Share

Riri Ngambek

Penulis: Rucaramia
last update Terakhir Diperbarui: 2025-08-21 08:43:38

“Jadi sekarang apa?” tanya Riri dan itu sukses membuat Angga berhenti melamun. Setelah menghilang kurang lebih satu bulan untuk bekerja di resort gara-gara sepupunya yang bangsat (Doni) Angga langsung menemui wanita itu. Dan ternyata dia jadi sedikit tidak begitu ramah padanya. Mungkin gara-gara marah lantaran dia merasa di ghosting oleh Angga.

“Aku minta maaf,” kata Angga kemudian sembari memasang ekspresi bersalah.

“Minta maaf untuk apa?” Ini dia, pertanyaan basic tetapi kalau jawaban yang keluar dari mulut Angga tidak sesuai dengan harapan si perempuan berakhirlah sudah. Riri pasti akan semakin murka kepadanya.

“Untuk tidak mengabari dan menghilang selama sebulan tanpa kontak. Aku benar-benar minta maaf. Aku sibuk selama bekerja di resort, nyaris tidak punya waktu luang untuk mengabarimu,” aku Angga dengan sangat hati-hati dan tentu saja tulus. Sebenarnya pernyataannya barusan setengah mengandung kebenaran, jadi kalau pun mau dibilang bohong pun ya memang terselip dusta disana.

Tet
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian   Curcol

    “Ah! Bodoh bodoh bodoh!”Berkali-kali Riri merutuki diri sendiri, sampai lupa dimana dia berada saat ini. Kejadian tadi malam benar-benar memenuhi kepala dan membuatnya malu bukan main. Dibandingkan semua hal, pengakuan semacam itu bagai sebuah penghinaan untuk dirinya sendiri. Hal yang terlalu tolol untuk dia ungkapkan secara keras-keras pada lelaki itu. Tiga kata yang pasti akan membuat Angga mengambil langkah seribu dan menjauhinya. Ah sialan!“Memang dasar tolol,” keluhnya lagi.“Memang kau tolol,” sahut seseorang yang seketika membuat Riri mendongak. Dia mendapati sepupunya sudah berdiri di depannya dan menatap dirinya dengan pandangan meremehkan.“Sejak kapan kau kemari?” tanya Riri mencoba mengalihkan topik. Membuat pria itu hanya nyengir kuda tanpa dosa.“Sejak kau merutuk sendiri. Btw, pintumu tidak dikunci jadi aku menerobos masuk saja. Jadi kenapa lagi sepupuku yang manis ini?” tanya Doni sembari meletakan sebuah bungkusan yang Riri bisa tebak isinya ayam goreng tepung yang

  • Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian   Keceplosan Confess

    Ciuman itu terasa manis dan memabukan, membuat Riri hanyut dibuatnya. Dia bahkan lupa saat ini berada di hadapan orang-orang yang bersorak atas adegan yang mereka berdua lakukan di atas panggung.Ciuman itu berakhir ketika Angga melepaskan bibirnya dari bibir Riri. Menjauh dari wanita itu, ketika kedua tangannya masih berada di kedua bahunya. Membuat mereka hanya berjarak sejangkauan tangan. Riri menunduk agak malu, aneh baginya merasa seperti ini ketika mereka berdua bahkan pernah melakukan hal yang lebih. Dimana seluruh rasa percaya diri yang selalu dia banggakan? Dimana sosok Riri yang selalu membungkus para pria yang menarik perhatiannya? Kenapa hanya karena dicium oleh Angga di depan umum membuatnya kaku seperti ini?“Yang tadi itu hebat sekali!”Seruan Ading sama sekali tidak membantu dan malah membuat wajah Riri kian memerah sempurna. Dia diam-diam melirik ke arah Angga. Tapi berbeda dengan sangkaannya, dia tidak menemukan reaksi yang sama dari pria itu. Malah pandangan matanya

  • Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian   Dikenalin Ke Temen

    “Ading.”Pria berperawakan tidak terlalu tinggi bila dibandingkan dirinya langsung menoleh.“Yo, Aang~” Pria yang dipanggil Ading langsung merengkuh Angga ke dalam pelukannya. “Kemana saja kau? Sudah lama sekali rasanya sejak terakhir kali aku melihatmu.” Angga segera melapaskan diri dari pria itu sebelum dia merasa kehabisan napas. Bukan hal aneh mengingat pria itu terkadang bersikap sama lebaynya dengan Doni. Tetapi kalau dibandingkan Doni jelas lebih bangsat sih.“Jadi bagaimana kabarmu, Aang?” Ading bertanya sembari meneliti tubuh sahabatnya itu dari atas kebawah. Fakta uniknya selain Agna yang memanggilnya Aang. Teman-teman yang cukup dekat dengannya memang lebih memilih panggilan nama itu kepadanya.“Baik, tapi tolong jangan pandangi aku seperti itu.”“Memang kenapa? Aku cuma mencari apa yang kurang darimu setelah lama kita tidak bertemu,” Ading langsung memberi penjelasan dan matanya pun masih saja mengamati Angga.“Aneh,” gumam Ading kemudian.Tetapi rupanya suara gumaman itu

  • Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian   Terpesona

    Pintu di depan Angga terbuka sebelum dia sempat mengetuk pintu sekali lagi. Tetapi bukan karena kecepatan sang pemilik rumah yang membuat dia terkejut, melainkan penampilannya. Angga hampir tidak mengenali wanita yang berdiri dihadapannya sekarang karena dia terlihat sangat amat berbeda dengan perempuan yang Angga temui beberapa waktu lalu. Bahkan sempat terpikir olehnya jika dia mengetuk pintu yang salah. Namun pikiran tersebut langsung sirna begitu saja setelah dia mendengar suara sang wanita.“Kau ini kenapa, hey?”Angga menelan ludah sebelum dia bisa menjawab dengan cara yang normal. “T—Tidak apa-apa kok.”Riri tampak tidak puas dengan jawaban pria itu, tetapi alih-alih mendebatnya seperti biasa kali ini dia memilih untuk tidak mempertanyakan sikapnya yang menurut Riri sangat aneh. “Baguslah kalau memang begitu,” katanya. “Mau berangkat sekarang?” Angga menganggukan kepala mengiyakan. Dia pun menjulurkan tangannya dan Riri langsung menyelipkan jemarinya disana, berpegangan pada le

  • Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian   Gila-gilaan

    Angga mengungkung tubuh Riri yang langsung mengangkang dengan senang hati, kaosnya disingkap ke atas memamerkan buah dadanya yang kenyal dan bergoyang-goyang seperti pudding. Mereka berciuman dengan pinggul Angga yang sudah bekerja kembali. Tusukannya bahkan mengencang hingga kulit mereka bertepukan dengan suara yang menggema di dalam ruangan. Biji kembarnya menabrak pantat Riri yang membuat si pria tambah geli.Angga mendongakan kepala, menikmati sendiri sodokan yang dia ciptakan sembari dijepit rapat oleh otot vagina Riri. Wajahnya terlihat sangat erotis dan seksi. Di bawah dominasinya, Riri mendesah lagi dan milikny berkedut hanya karena melihat ekspresi wajah yang Angga buat saking keenakannya dia. Lelaki itu memang tipe-nya sekali sih.“Ahhh… enak bangsat… milikmu memang paling nikmat Riri…”“Nghh… lebih cepat, mentokin… hngggg…”Riri meremas payudaranya sendiri, merasakan genjotan Angga kembali pada speed utamanya. Begitu cepat hingga membuat gesekan diantara kulit mereka dan ku

  • Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian   Main Yang Agak Ribut

    Bibir Riri dikecup sambil dua jari Angga langsung masuk ke dalam lubangnya. Meskipun sudah dia masuki berulang kali, tetapi saja lubang itu masih terbilang sempit. Jangankan hanya dimasuki penis, bahkan kepala bayi saja pun tidak bisa menghilangkan seberapa elastisnya lubang peranakan wanita. Angga suka sekali fakta yang satu itu.Jari Angga bergerak konstan menusuk sampai ke dalam. Diputar, ditekuk guna menggaruk bagian dalamnya yang gatal. Desahan Riri terdengar dua kali lipat lebih merdu daripada wanita yang pernah dia kerjai. Kepalanya pun kini sudah menelusup di bawah ketiak Riri, menyingkap kaosnya supaya dia bisa menyusu pada wanita itu.Beruntung tangan Angga itu terbilang panjang. Posisi begini pun tusukannya pada lubang Riri tidak juga mengendur. Mulutnya menggigit, melumat dan menjilat kenyal puncak payudara Riri. Suaranya terdengar basah dan begitu erotis. Riri disituasi ini lagi-lagi hanya bisa menjambak rambut Angga dan yang sebelahnya meremas payudaranya sendiri yang me

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status