Chapter: Bab 1193“Kau jangan cemas. Dia tidak melakukan moksa. Gadis itu sekarang sedang berlatih keras agar dapat membantu menyelamatkan suaminya,” sambung Hanuman membuat Lintang menjadi tenang.Meski bingung entah dari mana Larasati mengetahui kondisi Arga, Lintang tetap berusaha menerimanya karena sejak awal, dia memang telah terseret ke dalam misteri besar.Bahkan rahasia Alam Asmat sekali pun tidak bisa Lintang cerna. Belum lagi sekarang ada kaum kera, Hanuman, dan segala apa yang menimpa dirinya.Tidak ingin larut dalam ketidak berdayaan, Lintang lantas menanyakan prihal luka dan apa yang harus dia lakukan agar luka itu sembuh sehingga Hanuman langsung menjelaskannya.Ternyata, luka yang Lintang derita adalah karma karena dia telah melenyapkan ruh seorang mahluk suci dari Jagat Raya atas yang seharusnya tidak boleh dilenyapkan oleh dia yang masih hidup.“Ghuhahala? A-apa mungkin dia?” Lintang terkejut.“Aku tidak tahu entah siapa nama ruh itu. Namun yang aku lihat dari karmamu memang demikian,”
Terakhir Diperbarui: 2026-01-11
Chapter: Bab 1192Pada awalnya, Lintang memang dibuat canggung dan ketakutan oleh sosok kera putih kecil yang ditemuinya.Namun setelah beberapa lama, dia mulai terbiasa dengan sikap angkuh makhluk tersebut sehingga mereka pada akhirnya menjadi teman.Sang kera putih memperkenalkan diri sebagai Hanuman, tetapi mahluk lain kadang memanggil dia sebagai Hanoman atau Anuman yang berarti si rahang besar karena ras kera memang memiliki rahang besar.Namun rahang milik Hanuman jauh lebih besar sehingga membuat tampangnya menjadi sangat lucu.Tetapi itu hanya pada wujud kecilnya saja karena dalam wujud Tiwikrama, sosok Hanuman akan sangat mengerikan dengan taring dan kuku yang mampu mencabik dunia dalam sekecap mata.“Anuman, aku tidak mengerti mengapa kau menyelamatkanku? Siapa kau sebenarnya dan apa tujuanmu terhadapku?” tutur Lintang mulai berani bertanya layaknya pada seorang sahabat.Saat ini, Lintang dan Hanuman tengah duduk berhadapan di atas sebuah batu besar yang sebelumnya Hanuman gunakan untuk tidur
Terakhir Diperbarui: 2026-01-11
Chapter: Bab 1191Perlu diketahui bahwa setelah pertarungannya dengan Morogandi, Lintang dan Limo kehilangan seluruh energi.Mereka tidak bisa memulihkan diri menggunakan energi regenerasi sehingga memerlukan bantuan orang lain.Sedangkan terkait kemampuan penciptaan pil milik Lintang, kekuatan itu turut menghilang bersama energi pengendalian api karena pil tidak bisa dibentuk tanpa api.Terlebih Lintang tidak bisa mengakses dimensi penyimpanannya, sehingga membuat dia benar-benar tidak berdaya.Andai tidak ada para kera kecil, mungkin Lintang dan Limo akan mati.Namun beruntung takdir masih berpihak kepada mereka, dimana tanpa terduga, Lintang dan Limo tersadar telah dirawat oleh para kera.Sedikit janggal memang karena seharusnya tidak ada kera yang mengerti tentang ilmu pengobatan.Akan tetapi di dunia aneh seperti alam Asmat ini, para kera justru sangat pintar. Bahkan mereka mampu berkomunikasi dengan mahluk lain seakan mereka memiliki pradaban. Padahal para kera di sana bukanlah mahluk siluman.“L
Terakhir Diperbarui: 2026-01-11
Chapter: Bab 1190Namun Mutiara Sendayu masih penasaran terhadap apa yang sedang dilakukan oleh para prajurit yang bertapa.“Lantas mereka? Mantera apa yang sedang mereka rapalkan?” tanya Mutiara Sendayu penasaran.“Maaf gusti, kami juga tidak memiliki kewenangan atas itu,” keempat prajurit bidadari kembali meminta maaf karena tidak bisa menjawab pertanyaan Mutiara Sendayu.“Sial! Apa ini hanya perasaanku saja atau mereka memang menjengkelkan,” Mutiara Sendayu menggerutu di dalam hati.Bukan tanpa alasan Mutiara Sendayu merasa seperti itu karena selain mengkhawatirkan Larasati, dia juga mengkhawatirkan keadaan Lintang dan Limo yang sampai saat ini belum kunjung menyusulnya.Sementara para prajurit bidadari malah terkesan menutup-nutupi informasi sehingga Mutiara Sendayu merasa jengkel.Namun bagaimana pun, dia tetap tidak bisa berbuat banyak karena para bidadari memang terikat hukum yang membelenggu kehidupan mereka.Alhasil dari pada terus mengumpat, Mutiara Sendayu pun langsung meminta para prajurit
Terakhir Diperbarui: 2026-01-11
Chapter: Bab 1189Setelah dua hari tidak sadarkan diri akibat terbentur batuan keras di dasar jeram, Mutiara Sendayu akhirnya kembali sadarkan diri.Ia begitu terkejut dan sangat heran karena mendapati dirinya tengah terbaring di atas ranjang kristal yang memancarkan cahaya merah darah.Seakan bukan kristal biasa, selain bisa memulihkan luka, ranjang kristal itu juga ternyata mampu memulihkan kekuatan Mutiara Sendayu sampai mencapai titik puncaknya, membuat istri kedua Arga tersebut tidak lagi terlalu tertekan oleh gravitasi alam Asmat. Setidaknya dia kini bisa lebih sedikit leluasa dalam bergerak.Mutiara Sendayu bangkit dari pembaringan, namun di saat dia sedang bertanya-tanya akan dimana dan siapa yang menolongnya, Mutiara Sendayu tiba-tiba melebarkan mata karena secara tidak terduga, datang 4 prajurit bidadari istana atas awan milik Larasati yang menandakan bahwa dirinya benar-benar berhasil mencapai lembah Hanuman.Ke-empat prajurit bidadari itu serentak berlutut memberi hormat, menyapa Mutiara Se
Terakhir Diperbarui: 2026-01-11
Chapter: Bab 1188Gruuuuuuuusssssss!Pohon, tanah, dan batuan lenyap seketika tergerus oleh sinar ledakan tersebut. Sehingga yang tersisa di sana hanya tinggal lubang kawah yang amat sangat besar. Sedangkan Mutiara Sendayu berada tepat di tepi lubang itu.“He-hebat ...,” tubuh Mutiara Sendayu bergetar tak kuasa menahan keterkejutan.Sementara Morogandi memicingkan mata tidak percaya karena serangan Lintang kali ini mampu mengimbangi kesaktiannya.“Aku tidak peduli kau makhluk apa dan apa hubungan dengan Ruh Swarnakesa. Kau memang sakti, bahkan sangat sakti seakan kau bukan berasal dari Jagat Bhursaloka. Namun selama jantungku masih berdetak, aku tidak akan pernah memberikan tubuhku pada siapa pun,” seru Lintang sembari kembali mengayunkan tongkatnya.Wush!Lintang dengan tubuh milik Limo melompat jauh ke atas, mengayunkan tongkat semesta secara vertikal tepat ke arah kepala lawan.Namun Morogandi lagi-lagi mampu melihat arah serangannya, sehingga dengan sigap dia juga kembali menyilangkan kedua kakinya
Terakhir Diperbarui: 2026-01-11
Chapter: Bab 475 PemulihanSebagai murid tentu dia tahu bagaimana kemarahan Galuh, tidak ada seorang pun yang dapat menahan kemarahan itu kecuali Raden Buana.Galuh di sana segera mengalirkan energi kegelapan dan energi biru pada tubuh Lintang, membuat tubuh bayi itu dibungkus oleh semacan kepompong energi yang melindungi tubuhnya dari batas ruang dan waktu.“Pelindung energi ini akan terbuka setelah 200 tahun berlalu, jagalah dia, setelah dua ratus tahun di alam Narapada aku akan menjemputnya kembali,” jelas Galuh.“Baik guru,” jawab Asep mengerti.Galuh segera menyerahkan Lintang pada muridnya, ada rasa sakit di dalam hati ketika melakukan itu, membuat air matanya meniti kembali.Asep tentu mengerti perasaan gurunya, dia tidak berkata apa-apa selain menerima Lintang dengan tangannya.Setelah menerima Lintang, dengan cepat Asep segera membentuk segel tangan menciptakan gerbang dimensi yang menuju ke alam Narapada.Galuh hanya dapat menyaksikan itu dengan perasaan sedih dan hati tersayat-sayat.Si Bodas dan Si
Terakhir Diperbarui: 2026-01-27
Chapter: Bab 474 Akhir PertarunganCukup lama Galuh melakukan perjalanan bersama Lintang, Si Bodas, dan Si Hawuk.Waktu berjalan cepat sehingga 2 pekan sudah terlewati, hari demi hari Galuh lalui dengan merawat Lintang di atas punggung Si Bodas.Terkadang dia beristirahat hanya untuk sekedar singgah di rumah makan atau hanya sekedar membeli susu kambing pada warga setempat sebagai minuman Lintang.Galuh selalu memilih bermalam dihutan, di sela-sela waktu sebelum tidur dia kerap berlatih sementara Lintang dijaga oleh Si Bodas dan Si Hawuk.Mereka tampak akrab saat bermain, Si Bodas dan Si Hawuk juga terkadang berebut waktu untuk menemani Lintang.Beruntung bayi kecil tersebut tidak pernah rewel dan menangis meski hanya di rawat oleh sang ayah.Lintang juga terkadang dimandikan oleh kedua kucing buntal dengan cara dijilati, dan itu membuat bayi kecil tersebut selalu tertawa kegelian, membuat Galuh sesekali menyeringai terhibur.Walau di dalam hati, Galuh sebetulnya selalu menangis meratapi nasib istri dan putranya, namun
Terakhir Diperbarui: 2026-01-27
Chapter: Bab 473 Pengorbanan AyahGaluh segera mengedarkan kesadarannya ke tubuh Putri Gayatri, dia membantu menahan kekuatan Lintang dari dalam.Selain itu juga Galuh menyalurkan energi terlebih dahulu di tubuh Putri Gayatri ke tubuhnya, membuat sang ratu dari penguasa semua makhluk itu kembali mendapatkan kesadarannya kembali.Proses persalinan pun dilanjutkan, semua abdi dalem kembali mengintruksikan junjunannya untuk mengeden (Menahan nafas dan mengencangkan semua otot untuk mendorong bayi agar keluar).“Ayo Gusti, terus dorong, sedikit lagi, terus Gusti sedikit lagi,” seru para abdi dalem memberi arahan.“Mmmm, aaaah!” Putri Gayatri berteriak kencang, setelah itu.“Eaaa, eeaa, eaa,” terdengar suara tangisan bayi ke seluruh ruangan.Saking kencangnya tangisan Lintang membuat telinga semua orang berdarah karenanya.Sementara semua abdi dalem langsung pingsan seketika, mengetahui itu, Galuh yang sudah kembali pada tubuh fisiknya langsung menggendong Lintang dan membawanya ke pangkuan Gayatri.Darah masih membalut tu
Terakhir Diperbarui: 2026-01-27
Chapter: Bab 472 Prabu Prabaskara WardanaRaden Buana dan Prabu Datuk Lhangkem Lhamuri segera mengalirkan tenaga dalamnya kepada Putri Gayatri.Meski Lintang belum lahir, namun energi kegelapan miliknya sudah terasa sangat kuat, membuat semua orang di sana tidak dapat bergerak bebas karena ditekan energi tersebut.“Putraku,” gumam Galuh, dia dengan cepat mengalirkan energi biru pada istrinya agar putri Gayatri dapat kembali pulih seperti sedia kala.4 abdi dalam yang akan membantu kelahiran Lintang sudah tegang sedari tadi, tubuh mereka gemetaran merasakan tidak kuat menahan energi dari cabang bayi.Beruntung Galuh juga memberikan energi biru kepada mereka, sehingga ke 4 abdi dalem tersebut dapat kembali menarik nafas lega.“Ibunda, Ayahanda, mohon kiranya berkenan meninggalkan ruangan ini, aku tidak bisa melindungi semua orang secara bersamaan,” pinta Galuh kepada kedua mertuanya.“B-baik Nak Galuh, ibu percayakan ini padamu,” ucap Permaisuri mengerti, dia segera menarik lengan Raja Rangga agar menunggu di luar bersamanya.L
Terakhir Diperbarui: 2026-01-27
Chapter: Bab 471 Sosok asli seorang ayah“Terimakasih Uwa, baiklah,” ucap Galuh sangat senang.Dia segera mengibaskan tangannya, sehingga gerbang gaib menuju kerajaan Aru seketika tercipta di dalam Istana.“Paman Sora, kutitipkan kerajaan ini padamu,” ucap Galuh pada Senopati Sora.“Sendiko, Maha Prabu,” jawab Senopati Sora cepat, dia sebenarnya ingin ikut menuju kerajaan Aru, namun karena mendapatkan mandat dari Galuh, mau tidak mau Senopati Sora harus mematuhinya.Sebagai abdi setia kerajaan, dia juga tentu khawatir dengan keselamatan pangeran, keluarga Galuh juga keluarganya, tidak ada satupun di kerajaan ini yang tidak menyayangi keluarga Galuh dimana dia merupakan pemimpin yang adil dan bijaksana.Tidak hanya oleh semua penghuni istana, tetapi seluruh penduduk kerajaan Maladewa sangat mencintai sosok Galuh.Saat Galuh dan Raden Buana baru saja akan masuk ke dalam gerbang gaib, seseorang tiba-tiba muncul di antara mereka.“Paman Datuk!” sapa Galuh terkejut, ternyata yang ditunggunya telah datang.“Ternyata kau juga sudah
Terakhir Diperbarui: 2026-01-27
Chapter: Bab 470 Jiwa Lintang Terguncang“Kakang, mengapa kau lama sekali,” gumam Putri Gayatri lirih.“Sabar Ndo, Maha Prabu pasti tidak lama lagi akan datang,” ucap salah satu abdi dalem menenangkan.“Benar, anakku, ayahandamu sudah mengutus Senopati Drupada ke Maladewa,” ungkap Permaisuri Raja Rangga.“Di mana Rowo Ireng, bunda, mengapa dia juga belum datang,” tanya Putri Gayatri khawatir.“Dia sedang di perjalanan, bersabarlah,” jawab Permaisuri menenangkan.Entah mengapa Lintang dapat menyaksikan semua itu, dia bingung dengan dirinya sekarang.“Di mana ini? dan siapa mereka?” tanya Lintang dalam hati.Pemuda itu mencoba menyapa salah satu makhluk yang ada di sana berniat menanyakan apa yang sedang terjadi.Namun alangkah terkejutnya Lintang saat suaranya tidak dapat di dengar oleh semua orang di sana.Bukan tidak hanya bisa di dengar, tetapi wujudnya pun tidak dapat dilihat dan dirasakan.Beberapa kali Lintang coba menyentuh orang-orang yang sedang panik, tapi tangannya selalu saja menembus tubuh mereka.“Sial, apa aku
Terakhir Diperbarui: 2026-01-26