/ Fantasi / TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR / Bab 67: Takdir mulai bergerak.

공유

Bab 67: Takdir mulai bergerak.

작가: SURGAVERSE
last update 게시일: 2025-10-16 17:43:21

Minggu sore. Langit sore tampak berat hari ini, seolah menyimpan genangan besar hujan yang belum sempat turun.

Awan bergumpal di atas gedung-gedung besar, memantulkan cahaya oranye yang pucat di jendela-jendela kota. Jalanan ramai tapi terasa jauh, dan di tengah hiruk pikuk itu, Arga berjalan sendirian dengan pikiran penuh.

Sudah dua hari sejak pertemuan terakhirnya dengan Heinrich dan Sylvia.

Setiap kata yang mereka ucapkan terus bergema di kepalanya—Fraktur Temporal, ruang di antara d
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR    Bab 88, TURNING LIFE 2: Penyembuhan.

    Malam turun perlahan di Evernight, seperti tirai gelap yang sengaja ditarik untuk menyembunyikan sesuatu. Langkah kaki Arga terasa lebih berat dari sebelumnya saat ia memasuki kembali lorong sempit tempat Ronny tinggal. Udara di sana tetap sama—lembap, dingin, dan dipenuhi aroma samar yang sulit dijelaskan. Namun kali ini, ada sesuatu yang berbeda. Bukan pada tempatnya, melainkan pada dirinya sendiri. Botol kecil di tangannya terasa hangat, seolah menyimpan harapan yang terlalu rapuh untuk digenggam. Ronny berjalan lebih dulu, hampir berlari. Nafasnya tidak teratur, antara lelah dan cemas. Ia tidak mengatakan apa-apa, namun dari caranya membuka pintu dengan tergesa, Arga tahu satu hal—anak itu takut terlambat. Pintu kayu itu terbuka dengan derit panjang. Ruangan kecil itu masih sama. Gelap, sempit, dan sunyi. Namun keheningan kali ini terasa lebih menekan. Amable masih terbaring di tempatnya. Tubuh kecilnya hampir tidak bergerak, hanya naik turun napas yang lemah menjadi

  • TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR    Bab 87, TURNING LIFE 2: Gadis baik.

    Langkah kaki mereka terdengar semakin cepat, tak lagi berusaha disamarkan. Tidak ada gunanya. Teriakan dari dalam bangunan itu mulai menggema keluar, memecah ketenangan wilayah utara yang sebelumnya hanya terasa sunyi dengan cara yang aneh—sunyi yang hidup, seolah sesuatu selalu mengawasi dari balik bayangan. Kini kesunyian itu runtuh, digantikan oleh sesuatu yang jauh lebih nyata. Perburuan. Arga dan lainnya kembali lari. “Lebih cepat,” suara Corday terdengar dari depan, tetap tenang, nyaris tanpa emosi. Nada itu justru terasa tidak wajar. Dalam situasi seperti ini, ketenangan seperti itu bukan menenangkan—melainkan membuat segalanya terasa lebih berbahaya. Arga menggertakkan giginya, memaksa tubuhnya terus bergerak meskipun napasnya mulai berat dan dadanya masih menyisakan rasa nyeri dari benturan sebelumnya. Tangannya menggenggam erat tangan Hua, memastikan anak itu tidak tertinggal satu langkah pun. Hua tidak berkata apa-apa. Namun genggamannya—kecil, dingin, dan

  • TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR    Bab 86, TURNING LIFE 2: Anak dengan tanda.

    Tanah yang dipijak Arga terasa lebih dingin dari yang ia bayangkan. Bukan karena malam—matahari masih menggantung di langit, meski cahayanya mulai condong dan melemah—melainkan karena tempat ini seolah tidak pernah benar-benar mengenal kehangatan. Udara di dalamnya berat, lembap, dan diam… terlalu diam untuk tempat yang dipenuhi manusia. Arga menahan napas, merendahkan tubuhnya di balik bayangan dinding batu yang kasar. Dari posisi itu, suara-suara di dalam bangunan mulai terdengar lebih jelas. Rintihan pelan, hampir tak terdengar. Bisikan lemah yang terputus-putus. Dan gesekan rantai yang berulang, monoton, seolah menjadi irama yang tak pernah berhenti. Setiap suara itu menusuk kesadarannya perlahan, seperti jarum yang ditusukkan satu per satu tanpa terburu-buru. Ia memaksa dirinya tetap fokus. Tubuhnya bergerak perlahan, terkontrol, mengikuti apa yang pernah diajarkan Hendrickson—cara memindahkan berat badan tanpa suara, cara mengatur napas agar tidak terdengar, cara menya

  • TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR    Bab 85, TURNING LIFE 2: Obat.

    Kabut tipis yang semula menggantung di pinggir kota telah menghilang ketika Arga kembali menapakkan kaki di wilayah perdagangan Evernight. Namun, suasana di dalam kota tidak pernah benar-benar terasa terang. Cahaya matahari yang masuk di antara bangunan batu justru terpecah menjadi bayangan-bayangan panjang yang membuat setiap sudut terasa menyimpan sesuatu. Langkah Arga melambat saat ia memasuki lorong yang ditunjukkan oleh Ronny sebelumnya—tempat seorang tabib tinggal. Lorong itu sempit, lembap, dan dipenuhi bau herbal yang samar bercampur dengan bau air tergenang. Tidak ada tanda yang jelas bahwa seseorang yang bisa menyembuhkan orang tinggal di sini. Justru sebaliknya, tempat ini terasa seperti tempat di mana harapan perlahan memudar. Di ujung lorong, sebuah pintu kayu tua berdiri setengah terbuka. Ronny berhenti di depan pintu itu, menoleh ke arah Arga. “Ini tempatnya.” Arga mengangguk pelan, lalu mengetuk pintu dengan hati-hati. Tok. Tok. Tidak ada jawaban. Ia mendo

  • TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR    Bab 84, TURNING LIFE 2: Kakak dan adik.

    Langkah kaki mereka semakin menjauh dari keramaian pasar, meninggalkan suara tawar-menawar yang riuh menjadi gema samar di belakang. Jalanan yang dilalui Arga dan Ladron—atau Ronny—perlahan berubah. Batu-batu yang tadi tersusun rapi kini retak dan tak beraturan. Bangunan-bangunan tinggi digantikan oleh rumah-rumah sempit dari kayu lapuk dan dinding yang mulai menghitam oleh waktu. Udara di sini berbeda. Lebih lembap. Lebih berat. Arga menarik napas pelan, mencium aroma campuran antara tanah basah, asap tipis, dan sesuatu yang asing—seperti obat yang terlalu lama disimpan. Ronny berjalan cepat di depan, langkahnya ringan tapi terburu-buru. Sesekali ia menoleh ke belakang, memastikan Arga masih mengikutinya. “Kau tidak harus ikut,” kata Ronny tiba-tiba tanpa menatapnya. Arga menggeleng, meski Ronny tidak melihat. “Aku sudah sejauh ini.” Ronny tidak menjawab lagi. Lorong yang mereka masuki semakin sempit. Bahkan gerobak tidak akan muat melewati jalan itu. Dinding-dinding r

  • TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR    Bab 83, TURNING LIFE 2: Pencuri.

    Sebelum menurunkan karung dagangan, Arga berhenti sejenak. Ia meraih jubah hitam dari dalam gerobak, kainnya dingin dan berat di tangan. Tudung ia tarik perlahan menutupi wajah, menyisakan bayangan di atas mata. Ia memastikan lipatan kain jatuh tidak simetris—terlalu rapi justru berbahaya. Baru setelah itu ia berjongkok, menata herbal dan kain di atas papan kayu, bergerak seperti pedagang lain, tapi dengan kesadaran penuh bahwa satu kesalahan kecil bisa membuatnya diperhatikan prajurit Kaelius. Sebelumnya Arga telah diberitahu oleh Hendrickson bahwa saat didepan gerbang, penjaganya bukanlah bagian dari prajurit kaelius. dan disitu Arga tidak boleh pakai jubah saat masuk karena pendatang harus memperlihatkan wajahnya saat masuk. Jubah hitam itu bukan sekadar penyamaran. Bukan karena bahannya, melainkan karena maknanya. Ia menarik tudung sedikit lebih dalam, memastikan bayangan menutup wajahnya. Di dunia ini, wajah yang salah bisa berarti kematian. Prajurit Kaelius bukan sekadar apar

  • TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR    Bab 80, TURNING LIFE 2: Adaptasi.

    Hari-hari setelah Arga tiba di rumah Hendrickson mengalir dengan ritme yang asing baginya, namun perlahan terasa masuk akal. Rumah itu berdiri di pinggir desa terpencil, cukup besar untuk ukuran pedesaan, terbuat dari kayu tua dan batu yang disusun rapi. Di sekelilingnya, ladang hijau terbentang, d

    last update최신 업데이트 : 2026-04-05
  • TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR    Bab 79, TURNING LIFE 2: Kenyataan.

    Di rumah kayu gelap itu, suasana makin pekat seiring cerita Hendrickson mengalir. Angin dari celah dinding membawa aroma tanah basah dan rumput liar, seakan dunia ingin ikut mendengarkan. Arga duduk diam, tangannya menggenggam cangkir teh yang sudah mendingin. Saki memperhatikan setiap perubahan

    last update최신 업데이트 : 2026-04-04
  • TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR    Bab 32: Semua yang ada di dunia ini suatu saat akan tiada.

    Hina menghela napas dan tersenyum tipis, meskipun ada sedikit kekhawatiran di matanya. "Kau memang selalu seperti ini, Arga. Terlalu penasaran dan tidak bisa diam kalau ada sesuatu yang mengusik pikiranmu. Tapi... aku akan membantumu." Arga menatapnya dalam-dalam, merasakan kehangatan merayap di d

    last update최신 업데이트 : 2026-03-22
  • TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR    Bab 13: Ambil yang baik dan buang yang buruk.

    Arga duduk di sofa, memegang kompres dingin di dahinya, matanya tampak kosong. Hina duduk di dekatnya, cemas, memperhatikan Arga yang tampak lelah setelah kejadian aneh yang dialaminya semalam. Mereka belum sempat banyak bicara sejak malam itu. Suasana di apartemen mereka terasa hening, hanya suara

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status