Chapter: Bab 205 Arga Sang Dewa PerangSelama beberapa hari, semua orang sibuk mempersiapkan perang. Tidak terkecuali Arga dan Lintang.Di sana Arga menunjukkan kecerdasannya dengan membantu membentuk strategi yang akan digunakan.Awalnya orang-orang ragu terhadap Arga karena menganggapnya terlalu muda.Tetapi ketika Arga mampu membaca medan, situasi yang akan dihadapi, kekuatan pasukan serta kelemahan setiap kelompok mereka dalam waktu singkat membuat seluruh pembesar kerajaan dan perguruan tidak kuasa menahan keterkejutan.Mereka menganga terdiam seribu bahasa merasa malu terhadap Arga, bahkan sang Hyang Sambu sampai membelalakkan mata tidak percaya.Bagaimana tidak, di waktu sesingkat itu. setiap kelemahan pasukan dapat Arga terangkan sampai batas kekuatan mereka.Kemudian jangkauan serangan serta dampak yang akan dihasilkan secara terperinci Arga paparkan juga.Termasuk kelemahan medan pertempuran berikut kelebihannya tidak luput dari sorotan Arga.Dia menerangkan semua itu seakan-akan dirinya telah hidup dan tinggal d
Last Updated: 2026-04-28
Chapter: Bab 204 Selesai SudahMalam begitu sunyi tanpa rembulan, bintang-bintang lenyap tertelan jarak, sementara air berhembus liris seakan membawa penyesalan.Di atas sebuah bukit pada hamparan rerumputan, dua orang gadis cantik tengah berdiri bersanding menatap langit yang sama.Satu memiliki rambut putih berkilau dengan pakaian sederhana layaknya seorang pendekar. Sementara gadis lain memiliki rambut hitam panjang bergelombang dengan hiasan mahkota indah di atasnya.Benar, mereka adalah Kelenting Sari dan putri Asmara. Keduanya sengaja bertemu di sana untuk menyelesaikan pembicaraan yang tertunda.“Mengapa? Mengapa kau malah hendak menyerahkan nyawamu padaku?” Kelenting Sari memulai pembicaraan.“Jika itu akan membuatmu bahagia, maka apalah arti sebuah nyawa,” ungkap putri Asmara.“Itu …? Ta-tapi mengapa?” Kelenting Sari semakin merasa bersalah mendapati putri Asmara ternyata seorang yang santun, tutur bahasanya halus, dan memiliki pemikiran yang dewasa.Sorot matanya jelas menggambarkan kepribadian luhur ser
Last Updated: 2026-04-28
Chapter: Bab 203 Serangan Kuat Kelenting Sari“Cukup tuan Arga, maafkan atas kelancangan adik-adikku,” sergah sang Hyang Sambu.“Dan kalian tenanglah, Diajeng Asmara bisa menjaga diri,” ketus sang Hyang Sambu kepada dua adiknya.“Sudahlah!” Raden Buana menepuk pundak Arga.“Baik kek,” angguk Arga manut.Setelah itu, ketegangan di daratan pun selesai. Sang Hyang Kala dan Maha Dewa tertunduk malu karena hampir terjebak suasana.Sementara di atas langit pertarungan bertambah semakin sengit. Kelenting Sari mulai mengeluarkan jurus energi, begitu juga dengan putri Asmara karena harus mengimbanginya.Terdapat bola energi es raksasa di tempat itu, sehingga putri Asmara mau tidak mau harus mengimbangi serangan itu dengan membentuk bola pasir besi yang juga amat besar.Wush! Wush!Kedua bola raksasa melesat bersamaan, saling menyongsong satu sama lain sebelum akhirnya berbenturan.Brak! BUMMMMMM!Bumi dan langit bergetar hebat membuat mata semua pasukan terbelalak tidak kuasa menahan keterkejutan.Gelombang energi sangat besar menyeruak d
Last Updated: 2026-04-28
Chapter: Bab 202 Tersulut EmosiLangit di atas kaki gunung Kawah Candradimuka memang kelam. Tapi naas, hati Lintang saat ini lebih kelam.Pemuda itu mematung di udara, matanya terbelalak lebar tidak percaya.Bagaimana tidak, belum sempat meredakan kemarahan sang istri. Saat ini dia malah kedapatan sedang berdampingan dengan gadis lain yang tiada lain adalah putri Asmara.“Sial! Sepertinya nasib burukku belum selesai,” umpat Lintang di dalam hati.Sementara putri Asmara menatap lekat wajah Lintang yang mulai memucat, setelah itu mengedarkan pandangan ke arah 3 wanita cantik yang baru datang.Dari sana sang putri langsung mengerti, bahwa ketiga wanita cantik di depan pasti merupakan istri dari Lintang.Sedangkan Kelenting Sari, Anantari, dan Atmarani saat ini sedang terbakar api amarah. Mata mereka berkilat menggambarkan kekesalan yang mendalam.Niat hati ingin memastikan perangai gadis yang dijodohkan dengan suaminya, mereka malah disuguhi tontonan memilukan di mana Lintang dan putri Asmara saat itu sedang berpeganga
Last Updated: 2026-04-28
Chapter: Bab 201 Kekecewaan Madu Lanang“Ada dua hal yang dapat merusak kesucian hingga mengakibatkan lenyapnya kedamaian,” ungkap Ki Lurah.“Pertama adalah hasrat, sementara kedua merupakan kedengkian. Ke 2 hal itu saling berkaitan satu sama lain. Dan berasal dari sumber yang sama,” tutur Ki Lurah.“Su-sumber yang sama? Apa itu, Maha Batara?” tanya Madu Lanang.“Sumber dari semua kekacauan tiada lain adalah isi perut,” ungkap Ki Lurah membuat Madu Lanang lagi-lagi tidak mengerti.“Akh, akh, akh, Kau tentu akan bingung bukan,” Ki Lurah terkekeh.“Isi perut berkaitan dengan makanan, orang bekerja tujuannya hanya untuk bisa makan. Memiliki harta melimpah, tahta, jabatan dan kekuasaan pada akhirnya hanya demi mendapatkan makanan, bisa makan puas, kenyang, dan tenang.” Ki Lurah berhenti sejenak mengambil napas.“Isi perut menciptakan hasrat, dari hasrat tumbuh iri, marah, dengki, dan sifat kejam membuat para makhluk tega untuk saling menyerang, saling menipu, saling menjatuhkan, saling membunuh, saling menciptakan ketakutan, pe
Last Updated: 2026-04-27
Chapter: Bab 200 CepotBerhadapan dengan seorang penguasa semesta, Madu Lanang hanya dapat menunduk.Dia terlalu takut menunjukkan wajahnya karena khawatir akan terjadi salah paham akibat dirinya yang belum memahami ekspresi.“Akh, akh, akh, Cu! Apa yang kau inginkan hingga sudi jauh-jauh datang ke mari?” tanya Ki Lurah Badranaya.Tutur bahasanya begitu sopan dan berwibawa, sangat berbeda dengan sosok yang digambarkan Cepot sejak awal.“Ma-maaf Maha Batara, aku diutus sahabatku untuk menemui Batara Astrajingga. Putra dari sang Maha Batara,” jawab Madu Lanang sedikit terbata.Dia sadar, sekali membuat kesalahan, maka hidupnya akan berakhir hanya dengan sekali tiupan napas Ki Lurah.““Akh, akh, akh, siapa sahabatmu itu?” tanya Ki Lurah Badranaya.“Li-lintang A-arundia Masalemba, putra pertama dari pendekar sakti Galuh Wardana, Maha Batara,” tutur Madu Lanang.“Akh, akh, akh, ternyata cucuku sendiri yang mengutusmu. Apa yang dia inginkan, katakanlah,” ujar sang Maha Batara.Entah sudah menjadi ciri khas atau m
Last Updated: 2026-04-27
Legenda Pendekar Biru
Lintang, seorang pendekar agung yang telah gugur, terlahir kembali secara misterius ke dalam tubuh seorang anak kecil berkulit biru bernama Kusha Warta. Terbangun di dunia yang sama sekali berbeda, Lintang harus beradaptasi dengan tubuh lemahnya, masa kecil yang penuh diskriminasi, dan kehidupan baru di tengah keluarga bangsawan.
Namun, dunia baru ini menyimpan banyak bahaya dan konspirasi. Sambil menyembunyikan identitas lamanya, Lintang mencoba melindungi orang-orang yang mencintainya, termasuk sang kakak Balada, dan perlahan-lahan meniti kembali jalannya menuju puncak kekuatan sejati untuk membongkar kebenaran di balik kematiannya, kelahirannya kembali, dan musuh yang kini mengintai dari balik bayang-bayang kerajaan.
Read
Chapter: Bab 1193“Kau jangan cemas. Dia tidak melakukan moksa. Gadis itu sekarang sedang berlatih keras agar dapat membantu menyelamatkan suaminya,” sambung Hanuman membuat Lintang menjadi tenang.Meski bingung entah dari mana Larasati mengetahui kondisi Arga, Lintang tetap berusaha menerimanya karena sejak awal, dia memang telah terseret ke dalam misteri besar.Bahkan rahasia Alam Asmat sekali pun tidak bisa Lintang cerna. Belum lagi sekarang ada kaum kera, Hanuman, dan segala apa yang menimpa dirinya.Tidak ingin larut dalam ketidak berdayaan, Lintang lantas menanyakan prihal luka dan apa yang harus dia lakukan agar luka itu sembuh sehingga Hanuman langsung menjelaskannya.Ternyata, luka yang Lintang derita adalah karma karena dia telah melenyapkan ruh seorang mahluk suci dari Jagat Raya atas yang seharusnya tidak boleh dilenyapkan oleh dia yang masih hidup.“Ghuhahala? A-apa mungkin dia?” Lintang terkejut.“Aku tidak tahu entah siapa nama ruh itu. Namun yang aku lihat dari karmamu memang demikian,”
Last Updated: 2026-01-11
Chapter: Bab 1192Pada awalnya, Lintang memang dibuat canggung dan ketakutan oleh sosok kera putih kecil yang ditemuinya.Namun setelah beberapa lama, dia mulai terbiasa dengan sikap angkuh makhluk tersebut sehingga mereka pada akhirnya menjadi teman.Sang kera putih memperkenalkan diri sebagai Hanuman, tetapi mahluk lain kadang memanggil dia sebagai Hanoman atau Anuman yang berarti si rahang besar karena ras kera memang memiliki rahang besar.Namun rahang milik Hanuman jauh lebih besar sehingga membuat tampangnya menjadi sangat lucu.Tetapi itu hanya pada wujud kecilnya saja karena dalam wujud Tiwikrama, sosok Hanuman akan sangat mengerikan dengan taring dan kuku yang mampu mencabik dunia dalam sekecap mata.“Anuman, aku tidak mengerti mengapa kau menyelamatkanku? Siapa kau sebenarnya dan apa tujuanmu terhadapku?” tutur Lintang mulai berani bertanya layaknya pada seorang sahabat.Saat ini, Lintang dan Hanuman tengah duduk berhadapan di atas sebuah batu besar yang sebelumnya Hanuman gunakan untuk tidur
Last Updated: 2026-01-11
Chapter: Bab 1191Perlu diketahui bahwa setelah pertarungannya dengan Morogandi, Lintang dan Limo kehilangan seluruh energi.Mereka tidak bisa memulihkan diri menggunakan energi regenerasi sehingga memerlukan bantuan orang lain.Sedangkan terkait kemampuan penciptaan pil milik Lintang, kekuatan itu turut menghilang bersama energi pengendalian api karena pil tidak bisa dibentuk tanpa api.Terlebih Lintang tidak bisa mengakses dimensi penyimpanannya, sehingga membuat dia benar-benar tidak berdaya.Andai tidak ada para kera kecil, mungkin Lintang dan Limo akan mati.Namun beruntung takdir masih berpihak kepada mereka, dimana tanpa terduga, Lintang dan Limo tersadar telah dirawat oleh para kera.Sedikit janggal memang karena seharusnya tidak ada kera yang mengerti tentang ilmu pengobatan.Akan tetapi di dunia aneh seperti alam Asmat ini, para kera justru sangat pintar. Bahkan mereka mampu berkomunikasi dengan mahluk lain seakan mereka memiliki pradaban. Padahal para kera di sana bukanlah mahluk siluman.“L
Last Updated: 2026-01-11
Chapter: Bab 1190Namun Mutiara Sendayu masih penasaran terhadap apa yang sedang dilakukan oleh para prajurit yang bertapa.“Lantas mereka? Mantera apa yang sedang mereka rapalkan?” tanya Mutiara Sendayu penasaran.“Maaf gusti, kami juga tidak memiliki kewenangan atas itu,” keempat prajurit bidadari kembali meminta maaf karena tidak bisa menjawab pertanyaan Mutiara Sendayu.“Sial! Apa ini hanya perasaanku saja atau mereka memang menjengkelkan,” Mutiara Sendayu menggerutu di dalam hati.Bukan tanpa alasan Mutiara Sendayu merasa seperti itu karena selain mengkhawatirkan Larasati, dia juga mengkhawatirkan keadaan Lintang dan Limo yang sampai saat ini belum kunjung menyusulnya.Sementara para prajurit bidadari malah terkesan menutup-nutupi informasi sehingga Mutiara Sendayu merasa jengkel.Namun bagaimana pun, dia tetap tidak bisa berbuat banyak karena para bidadari memang terikat hukum yang membelenggu kehidupan mereka.Alhasil dari pada terus mengumpat, Mutiara Sendayu pun langsung meminta para prajurit
Last Updated: 2026-01-11
Chapter: Bab 1189Setelah dua hari tidak sadarkan diri akibat terbentur batuan keras di dasar jeram, Mutiara Sendayu akhirnya kembali sadarkan diri.Ia begitu terkejut dan sangat heran karena mendapati dirinya tengah terbaring di atas ranjang kristal yang memancarkan cahaya merah darah.Seakan bukan kristal biasa, selain bisa memulihkan luka, ranjang kristal itu juga ternyata mampu memulihkan kekuatan Mutiara Sendayu sampai mencapai titik puncaknya, membuat istri kedua Arga tersebut tidak lagi terlalu tertekan oleh gravitasi alam Asmat. Setidaknya dia kini bisa lebih sedikit leluasa dalam bergerak.Mutiara Sendayu bangkit dari pembaringan, namun di saat dia sedang bertanya-tanya akan dimana dan siapa yang menolongnya, Mutiara Sendayu tiba-tiba melebarkan mata karena secara tidak terduga, datang 4 prajurit bidadari istana atas awan milik Larasati yang menandakan bahwa dirinya benar-benar berhasil mencapai lembah Hanuman.Ke-empat prajurit bidadari itu serentak berlutut memberi hormat, menyapa Mutiara Se
Last Updated: 2026-01-11
Chapter: Bab 1188Gruuuuuuuusssssss!Pohon, tanah, dan batuan lenyap seketika tergerus oleh sinar ledakan tersebut. Sehingga yang tersisa di sana hanya tinggal lubang kawah yang amat sangat besar. Sedangkan Mutiara Sendayu berada tepat di tepi lubang itu.“He-hebat ...,” tubuh Mutiara Sendayu bergetar tak kuasa menahan keterkejutan.Sementara Morogandi memicingkan mata tidak percaya karena serangan Lintang kali ini mampu mengimbangi kesaktiannya.“Aku tidak peduli kau makhluk apa dan apa hubungan dengan Ruh Swarnakesa. Kau memang sakti, bahkan sangat sakti seakan kau bukan berasal dari Jagat Bhursaloka. Namun selama jantungku masih berdetak, aku tidak akan pernah memberikan tubuhku pada siapa pun,” seru Lintang sembari kembali mengayunkan tongkatnya.Wush!Lintang dengan tubuh milik Limo melompat jauh ke atas, mengayunkan tongkat semesta secara vertikal tepat ke arah kepala lawan.Namun Morogandi lagi-lagi mampu melihat arah serangannya, sehingga dengan sigap dia juga kembali menyilangkan kedua kakinya
Last Updated: 2026-01-11
Chapter: Bab 602 Perpisahan TerakhirNamun ketika betara Arstrajingga berdiri, semua tamu hampir tersedak napasnya sendiri di mana apa yang mereka lihat, tidak sesuai harapan.“Hahaha, bodoh! Tidak semua yang mewah itu baik dan tidak selama yang terlihat jelek itu buruk. Penampilan hanyalah gambaran semu, jika kalian melihat semua dari penampilan, maka dunia hanya tempat kesia-siaan,” Betara Astrajingga tertawa memberikan petuah membuat semua tamu langsung terdiam tidak bisa berkata-kata.Galuh sendiri tersenyum lebar karena baru kali ini dia mendengar kata-kata bijak keluar dari bibir kakaknya tersebut. Biasanya, jika tidak umpatan, maka hinaanlah yang akan terlontar. Tetapi dalam pernikahan Lintang, dia benar-benar menjadi sosok panutan.“Hidup bukan untuk sekedar hidup, jika hidup hanya untuk bernapas dan makan, apa bedanya kita dengan hewan? Hidup sejatinya adalah sebuah proses memberi dan menerima, kita menerima anugrah kehidupan dari Sang Maha Pencipta, dan tugas kita adalah memberi penghidupan bagi yang lain,” Bet
Last Updated: 2026-03-06
Chapter: Bab 601 Pernikahan LintangHari ini kerajaan Aru lebih ramai dari biasanya, kota raja dipenuhi makhluk lelembut dan siluman dari berbagai wilayah.Mereka bercampur aduk dengan bangsa manusia mengantri memasuki wilayah istana. Begitu damai dan teratur.Tidak ada perselisihan saling hina, saling hujat, atau bahkan saling menakut-nakuti.Mereka berbaris rapi dan saling menyapa satu sama lain layaknya seorang saudara.Di pintu gerbang, prajurit yang menjaga ketertiban pun sangat ramah. Sembari memeriksa identitas para tamu satu persatu, mereka juga kerap melayangkan candaan membuat semua tamu merasa berada di kampung halaman sendiri.Tamu yang telah masuk, mereka langsung menuju alun-alun kerajaan menunggu pesta pernikahan yang tidak lama lagi akan di gelar.Meski aman dan tentram, di setiap alun-alun berdiri sekumpulan pendekar dari berbagai makhluk.Tidak hanya di alun-alun, tetapi setiap sudut kota bahkan sampai di luar gerbang kota juga terdapat penjagaan ketat.Hanya saja yang berada di luar kota adalah hewan
Last Updated: 2026-03-06
Chapter: Bab 600 Dewa AnehMaha patih Hulubuan hanya dapat pasrah mendapati penolakan dari Galuh karena memang dia tidak bisa menekan kekuatannya di alam manusia.“Hamba mengerti Maha Prabu,” Maha patih Hulubuan menunduk.“Hahaha, tapi jangan khawatir. Setelah pernikahan selesai, pangeran kalian akan datang kemari bersama istrinya. Siapkan sambutan meriah semampu kalian,” ungkap Galuh membuat Hulubuan dan semua senopati serta panglima di tempat itu sangat senang.“A—apa kami harus berdandan?” tanya Hulubuan sedikit terbata.“Benar Maha Prabu, apa kami harus berpenampilan seperti manusia?” tanya para panglima.“Hahaha, tidak perlu. Kalian seperti apa adanya saja, pangeran Lintang tidak menyukai hal yang berlebihan,” Galuh tertawa terbahak-bahak.Galuh mengerti, kecintaan pasukannya terhadap keluarga sama dengan kecintaannya terhadap dirinya.Sehingga setiap Galuh pulang, Maha patih dan yang lain selalu menanyakan kabar mereka.Dari mulai kabar Dewi Utari, Kanjeng Ratu Kidul, Putri Gayatri bahkan kepada semua ana
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: Bab 599 Sosok Galuh sesungguhnya“Hormat kami maha prabu,” sesosok makhluk setinggi 3 depa dengan dua sayap lebar di punggungnya memimpin semua pasukan berlutut di depan Galuh.“Hahaha, berdirilah, aku senang kalian sedang dalam keadaan sehat,” ucap Galuh menerima hormat para pasukannya.“Hulubuan, apa ratu kalian sudah tahu kepulanganku?” tanya Galuh pada makhluk bersayap yang merupakan maha patihnya.“Su-sudah maha prabu, mungkin gusti ratu sedang menunggu anda di istana,” jawab Hulubuan penuh hormat.“Wanayasa, Sabo, Tusa, Guno, mengapa kalian masih berlutut?” tanya Galuh pada ke 4 panglima tertingginya.Wanayasa adalah bangsa siluman harimau mantan panglima siluman tengkorak darah.Sementara Subo, Tusa, dan Guno adalah 3 bangsa iblis yang dia taklukan ketika perang besar puluhan tahun silam.“Hamba tidak berani maha prabu,” ungkap ke 4 panglima tertinggi secara bersamaan.“Bangunlah, kalian masih saja sungkan seperti dulu,” ucap Galuh.Mendengar itu, Wanayasa, Tusa, Guno, dan Subo serentak bangkit sembari menundu
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: Bab 598 Istana Atas AwanSebelum menjemput putri Isyana, Galuh membantu para prajurit dan Senopati Drupada membereskan bekas kekacauan yang diciptakan oleh kedua istrinya.Di sana Bawana juga turut membantu, sementara Lintang menemani semua ibundanya menuju istana.“Salam ayahanda prabu, paman Datuk,” sapa Galuh kepada prabu Bisma dan Prabu Datuk Lhangkem Lhamuri yang baru saja memulihkan diri.“Aku hampir saja terbunuh oleh kedua istri anda anak prabu,” prabuk Datuk Lhangkem Lhamuri merapikan pakaiannya.“Bagaimana kabarmu Nak? Sudah lama kita tidak bertemu,” ucap prabu Bisma.Dia baru kembali dari istana setelah menemui Lintang di dalam.“Aku baik ayahanda, dan maafkan atas kelakuan istri-istriku paman. Itu salahku karena kurang mendidik mereka,” Galuh membungkukkan badan sembari tersenyum bodoh.“Hahaha, kau memang masih selalu merendah. Tidak apa, dengan begini aku jadi tahu bagaimana kekuatan seorang dewi,” prabu Datuk Lhangkem Lhamuri tertawa.“Apa ibunda juga sudah di sini ayahanda?” tanya Galuh kepada
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: Bab 597 Kemelut Keluarga“Kalian hampir saja membuat semua orang di kerajaan Aru celaka, kemarilah,” ucap Galuh dengan penuh wibawa.Tanpa sepatah kata apa pun, Ratu Kidul dan Dewi Utari terbang menghampiri Galuh dengan pikiran dipenuhi rasa bersalah.Keduanya terlalu tersulut emosi karena dendam masa lalu di mana Dewi Utari adalah penyebab ratu kidul di usir dari alam dewa.Sementara ratu kidul adalah penyebab dewi Utari di hukum selama ribuan tahun.Mereka berseteru hanya karena seorang lelaki dari bangsa manusia, tetapi pada akhirnya, lelaki itu tewas terbunuh dalam peperangan besar para dewa.Dan aura lelaki tersebut sangat mirip dengan Galuh yang sekarang menjadi suami ke duanya.Entah itu takdir atau hukuman langit, Galuh seperti titisan dari kekasih mereka di masa lalu. Tetapi paras Galuh jauh lebih tampan dan lebih gagah.Terlebih Galuh bukanlah manusia biasa karena dia merupakan makhluk setengah dewa yang bangsa dewa sekalipun akan berpikir dua kali jika ingin berhadapan dengannya.Selain bisa membun
Last Updated: 2026-03-04