MasukTerjebak di dunia novel reverse harem sebagai tokoh yang ditakdirkan mati tragis, Scarlett, seorang aktris yang cerdas, harus menjadi penjahat sejati demi mengumpulkan "poin penderitaan" agar bisa pulang ke dunia nyata. Namun, taktik kejamnya dalam menyiksa lima pria beastman penguasa—mulai dari menebas sayap panglima elang hingga meracuni suara sang raja duyung—justru disalahartikan sebagai aksi penyelamatan yang penuh cinta, hingga membuat mereka berbalik jatuh cinta setengah mati padanya. Di tengah kepungan intrik politik dan ancaman ritual monster kuno dari rivalnya, Rosalie, Scarlett dipaksa memilih antara ambisinya untuk kembali ke dunianya sendiri atau menetap demi melindungi lima monster yang siap memberikan segalanya untuknya.
Lihat lebih banyak"Dasar wanita munafik!"
Suara makian terdengar jelas di antara suara para crew film yang sedang memberi perintah dan bekerja. "Kalo ada orang kaya Rosalie di dunia ini, bakal kucakar-cakar habis mukanya!" Wanita yang sedang duduk istirahat sambil membaca novel online di lokasi syuting itu adalah Scarlett. Gadis cantik sekaligus aktris yang hampir mencapai puncak kariernya. Projek film yang sedang dia kerjakan sekarang adalah projek terakhirnya sebelum pengumuman nominasi oscar aktris berbakat. Tahun ini, dia harus memenangkan penghargaan itu. "Semua kembali ke posisi!" Suara sutradara terdengar lantang. Lantas Scarlett menyimpan kembali gadgetnya dengan gerakan kasar. Dirinya berjalan ke arah sky lift untuk adegan selanjutnya. "Semua unit bersiap! Action!" Suara megafon sutradara menggema di set syuting film kolosal modern itu. Scarlett menarik napas dalam-dalam, memantapkan pijakkannya di atas replika tebing setinggi sepuluh meter. Sebagai aktris papan atas yang dikenal totalitas tanpa pemeran pengganti (stuntwoman), Scarlett tahu persis bagaimana cara memberikan ekspresi putus asa yang estetis di depan kamera. Sesuai skenario, dia harus berlari menghindari ledakan, lalu melompat ke arah jaring pengaman di bawah. BOOM! Ledakan efek visual buatan berdentum tepat di belakangnya. Hawa panas menyengat punggung Scarlett. Dia berlari, melompat dengan anggun, membiarkan rambut panjangnya berkibar di udara. Di tengah detik-detik melayang itu, Scarlett sempat membatin sinis, 'setelah adegan melelahkan ini, aku akan langsung mengunci diri di kamar dan melanjutkan membaca novel reverse harem sialan itu.' Novel yang dimaksud adalah buku picisan yang baru dibelinya kemarin. Kisah tentang Rosalie, si pahlawan wanita yang digadang-gadang sebagai gadis suci dan baik. Namun kenyataan di pertengahan bab, Rosalie ternyata membunuh sang FL ke dua yang dikenal sebagai antagonis, Scarlett. Dirinya membunuh Scarlett, karena untuk mengurangi jumlah calon kandidat sebagai Penerus Penguasa Kota. Adapun kelima pria milik Scarlett, dibunuh juga oleh Rosalie guna menutup mulut. Padahal kelima pria binatang Scarlett selalu berpihak pada Rosalie. Namun, lamunan Scarlett buyar dalam sekejap. KRETEK! BRAKK! Suara besi patah memekakkan telinga. Scarlett membelalak. Jaring baja yang seharusnya menyangga tubuhnya runtuh akibat kegagalan teknis. Bumi seolah melambat saat gravitasi menarik tubuhnya langsung ke atas lantai beton keras tanpa pelindung apa pun. "Scarlett! Jaringnya lepas!" Terlambat. Pandangan Scarlett berkunang-kunang. Rasa sakit yang luar biasa menghantam seluruh tubuhnya, meremukkan tulang-tulangnya dalam satu kedipan mata. Cairan hangat amis mulai mengalir dari kepalanya, membasahi lantai semen yang dingin. Di sela-sela jeritan histeris kru film yang memudar menjadi dengungan senyap, kesadaran Scarlett perlahan tersedot ke dalam kegelapan abadi. 'Sialan... mati muda begini tidak ada estetisnya sama sekali...' ******* "Uhuk! Uhuk!" Scarlett tersedak hebat, menghirup oksigen secara rakus seolah baru saja tenggelam dari dasar laut. Dia refleks menyentuh dadanya. Tidak ada tulang yang patah. Tidak ada darah. Rasa sakit yang sedetik lalu meremukkan tubuhnya lenyap tak berbekas. Namun, aroma di sekitarnya telah berubah. Ini bukan bau semen atau asap mesin set syuting. Ini adalah bau dupa yang kuat bercampur dengan bau wangi mawar. Scarlett membuka matanya dan langsung terperangah. Dia tidak lagi berada di studio. Dia sedang terduduk di atas ranjang besar berkelambu sutra berwarna putih, nuansa kamar ini didominasi warna ungu dan emas. Kamar ini sangat luas, dipenuhi furnitur bergaya abad pertengahan yang megah namun bernuansa gotik. "Di mana ini? Harusnya para kru membawaku ke rumah sakit, tapi rumah sakit macam apa ini?" gumamnya heran. Dia melangkah turun, mendekati cermin besar berbingkai emas di sudut ruangan. Begitu melihat pantulan di cermin, jantung Scarlett hampir copot. Wajah di cermin itu memang wajahnya—cantik, sensual, dengan bola mata berwarna ungu yang tajam dan tubuhnya terbalut gaun tidur sutra transparan yang sangat berani. Ini bukan penampilannya saat syuting tadi. Tiba-tiba, kepalanya berdenyut menyengat. Gelombang ingatan asing memaksa masuk ke dalam otaknya. Informasi, nama tempat, peta wilayah, dan... identitas diri. Kekaisaran Beastman. Kuil Agung Gadis Murni. Scarlett, putri bangsawan arogan yang menjadi kandidat suci. "Tunggu... Scarlett?!" Suara wanita itu tertahan.Pixie mengerjapkan matanya yang bulat, lalu tertawa kecil sambil menutup mulut kecilnya dengan tangannya. "Ya, aku mengerti." Suara Pixie terdengar seperti sedang menyindir Scarlett. Scarlett mendengus kasar, lalu segera beranjak keluar kamar. Pixie setia mengikuti Scarlett. Walaupun itu tak selalu ada, kadang menghilang dan kadang muncul. Bunyi klik pintu terdengar, saat itu juga Caspian membuka matanya. Manik abunya mengerjap pelan, menyesuaikan cahaya kamar. Yang pertama kali dilihat adalah langit-langit kamar mewah dengan nuansa ungu dan hitam. Dilihat nuansa dan bau parfum mawar yang khas tertinggal, Caspian tahu bahwa dirinya sedang berada di kamar Scarlett. Menyebut nama Scarlett dalam hatinya, pikiran Caspian kembali tertuju ke Allar Gereja Suci. Nyawamu adalah milikku. Kalimat Scarlett itu terus berputar di otak Caspian. Caspian merasakan detak jantungnya berdetak kencang. Tangannya menyentuh dada kirinya. Dan disaat itu dia merasakan sesuatu yang leng
Iris ungu milik Scarlett berkilat karena cahaya matahari pagi yang menembus jendela besar Gereja Suci. Wajahnya masih menampilkan ketenangan mutlak sebelum suara denting sistem memecahnya. TING! Monitor transparan menampilkan grafik yang melonjak naik drastis. "Kematian anggota Gereja Suci: poin penderitaan + 1000. Iman Caspian telah hancur sepenuhnya: poin penderitaan mental + 5000. Daftar penjahat naik ke peringkat 88." Suara Pixie penuh dengan nada kegembiraan saat menjelaskan. Mata Scarlett berbinar mendengar dan melihat poin yang dia dapatkan. Matanya menatap grafik itu layaknya melihat kontrak film yang menghasilkan untung besar. Tak bisa terus menahan, tawa Scarlett pecah. Tawanya yang penuh kesenangan sangat kontras dengan kekacauan yang terjadi di bawah provokasinya. Scarlett melangkah melewati jasad Pendeta Agung menuju pintu keluar altar. Namun sebelum pergi dirinya memerintahkan dua pengawal miliknya untuk mengurus jasad Pendeta Agung dan membawa Caspian menuju
Caspian tak bisa menahan teriakannya, saat melihat binar menjijikkan dari mata Scarlett.Scarlett tak marah, justru dirinya tertawa kecil. Akhirnya sang pendeta suci menunjukkan sisi ekspresi duniawinya. Scarlett berjongkok di depan Caspian, jari tangannya yang ramping menyentuh wajah Caspian."Oh pendeta yang angkuh, wajahmu ini akhirnya menunjukkan ekspresi yang hidup."Scarlett memajukan wajahnya, menempatkan bibirnya tepat di depan daun telinga Caspian. Membisikkan satu hal ambigu yang tak dimaksud Caspian."Aku jadi semakin menantikan reaksimu selanjutnya."Tanpa memberi kesempatan Caspian menjawab, Scarlett menarik tangan Caspian, memaksanya berdiri dan berjalan ke arah Pendeta Agung. Langkah Caspian goyah, karena efek alkohol dan tarikan paksa dari Scarlett. Namun, otaknya memaksanya untuk tetap fokus.Tepat saat langkah mereka sampai di depan Pendeta Agung yang sedang berlutut. Scarlett mengambil pedang Pendeta Agung dari lantai, menempatkan di telapak tangan Caspian."
Rosalie mengira skandal ini akan menjadi akhir dari hidup Scarlett, tanpa menyadari bahwa provokasi gila yang akan dilakukan Scarlett, akan memicu sesuatu yang mengerikan. Di atas altar, Scarlett masih mencumbu Caspian dengan intens. Menikmati setiap detik keputusasaan dan frustasi Caspian. Hingga dia tak mendegar suara engsel pintu altar gereja berbunyi. Sang Pendeta Agung berjalan tenang, hingga ia melihat di meja persembahan terdapat dua orang yang sedang dalam posisi memalukan. Mata Pendeta Agung melebar sempurna saat melihat siapa yang berada disana. "CASPIAN!" Suara Pendeta Agung menggelegar diantara pilar gereja yang tinggi. Caspian tersentak mendengar namanya di teriakan dengar kasar. Mata abunya menangkap sosok pria berjubah hitam bergaya cappa magna dengan topi kamilavka senada. 'Pendeta Agung?' batin Caspian panik. "Dasar pendosa, beraninya kau menodai Tuhan di Altar Suci!" PRANG! Pendeta Agung menjatuhkan nampan emas berisi persembahan. Lalu diri
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.