Beranda / Urban / Sang Dewa Perang Terkuat / 42. Perjalanan Udara

Share

42. Perjalanan Udara

Penulis: Zila Aicha
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-14 15:00:50

Riley menepuk bahu prajurit muda itu dan tersenyum, “Anak muda, kompetisi yang akan kalian jalani itu adalah kompetisi yang berbahaya. Jadi, persiapkan diri kalian baik-baik.”

‘Waspada dan bekerja sama. Ingatlah, musuh kalian bukan di antara kalian, tapi … mereka,” tambah Riley.

Gale mengerutkan kening, tampak bingung. Sedangkan Kharel hanya menatap ayahnya dengan tatapan kosong, sementara Elliot menjawab, “Paman Riley, kau tidak perlu khawatir. Kami … tidak akan mudah dipisahkan.”

Riley menoleh ke arah putra sahabatnya dan mengangguk, “Jaga diri kalian baik-baik!”

“Siap, Wakil Jenderal Perang,” ucap keempat prajurit itu secara bersamaan.

Usai melakukan tugasnya, Riley segera turun dan bergabung bersama dengan James yang sedang menunggunya.

Pesawat yang ditumpangi oleh empat prajurit muda terpilih dengan tiga staf kerajaan yang bertugas sebagai pilot, co-pilot serta se

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sang Dewa Perang Terkuat    101. Biar Aku Coba!

    “Tidak perlu,” James berkata dengan nada tegas.Evan sontak membalas, “Kau sudah menemukan caranya?”James mendengus sebal dan menatap Evan dengan tatapan tak percaya, “Aku baru saja tiba di sini. Bagaimana aku bisa melakukannya, Raja Kerajaan De Kruk?”Evan memutar bola matanya dan akhirnya memilih berjalan mendekat ke arah Riley yang sedang berkacak pinggang.Tatapan matanya tidak lepas dari pintu gerbang setinggi lebih dari sepuluh meter itu. James juga ikut berjalan mendekati tetapi sambil terlihat berpikir serius. Riley mendesah pelan lalu menoleh ke arah Evan, “Aku sudah mencari-cari berbagai lubang atau apa saja yang mungkin bisa membuka pintu ini. Tapi … aku tak bisa menemukan apapun.”Evan berkata, “Biar aku coba!”Dan Evan pun mulai memeriksa pintu itu dari berbagai sudut.Sementara James mulai mengamati dengan seksama berbagai sisi dari pintu itu. Tapi, tak ada satupun yang mencurigakan. “Ini aneh!” James mengerutkan dahi, tampak heran. Dia menyentuh pintu besi itu dan

  • Sang Dewa Perang Terkuat    100. Pintu Gerbang yang Aneh

    Gregory Brown menyeringai begitu mendapat pertanyaan dari James Gardner.“Jenderal Gardner, bukankah kau adalah orang yang sangat cerdas? Mengapa kau tidak bisa menemukannya?” Jawaban Gregory semakin membuat Richard tak sanggup menahan kesalnya.Richard pun langsung mengangkat senjata miliknya tetapi James berkata dengan cepat, “Tunggu, Raja Kerajaan De Kruk!”“Sabarlah sedikit saja!” tambah James.Richard mendengus dan memutar arah pandangan ke arah lain, membiarkan James kembali berbicara dengan Gregory.James menatap kembali ke arah Gregory, “Pak Tua, ayolah! Apa kau pikir kau masih memiliki pilihan?”“Kenapa aku tidak memilikinya? Kau bertanya padaku soal kunci itu, itu artinya kau masih belum bisa menemukan caranya untuk membuka pintu itu. Iya kan?” Gregory kemudian tertawa mengejek. James masih terlihat tenang, “Kau benar. Kami bisa menerobos masuk ke dalam area inti dengan cukup mudah. Aah … apa yang tadi kau bilang? Keamanan di sini sangat ketat ya?”James pun malah tertawa

  • Sang Dewa Perang Terkuat    99. Berlutut Semuanya!

    Sayangnya, hal itu tak berguna karena hanya dalam waktu beberapa detik saja, seorang pria dengan seragam tempurnya memasuki ruangan itu lalu menembak semua pengawal itu.Dengan waktu yang sangat begitu cepat semua pengawal yang melindungi Gregory Brown tewas di tempat.Semua staf di dalam ruangan itu menjerit ketakutan dan hendak berlari untuk segera kabur dari ruangan itu.Tapi, hal yang sungguh sangat tidak terduga terjadi. Beberapa orang kembali masuk ke ruang itu sembari menodongkan senjata ke arah mereka semua secara bersamaan.Semua staf itu pun berhenti bergerak seketika.“Mundur!” Sang penembak para pengawal itu yang pertama memasuki ruangan itu memerintah dengan nada tegas.“Berlututlah!” dia kembali memerintah dan mereka pun berlutut dengan kaki yang gemetar.Gregory Brown yang semula hanya diam saja terlihat luar biasa syok hingga wajahnya telah berubah menjadi putih.

  • Sang Dewa Perang Terkuat    98. Ini Mulai Menarik!

    Richard terdiam sesaat. “Kalau ini bukan bagian dari rencana mereka. Mengapa hal ini bisa terjadi?”Kharel mengangkat bahu, “Aku tidak tahu, Richard. Otakku sulit diajak bekerjasama.”Richard hanya bisa mendesah pelan. Sementara itu, di sebuah ruangan besar, para staf penyelenggara kompetisi lima tahunan itu sedang terlihat sibuk mengerjakan tugas mereka.Tak ada yang berani berbicara dan kebanyakan dari mereka fokus pada monitor. Namun, tiba-tiba saja, sang ketua dari Perserikatan Kerajaan-Kerajaan di Dataran Excellessy, Gregory Brown mengangkat alis kanannya.“Apa yang sebenarnya dibicarakan oleh dua bocah ini?” Gregory menatap heran ke arah monitor besar di depannya. “Mereka? Apa maksudnya? Dan … bertahan sampai fase kedua? Apalagi itu maksudnya?” Gregory terlihat terganggu dengan percakapan Richard De Kruk dan Kharel Mackenzie.Oliver, salah seorang staf yang sudah di tadi mendampinginya pun menjawab, “Kami menduga mereka berniat kabur dari kompetisi ini dan … menurut dari peng

  • Sang Dewa Perang Terkuat    97. Dia Terlalu Mencurigakan!

    Bukan hanya Kharel saja yang terkejut dengan sikap kedua sahabatnya yang tampak kompak itu. Namun, Elliot dan Niall sendiri pun juga sama-sama kaget dengan tindakan mereka masing-masing. Keduanya seakan berbagi otak yang sama.Kharel menatap kedua sahabat baiknya itu secara bergantian dengan tatapan penuh keheranan. “Apa yang terjadi sebenarnya?”Elliot tidak menjawab pertanyaan Kharel. Dia malah mengangkat alisnya, menatap Niall, “Kau juga tahu?”Niall mengernyitkan dahi, “Kurasa begitu.”Kharel menggelengkan kepala, memilih untuk mengabaikan teman-teman baiknya. Dia tetap saja berdiri lalu menyambut kedatangan First.Elliot dan Niall hanya bisa mendengus pelan melihat Kharel yang mulai berbicara dengan First.First mengajak Kharel untuk pergi sedikit agak jauh dari teman-temannya. Kharel sebenarnya sedikit agak bingung tetapi pria muda itu tetap mengikuti First.Keen yang selalu peka terhadap sesuatu yang terjadi di sekitarnya pun berkomentar, “Apa ada sesuatu yang tidak aku tahu?”

  • Sang Dewa Perang Terkuat    96. Tak Ada Perarturan Soal Itu!

    “Aku tidak menyembunyikan apapun darimu.” First menjawab dengan tatapan tenang ke arah Niall.Niall masih curiga terhadap temannya itu tapi untuk saat itu dia memilih untuk tidak memaksanya untuk menjawab.“Ayo, sebaiknya kita segera bergerak!” Alec memilih untuk menjadi penengah agar mereka tidak rugi waktu.Pada akhirnya mereka bertiga berpisah arah dan First tidak memprotesnya lagi.Sekitar tiga jam setelah hasil ketiga dimulai, hampir sebagian peserta telah tiba di titik akhir di mana terdapat pintu gerbang besar yang masih terkunci.Setidaknya ada dua belas peserta yang telah menyelesaikan semua tantangan. Dua diantara mereka adalah Richard De Kruk dan Kharel Mackenzie yang menjadi tim pertama tiba di sana.“Apa menerima kita harus menunggu semua peserta yang bisa lolos sampai ke pintu ini?” Richard bertanya dengan kening berkerut.Kharel menggelengkan kepalanya, &

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status