LOGINZoe was once a normal girl, daughter of a wealthy businessman she's never wanted for anything in her life. That all changed on one fated night! When navy seal Aiden Taylor finds a stowaway on his yacht will he be the one to save her? Is there more to the Taylor brothers than first meets the eye?
View More"Tidak semua hal yang ada di dunia ini bisa kau anggap untuk baik- baik saja. Apalagi jika itu adalah sebuah perasaan"
Saat ini acara dalam aula berukuran besar ini berlangsung begitu meriah. Mereka saling bergembira bernyanyi dan bahkan ada yang menari seperti layaknya orang gila. Mereka semua tampak bersenang- senang dan sangat bahagia merayakan pesta selamat datang mahasiswa baru jurusan Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.
Namun semua kesenangan itu tampaknya tidak berlaku bagi seorang mahasiswi berkacamata yang tampak bosan dengan acara yang ada. Ah, sungguh musik seperti ini bukanlah seleranya. Gadis itu merupakan gadis yang memiliki keturunan Indonesia – Korea Selatan, pastinya sulit mendapatkan teman yang serumpun dengannya
"Hey, apa kau bosan ?" tanya seseorang yang tiba-tiba duduk disampingnya dan sedikit mendekatkan wajahnya pada gadis berkacamata itu
Tentu saja tingkah seseorang itu membuat gadis berkacamata itu tampak terkejut dengannya
"Ka..kau siapa ?" tanya gadis berkacamata itu dengan menoleh kearah seseorang disampingnya yang nyatanya adalah seorang pria
Pria itu menoleh kearah gadis kacamata dan menatap kearah mata gadis itu
"Aku ?" tunjuk pria itu pada dirinya sendiri
"Namaku Alvin Edward Kim. Dan kau ?" ucap pria itu mengulurkan tangannya kearah gadis itu
Gadis itu masih ragu untuk membalas uluran tangan dari pria yang bernama Alvin Edward Kim itu, namun ia tidak bisa berlaku tidak sopan pada yang ia yakini bahwa pria ini adalah teman seangkatannya. Dengan sedikit ragu sekaligus gugup gadis berkacamata itu mengulurkan tangannya
"Na...Nayla Melody Lim" akhirnya gadis itu menyebutkan namanya membuat pria bermarga Kim itu tersenyum kearahnya
"Apa kau bosan ?" ulang pria itu lagi
"Eum, Ya..Ya aku bosan" Nayla menjawab dengan menganggukkan kepalanya
"Kau begitu ikut aku. Kita keluar dari tempat membosankan ini" ajak pria itu dengan sedikit berbisik kepada Nayla.
"Ap..apa?" pekik Nayla yang merasa tidak mengerti dengan ucapan pria asing ini. Namun Alvin tidak peduli dengan kebingungan Nayla dengan cepat ia berdiri dan mengenggam tangan Nayla. Membawa wanita itu yang nampak terkejut lagi dengan tindakan pria asing yang barusaja dikenalnya ini.
Namun mau bagaimana lagi, daripada ia mati kebosanan ditempat ini bukankan lebih baik mengikuti ajakan pria asing ini. Meskipun ia tidak tahu pria ini mengajaknya kemana namun ia yakin bahwa ia akan baik- baik saja
Alvin dan Nayla berjalan mengendap- endap keluar dari aula, tangan mereka berdua saling bertautan. Mereka mencoba mencari jalan menghindari beberapa senior mereka yang terlihat mengobrol di luar ruangan. beruntung disaat Alvin membuka pintu senior mereka tidak melihat kearah pintu, maka dengan cepat ia bersama Nayla menghindari ruangan itu dan berlari sekencang-kencangnya
"Hah...hha...huuhh" nafas Nayla terasa tersenggal- senggal karna berlari sekencang itu untuk menghindari senior- senior mereka. Mereka saat ini sedang berada halaman Universitas
"Kau lelah ?" ujar Alvin yang berkacak pinggang dan terlihat mengatur nafasnya
"Kau pikir ?" sentak Nayla dan menyeka keringat yang sedkit mengucur di area pelipisnya
Pria itu terkekeh kecil
"Tenanglah, sebentar lagi kau pasti akan merasa senang" ucap pria itu dengan menarik tangan Nayla kembali. Nayla hanya mampu menuruti kemana laki-laki ini membawanya pergi
Dan akhirnya sampailah dirinya dan Alvin dibelakang sebuah gedung yang terletak tidak jauh dari gedung jurusannya, ia melihat ada beberapa orang yang sedang asik melakukan pesta sendiri
"Oh, Alvin Edward Kim !! kemarilah" ucap seseorang yang melihat kearah kami, bukan kami tapi Alvin lebih tepatnya
Alvin membalas lambaian tangannya, lalu menoleh kearah Nayla yang maish terlihat binggung
"Ayo kesana !" ajak Alvin yang masih mengenggam tangan Nayla
"Oh, kau datang bersama siapa ?" tanya seorang pria bermata sipit disana, ketika Alvin dan Nayla sampai ketempat mereka
"Dia teman satu jurusanku, aku membawanya karna ia terlihat seperti mayat hidup disana" ucap Alvin apa adanya dan tanpa rasa sungkan, membuat mereka semua disana tertawa mendengarnya
Nayla menundukkan wajahnya yang mulai malu, sialan pria ini benar- benar membuatnya tampak buruk disaat pertamakali bertemu dengan orang-orang asing ini
"Kemarilah, bergabung bersama kami" ucap seseorang yang berambut pirang itu yang memanggil Alvin untuk bergabung
"Kau pasti bosan bukan diacara seperti itu" ucapnya dengan senyum yang begitu manis hingga membuat matanya menghilang
"Namaku Mino Park" ucap pria itu tiba-tiba "aku dari jurusan hubungan internasional dan dia adalah Yoga Sebastian Min" tunjuknya pada pria lain yang memiliki mata yang hampir mirip dengan pria yang bernama Mino itu, namun bedanya pria itu tampak terkesan cuek dan dingin
"Dia berada di tingkat empat, dia lebih tua dari kami. Dia dari jurusan Management" ucap pria itu lagi.
Sedangkan pria yang bernama Yoga itu hanya tersenyum tipis. "Dan dia adalah Jino Kim, dia juga satu angkatan dengan Yoga. Kami semua berdarah campuran Indonesia – Korea Selatan" tunjuk Mino pada seseorang yang memiliki perawakan tinggi itu. Lalu pria itu terlihat melambaikan tangan pada Nayla dan tersenyum ramah
"Lalu kau siapa ?" Tanya Mino kembali pada Nayla
"Ak..aku Nayla Melody Lim dari jurusan Ekonomi dan Bisnis" ucap Nayla memperkenalkan diri, ia merasa senang akhirnya bertemu dengan orang- orang yang memiliki darah campuran sepertinya
Setelah perkenalan itu membuat Nayla semakin akrab dengan keempat pria itu, ia sungguh senang bisa bertemu dengan mereka. Dan sejak saat itu Nayla bersahabat baik dengan mereka, kemana-mana selalu bersama mereka. Mulai dari makan siang dan nongkrong dan jalan-jalanpun juga bersama mereka. Bahkan tak jarang mereka menginap dalam satu apartemen yang sama. Mereka memperlakukan Nayla dengan baik, dan Naylapun juga senang bisa membantu mereka semua
StowawayChapter 58Aiden's point of view.Six months later.I'm so fucking nervous…..It's not that I think Zoe won't turn up. It's the fact that I've waited so long for this day, she didn't want to be pregnant when she got married, so we set a date for six months after our baby boy Zane was born, and it's been the longest six months of my life but today is finally the day I get to call this beautiful woman my wife.
StowawayChapter 57Zoe's point of view.The next morning I finally get to hear Erin's story, and my heart breaks for her. Over the last four years, she has been passed from man to man or master to master, as she says, forced to participate in whatever sick scene they wanted. Yes, Erin was sold as a BDSM sex slave. I know that Jack is the calmest one of the Taylor brothers, and Erin seems to have picked up on this, she doesn't want to leave his side, and he seems content with watching over her. I still notice how she won't look him in the eye, though, or how her eyes always fall to the floor and that she always walks behind him. She's not the same outgoing girl that I went to school with, and it's just tragic.
StowawayChapter 56Zoe's point of view.It's been three months since that magical night. I'm now seven months pregnant and feeling it, although thankfully, the sickness has now passed, and I'm actually enjoying the pregnancy now.The house is starting to look like a home, but I doubt we will be moved in before the baby comes, though.Yvonne is delighted about that, and she tries to wait on me hand and foot, though; I don't take offence its just part of who she is and why I love her so much.We've decided not to find out the sex of the baby; Noah is still convinced that we're having a b
StowawayChapter 55Zoe's point of view.I look out towards the sea from what will be our master bedroom as the fireworks light up the sky around us; Aiden wraps me in his arms as his head rests on top of mine.This man is my everything, and tonight was more than I could if ever imagined.Perfection……..He kisses the top of my head as he whispers in my ear."I have more news to tell you."I turn around to look at him, as he says.
StowawayChapter 54Zoe's point of view.
StowawayChapter 53Zoe's point of view.
StowawayChapter 52Zoe's point of viewI spend the night in Aiden's arms, back in th
StowawayChapter 51Aiden's point of viewMy parents head back to the safe house, and






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
Ratings
reviewsMore