Share

Bab 277

Author: Ayudia
Rian masih terlalu naif!

Bagaimana mungkin Bravi bisa memberinya enam ratus miliar tanpa sedikit pun niat terhadap kakaknya?

Dia menggertakkan giginya dan menatap Bravi dengan mata yang penuh ketidakpuasan.

Bravi tidak memiliki foto yang tersedia secara publik, jadi Agam tidak tahu seperti apa rupanya. Namun, begitu Bravi muncul di hadapannya, Agam langsung tahu itu dia!

Penampilan Angga sudah meninggalkan kesan mendalam pada Agam, sekilas saja dia tahu pria ini bukan orang biasa. Bravi bahka
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 795

    Keluarga Yuliardi bagaikan pohon raksasa yang menjulang tinggi, pilihan terbaik untuk bergantung.Tentu saja, jika anak-anak itu tidak diperlakukan dengan baik, Raisa juga bisa menjadi penopang dan bertanggung jawab atas mereka, peran seorang ibu tidak akan tergantikan.Awan dan Embun jelas merupakan bayi-bayi yang sangat menggemaskan sejak lahir, tumbuh sangat cantik dan tampan, sangat disukai banyak orang, Kakek Toni dan orang tua Kevin sangat menyukai mereka, tidak ada yang tidak menyukai bayi yang baru lahir.Saat mereka mengasuh anak-anak, Raisa berdiri di samping.Raisa tanpa sadar kembali teringat pada Mona, jika dia melihat bayi-bayi itu, pasti akan sangat bahagia ….Perasaan sakit dan menyesal kembali menyelimuti hatinya.Anak-anaknya memiliki seorang ibu, tapi Raisa tidak memiliki ibu.Bagaimana cara merawat bayi yang baru lahir seharusnya bisa didapatkan dari ibu, tapi Raisa hanya bisa mencari tahu sendiri. Di sini, tidak ada yang mengerti kesedihan dan penyesalannya, di dun

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 794

    Jika anak-anak juga tinggal di sana, seolah-olah mereka adalah keluarga beranggotakan empat orang yang tidak pernah terpisah.Namun, sikap Raisa begitu tegas, sehingga Kevin tidak bisa berkata apa-apa lagi.Apa yang dikatakan Raisa benar, wanita itu telah mencabut semua hak istimewa yang pernah diberikannya dulu, jadi Kevin sudah tidak bisa lagi bersikap semaunya di hadapan Raisa seperti dulu, melakukan apa pun yang dia inginkan.Justru karena berbagai kesulitan yang dialami saat ini, Kevin baru menyadari betapa baiknya Raisa dulu padanya, sementara dia dulu menganggapnya sebagai hal yang wajar.Karena merawat anak bersama, semuanya berkaitan dengan detail-detail kehidupan.Hal ini juga tidak pernah dia sadari sebelumnya.Misalnya, bangun setiap hari untuk memasak untuknya, itu adalah hal yang sangat sulit.Raisa ternyata bisa bertahan melakukannya.Kevin tahu bahwa Raisa dulu selalu menuruti keinginannya dan sangat baik padanya, tetapi kebaikan itu terasa samar, Kevin tidak tahu menga

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 793

    Raisa memandang profil wajah Kevin yang tegas, dan Kevin pun menoleh ke arahnya.Saat mata mereka bertemu, Raisa menatap dingin dan berkata, "Aku sangat menantikannya. Sudah lama aku nggak melihatnya, aku sangat bersemangat!"Kevin telah berulang kali menyebut Bravi untuk memprovokasi Raisa, tapi tidak pernah sekali pun provokasinya berhasil.Kata-kata itu tak mampu menggoyahkan emosi Raisa, malah yang diucapkan Raisa semuanya bukanlah hal yang ingin didengar Kevin.Jika ini Kevin di masa lalu, kemungkinan besar dia akan kehilangan kendali emosi, bahkan bertindak kasar, memaksakan kehendaknya tanpa menghiraukan keinginan Raisa.Tapi sekarang, hal itu sama sekali tidak mungkin.Saat berhadapan langsung dengan Raisa, Kevin jelas berada di posisi yang kalah.Tapi, Raisa merasa khawatir pada anak-anak, jadi suasana hatinya memang sangat buruk. Karena Kevin sudah memancingnya, dia tidak ingin pria itu merasa nyaman, dan terus menekannya tanpa henti. "Setiap kali kau menyebut Bravi, itu bera

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 792

    Kegelisahan Raisa muncul tanpa disadari, entah apakah ibu-ibu lain juga merasakan hal yang sama.Dan Rey adalah orang pertama yang menyadari kegelisahan Raisa.Suri tidak menyadarinya karena dia pergi menemui Adrian untuk mengurus beberapa hal dan menginap di hotel.Setelah mengetahui hal itu, Rey yang pandai memasak, sering membawakan berbagai teh kesehatan untuknya, juga memasakkan rebusan tonik untuk diminum bersama. Hanya saja, porsi teh kesehatan untuk Raisa adalah yang paling istimewa.Raisa tidak sempat memperhatikan hal-hal ini karena terlalu sibuk.Raisa menyimpan banyak hal di dalam hatinya, beberapa hari ini dia hampir tidak menggubris Kevin, dan keduanya tidak banyak berkomunikasi. Mungkin Kevin hanya ingin menahan Raisa di sisinya, dan untuk saat ini pria itu sudah puas, jadi tidak membuat keributan.Tanpa Kevin yang membuat masalah, Raisa pun merasa lega. Jika Kevin terus bersikap normal seperti ini, Raisa yakin bisa bekerja sama dengannya dalam mengasuh dan merawat anak-

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 791

    Wajah Raisa sedikit berubah.Kevin mengerutkan kening, dan bertanya padanya, "Siapa yang mencarimu?""Belajarlah dari Rey cara merawat anak," jawab Raisa yang tidak menghiraukannya dan langsung pergi.Setelah meninggalkan kamar Kevin, Raisa tampak jelas semakin tegang.Apa yang akan dibalas Bravi?Apakah dia akan mengirim tanda tanya?Atau bertanya kenapa Raisa mengirim pesan kepadanya?Setelah Bravi bertanya, bagaimana dia harus menjawabnya? Apa harus memberitahu soal kelahiran anak itu?Pikiran Raisa mulai melayang ke mana-mana, lalu semakin menyesal karena tadi begitu ceroboh.Seharusnya dia tidak merusak ketenangan ini.Seharusnya mereka tetap tidak saling berhubungan seperti sebelumnya, tetapi Raisa tidak bisa mengabaikan pesan dari Bravi, bahkan pesan-pesan itu terasa sangat menarik baginya.Pintu kamar terkunci dari dalam, Raisa meletakkan ponselnya di meja samping tempat tidur, lalu pergi ke kamar mandi dan membasuh wajahnya dengan air dingin.Sudah lama dia tidak setegang itu.

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 790

    Raisa menghela napas.Saat dia mengambil ponsel lagi dan melihat.Seluruh tubuhnya langsung kaku!Dia langsung melompat dari tempat tidur, menatap layar ponselnya dengan tidak percaya.Dia ternyata mengirim pesan pada Bravi?Karena jari-jarinya tanpa sengaja menyentuh layar, dia mengirimkan sebuah titik!Titik!Awalnya dia masih bertanya-tanya apakah Bravi sudah memblokirnya. Ternyata pesannya berhasil terkirim.Raisa merasa seolah-olah telah melakukan kesalahan besar, jantungnya berdebar kencang dan hampir melompat ke tenggorokannya. Biasanya pikirannya sangat cepat, tapi sekarang benar-benar tidak bisa berpikir sama sekali.Haruskah dia menjelaskan bahwa itu hanya tidak sengaja?Bukankah itu justru akan lebih canggung?Jika Bravi membalasnya, apa yang harus dia katakan? Bilang bahwa bayinya sudah lahir hari ini?Sial, Bravi pasti tidak mau mendengarnya!Oh ya, hapus pesan itu.Raisa segera mencoba menghapusnya, tapi terlambat, pesan itu sudah tidak bisa dihapus. Bahkan jika dihapus,

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 518

    Bravi tidak terlalu memikirkannya. Raisa selalu bersikap sopan padanya, tapi kini kesopanan itulah yang paling dibencinya saat ini.Pandangan matanya tertahan sebentar di bibir wanita itu, dia menahan dorongan yang membuncah dalam dirinya, lalu membawa Raisa ke kamarnya.Kamar tipe presidensial teta

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 514

    Raisa mencium Bravi, dia sengaja melakukannya agar Kevin melihatnya. Dia tahu Kevin telah menyaksikannya.Namun kenapa melakukan itu, sebelum sempat memikirkan alasannya, tubuhnya sudah bertindak lebih dulu dari pikirannya.Raisa benar-benar mencium Bravi.Saat bibir mereka bersentuhan, dia masih be

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 501

    Raisa merasa hal itu cukup masuk akal, lalu menjawab, "Oke."Begitulah.Tidak ada cara yang lebih baik untuk menghadapi perasaan Bravi....Perjalanan bisnis ke luar negeri kali ini, Raisa dan Suri menyaksikan pameran teknologi kecerdasan buatan terbaru, sekaligus berhasil merekrut seorang insinyur

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 509

    Sangat nyata."Raisa!" Ketegasan yang tampak dingin di sorot mata Kevin hancur seketika. Pukulan mematikan itu mengirim gelombang kegelapan membanjiri penglihatannya. Tidak terkendali, tangannya terangkat, siap menghantam Raisa.Raisa menutup matanya, menggigit bibirnya dengan samar.Angin kencang t

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status