Beranda / Fantasi / Sang Kusir / Ba b 62 Kondisi Buruk Anantari

Share

Ba b 62 Kondisi Buruk Anantari

Penulis: Pujangga
last update Tanggal publikasi: 2026-08-26 20:39:24

Meski tidak mengerti dengan ucapan Arga, Senopati Suta segera bergeser mengikuti perintahnya.

“Apa kau barong dari perguruan pedang badai?” tanya Arga.

“Be—benar putra mahkota, hambalah Barong,” jawab Barong terbata.

“Ke mana putri Anandya dibawa, dan siapa yang membawanya?” kembali Arga bertanya cepat karena semakin lama, sakit dikepalanya bertambah semakin menyiksa.

“Putri Anandya?” Barong terkejut seorang Pangeran Agung dari kerajaan besar mengapa menanyakan seorang putri dari kerajaan kecil
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sang Kusir   Bab 169 Petarungan dua lawan satu

    “Ternyata orang benua barat tidak secerdas rumor yang beredar,” gumam Arga menyeringai.Dia memang sengaja memancing Daniel dan Gerad bertarung bersamanya agar para pasukan mereka tidak memiliki pemimpin dalam berperang.Dengan begitu, 400.000 pasukan musuh akan mampu Arga bantai dalam waktu singkat.“Bangsat! Kau boleh saja merupakan putra mahkota dari kerajaan besar, tetapi di sini akulah penguasanya,” teriak Daniel yang kini melayang tidak jauh dari Arga.“Hahaha, aku sebenarnya tidak suka membawa kerajaan dan keluargaku. Tetapi karena membutuhkan pasukan, terpaksa aku mengungkap itu,” Arga menyeringai lebar.“Dan asal kau tahu Dario, aku tidak pernah menginginkan kekuasaan dan tidak peduli dengan itu. Jadi jika kau menganggapku sebagai penguasa, maka dirimu salah besar karena aku hanyalah pendekar biasa,” sambung Arga.“Cih! Pendekar atau penguasa di mataku kau tidak lebih dari sekedar mayat,” ujar Daniel dingin.Sementara Gerad sedari tadi hanya diam di belakang Daniel karena lel

  • Sang Kusir   Bab 168 Keterkejutan Daniel dan Gerad

    Mendengar nama Niskala, tubuh Daniel sempat bergetar karena tahu siapa Lingga Hiang.Dia tidak mengerti mengapa pangeran besar seperti Arga bisa datang ke daratan yang jaraknya sangat jauh sekali.Tetapi meski jauh, nama Bumi Lingga Hiang tidaklah asing di telinganya, di mana kerajaan milik Arga adalah sosok raksasa yang tidak boleh diusik.Ada dua kerajaan raksasa di dunia, pertama ialah kerajaan Lingga Hiang di daratan utara, sementara yang kedua bernama Al-Kabir dari daratan timur.Kedua kerajaan tersebut merupakan penguasa besar yang namanya terkenal ke mana-mana.Gerad yang baru saja pulang dari daratan utara juga langsung bergetar tidak percaya pangeran penguasa besar yang dinyatakan tewas ternyata ada di wilayahnya.Andai tahu lebih awal pendekar yang menjadi lawannya adalah Argadanta Niskala Candra, kemungkinan Gerad akan langsung mundur menarik semua pasukannya.Dia tahu siapa Arga karena nama itu begitu terkenal di daratan utara, menurut kabar yang dirinya dengar, Arga adala

  • Sang Kusir   Bab 167 Argadanta Niskala Candra

    Malam semakin larut menyelimuti langit, membuat suasana Benua Barat begitu sepi tenggelam dalam lelapnya mimpi.Tetapi di wilayah kerajaan Velley, suasana malah semakin kisruh dipenuhi kepanikan di mana raja Andrian sampai saat ini belum ditemukan.Para penglima sudah sedari tadi mengerahkan pasukannya membantu mencari keberadaan raja di setiap sudut kerajaan. namun sekeras apa pun mereka mencari, raja Andrian tetap tidak bisa ditemukan.Saat semua orang sibuk dengan pencariannya, Penasehat Daniel malah pergi mengendap-ngendap menemui Gerad di luar gerbang kerajaan.“Sialan, mengapa kau ke mari di saat seperti ini Gerad?” bentak Penasehat Daniel sangat kesal.“Kau yang sulit aku hubungi Daniel, sudah kukirim pesan lewat burung namun mengapa tidak pernah dijawab?” ketus Gerad sama kesal.“Apa kau lupa, aku sedang merencanakan pembunuhan raja untuk merebut kekuasannya. Tapi sial, dia lenyap entah dibawa oleh siapa,” ungkap penasehat Daniel sembari mengepalkan tangan.“Apa? Lenyap?” Gera

  • Sang Kusir   Bab 166 Penculikan

    “Ayahku mengalami sakit aneh, setiap siang hari, tubuhnya akan lumpuh tidak berdaya. Tetapi saat malam, dia kembali sehat seperti sedia kala. Namun pada akhirnya, ayahanda meninggal 2 tahun setelah pulang dari negerimu,” tutur raja Andrian lirih.“Apa para tabib di sini sudah memeriksanya?” tanya Arga.“Semua tabib sudah kudatangkan dari berbagai wilayah, tetapi hasilnya tetap sama, tidak ada satupun dari mereka yang berhasil menyembuhkan penyakitnya,” jawab raja Andrian.“Siapa yang mendatangkan tabibnya? Kau sendiri atau orang lain?” Arga menyipitkan mata.“Penasehat kerajaanku, dia adalah orang paling baik yang pernah kumiliki di kerajaan ini,” ujar Andrian.Mendengar itu Arga hanya menyeringai tipis, benar seperti dugaannya. Andrian telah ditipu sedari dulu, keluarga mereka diperdaya seakan menjadi penguasa, tetapi penguasa sesungguhnya malah penasehat mereka sendiri.“Apa penasehatmu penduduk asli Valley?” tanya Arga.“Aku tidak tahu pasti, dia ada sebelum diriku lahir. Tetapi me

  • Sang Kusir   Bab 165 Istana Kerajaan Valley

    Malam berbintang menerangi Arga yang tengah melayang di angkasa. Dia berdiri mengamati situasi istana dari kejauhan.Setelah dirasa cukup, Arga segera turun dan mendarat tepat di atas atap bangunan tersebut.“Struktur bangunan dan batuan istana di benua barat ternyata lebih bagus dari pada kerajaan-kerajaan di benua utara,” gumam Arga berdecak kagum.Namun tujuannya kali ini bukan untuk mengagumi bangunan, melainkan sedang mencari kamar kediaman raja.Jika di benua utara, mungkin bagi Arga mudah mencarinya karena dia sangat hapal dengan struktur bangunan di sana.Tetapi di benua barat ternyata memiliki bentuk bangunan berbeda membuat Arga bingung entah di mana letak kamar raja berada.“Sial! Ini pasti akan merepotkan,” umpat Arga sedikit kesal.Tetapi baru saja dia mengumpat, Arga melihat seorang pelayan kerajaan yang sedang membawa nampan besar berisi banyak hidangan.Dari bentuk nampan dan makanan yang berada di atasnya, Arga sangat yakin bahwa hidangan tersebut pasti dibawa untuk s

  • Sang Kusir   Bab 164 Kepanikan Kelompok Bandit Api

    Tepat sebelum memasuki waktu malam, Arga akhirnya tiba di ujung padang pasir.Di sana ternyata merupakan hutan pinus yang sangat lebat, Arga masih memacu kereta dengan kecepatan tinggi sembari menyeringai lebar.Tidak lama setelah memasuki hutan pinus, 1000 orang tiba-tiba bermunculan dari semak belukar menghadang laju kereta Arga dengan hunusan senjata.“Berhenti di sana!” teriak salah seorang bandit yang sepertinya merupakan pemimpin pasukan itu.Dia melemparkan dua bola hitam untuk memblokir jalan.Wuuuusss! Bumm! Bum!Dua ledakan besar terjadi menciptakan gelombang api yang membakar beberapa pohon, membuat Arga segera menarik tali kekang karena tidak mau 2 kuda miliknya terluka.Hihihik! Hihihik! Wuuheer!Kedua kuda yang menarik kereta serentak meringik sembari menghentakan kaki mereka ke arah depan membuat laju kereta langsung berhenti.Setelah menghentikan laju kereta, Arga segera melompat menghampiri 1000 orang bandit yang mengepungnya.“Minggir dari sana atau kalian akan mati

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status