Beranda / Romansa / Sepanas Belaian Mantan Kekasihku / 68. Kecupan Basah di Leher

Share

68. Kecupan Basah di Leher

Penulis: Almiftiafay
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-06 17:09:19
“T-tidak di sini, Leon,” cegah Brianna dengan cepat.

Ia menjauhkan kepalanya agar Leon tak terus memberi ciuman. Bagaimanapun, mereka sedang ada di luar ruangan sekarang.

“Jadi?”

Brianna menoleh ke belakang. Hanya sepersekian milimeter yang membuat hidung mereka nyaris bersinggungan.

“A-ada yang ingin aku tanyakan,” kata Brianna, menahan diri agar tak tenggelam dalam pesona iris biru Leon yang tampak sangat berkilauan.

“Apa?”

“Sejak malam itu, kamu masih belum menjawab pertanyaanku soal siapa Fiona, dan kenapa kamu bilang kalau dia bukan selingkuhanmu dulu?”

Harusnya Leon ingat, sejak di hotel, kemudian pada pertemuan mereka di depan rumahnya malam itu, Leon masih belum memberinya kejelasan.

“Bisakah sekarang kamu hanya memikirkan kita berdua saja? Aku membawamu sejauh ini tidak untuk membicarakan orang lain, Brie ....”

Bibir Leon mendarat ringan di pipi Brianna. Tangannya berpindah ke sekitar pinggul, dan sedikit memberi dorongan saat berujar, “Ayo keluar dulu, kamu kedingina
Almiftiafay

haloo, maaf terlambat yaa akak semuanya 🤗 terimakasih sudah membaca 🤭

| 10
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Tyo Inginsetia
hemmm semoga briel cepat hamil kan bisa nikah
goodnovel comment avatar
Eva
Apakah setelah ini bab nya panas thor? Hihihi
goodnovel comment avatar
leo azzura
belum ada ungkapan cinta dr Leon nih ??
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   76. Percintaan Tanpa ‘Pengaman’

    “Brianna!”Suara Katie terdengar di ambang pintu, kental akan kepanikan sebelum ia menyusul Brianna masuk ke dalam kamar mandi dan mengusap punggungnya.“Kamu kenapa, Brie?”“Hukk—“Brianna tak menjawab, ia masih sibuk dengan gelombang yang memilin lambungnya dan membuatnya mual.Isi perutnya tumpah di dalam closet dan itu membuat Katie cemas.“Asam lambung?” terka Katie sekenanya, barangkali juga tidak tega melihat wajah Briana yang sudah sepucat dinding.Katie menekan flush, membantu Brianna bangun setelah muntahnya selesai. Membiarkannya untuk berkumur dan barulah mereka meninggalkan kamar mandi.“Istirahatlah, Brie,” pinta Katie saat Brianna duduk di tepi tempat tidur.“Iya.”“Kamu sepertinya terlalu banyak pikiran. Tidurlah, aku belikan obat dulu.”“Terima kasih, Kat.”Katie mengangguk sebelum menjauh darinya. Suara langkahnya menghilang di luar kamar, menyisakan Brianna yang terdiam dalam lamunan.Pandangannya tertuju pada kalender kecil yang ada di atas meja, saat Brianna mempe

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   75. Tim Brianna Vs Semua Orang

    “Jangan memperkeruh suasana!” tegur Katie, menoleh pada dua orang perempuan yang menatap Brianna penuh ejekan.“Apa yang kami katakan memang benar, ‘kan?” balas salah satunya. “Dia memang menggoda Leon untuk mendapatkan semua ini.”“Kalau dia memang kompeten, harusnya tidak ada hubungan lebih dari partner kerja!”Telinga Brianna memanas mendengar semua cecaran itu. Ia meletakkan ponselnya dengan sedikit kasar ke atas meja sebelum bangun.Ia berjalan menghampiri dua rekannya itu. Melangkah dengan tenang meski batin bergejolak penuh amarah.“Brie,” panggil Katie. Matanya mengisyaratkan agar ia tak terlalu dekat.Tapi karena mereka yang memulai lebih dulu, maka baiklah ... Brianna akan membalasnya.Stiletto yang ia kenakan berhenti terdengar saat tiba di dekat pintu. Kedua tangannya bersedekap, dagunya sedikit terangkat. Brianna menunjukkan senyum meremehkan seperti yang mereka lakukan.“Kalian bilang apa tadi?” tanyanya. “Kalau aku kompeten tidak akan ada hubungan lebih dari partner ker

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   74. Pecahnya Skandal Panas

    “Pak Leon,” panggil Ricky, meraih tangan Leon setelah suara gebrakan menggema lantang membungkam ruang rapat. Melihat dari sepasang telinganya yang memerah, Ricky tahu Leon sudah dikuasai oleh amarah. Terlebih, kalimat Josh yang barusan seperti terang-terangan melontarkan penghinaan untuk Brianna. Ricky khawatir ini akan memengaruhi Leon dan bagaimana RN Empire ke depannya. Hal yang harus mereka lakukan sekarang ini adalah menjauh dari keributan, dan memikirkan solusinya. “Ulangi sekali lagi!” Leon bangkit dari duduknya, menepis tangan Ricky. Mata birunya membara menatap Josh yang bergerak tidak nyaman di tempatnya berdiri. Tak ada yang berani bicara, ruangan senyap, jauh dari kebisingan yang beberapa saat lalu mereka lontarkan. Sebelum berubah kacau, Ricky membereskan dokumen yang ada di atas meja dengan cepat, berbisik pada Leon, “Akan semakin kacau kalau Anda marah di sini. Sebaiknya kita keluar.” Ricky tak menunggu persetujuan Leon, pemuda itu meraih lengan tuannya yang ber

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   73. Bekas Cakaran di Leher

    Di balik meja kerjanya, pagi ini Leon menerima email balasan dari Brianna terkait persetujuannya untuk project yang ia tawarkan beberapa hari yang lalu. Karena tidak melalui Arcadia dan disampaikan padanya secara langsung, Brianna memberitahukan untuk menunggu sebentar. Ia akan membicarakannya dengan kepala cabang dan pihak-pihak yang terkait. Ia meraba leher belakangnya, seperti yang dikatakan oleh Fiona tentang bekas cakaran di sana, Leon baru menyadari bahwa itu pasti karena Brianna yang melakukannya. ‘Pantas rasanya perih saat mandi,’ gumamnya seorang diri. Leon mengangkat wajahnya saat mendengar suara langkah yang mendekat. Ricky, pemuda itu meletakkan beberapa map di atas meja seraya berujar, “Meeting dengan penilai independen dalam setengah jam, Pak Leon. Mereka bilang akan ada agenda tambahan.” Kedua alis Leon seketika terangkat, “Agenda tambahan?” “Iya.” “Apa itu, Rick?” “Saya belum mendapat informasi soal itu,” jawab Ricky. Leon mengangguk sebelum bangkit dari kursi

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   72. Laki-laki di Seberang Rumah

    “Laki ... laki?”Katie mengangguk, membenarkan Brianna yang rahangnya menegang.Brianna mendorong napas, menyentuh garis dagunya yang terasa nyeri. Baru saja ia lakukan itu, mendadak tangannya ditarik oleh Katie.Brianna nyaris kehilangan keseimbangan saat temannya itu menatap cincin yang ada di jari manisnya dengan kedua mata yang melebar.“Woah … ini cantik sekali, Brie,” pujinya.“Benarkah?”Katie mengangguk, “Iya. Harganya pasti mahal. Di mana kamu membelinya?”Brianna mengerjap beberapa kali, menyusun kalimat kebohongan untuk menutupi kebenaran dari siapa cincin itu berasal.“A-akan aku antar kamu tempatnya nanti kalau mau beli.”“Hm … mungkin aku baru bisa membelinya setelah karirku berjalan sepanjang karirmu, Brie.”Brianna tertawa, mencubit pipinya.“Kalau begitu ayo kita bekerja lebih keras. Aku ada project baru dengan RNE.”“Serius?”Brianna mengangguk, “Iya.”“Project apa?”“Nanti kita baca, sekarang makan dulu bagaimana?”Katie mendengus, tak bersemangat, “Aku penasaran de

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   71. (++) Bagian Sensitifmu

    Brianna sudah merencanakan ini, ia akan kembali setelah memastikan Katie tidak di rumah. Temannya itu sebelumnya mengatakan ia sedang berada di apartemen milik salah satu bawahannya yang bernama Mia.Sehingga sebelum akhir pekan benar-benar usai, Brianna sudah tiba di depan rumahnya.Sedan milik Leon berhenti sekitar pukul lima sore hari, pria itu membawakan barangnya masuk dan meletakkannya di sofa ruang tamu.“Terima kasih,” kata Brianna, menghampiri Leon setelah meletakkan makanan yang ia bawa ke ruang makan.Leon mengangguk tak keberatan sebelum bertanya, “Jam berapa Katie akan datang?” “Katanya sebentar lagi.”Leon mengedarkan pandangannya sejenak sebelum melangkah pergi dan Brianna mengantarnya hingga ke teras.Pria itu berhenti, menatap lurus ke rumah seberang jalan.“Kamu benar-benar belum pernah melihat siapa yang tinggal di sana?” tanya Leon.“Belum. Aku dan Katie sudah menunggunya beberapa kali sampai malam. Tapi dia tidak pernah datang.”Helaan napas Leon terdengar dalam

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status