LOGINThe romance between two people at work isn't a bad thing as long as they share the same feelings. While Zack lives his life to the fullest, Monic tries to lead a peaceful life despite Zack messing with her peaceful life by taking her anywhere every day.
View More“Tuhan menciptakanmu dengan rahasia Braille di dalamnya, harus buta dulu untuk bisa melihat kebenaran yang tersembunyi. Meski ada cinta dan kerinduan di ujung semesta hatimu, tunggu sampai aku lumpuh agar bisa mencapainya,” sambil berujar demikian, dia melepas tangan gadis yang sejak awal sudah terisak, dan perlahan mundur tanpa melepas pandangan.
“Tapi, tak perlu tuli untuk mendengar pengakuanku!” Sebaliknya, si gadis dengan tegas berujar saat tubuh itu berbalik sempurna, “Aku jatuh cinta pada Bobby Alexander, Appa.”
Pengakuan tersebut meluncur lancar lengkap dengan air mata yang terus menganak sungai melewati gundukan pipi tembamnya, perempuan muda itu memaksa sang pria kembali terpasung di tempat. Kesulitan bergerak walau hanya untuk mengayunkan sebelah kaki, gemuruh di balik dada mewakili perasaan sesungguhnya. Kontras dengan raut serta sikap yang tengah dipertontonkan.
Bobby Alexander, pria 39 tahun tersebut hanya mengatur napas sembari memejamkan mata. Dari sudut terlihat air menggenang, luruh sekalipun dia merupakan orang dewasa yang tangguh. Namun, gadis di belakang sana tak boleh mengetahuinya.
Quitta Jofany, putri tunggal Bimby Princesyaila tersebut mengungkapkan perasaan tanpa ragu. Menunjukkan sisi normal seorang manusia, tetapi tidak untuk mereka yang saat ini sedang berada di halaman sebuah rumah. Bobby dituntut menjadi bijak sebagai pria dewasa, dilarang larut dalam pesona kekanakan Quitta.
Dia meniup napas dengan berat, bergerak cepat untuk menyingkirkan air mata. Tak boleh menunjukkan sisi lemah di hadapan sang gadis, pria itu kembali berbalik setelah dirasa air mata sudah bisa dikontrol dengan baik. Berdiri tegap sembari menunjukkan ekspresi datar.
“Di dalam persahabatan dan cinta ada ruang untuk antara, aku berada di sana bersamamu. Lagi pula, kamu adalah putri dari wanita yang hingga detik ini masih sangat menguasai hati. Jadi, perlukah aku minta maaf untuk cinta tanpa akhir terhadap ibumu?”
Quitta membeku, dia merasakan tikaman kali ini jauh lebih sempurna menyerang bagian terlemah dalam diri. Semua sendi penopang terasa kehilangan fungsi, lutut bahkan tak kuasa membuat tubuh itu tetap berdiri. Dia terjatuh.
Satu kaki Bobby bergeser dari tempatnya, tetapi sekuat hati menahan diri untuk tidak mendekat. Ini kesempatan terakhir, hanya butuh satu tembakan lagi untuk melukai Quitta. Dia harus bisa dan tega.
“Apa Appa akan terus begini?” tanya Quitta dengan nada bergetar disertai tangan kanan menekan dada yang terasa begitu sakit, “Hanya karena Amma cinta pertama Appa, lalu aku tak boleh bersatu dengan laki-laki yang kusuka?”
Kerumitan ini tak wajar, bagaimana seorang Quitta yang jelas-jelas dibesarkan olehnya jatuh cinta? Terlebih dengan status Bobby yang mencintai sang ibu di masa lalu, pria itu bahkan mengorban apa pun demi wanita yang melahirkan gadis tersebut, termasuk menjadi ayah pengganti selama lima tahun.
Mustahil! Bagaimana Bobby akan menghadapi Bimby dan Jofan? Dia bahkan bersaing dengan pria itu di masa lalu, berkelahi hanya untuk merebut hati wanita yang melahirkan Quitta. Satu-satunya langkah terbaik memang menghilang, lenyap seperti buih di lautan.
“Quitta, kamu dan aku adalah ayah-anak. Begitu konsepnya, jangan mengubah fitrah yang sudah Tuhan tetapkan.” Bobby masih menguatkan diri untuk terus bernada datar sekalipun gempuran tanpa logika mencoba meruntuhkan pertahanan, dia masih menempatkan akal sehat saat ini. Entah jika waktu diulur lebih lama lagi, bisakah dirinya terus bersikap munafik?
“Ah, ayah dan anak. Begitu?” Quitta menyeka air matanya sembari tersenyum misterius, “Lalu, apa Appa ikut andil dalam proses pembuatanku di masa lalu? Bahkan, Appa datang saat Amma menikah pura-pura dengan Appa, menjadi orang ketiga yang sangat menyedihkan kala itu. Apa aku salah?”
Quitta semakin lancar mengatakan semua kisah kelam di masa lalu, mengenai dirinya yang memang begitu menginginkan Bimby. Namun, harus mengalah ketika cinta tak berpihak, melepas wanita hamil itu untuk sang sahabat. Tak disangka jika gadis di depannya menghafal rekam jejak tersebut dengan baik.
“Appa, jika perasaanku salah dan keputusan kalian benar, bagaimana aku harus melupakan dan meniadakan keinginan kuat dalam diri? Semua orang menyebutnya sebagai kegilaan, hanya sikap cari perhatian yang kekanakan karena kita terpisah selama dua belas tahun. Jika memang semua itu benar, bisakah seseorang membuka batok kepala dan mengeluarkan otak yang menuntun ingatan selalu pada Bobby Alexander?”
“Kamu mengingatku karena aku adalah ayah asuhmu, pria yang memang wajar dianggap cinta pertama karena sejak lahir hingga usia lima tahuan hanya ada aku di depan matamu.” Bobby masih menyangkalnya, menganggap semua ucapan Quitta sebagai keinginan ambigu seorang anak yang tengah mencoba mendapatkan perhatian.
“Jika begitu, Jo Appa adalah cinta kedua dan Than Appa merupakan cinta ketiga seorang Quitta. Begitu konsepnya?” tanyanya masih dalam posisi berlutut, “Kalau lima tahun saja kebersamaan kita sanggup membuat aku yakin bahwa perasaan ini bukan seperti yang Appa katakan, apa kebersamaan dua belas tahun dengan Jo Appa akan menjadikanku sebagai pelakor karena kemungkinan jatuh cinta padanya lebih besar?”
Lidah Bobby kelu, dia kesulitan berujar sekarang. Usianya sudah 17 tahun, menjelma gadis dengan kecantikan yang mengimbangi pesona sang ibu. Jika ujung kerinduan dari perpisahan hanya untuk menciptakan spasi bernama ‘antara’, seharusnya Tuhan tidak kembali mempertemukan mereka. Melihat Quitta sesedih ini hanya menciptakan rasa bersalah paling buruk dalam dirinya.
“Quitta, dengarkan appa. Ini bukan hanya tentang jatuh cinta yang terlarang, tidak pula mengenai kecaman publik jika sampai kita benar-benar bersatu. Tanpa perlu kujelaskan, apa derita tak bisa kamu pindai dengan benar? Appa mohon, jangan menenggelamkan kesempatan hidup bahagia hanya karena keinginan yang akan membuat semua orang terkena imbasnya. Bagaimana dengan Jo Appa? Perasaan amma? Kamu sudah memperhitungkan semua itu?”
Quitta terpekur, dia hanya memandang lembut wajah pria yang mulai menunjukkan sisi putus asanya. Seketika mengerti, Bobby jauh lebih terluka saat ini. Semua orang bahkan menganggapnya sebagai lelaki tak tahu malu yang memanfaatkan cinta seorang gadis belia.
“Apa dia akan terus memanjakan Quitta dengan meladeni sikap kekanakan anak itu? Bukankah dulu Bimby tinggal bersamanya? Sangat menjijikkan sekali, serakah!”
“Apa Bobby tak tahu malu? Setelah mengejar ibunya, anak sekecil Quitta pun diembat.”
“Bukankah dia Psikolog? Jangan-jangan psikisnya terganggu!”
Quitta membisu ketika semua kecaman justru ditujukan pada Bobby oleh semua kerabat, mereka menempatkan dirinya pada posisi aman. Padahal sangat jelas jika dia yang sangat ingin berjodoh dengan sang ayah asuh, mengejar hingga ke tempat lelaki tersebut mengajar. Kembali pulang ke negara ini hanya untuk mewujudkan impian konyol bersama pria yang ia yakini sebagai cinta sejati sejak masih kanak-kanak.
“Appa, apa memang tak ada jalan untuk kita?” tanyanya dengan nada memelas yang hanya direspons dengan gelengan tegas oleh Bobby, “Kalau begitu, apa Appa hanya menganggapku anak asuh?”
“Iya.”
“Enggak pernah menganggapku sebagai wanita?” Quitta kembali bertanya untuk memastikan perasaan sang lelaki yang hanya kembali menimpali dengan gerakan kepala ke kanan dan kiri, “Sedikit pun?”
Bobby tak bergerak, dia hanya tertunduk. Mana mungkin hanya menganggap Quitta sebatas anak asuh ketika dirinya masih normal? Hanya saja, Tuhan masih menginginkan dirinya sebagai second lead di kehidupan, belum saatnya menjadi tokoh utama.
Takdir yang jahat, menempatkan perasaan tidak semestinya begitu saja. Jatuh cinta dua kali, itu pun pada ibu dan anak. Butuh waktu lama untuk bisa move on dari cinta pertama. Sekalinya kembali merasakan debar berbeda, justru pada Quitta—putri kandung dari cinta pertamanya—.
‘Quita, aku sangat mencintaimu. Jika saja bisa kuteriakkan sekarang, pasti kulawan hukum alam. Namun, kamu berhak hidup tenang, tanpa cibiran dan hinaan dari orang-orang. Kalian sama, kamu dan ibumu akan terus menjadi wanita-wanita tak tergantikan dalam kehidupan Bobby Alexander. Maaf, aku harus mencintai dengan menyakiti. Demi kalian, kamu dan Bimby berhak bahagia tanpa bayang-bayang rasa bersalah. Bagaimana bisa aku menjadi menantu dari cinta pertama? Selamat tinggal, Quitta. Semoga pria baik dipersiapkan sebagai penggantiku.’ Bobby membatin sebelum memutuskan berbalik sempurna, dia mendongakkan wajah hingga air mata yang menggenang sedikit tertahan.
Pria itu benar-benar telah berbalik, meninggalkan Quitta yang kembali terisak seorang diri. Kalau ini mengenai konsep cinta sejati, Bobby memiliki teori sendiri. Dia sudah terbiasa dengan luka dan kecewa, hanya masalah waktu untuk proses penyembuhannya.
Jika melupakan Bimby butuh 17 tahun untuk mampu menerima cinta yang lain, entah berapa tahun lagi dirinya akan berhasil membuka hati untuk pengganti Quitta. Ah, pria bernasib malang itu memang hanya Second Lead yang menyedihkan, gagal lagi menemukan tambatan hati. Hanya tercipta sebagai jembatan bahagia bagi orang lain.
***
Amanda POVUntil now I'm still restless, I know it hurts Sykes when mommy said that, and I know she was hiding it while they were talking, if only I had woken up and been there while she was talking, I wish could have at least defended her."Are you really alright?" He smiled while staring at our children who were sleeping soundly."I'm fine," he said calmly."Can you tell me what's going on inside your head" he laughed at what I said and I hugged him while looking at his handsome face."It's just that I was sulking with mommy earlier when it was just the two of us talking it feels like she's done already with me as if she's done using me and she's going to throw it away" there finally he said it so I kissed him on his jaw so he looked at me."Babe, I know mommy and daddy did something wrong, but they already told you right already earlier that they made a mistake, let's just forget it okay" he nodded."But I think you need to talk to mommy" he smiled then hugged me."im fine don't wo
Sykes POVI look at Aaron and I don't understand him"Aaron I don't understand why would I do this?" I was about to ask him."His right sykes, Aaron's right, we have been waiting for weeks but nothing is happening, your mom just keep shopping we are not getting anything from her, Amanda can't stay in her hideout anymore" I look at them."Are you sure this will work?" They both nodded at me."I found out that your mommy has a brother with another man, and he is Darren, all this time he cheated on uncle Kim, she only wanted money Sykes, but I already did that in a way, I already got what's for Chloe, if it was then I will obey you, not now, now I already know everything," Aaron said angrily, we still don't know if he and Amanda are really siblings since he said he also did a DNA test but it takes months but right now, they were processing looking for Amanda. it's hard to find him, we don't have any clue, we don't have any traces, and im so scared because he might be gone, what might he
"SYKES" I turned around and saw the man I didn't recognize until later, he approached Sykes and shook his hand."Hi uncle" he greeted uncle won ryu and he just smiled then he looked at me then we both seemed to stare at each other but he smiled then looked at Sykes with surprise but i just smiled at him."Didn't I say we will go to you" Aaron scratched his head."Im just excited to see Amanda" I suddenly smiled but Sykes suddenly pushed me away so Aaron and I both smiled."She's Amanda, Aaron the one I talk about," Sykes said with a smile but you know the one with bitterness he smiled then looked at me again while reaching out his hand so I reached for it."Aaron im Chloe's boyfriend" he introduced to me and when I held his hand I was like electricity again."Amanda" we were both restless so I swallowed."Are you both okay?" Sykes asked us so I turned to him."I'm fine" I let go of his hand and he did the same, he smiled at me again, I'm really paranoid, I don't know why I feel this i
Mama asked for a week to be with her son so I agreed and just left them,"Where is my dad?" I asked him."As far as I know, your father died in war and while your mother was giving birth to you, she died and left you to me"I just smiled mischievously, I think Sykes is the only luck in my life.I held my breath while driving home when I stopped then I thought of something, I immediately called my dad's lawyer."Hello Amanda?" he answered my call so I rested deeply."I have seen papa and mama's son Brysen, that's why I would like to transfer all the wealth that papa left to me in the name of their real son, I think this is the reason why mama is so angry with me, so please move it immediately and send it to them as soon as they know that I won't touch even a cent of their family's wealth," I said crying."Are you sure? It's a big amount, maybe you want to split it up" I shook my head."No, give everything to their real son, I don't have wealth to hold, so I hope you understand me" I hu
AmandaWe landed safely in the place that used to be Sykes' home and now we are going to their house,"Daddy, are you gonna meet Nana now?" Laron asked him and he smiled and nodded."Nana will be happy seeing you" Laron said cutely, he was the only one awake because he was so excited while his older br
Amanda's Point of ViewMy three children are right in front of me, waiting for what I have to say."Boys listen to mommy carefully okay?" they nodded at me."It's about your daddy" the three of them looked at each other."About daddy?" Laron suddenly asked so I nodded."What about daddy mommy?" Baron ask
Zack's hand was shaking a while ago, he was sitting outside the waiting area and he could see Monic inside who would have a hard time because he could only see through transparent glass, heimmediately stood up and went inside, because Monic couldn't see him because of the way it was placed that virt
Zary POV (Zack Twin Brother)I took a good look at my brother now that he was drinking tequila. How many more bottles did he have? Six? I don't know how but this guy is such a dumb-ass. I returned to Lica's room, My cousin. He just came back from the states."Lica, what's the news now?" I sat on his b












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.