berkedip-kedip memohon. ​Velove menghentikan aktivitasnya, menatap Bianca dengan dahi berkerut. "Tumben banget lo menawarkan diri nginep di tempat gue, Bi? Akhir-akhir ini lo paling susah diajak nginep kalau gak bener-bener darurat. Kosan lo lagi bermasalah ya? Atau lo belum bayar kosan?!" ​"Eh?! Gak kok! Kosan gue aman, tentram, damai sejahtera!" bohong Bianca dengan tawa canggung yang dipaksakan. "Gue cuma lagi kangen aja deep talk sama lo, Vel. Lagian kan kita udah lama gak sleepover bareng. Mau ya? Boleh ya?" tanyanya dengan penuh harap. ​Velove menghela napas panjang lalu tersenyum kecil. "Tentu aja boleh! Gue seneng kalau lo mau ngin

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 188 Kenapa Kepikiran Itu..

    ‘Kenapa tiba-tiba gue kepikiran Pak Damian ya?! Jangan-jangan, dia lagi ngerencanain penculikan ke gue! Tapi.. Bodo amat, dia kan udah ada Natasya.. Hhhh..’ Bianca mendesah panjang. Bayangan Damian dan Natasya yang begitu intim di ruang kerja masih berputar-putar di kepalanya, membuat hatinya kembali terasa seperti diremas. ​"Eh, Bi, lo beneran gak apa-apa kan? Dari tadi gue perhatiin lo kayak orang bingung deh! Lo mikirin apaan sih?!" tanya Velove penasaran, tapi dia tetap fokus pada kemudinya. ​Bianca sedikit terkejut, ia menegakkan posisi duduknya dan memasang senyum yang dipaksakan. "Tenang aja, Ve. Aman, kok! Kan tadi gue udah bilang, ini cuma efek capek kerjaan kantor aja. Otak gue agak nge-blank dikit. Oh ya, butik lo malam ini dapet kiriman baju apa aja sih dari Paris? Kepo nih gue!" ​"Wah, banyak banget, Bi! Ada dress pesta yang elegan banget, coat buat musim dingin, sampai lingerie premium koleksi t

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 187 Emang Gue Pikirin

    Bianca menatap layar ponselnya yang kembali menyala, membaca rentetan kalimat ancaman dari sang bos hyper ala mesin diesel. Bibirnya berdecak kesal, matanya mendelik sinis menatap baris pesan teks yang baru saja masuk. ​"Hah! Kesempatan terakhir kata lo? Dan lo ngatain nyali gue besar?!" oceh Bianca, memaki layar ponsel dalam genggamannya seolah sosok Damian ada di hadapannya saat ini. "Emang! Nyali gue emang segede gaban sekarang! Bodo amat lo mau marah, gue udah gak peduli! Mau ngamuk sampai kayang sekalipun! Emang gue pikirin?!" umpatnya kesal. ​Gadis itu mendengus kasar, ia memasukkan ponselnya ke dalam tas tanpa berniat membalas pesan Damian. “Lo pikir gue gampang diancam?! NO!” gumamnya. ​Drrttt... Drrttt... ​Ponselnya kembali bergetar di dalam tas. Bianca sempat tersentak kaget, mengira Damian menelepon lagi. Namun saat ia membaca nama Velove yang tertera di layar ponse

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 186 Amarah Damian

    ​Jawaban Ibu kos bagai disambar petir siang bolong, tubuh mungil Bianca seketika lemas. Bahunya merosot turun dengan wajah yang mendadak melas. ​[Ah... Begitu ya, Bu? Ya sudah kalau begitu, terima kasih banyak ya, Bu. Selamat malam,] ucap Bianca pelan sebelum akhirnya memutus panggilan telepon. ​Bianca berjalan gontai lalu duduk bersimpuh di teras halaman kosnya. Ia menekuk kedua lututnya, menyembunyikan wajah cantiknya di balik kedua telapak tangannya dengan perasaan campur aduk bercampur frustrasi. ​‘Aduh apes banget sih hidup gue hari ini! Kamar kos penuh, barang-barang gue ada di penthouse pak Damian, terus malam ini, apa iya gue harus jadi gelandangan di pinggir jalan gitu?! Hikss... Sialan lo, Damian! Ini semua gara-gara lo!’ umpat Bianca merutuki nasib sialnya. ​Drrttt... Drrttt... ​Tiba-tiba, ponsel di genggaman tangan Bianca kembali bergetar keras. Ia sedikit terkejut, mengira panggilan itu dari Dami

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 185 Pulang Kos Atau Balik Penthouse?!

    Bianca menghela nafas panjang sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Dirga. ​“Ah... Saya tinggal di kos-kosan yang dekat area kampus dulu, Kak,” jawab Bianca berbohong demi menyembunyikan status tinggal bersamanya dengan Damian. ​Dirga mengangguk mengerti tanpa curiga sedikit pun. “Oh, di daerah sana ya? Kebetulan searah dengan jalan pulang ke rumahku. Kalau gitu ayo, aku antar kamu pulang ke kosanmu sekalian. Besok pagi aku juga bisa sekalian menjemputmu untuk berangkat ke kantor bareng lagi.” ​Bianca hanya bisa mengangguk ragu dengan senyuman masam yang tertahan di bibirnya. ‘Aduh, mampus gue. Dijemput besok pagi?! Masalahnya gue sendiri gak yakin malam ini masih bisa tidur di kosan itu atau gak!’ batin Bianca merasa bingung. ​Sepanjang perjalanan menuju area kos lamanya, Bianca terus bertanya dalam hatinya dengan perasaan cemas. ‘Aduh... Kalau ternyata kamar kos lama gue itu udah penuh dan ditempati orang lain, terus mala

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 184 Pulang Kemana?!

    ​Seketika itu juga, Bianca mematung. Semua kata-katanya seakan tertelan ke dalam tenggorokan. Wajahnya pun tampak kaku, hanya matanya yang berkedip beberapa kali. Gadis itu mendadak terdiam seribu bahasa dengan mulut sedikit terbuka karena syok yang luar biasa mendengar pertanyaan Dirga. ​‘Hahh?! Apa-apaan nih?! Kak Dirga... Suka sama gue?!’ jerit Bianca histeris dalam hati, otaknya mendadak ngeblank total seperti mesin komputer yang terserang virus. ​Bianca meremas jemarinya di bawah meja dengan perasaan yang campur aduk. ‘Ya ampun, kalau saja gue belum ketemu sama Pak Damian... Mungkin gue bakal langsung lompat kegirangan dan menerima Kak Dirga tanpa mikir dua kali! Tapi untuk saat ini... Hati gue beneran gak bisa bohong. Seluruh tubuh gue udah dicap mutlak sama Pak Damian, apalagi goa milik gue udah di acak-acakan pusaka premium milik Pak Damian! Gue merasa gak pantes kalau harus menerima Kak Dirga yang te

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 85 Masih Pagi Sudah Panas Dingin

    “Eunghh..” Bianca menggeliat, meluruskan tangan dan kakinya dengan gerakan bebas di atas ranjang. Tiba-tiba.. DUGH..Tangannya dan kakinya mengenai sesuatu di sampingnya. Seketika itu Bianca menoleh, ia terkejut melihat Damian menatapnya nyaris tanpa berkedip. “Eh.. Pak Damian?! Kenapa tidur di r

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 82 Pelan-pelan Pak

    “Pak Damian.. Saya.. Sshhh.. Aahh..” Bianca yang kehilangan setengah kesadarannya hanya bisa mendesah pasrah saat tangan Damian mengelus segitiga pengamannya. Dia menggeliat menikmati sensasi aneh yang baru pertama dirasakan. Damian semakin menggelap, gaun Bianca hingga menyisakan kacamata pelin

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 81 Tidak Tahan Lagi

    ​Bianca justru tertawa, ia mengalungkan lengannya di leher Damian. "Kehilangan kendali? Wah, itu yang saya tunggu, Pak! Ayo dong, jangan kaku kayak kanebo kering terus! Tunjukin milik Bapak.. Eh, maksud saya, tunjukkan kekuatan pak Damian yang keras itu!" ​Damian hanya bisa memutar bola matanya, r

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 78 Makan Malam Meresahkan

    "Pak Damian, bisa gak tangannya jangan elus-elus terus. Tubuh saya udah panas dingin nih. Jujur ya, sentuhan bapak bikin saya kepanasan.." celoteh Bianca sambil mengipas-ngipas wajahnya dengan tangan.​Damian menoleh sedikit, menatap Bianca datar. "Diam."​"Iya, iya, Pak! Galak

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status