LOGINRyan Hartono, yang lima tahun lalu diikat dan dilempar ke Sungai Deepwater, tanpa disangka tersedot ke dunia kultivasi melalui Batu Giok misterius. Di Dunia Zhentian, dia menghabiskan lima ribu tahun bertarung melawan iblis dan kultivator, akhirnya mencapai puncak sebagai Kaisar Iblis Gila, gelar yang ditakuti di seluruh dunia kultivasi. Setelah dikhianati dan terlempar kembali melalui retakan dimensi, Ryan kembali ke Bumi, tepatnya Kota Sentralis, negara Garudapolis. Yang mengejutkan, di Bumi baru berlalu lima tahun. Dia menemukan keluarganya dalam kondisi hancur: orang tuanya terlilit utang rentenir 50 juta GDP, dan yang lebih menyakitkan, dia memiliki putri berusia lima tahun bernama Aira Hartono yang menderita leukemia. Elena, pacar Ryan, telah diculik paksa oleh Keluarga Surya, keluarga konglomerat kaya raya tempat Elena berasal. Aira membenci Ryan karena menganggap ayahnya meninggalkan mereka. Sambil mengembalikan kekuatannya, Ryan bertekad menyelesaikan semua masalah: melunasi utang dengan caranya sendiri, menyembuhkan penyakit Aira, merebut kembali Elena dari Keluarga Surya yang arogan, dan membangun kembali keluarga yang hancur. Siapa pun yang berani menyakiti keluarganya akan merasakan murka seorang Kaisar Iblis.
View MoreBerbanding terbalik dengan gegap gempita di Garudapolis dan kegemparan yang menyapu dunia luar, suasana di Negeri Ginseng justru muram seperti rumah duka. Ketika kabar tewasnya Master Yorke dan hampir seratus ahli dunia kultivasi di tangan Ryan Sang Kaisar Iblis Gila dari Selatan tersebar, reaksi pertama para kultivator yang tersisa adalah penolakan. Mereka tidak percaya. Bagaimana mungkin percaya? Itu lebih dari seratus tokoh puncak, bukan seratus ekor babi yang bisa dibantai begitu saja. Bahkan jika seratus kambing dijejerkan dan dibiarkan disembelih satu per satu, tetap dibutuhkan waktu dan tenaga. Namun konfirmasi datang dari terlalu banyak arah. Ada rekaman buram, ada kesaksian para penonton, ada laporan dari keluarga-keluarga besar, dan ada pula kabar runtuhnya Puncak Fajar Merah yang mustahil dipalsukan. Pada akhirnya, mereka tidak punya pilihan selain menelan kenyataan itu. Begitu kenyataan tersebut tertelan, amarah segera menyala dan membakar seluruh negeri. “Ryan
Ketika seluruh lereng masih tenggelam dalam kesunyian, dua suara yang sama sekali tidak sejalan tiba-tiba memecah suasana. Di tengah kerumunan, Reno tampak menindih Ronald Larsen di tanah. Tangannya mengepal, lalu menghantam wajah lelaki itu berkali-kali tanpa ampun. "Ini balasan karena berani menghina orang Garudapolis! Ini karena berani mencari perkara dengan Tuan Ryan! Kuhajar sampai mampus, dasar bedebah!" Wajah Ronald sudah bengkak parah. Kedua kelopak matanya nyaris tertutup, hidungnya patah, dan darah mengalir deras sampai menyelinap di sela-sela giginya. Jeritannya terdengar putus-putus. Setiap kali ia baru hendak memohon, tinju Reno kembali turun dan membuat suaranya tercekat. Tidak seorang pun di lereng itu bergerak untuk menolongnya. Beberapa praktisi dari negeri lain bahkan memalingkan wajah, seolah sekadar menonton terlalu lama pun bisa membuat mereka terseret dalam urusan ini. Setelah puas menghajar Ronald, Reno menyeret tubuh lelaki itu dan melemparkannya ke depa
Ratusan pasang mata terpaku pada Ryan. Di lereng Puncak Fajar Merah yang porak-poranda itu, tidak ada genangan darah. Tidak ada pula potongan tubuh yang tertinggal. Yang tersisa hanya kerikil berserakan dan sebuah jurang panjang yang menganga di tanah. Dinding jurang itu licin dan rata, seolah baru saja diampelas oleh tangan raksasa. Justru karena terlalu bersih, pemandangan itu membuat bulu kuduk semua orang meremang. Rasa dingin menjalar dari punggung sampai ke ubun-ubun. Beberapa orang bahkan mengusap lengan sendiri berulang kali tanpa sadar, padahal matahari siang masih menggantung terang di atas kepala. Satu tebasan pedang membelah langit. Ratusan nyawa lenyap dalam sekejap. Tidak ada jerit terakhir yang tersisa, tidak ada kesempatan untuk melawan, bahkan tidak ada mayat yang bisa dibawa pulang. Bagi mereka yang melihat langsung, itu bukan lagi pertarungan, melainkan vonis yang turun dari langit. Bibir seorang ahli bergetar tanpa henti. Matanya menatap Ryan seperti
Kalimat itu jatuh seperti batu besar yang dilempar ke permukaan kolam sunyi. Dalam sekejap, raut wajah para praktisi Negeri Ginseng berubah pucat pasi. Sidney Mercer menjadi orang pertama yang bereaksi. Leluhur Keluarga Mercer itu mengaum sekuat tenaga, suaranya pecah karena panik. "Lari! Cepat lari!" Begitu kata itu keluar, ia sendiri yang lebih dulu membalik badan dan kabur. Seluruh tenaga dalamnya dikerahkan tanpa sisa, sampai bebatuan di bawah kakinya pecah berhamburan ke segala arah. Pura-pura terluka? Pikiran itu menghantam kepala semua orang seperti palu godam. Para ahli lain langsung terbirit-birit. Mereka berlari ke segala arah dengan sukma seolah sudah lebih dulu meninggalkan raga. Ada yang saling bertabrakan, ada pula yang jatuh berguling di kemiringan lereng sebelum buru-buru bangkit lagi. Ini sungguh lelucon yang buruk. Jika Ryan benar-benar terluka, mereka masih memiliki secercah harapan. Namun jika sejak awal pemuda itu utuh tanpa cedera, jumlah sebanyak
Ryan menggelengkan kepala. "Bukan produksi massal dalam arti sebenarnya." "Lebih tepatnya, formula pil ini akan diencerkan lalu dimasukkan ke dalam produk kosmetik." "Dengan cara itu, efeknya tetap jauh melampaui produk mana pun yang ada di pasaran saat ini." Qi Spiritual di Garudapolis memang t
Pria tua itu mengamati rombongan di depannya sebentar, lalu menggeleng kecil. "Kalian bukan dari dunia Bela Diri Kuno, jadi meski aku jelaskan pun kalian mungkin tidak akan paham." Dia menunjuk ke arah tengah sungai dengan dagunya. "Tapi kalau penasaran dan punya nyali, naik saja. Aku bawa kalian
Pagi itu, helikopter yang dikirim Keluarga Kristian mendarat di Kota Sentralis. Ryan turun dan langsung menuju kediaman Keluarga Kristian tanpa mampir ke mana-mana. Viktor sudah berdiri di depan pintu masuk sejak sebelum helikopter muncul di cakrawala, menunggu dengan cara seseorang yang tidak bi
Ryan tersenyum. "Tidak apa-apa, aku ikut masuk saja." Brandon menatapnya sebentar dengan ekspresi yang tidak sepenuhnya mengerti, lalu mendesah dan tidak punya alasan yang cukup kuat untuk melarang. Ada sesuatu yang Ryan tidak katakan. Titik merah di peta Gareth Vale mengarah tepat ke bangunan i






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore