Share

Keajaiban Dunia Medis

Penulis: Zhu Phi
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-10 20:30:35
Bangku-bangku kehormatan bergetar hebat oleh kemampuan medis Jason yang mustahil dilakukan oleh tabib lainnya.

Seorang bangsawan Kerajaan Genma berdiri terlalu cepat sampai kursinya terjungkal ke belakang. Jubah kebesarannya berkibar, napasnya tertahan di tenggorokan. Dari sisi lain tribun, utusan Widyaloka ternganga tanpa sadar—mata mereka membelalak, mulut setengah terbuka, seolah baru saja menyaksikan hukum alam dipatahkan di depan mata.

Di sudut-sudut arena bawah tanah, para agen intelijen saling bertukar pandang. Jari-jari bergerak cepat di balik lengan baju, kode-kode rahasia berpindah dalam kedipan mata. Informasi ini… terlalu berbahaya untuk dibiarkan tinggal di satu tempat.

Di lantai atas, Ratu Athena bangkit dari singgasananya.

Gaunnya berdesir pelan saat ia berdiri, namun wajahnya memucat—bukan karena takut, melainkan karena keterkejutan yang begitu murni hingga menusuk tulang. Matanya yang biasanya tenang kini bergetar, terpaku pada sosok Jason di bawah sana.

“Teknik… apa i
Zhu Phi

Bab Utama : 3/3 selesai. Bab terakhir hari ini... selamat beristirahat.

| Sukai
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sistem Medis Dokter Jenius Masa Depan    Racun dan Kutukan

    Vardos menelan ludah. Tenggorokannya terasa kering, pahit. Ingatan lama yang seharusnya terkubur mulai bangkit—tentang seorang tabib muda dari desa yang pernah memecahkan masalah-masalah mustahil, tentang taruhan toko herbal yang dimenangkannya dengan telak, tentang fitnah yang ia lemparkan demi menyelamatkan dirinya sendiri.Tentang malam ketika Jason nyaris mati.Tentang perintah Ratu Safira.Tentang pengkhianatan.“Jangan terpancing,” gumam Vardos, lebih kepada dirinya sendiri daripada Asher. “Dia hanya menggertak.”Namun Asher tahu—ini bukan gertakan.Aura emas gelap Jason tidak liar. Tidak meledak-ledak seperti aura pembunuh. Justru itulah yang membuatnya menakutkan. Aura itu tenang, terkontrol, seperti ruang operasi steril… sebelum pisau pertama menyentuh kulit.Wasit tua itu kembali melangkah maju, kali ini lebih berhati-hati. Suaranya bergetar, namun ia tetap menjalankan tugasnya.“Babak kedua—Racun dan Kutukan.”Ia mengangkat tangannya.Formasi kuno di lantai arena menyala, b

  • Sistem Medis Dokter Jenius Masa Depan    Keajaiban Dunia Medis

    Bangku-bangku kehormatan bergetar hebat oleh kemampuan medis Jason yang mustahil dilakukan oleh tabib lainnya.Seorang bangsawan Kerajaan Genma berdiri terlalu cepat sampai kursinya terjungkal ke belakang. Jubah kebesarannya berkibar, napasnya tertahan di tenggorokan. Dari sisi lain tribun, utusan Widyaloka ternganga tanpa sadar—mata mereka membelalak, mulut setengah terbuka, seolah baru saja menyaksikan hukum alam dipatahkan di depan mata.Di sudut-sudut arena bawah tanah, para agen intelijen saling bertukar pandang. Jari-jari bergerak cepat di balik lengan baju, kode-kode rahasia berpindah dalam kedipan mata. Informasi ini… terlalu berbahaya untuk dibiarkan tinggal di satu tempat.Di lantai atas, Ratu Athena bangkit dari singgasananya.Gaunnya berdesir pelan saat ia berdiri, namun wajahnya memucat—bukan karena takut, melainkan karena keterkejutan yang begitu murni hingga menusuk tulang. Matanya yang biasanya tenang kini bergetar, terpaku pada sosok Jason di bawah sana.“Teknik… apa i

  • Sistem Medis Dokter Jenius Masa Depan    Kutukan Roh Maut

    Sorakan di tribun khusus—yang hanya diisi bangsawan tinggi dan utusan kerajaan—mendadak tercekik di tenggorokan mereka sendiri. Udara arena bawah tanah terasa menegang, seolah batu-batu kuno ikut menahan napas.“Tidak mungkin…” “Itu jelas korban Kutukan Roh Maut…” “Bahkan sepuluh tabib kerajaan digabung pun tak akan sanggup menyentuh kasus seperti itu!”Bisik-bisik panik merambat seperti api di rumput kering.Vardos Atmaja melangkah maju lebih dulu.Langkahnya tenang, nyaris anggun. Ia berlutut di sisi tubuh pasien—atau apa pun yang tersisa darinya—lalu mengangkat satu tangan. Aura hijau gelap membungkus jemarinya, berdenyut pelan seperti denyut racun yang menunggu mangsa.Ia menyentuh dada korban, lalu leher, lalu meridian yang hancur.“Hm.”Suara kecil itu terdengar jelas di arena yang senyap.Bibir Vardos melengkung membentuk senyum tipis, senyum orang yang merasa berada di atas angin.“Kerusakan jiwa total,” katanya datar, seolah membaca daftar belanja. “Meridian kiri dan kan

  • Sistem Medis Dokter Jenius Masa Depan    Kematian Spiritual

    Napas tertahan berdesir di antara penonton terbatas—para bangsawan tinggi, tetua medis, dan utusan kerajaan yang diberi izin menyaksikan duel terlarang ini. Tidak ada sorak-sorai. Tidak ada bisikan kagum. Hanya ada ketakutan yang merambat pelan, seperti hawa dingin merayapi tulang punggung.“Tidak mungkin…” “Itu korban Kutukan Roh Maut…” “Bahkan sepuluh tabib kerajaan bekerja bersama pun tak akan sanggup...”Suara-suara itu terputus satu per satu, seolah takut mengucapkannya terlalu keras akan mengundang kematian itu sendiri.Vardos Atmaja bergerak lebih dulu.Langkahnya tenang, nyaris santai, sepatu kulitnya beradu lembut dengan lantai batu. Ia berlutut di samping tubuh pasien, telapak tangannya bersinar kehijauan—warna aura medis yang pekat, gelap, dan sarat niat tersembunyi. Jari-jarinya menelusuri dada, leher, lalu dantian yang hancur.“Hmph.”Satu dengusan kecil keluar dari bibirnya, diikuti senyum tipis yang tak pernah menyentuh matanya.“Kerusakan jiwa total,” katanya datar,

  • Sistem Medis Dokter Jenius Masa Depan    Taruhan Nyawa

    Sorakan kemenangan masih terdengar di udara Arena Tabib Dunia, bergetar seperti gema yang belum menemukan tempat untuk runtuh. Namun perlahan, hiruk-pikuk itu terkikis oleh sesuatu yang jauh lebih pekat—sunyi yang menekan dada, dingin yang merambat dari balik tulang.Arena yang barusan melahirkan legenda… kini bersiap menjadi kuburan reputasi.Beberapa tabib muda masih meneriakkan nama Jason dengan mata berbinar. Sebagian bangsawan masih berdiri memberi hormat, seolah ingin menempelkan diri pada cahaya kemenangan itu.Namun semua suara itu memudar ketika satu kalimat Jason—dingin, tegas, tanpa ruang tawar—terpantul ke setiap sudut arena:“Tiga babak. Tabib melawan tabib. Taruhannya—nyawa.”Tak ada sorak setelah itu. Hanya napas tertahan. Dan firasat buruk yang merayap ke kulit setiap orang yang mengerti arti kata nyawa dalam dunia tabib.Dan kini…babak pertama dimulai.*****Malam menelan siang tanpa ampun.Atas perintah Ratu Athena, Arena Utama ditutup. Penonton disingkirkan. Para

  • Sistem Medis Dokter Jenius Masa Depan    Tabib Sangkala

    Sorak kemenangan Duel Tabib belum sepenuhnya sirna ketika gelombang lain—lebih sunyi, lebih berat, lebih beracun—mulai merembes ke seluruh Arena Tabib Dunia.Bukan suara, bukan teriakan, melainkan aura yang merayap seperti bayangan ular di bawah permukaan air.Jason Winata merasakannya lebih dulu.Bukan dengan mata.Bukan dengan telinga.Tapi lewat naluri yang ditempa dari puluhan pengkhianatan, serangan gelap, dan masa lalu yang tidak pernah berhenti mengejar.Sistem Medis berdenyut pelan di dalam kesadarannya.[Deteksi Aura Asing][Sumber : Non-Medis][Catatan : Pola Mata-Mata]Jason berdiri di tepi arena kehormatan. Angin membawa bau darah kering, debu obat-obatan, dan dupa penyembuhan yang terbakar untuk merayakan kemenangan sebelumnya. Namun di antara semuanya… ada sesuatu yang tidak selaras.Tatapannya menyapu barisan tabib yang baru saja mendaftarkan diri untuk babak lanjutan Turnamen Tabib Dunia.Dan di sana—di antara kerumunan tabib residen Atlas—mereka berdiri.Seorang pria

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status