LOGIN“Think about it," Trapping her between his arms and the chair, he continued. "I’m giving a once in a life time deal, Noelle,” Purposely, he leaned closer in a teasing manner and surprisingly, relished in the way Noelle shrank back. “Become my wife…be mine, and I’d give to you, whatsoever your heart desires. Money, fame, protection, you just name it and you’ll have it; Tesoro.” ~•~ Noelle is an ambitious, hardworking woman whose world crumbles when her long-term boyfriend, Jason, humiliates her by breaking up with her during their anniversary dinner. The reason? He’s found a new girlfriend, whose wealthier than she is. Heartbroken and crushed by the reality of her miserable life, Noelle drowns her sorrows at a nightclub, where she ends up sharing a night of passion with a mysterious stranger. She leaves the next morning, leaving behind only a note, assuming they’ll never cross paths again. When Noelle confides her heartbreak to her best friend, Elena, they investigate Ivette’s background and discover that her wealth stems from her uncle. With this knowledge comes about their ultimate revenge plan: seduce the powerful tycoon and teach Jason a lesson. But her plan takes an unexpected turn when she meets the infamous Wallace Castellano, who turns out to be the same man she had a one night stand with—and he’s far more than just a tycoon. As the head of Italy’s top Mafia organization, Wallace’s world is as seductive as it is treacherous. Drawn into his orbit, Noelle finds herself navigating a web of power, danger, and undeniable passion. But revenge has its price, and as secrets unravel and enemies close in, Noelle must decide: is she willing to risk her heart—and her life—for a man who could destroy her?
View More"Dua puluh juta, apa masih kurang?"
Seorang pria memberikan negosiasi kerjasama dengan pelayan yang bekerja di rumah mereka. Ramli, pria yang berusia sekitar tiga puluh lima tahun itu nampak berpikir seribu kali sebelum memutuskannya. Pria itu adalah pelayan di rumah Rangga dan Vina. Pasangan suami-istri dan sedang mencari cara untuk segera mendapatkan anak. "Tugasmu cuma satu, hamili istriku!" lanjut Rangga, suami Vina.Sang istri, Vina berdiri di samping suaminya dengan wajah tak nyaman.
Bagaimana bisa dirinya harus berhubungan intim dengan pria yang menjadi pelayan di rumahnya.
Rangga kembali menegaskan tujuannya untuk mengajak Ramli bekerja sama dengan dirinya. Karena ia tahu jika Ramli sangat membutuhkan uang untuk membiayai ketiga anaknya yang ada di kampung. "Ini untuk uang muka, setelah Vina benar-benar hamil, aku genapin semuanya menjadi seratus juta. Aku rasa yang ini sudah cukup untuk biaya anak-anakmu di kampung, bahkan lebih dari cukup. Bagaimana, kamu tertarik? Tenang saja aku tidak akan menuntutmu, setelah Vina hamil kamu bisa hidup seperti biasa, dengan satu syarat kamu harus bisa merahasiakan kerjasama kita ini. Jangan sampai ada yang tahu!" kata Rangga dengan entengnya. Ramli, pria berwajah tegas dan sedikit pas-pasan, memiliki tatapan mata yang tajam, rambut hitam ikal dan memiliki postur tubuh yang nyaris sempurna. Tubuh yang atletis bak binaraga karena pria itu pernah menjadi penjaga tempat gym di desanya. Tak ayal, ia memiliki tubuh yang proporsional dan gagah. "Tapi Pak... Apa ini tidak keterlaluan? Bu Vina adalah istri Anda. Apa Anda rela jika istri Anda disentuh oleh pria seperti saya? Saya rasa ini sangat tidak masuk akal!" sahut Ramli, berusaha untuk menjaga martabat majikannya. "Hah, persetan dengan itu semua. Kami berdua hanya menginginkan anak. Jika tidak, rumah tangga kami yang harus dikorbankan, dan aku harus kehilangan segalanya, apa yang aku bangun selama ini akan sia-sia, aku tidak mau itu terjadi!" kata Rangga dengan tegas. Vina menundukkan wajahnya, sebenarnya wanita itu tidak setuju dengan kerjasama yang diusulkan sang suami. Pasalnya, ia dan Ramli harus melewati masa-masa yang sangat intim yang tak seharusnya mereka lakukan. "Mas, kamu yakin ingin aku melakukan ini? Kok aku ragu, ya!" ucap Vina kepada Rangga, wanita cantik putri dari seorang konglomerat di kota itu. "Kita tidak punya pilihan lain. Kamu tahu Papamu ingin sekali kita segera memiliki keturunan, sedangkan kamu tahu sendiri, setelah kecelakaan itu, dokter memvonis aku mandul, tidak mungkin aku bisa memberimu anak, sedangkan aku sangat mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu, Vin! Terpaksa, kita harus melakukan cara ini!" kata Rangga meyakinkan istrinya. Vina berusaha mengerti, sang suami memang mengalami permasalahan pada sistem reproduksinya.Setelah mengalami kecelakaan dua tahun yang lalu, Rangga divonis tidak bisa memiliki keturunan, testisnya bermasalah karena terkena paparan zat kimia.
Apalagi tuntutan dari kedua orang tuanya yang menginginkan mereka untuk segera memberikan keturunan.Karena sudah lima tahun mereka menikah, nyatanya sampai saat ini Vina belum hamil juga.
Vina sendiri sangat mencintai suaminya dan tidak ingin melihat karier Rangga hancur karena pria itu bekerja di perusahaan orang tuanya. Terpaksa, Vina mengikuti permintaan sang suami. Dengan sangat terpaksa ia harus bisa menerima Ramli untuk mengisi rahimnya dari benih pria itu. Meskipun wanita itu masih ragu untuk melakukannya karena Ramli hanyalah seorang pembantu di rumah. "Oke, aku setuju melakukannya, tapi Mas, aku nggak yakin jika Ramli bisa memberikan keturunan yang bagus. Kamu tahu dia itu cuma pria dari desa. Mukanya aja muka ndeso, Mas!" kata Vina sambil melihat penampilan Ramli yang sangat sederhana. Ramli sudah merasa dirinya sedang dibicarakan oleh majikannya. Pria itu melihat dirinya sendiri.Sejenak ia mencium aroma tubuhnya sendiri yang dirasa tidak enak, cenderung bau asam dan kecut. Belum lagi celana tujuh perdelapan yang dipakainya saat bersih-bersih rumah. Nampak sekali penampilan pria itu sangat tidak menarik di mata para wanita.
"Kira-kira Bu Vina mau nggak ya dekat-dekat dengan pria kayak aku? Bu Vina kan cantik, tapi aku... Badan aja baunya kek kambing, gimana aku bisa menghamilinya?" batin Ramli dengan ekspresi bingung. Pantas saja Vina merasa ilfeel melihat Ramli. Wanita itu adalah seorang sosialita yang biasa bergaul dengan wanita-wanita kaya, apa jadinya jika dirinya hamil dari seorang pria yang cuma pelayan di rumahnya. Rangga kembali membujuk istrinya agar mau mengikuti rencananya, "Sudahlah, sayang. Ini tidak seburuk yang kamu kira. Ramli memang pelayan dari desa, tapi aku nggak meragukan kemampuannya, kalau bukan karena dia, mana mungkin aku bisa selamat dari preman-preman itu. Aku yakin sekali jika Ramli pasti bisa membantu kita. Apalagi dia sudah terbukti punya tiga anak. Paling cuma satu atau dua malam saja, kamu sudah bisa hamil!" ucap Rangga tanpa memikirkan akibat yang lain. Yang ada dalam pikirannya adalah karirnya, ia harus menyelamatkan karirnya yang sudah berada di atas. Vina pasrah, karena rasa sayangnya yang berlebihan untuk sang suami, wanita itu pun tidak bisa menolaknya. "Terserah kamu saja, tapi jangan salahkan aku jika bayi yang lahir nanti tidak mirip sama kamu, tapi mirip dia!" jawab Vina dengan wajah lemas. Rangga tersenyum sambil mencium kening sang istri. "Soal itu kamu tenang saja. Yang penting kamu hamil dan melahirkan anak. Ini adalah tujuan utama kita, kan?" kata Rangga. Lalu, pria itu kembali menghampiri Ramli yang sedang berdiri tertunduk. Pria itu terlihat panik, karena kali ini pekerjaannya bukan sembarang pekerjaan, tapi pekerjaan yang dibilang enak tapi sangat beresiko. Sedangkan dirinya sudah janji kepada anak keduanya untuk membelikannya sepeda baru. "Ramli, bagaimana tawaranku tadi? Istriku sudah setuju untuk melakukannya. Sekarang aku menunggu keputusanmu. Ingat, kamu membutuhkan uang banyak untuk menyekolahkan anak-anakmu, apa kamu juga tidak ingin membahagiakan orang tuamu, dengan uang itu, kamu bisa merenovasi rumah agar anak-anakmu tinggal dengan nyaman, nggak kebocoran lagi pas hujan. Pikirkan baik-baik tawaran ini. Aku memberikan tawaran khusus untukmu karena aku tahu kamu pasti bisa membantuku," ucap Rangga dengan tegas. Tentu saja sebagai seorang pelayan, mana mungkin ia menyentuh istri majikannya, ini adalah sebuah hal yang sangat tabu dan terlarang. Tapi, melihat bagaimana kondisi pernikahan Vina dan Rangga membuat Ramli akhirnya setuju untuk melakukan kerja sama. Apalagi Ramli seringkali mendengar Vina dan suaminya bertengkar hanya gara-gara soal anak, sehingga membuat pria itu tak tega melihat Vina yang menangis setelah pertengkaran itu. Setelah berpikir seribu kali, akhirnya Ramli bersedia untuk bekerja sama membantu pasangan itu. "Baiklah, Pak. Saya bersedia membantu kalian. Katakan, bagaimana cara kerjanya?" kata pria itu dengan lugunya. Rangga tertawa mendengar ucapan Ramli yang sangat polos. "Astaga Ramli, bagaimana bisa kamu tanyakan itu, anakmu saja sudah tiga biji, lantas kamu tanya bagaimana cara kerjanya?" kata Rangga yang tanpa sengaja Vina pun ikut tertawa kecil. BERSAMBUNG“If you don't want your nude pictures plastered on that screen,” Ivette repeated, going the extra mile to point at the huge screen at the center of the hall, with a smirk. “I suggest you follow me now.”“You…” Noelle wasn't quite sure what to say, or rather, how to feel. Was she meant to feel baffled over the fact that Jason had leaked the private photos she sent to him, for his eyes only, or, was she meant to feel surprised and panicked, that Ivette had just threatened her with those photos.Whichever two of it she was meant to, Noelle surprisingly, did not feel that way. Rather, she felt assumed. “You…you're threatening me at my own engagement party, with my own nude pictures?” She asked, finding the situation amusing, but did her very best to keep her smile at bay.Ivette nodded boldly, crossing her arms with a smug look on her face. “Exactly. I won't repeat myself again, so come along.”Noelle watched as she turned and began walking off without even waiting for a response. She c
Saturday had breezed by faster than Noelle expected. One second, she was waking up, contemplating if she still wanted to go through with this and the next, she was throwing on the white dress she had picked out, and hopping into the car Wallace had sent to pick her up.The drive to the event center was a silent one, allowing Noelle stew in her growing nerves. It wasn't everyday she did something like this, an engagement ceremony, mostly, with all sorts of influential and rich people surrounding her.She wasn't a social person and the thought of mixing up with many people alone was already tiring her out, but her motivation, the date circled with a red marker, payment date for Adrian Black’s loan, was enough to keep her going.The car soon came to a stop in front of a magnificent event hall. The outside alone, said tons about what the inside was going to be. Castle like structure with highrise and glass finishing. Noelle’s astonishment for the place was clear as Khalid held the door op
Less than forty eight hours had passed when Khalid showed up at the door, carrying with him, a bunch of expensive looking dresses, nearly hung on a rollable hanger.Noelle, standing by the open door, surveyed the dresses with clear surprise written across her face. When Wallace had said he was going to send Khalid with dresses from her to pick from, she didn't think it was going to be This much.“Mr. Castellano sent me,” Khalid stated the obvious, pointing in the direction of the dresses behind afterwards. “He'd like you to pick out a dress. May I come in?”Politely spoken, Noelle noted as she nodded and took a few steps back, granting the assistant entrance into her apartment.Elena wasn't home today, haven woken up in the early hours of the day to get ready for an even Noelle couldn't quite make the name out from all the mumbling and mindless words she said when getting ready, so, letting Khalid in with the dresses wasn't going to to any sort of inconvenience.Once Khalid had rolled
Nearly five minutes has passed since Elena walked in on the rather confusing scene. All three of them were now seated in the living room, with Wallace beside Noelle and Elena sitting across from them, scrutinizing their very being at any given chance.“So,” Elena began at last, breaking the silence. Neither of them had spoken after Noelle promised to explain the situation as soon as they were seated, yet, had said nothing up until this point. “Are you going to start explaining or should I start questioning?”“I…I'll explain.” Noelle said with a sigh. Taking a few seconds, she thought of the best and easiest way to explain this, but realized, there was no way. So, she went straight for it. “This…this is Wallace. Wallace Castellano.” She introduced.The male in question, flashed a friendly smile, accompanied by a nod of acknowledgement and did nothing else. However, he didn't need to. Even when he sat beside Noelle, looking all composed and aristocratic, he still managed to give off a
The first visitor to drop by, although unexpected, wasn't as unpleasant as the second one.With a scowl on her face, Noelle didn't think twice to try and slam the door in the face of her ex, scumbag boyfriend, the moment she opened it and saw he was the one standing there.“Noelle,” Unfortunately,
Surprise washed over Noelle's entire expression as she looked at the man in front of her.For a second, she was speechless. “How…why are you here?” She eventually asked.“I heard what happened with my mother,” Wallace started. The sound of his voice was surprisingly smooth and when he stepped forw
The ‘dinner’ was already in full swing by the time Wallace walked in. The large wooden dining table, the very same one he recalled having enjoyed dinner at when he was younger, was decorated from top to bottom with different varieties of food, and at the head of the table, sat his mother.Composed
Walking out of her mother's room, Noelle gasped in surprise when she nearly ran into a tall figure standing in front of the room.“C-Caiden,” The name rolled off her lips with relief as she looked up and met the eyes of her close friend, former neighbor and now, her mother's doctor.The male smile






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.