เข้าสู่ระบบLeena Laudya, 23 tahun. Gadis yatim piatu, harus menelan pil pahit setelah malam panasnya dengan pria asing. Tak disangka, pria itu ternyata adalah dosen baru di kelasnya. Zayn Vaughan, 29 tahun. Rahasia malam panas itu menjadi ancaman bagi reputasi akademik yang selama ini susah payah dibangunnya. Demi mengamankan posisi, Leena menawarkan kesepakatan pada Zayn. Dibalik malapetaka yang mengintai, mungkinkah ada rasa yang tumbuh diam-diam, atau justru jadi awal kehancuran tanpa sempat memulai?
ดูเพิ่มเติม“Lagi-lagi Pak Zayn!”Gumaman itu meluncur begitu saja dari mulut Arin, refleks begitu telinganya menangkap jelas ucapan Leena.Arin yang tadinya menatap ke sembarang arah, menoleh cepat. Rahangnya mengeras seketika, tatapannya menyalang merah. Napas gadis itu tersengal, seolah gumaman Leena membuka celah yang ia tutupi.Hening sejenak. Lalu tanpa bisa ditahan lagi, Arin kembali melontarkan kalimat yang lebih tajam kepada Leena. “Emangnya lo punya apa sih, Na, sampai semua orang penting di kampus ini harus banget memprioritaskan lo?!”Leena yang tadinya hendak melengos, kembali tercekat oleh seruan itu. Tanpa sadar, sikap Arin tampak seolah mengakui sesuatu yang sebelumnya ia sangkal-sangkal. “Arin…?” Suara Leena bergetar tipis, sambil berusaha tetap mempertahankan sisa ketenangannya. Setelah itu, tiba-tiba Arin terkekeh sumbang. Gadis itu melangkah maju untuk kembali memangkas jarak di antara keduanya.“Iya! Semua itu ulah gue! Puas lo?!” Arin akhirnya meledak. Pertahanannya runtu
‘Kepo dikit, nggak masalah kan ya?’Di tempatnya, batin Leena masih komat-kamit. Rasa ingin tahunya semakin memuncak. Dari ekor matanya, Zayn sadar dengan gelagat aneh Leena yang sudah condong ke arahnya. Senyum geli sempat muncul, tapi ia tahan. Pria itu sengaja menjeda ucapan sebentar sebelum kembali fokus ke panggilan. “Oke, saya mengerti. Kirim juga semua detailnya ke email saya sekarang, biar bisa saya tindak lanjuti langsung ke rektorat dalam waktu dekat,” ujar Zayn tegas.Begitu selesai, ia menekan tombol merah di kemudi untuk memutus sambungan. Hening sepersekian detik, sebelum Zayn tiba-tiba menyeletuk tanpa menolehkan pandangan dari jalan.“Nggak sopan tau, nguping obrolan orang. Kalau mau tau, mending hadap sini sekalian!”Merasa tertangkap basah, raut Leena langsung merona. Dengan gerakan cepat ia melempar kembali tubuhnya ke sandaran jok dan kembali merapat ke jendela.“Dih, siapa juga yang nguping. Lagian bukan urusan saya,” elak Leena ketus sambil memalingkan wajah de
“Ughhh…” Tanpa sadar Leena melenguh halus saat merasakan telapak tangannya tengah memeluk sesuatu yang lembut dan hangat. Jemarinya meraba secara acak, tapi kesadarannya belum pulih.Barulah ketika kesadarannya terkumpul, otak Leena dihantam realitas. Ia buru-buru membuka mata dan sadar kalau posisi tubuhnya melintang jauh, melewati benteng guling dan selimut yang semalam disusun sendiri.Deg!Spontan. Leena langsung tersentak bangun sampai terduduk tegak. Dengan rambutnya yang acak-acakan seperti singa, ia menelisik panik ke sisi kanan ranjang.Sisi kasur sebelahnya masih tampak rapi. Ternyata yang ia peluk tadi hanya guling pembatas yang kini sudah koyak oleh polah tidurnya sendiri.“Eh? Loh… Pak Zayn nggak tidur di sini?”Heran, Leena kaget sekaligus lega saat mendapati dirinya tidur sendirian di kamar utama sang dosen. Ia menggaruk pelan tengkuknya dengan raut bingung.Leena kemudian mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan. Saat manik matanya tertuju pada sofa panjang di sebe
“A—anu, Pak… kamarnya…?”Leena menghentikan langkahnya tepat di ruang tengah apartemen yang luas itu. Ia menatap Zyan dengan raut memelas, memastikan apa dirinya benar-benar akan satu ranjang dengan sang dosen.Mendengar itu, Zayn yang sibuk melonggarkan dasi hanya menoleh sekilas dengan santai. “Kamar yang kemarin kamu pakai.”Zayn kemudian melengos begitu saja menuju dapur, meninggalkan Leena yang mematung di tempat.‘Gila! Ini beneran kita bakal tidur satu ranjang kah?!’ bisik Leena panik dalam hati.Jantung Leena semakin tak karuan membayangkan berbagai skenario. Namun, karena tubuhnya sudah terasa sangat lengket, ia mengesampingkan kepanikannya sejenak.‘Ah, gue pikirin nanti deh! Yang penting sekarang gue harus mandi dulu biar otak waras,’ batin Leena pasrah.Hembusan napas panjang akhirnya Leena loloskan. Ia menyeret kakinya masuk ke kamar utama milik sang dosen.Setelah beberapa saat, Leena selesai mandi. Gadis itu sudah tampak jauh lebih segar dalam balutan setelan piyama len
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
ความคิดเห็น