LOGINSaat Raisa mengalami keguguran, Kevin malah asyik merayakan kepulangan mantan kekasihnya. Tiga tahun pengabdian dan pengorbanan yang dia lakukan, hanya dianggap tak lebih dari sekadar pengasuh dan koki di rumah. Raisa pun merasa sakit hati dan bertekad untuk bercerai. Bahkan sahabat yang tahu tentang hubungan mereka menganggap Raisa seperti lem yang kuat dan tak bisa dilepas sama sekali. "Aku yakin kalau Raisa akan kembali dalam satu hari." Namun Kevin menyanggahnya, "Satu hari? Kelamaan, paling lama setengah hari, dia pasti kembali." Raisa sudah mantap ingin bercerai, dia memutuskan untuk tidak menoleh lagi ke belakang dan mulai sibuk dengan kehidupan barunya, sibuk dengan karier yang pernah ditinggalkannya, dan sibuk membangun relasi baru. Seiring berjalannya waktu, Kevin mulai kehilangan sosok Raisa di rumah. Kevin tiba-tiba panik. Di sebuah pertemuan industri, dia melihatnya sedang dikelilingi kerumunan orang-orang yang kagum padanya. Dia pun bergegas maju tanpa peduli apa pun, "Raisa, apa kamu belum cukup membuat masalah?" Bravi tiba-tiba berdiri di depan Raisa dan mendorongnya dengan satu tangan, lalu berkata dengan tegas, "Jangan sentuh kakak iparmu!" Kevin tidak pernah mencintai Raisa selama ini, tetapi ketika dia sudah jatuh cinta padanya, tak ada lagi tempat tersisa untuknya.
View MoreWinny memperhatikan kebingungan di sorot mata Raisa, lalu menjelaskan, "Dia kaya raya, berkuasa, dan sangat tampan. Bersamanya aku bisa dapat banyak hal, seperti uang, koneksi, sumber daya, memperluas wawasanku, menambah pengalaman, dan akses sumber daya dunia mode. Pendapatanku sebagai model sekarang, dalam setahun sudah sangat banyak, cukup untuk hidup nyaman seumur hidup. Karena itu, jadi bonekanya juga nggak terlalu buruk, makanya aku harus terus menyenangkannya." Raisa sedikit mengangkat alis.Di matanya, Winny adalah wanita cantik yang memukau. Kecantikan adalah sumber daya langka sekaligus mata uang yang berharga, itulah salah satu keunggulan Winny. Selain itu, kepribadiannya begitu baik, lembut, penuh kasih sayang, dan pandai memberikan nilai emosional. Hanya dengan mendengarkan suaranya saja, Raisa sudah merasa hangat di dalam hati. Dia sendiri tidak pernah bisa melakukannya. Jadi, Winny baginya sungguh luar biasa.Padahal jelas Bobby yang mengidamkan kecantikan dan sifat l
Karena rekam jejaknya di masa lalu, Bobby kini menjadi sangat berhati-hati saat berhadapan dengan Raisa. Setelah memastikan ucapannya tidak menyinggung, dia membiarkan Winny berinteraksi dengan Raisa sementara dirinya mengucapkan selamat ulang tahun kepada Bravi dan berbincang tentang tentang hal-hal terkini."Kau masih saja sangat suka laut." Dulu, saat Bobby dan Bravi berpesta di pantai luar negeri, seberapa pun terbukanya para wanita cantik berlalu-lalang di depannya, Bravi sama sekali tidak melirik.Dia justru diam-diam menikmati luasnya laut yang tampak hambar dan membosankan itu.Lagipula, pemandangan seindah apa pun akan membosankan jika dilihat terlalu lama, bukan? Bravi menatapnya, lalu mengalihkan pandangannya ke laut biru sebelum akhirnya menarik kembali pandangannya dan berkata, "Aku memang punya ikatan khusus dengan laut, dan semakin lama semakin menyukainya."Sama seperti saat Raisa menyatakan perasaannya secara langsung, itu juga terjadi di sebuah kota pesisir.Kecinta
Mendengar itu, Raisa tanpa sadar melirik ke arah depan.Jari-jari Bravi yang panjang dan ramping menggenggam pegangan koper, bibirnya bergerak santai mengikuti obrolan dengan Richard ... dan gambaran-gambaran itu secara tak terhindarkan mulai berputar di benaknya."Ada cerita apa nih, Raisa?" seru Suri dengan antusias. "Jadi, kapan kalian berdua …?""… Tadi pagi.""Tadi pagi?" Suri berpikir sejenak sebelum kembali berbisik di telinganya, "Apa Bravi yang nggak sanggup, atau kau yang terlalu bersemangat? Kau terlihat segar, sama sekali nggak seperti orang yang kelelahan."Telinga Raisa memerah. "Bukan gitu.""Terus apa?"Raisa mengenakan gaun putih, leher dan lengannya terbuka leluasa tanpa bekas apa pun. "Lihat kulitmu yang terbuka, nggak ada bekas apa-apa. Kalian pasti belum ngapa-ngapain."Kalau Suri tidak menyebutkannya, Raisa sama sekali tidak menyadari detail-detail itu. Tak heran Bravi mencium lehernya dengan lembut, sementara bagian yang tertutup pakaiannya mendapat perlakuan b
Itu adalah kali pertamanya Raisa melihat sahabatnya dan Richard bersama sejak mengetahui kisah mereka.Richard yang selalu ramah dan setia kawan, dengan sigap menawarkan bantuan untuk membawakan koper kedua wanita cantik dalam rombongan itu. Setelah beberapa saat, dia mulai berteriak, "Surya, Angga, kalian berdua nggak punya hati ya? Nggak bisa bantu sedikit, hah? Semua wanita cantik ini melihat, apa kalian nggak tahu gimana caranya bersikap jadi laki-laki?"Setelah itu, Richard menendang Angga dan Surya, lalu pura-pura tidak sengaja mendorong koper Bu Arini ke arah mereka.Surya yang pernah diintimidasi oleh Richard, hanya tersenyum dingin dan sama sekali tidak menggubrisnya. Angga yang sama-sama berusia tiga puluhan seperti Richard, namun memiliki sikap yang jauh lebih dewasa dan tenang, dengan gagah mengambil koper Bu Arini dari Richard dan menyeretnya ke depan.Bu Arini adalah sekretaris utama Bravi, dikenal sangat tegas dan efisien. Perdebatan ini membuatnya terdiam, lalu berkata
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore