Sand Castle

Sand Castle

last updateLast Updated : 2022-03-12
By:  lunaestbelleOngoing
Language: English
goodnovel16goodnovel
10
1 rating. 1 review
39Chapters
4.0Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Synopsis

A dystopian Earth was struck with a series of plagues called the Death Waves, where it wiped out more than half of the entire world. As the remaining survivors try to rebuild a new world, systems in societies sprung up that ensures humanity doesn't fall to extinction. But at what costs? Fifteen-year-old Elizabeth hates everything about these systems. Although born into nobility, Eli wanted nothing of her status and struggles to fit in a society where she feels everything is followed in coercion. But she will do everything to protect her family, even when it means giving away the only man she loves. As she navigates her way in life, family, friendship, and love, Eli discovers there's a much more evil lurking in the system that was created to protect humanity.

View More

Chapter 1

PROLOGUE

Sudut Pandang Arumi.

Aku disergap oleh geng musuh keluargaku saat sebuah pesta berlangsung.

Di tengah kekacauan itu, aku lihat Nathan Mulin pacarku selama lima tahun dan Rudi Safwan, sahabatku sejak kecil, lari menuju sepupuku, Ayu Zahira.

Aku lihat mereka lindungi dia, tutupin dia dengan tubuh mereka, sementara aku diseret pergi sambil menjerit minta tolong.

Aku pun dikurung selama berjam-jam sebelum seorang pria misterius selamatkan aku dan bawa aku pulang.

Belakangan, Nathan dan Rudi datang temui aku, coba minta maaf.

Namun begitu Ayu teteskan air mata, mereka langsung pergi lagi, lari kembali ke sisinya.

Jadi saat mereka nggak ada, aku telepon ayahku dan terima perjodohan yang dulu aku nggak pernah mau terima.

Beberapa hari setelah penyergapan itu, saat tubuhku masih belum pulih, aku terima undangan ke pesta ulang tahun Ayu.

Aku ragu, tapi teringat pesan Ibu agar aku jaga Ayu selama ia ada di kota, jadi aku pun datang.

“Arumi,” sapa Ayu begitu aku tiba, senyumnya hangat tapi matanya dingin.

“Senang banget kamu bisa datang hari ini.”

Aku angkat gelas sampanye.

“Selamat ulang tahun.”

Ia mendekat sedikit.

“Aku harap kamu nggak nyalahkan Nathan atau Rudi atas apa yang terjadi malam itu. Kamu tahu sendiri mereka hanya berusaha lindungi aku.”

Jadi itu yang mereka sebut "melindunginya". Biarkan aku diseret pergi sambil berbisik, "Tunggu kami. Kami akan kembali jemput kamu."

Tapi Nathan dan Rudi nggak pernah kembali untuk aku.

Orang lain yang lakukan itu.

Seorang pria yang namanya saja aku nggak tahu.

Aku tersenyum, sembunyikan perasaanku.

“Apa nggak aneh? Pacarku, sahabatku. Keduanya lari ke sisimu. Dan kalian bertiga hanya … nonton.”

“Itu nggak seperti yang kamu pikirkan,” katanya cepat, lalu terbatuk.

Sejujurnya, Ayu memang selalu rapuh.

Kesehatannya buruk dan ia butuh perhatian ekstra, aku ngerti itu.

Tapi itu nggak berarti aku pantas ditinggalkan seperti korban nggak berarti.

“Maafkan aku, Arumi,” bisiknya, batuknya makin keras saat ia mundur dengan langkah goyah.

Aku lihat menara gelas sampanye di belakangnya.

Tinggi, berkilau dan hanya satu langkah dari kehancuran.

Ia tersandung, dan tanpa pikir panjang aku raih tangannya.

Namun Ayu nggak sambut uluran tanganku.

Sedetik kemudian, kaca pecah dan menara itu runtuh menimpa dirinya.

“Apa-apaan ini?” Nathan menerobos ke depanku, hampir jatuhkan aku.

Ia berlutut di sisi Ayu. “Ayu! Kamu nggak apa-apa?”

“Aku nggak apa-apa kok,” gumamnya pelan, matanya berkedip polos.

Lalu menatapku.

“Arumi nggak bermaksud .…”

‘Nggak bermaksud?’

Aku menatap Ayu. Saat itulah aku sadar, ia tahu persis apa yang sedang ia lakukan.

Jatuhnya dirinya itu bukan kecelakaan.

Dan dalam sepersekian detik, hanya sekelebat, aku lihat sesuatu di matanya.

Sesuatu yang sangat mirip kebencian.

“Ya Tuhan, Arumi!” bentak Nathan, menatapku seolah aku orang asing.

“Serius? Kamu masih simpan dendam karena kami lindungi Ayu dan bukan kamu? Jadi sekarang kamu ingin lukai dia di hari ulang tahunnya? Dia sepupumu. Keluargamu. Kamu kan tahu betul tubuhnya dia itu sangat rapuh. Bisa nggak kamu nggak bersikap kejam?”

“Aku nggak dorong dia,” kataku singkat.

Namun Nathan mendengus, jelas nggak percaya aku.

Rudi datang dan sengaja senggol bahuku.

“Sejak kapan kamu jadi sekekanak-kanakan dan sekejam ini, Arumi?”

Kami bertiga tumbuh bersama.

Tiga tahun lalu Nathan nyatakan cintanya, dan sejak itu kami nggak terpisahkan.

Rudi juga selalu dekat, sahabat bagi kami berdua.

Semuanya sempurna sampai setahun lalu Ayu kembali.

Ia sepupu yatim piatu yang dulu pernah tinggal dengan aku waktu kecil.

Dulu, Nathan dan Rudi hampir nggak tahan dengan dia.

Mereka bilang Ayu terlalu pendiam dan terlalu rapuh, seperti boneka.

Kami dibesarkan dalam keluarga mafia. Rapuh bukanlah pujian.

Namun saat Ayu kembali, kali ini segalanya berubah.

Tiba-tiba Nathan dan Rudi selalu jagain dia, sebut dia keluarga.

“Kami anggap Ayu sebagai adik. Dia kan sudah nggak punya keluarga, jadi kami yang harus lindungi dia. Kamu ngerti, kan, Arumi?” kata mereka padaku.

Dan awalnya, aku memang ngerti. Karena bagiku, Ayu juga keluarga.

Tapi lalu datang kencan yang dibatalkan, panggilan yang nggak dijawab.

Nathan mulai sering batalkan janji. Rudi mulai simpan rahasia.

Seharusnya aku sudah lihat tanda-tandanya jauh sebelum penyergapan itu.

Seharusnya aku tahu kalau aku akan jadi yang ditinggalkan.

Dan sekarang, lihat mereka berdua lari ke sisi Ayu tanpa lirik aku sedikit pun, nggak mau dengarkan penjelasanku, aku rasakan lagi rasa hampa yang sama ketika malam itu nggak ada seorang pun yang datang selamatkan aku.

Sejak kapan dua sahabatku, salah satunya pria yang aku cintai jadi orang-orang yang nggak aku kenal lagi?

“Nathan. Rudi.”

Suaraku tenang, tapi jantungku berdebar keras.

“Kalian kan nggak lihat sendiri gimana ia jatuh. Tapi kalian langsung kira aku yang dorong dia? Apa aku benar-benar seburuk itu di mata kalian?”

Rudi mendengus.

“Kami kira? Nggak. Aku lihat caramu mandang Ayu saat kami lari lindungi dia dan kamu diseret pergi. Kamu tahu kenapa kami lindungi dia. Dia nggak punya siapa-siapa. Nggak punya keluarga. Nggak kayak kamu.”

Kata-katanya menusuk lebih dalam dari yang ia sadari.

“Ayolah, Arumi. Kita berdua tahu kalau para preman itu nggak akan nyakitin kamu. Mereka tahu siapa ayahmu. Kamu bisa saja berkorban sedikit demi Ayu. Kenapa harus kamu yang selalu jadi pusat segalanya?” lanjutnya.

Aku menatapnya, terkejut.

Jadi itu yang mereka yakini?

Bahwa aku aman.

Bahwa para penjahat itu terlalu takut untuk sentuh aku.

Mereka nggak tahu .…

Mereka nggak tahu hal pertama yang dilakukan pria-pria itu adalah kurung aku di ruangan gelap, siram aku dengan air dingin, dan tampar aku sampai penglihatanku berkunang-kunang.

Mereka nggak tahu tentang lebam, ketakutan, dan kesunyian.

Mereka nggak tahu aku mohon untuk dibebaskan, hanya sekali agar aku bisa bernapas.

Aku tertawa pendek, pahit.

Sekarang nggak ada gunanya jelaskan semua itu.

Terutama ketika yang mereka lihat hanya Ayu yang rapuh dan aku yang dianggap manja dan dramatis.

“Aku nggak dorong. Percaya atau nggak, terserah. Aku mau pergi dulu,” kataku datar.

Aku berbalik untuk pergi.

Namun sebelum jalan dua langkah, sebuah tangan cengkeram pergelangan tanganku.

Itu Nathan.

Sejenak aku hampir berharap, mungkin dia sadar. Mungkin dia menyesal atas kata-katanya.

Namun kemudian Nathan bicara.

“Kamu belum minta maaf ke Ayu. Mana sopan santunmu?” katanya dingin, genggamannya mengencang.

Aku coba lepaskan diri, tapi ia tahan aku.

“Kalau kamu nggak mau minta maaf, kita putus saja. Aku nggak akan nikahi wanita yang kasar dan nggak beradab. Aku nggak akan bawa wanita seperti itu ke dalam keluargaku dan jadikan dia istriku,” ancamnya pelan.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviews

claudianovena
claudianovena
nice story ! do u have any inquiries that i can keep in tpuch with y ? i have sth to discuss abt the book
2022-03-28 17:17:40
0
0
39 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status