Dikhianati Suami dan Sahabatku

Dikhianati Suami dan Sahabatku

last updateLast Updated : 2026-02-06
By:  Al ZenaOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
6Chapters
163views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Aisyah Maharani, pengusaha butik sukses, menjalani pernikahan yang terlihat sempurna dengan Aris Munandar, seorang manajer pemasaran yang tampan. Namun, kebahagiaan itu hancur ketika ia memergoki Aris berselingkuh dengan Riana Anjarwati, sahabat dekatnya sekaligus sekretaris pribadi Aris. Keterpurukan Aisyah membawanya pada pertemuan tak terduga dengan Aldo Michell, adik iparnya yang berwibawa dan berkuasa, yang menawarkan perlindungan dan kenyamanan, menimbulkan dilema cinta dan loyalitas baru di tengah proses perceraian yang penuh drama dan pengkhianatan.

View More

Chapter 1

Bab 1

"Mas, kapan kamu ceraikan istrimu?"

Suara itu membuat tubuhku membeku. Tangan yang baru saja memegang gagang pintu langsung terlepas. Jantungku berhenti berdetak untuk sesaat, lalu berdegup kencang seperti hendak melompat keluar.

Aku kenal suara itu. Terlalu kenal.

Riana. Sahabatku sendiri sejak kuliah. Wanita yang setiap minggu mengadu tentang pacarnya yang kasar. Yang kutampung di butikku saat ia tak punya uang. Yang kurekomendasikan jadi sekretaris suamiku.

Dan sekarang suaranya terdengar dari balik pintu kamarku.

"Sabar, sayang. Jangan terburu-buru." Suara berat itu juga tak asing. Armando. Suamiku. Laki-laki yang lima tahun lalu berjanji di hadapan penghulu dan kedua orang tuaku untuk mencintaiku sampai mati.

Kakiku terasa lemas. Aku bersandar ke dinding lorong, berusaha menenangkan napas yang memburu. Tas masih menggantung di bahu, koper kecil tergeletak di lantai. Aku seharusnya masih di luar kota untuk acara kampus. Tapi sebuah pesan anonim seminggu lalu membuatku curiga.

"Ibu Venita, suami Ibu sering makan berdua dengan sekretarisnya di restoran. Maaf, Bu. Mereka mesra sekali."

Pesan itu kuhapus. Aku percaya pada Armando. Tapi rasa curiga itu terus menggerogoti. Maka acara kampus selama 5 hari kulakukan hanya 2 hari. Sisanya kugunakan untuk pulang tanpa memberi tahu siapa pun.

Dan inilah yang kudapat.

"Tapi Mas, aku sudah enggak tahan!" suara Riana merengek manja. "Lihat perutku, Mas. Sebentar lagi tambah besar. Kalau Venita tahu, hancur semua rencana kita!"

Aku menutup mulut dengan tangan. Air mata mengalir deras tanpa bisa kubendung.

"Sabar, Sayang. Dikit lagi, semua pasti beres." Suara Armando terdengar tenang, dingin. Bukan suara suami yang kukenal selama ini. "Perusahaannya sudah atas namaku. Butiknya juga sebentar lagi aku balik nama atas namamu. Semua karyawan yang setia padanya akan kupecat."

"Terus gimana dengan Venita?"

Terdengar hening beberapa saat. Aku menajamkan pendengaran.

"Kita singkirkan."

Dua kata. Diucapkan dengan sangat santai. Seperti membicarakan sampah yang harus dibuang.

"Apa enggak ketahuan, Mas?" suara Riana bergidik senang, bukan takut.

"Sudah kusiapkan semuanya. Rem mobilnya akan kita kendorkan. Jalan ke kantornya melewati tikungan dekat sungai. Kecelakaan tunggal. Kasus ditutup. Gampang, kan?"

Duniaku runtuh.

Lima tahun pernikahan. Lima tahun kukorbankan waktu, tenaga, bahkan warisan orang tuaku untuk membangun bisnis bersamanya. Lima tahun kebersamaan dengan Mas Farhan. Aku berpikir ia mencintaiku dengan tulus.

Ternyata semua sandiwara. Aku masih belum percaya apa yang aku dengar. Kucubit lenganku sendiri. Sakit. Berarti aku tidak bermimpi.

Aku ingin membuka pintu itu. Menghadapi mereka berdua. Meludahi wajah mereka. Berteriak sekencang-kencangnya.

Tapi otakku masih bekerja. Kak Riri, pegawai setiaku di butik, pernah bilang, "Ven, kalau ada masalah, jangan pakai emosi. Pakai otak. Emosi bikin kita tidak bisa berpikir jernih. Akhirnya bertindak bo doh"

Perlahan kutarik napas dalam-dalam. Kuraih ponsel dari saku. Jari-jariku gemetar saat membuka aplikasi perekam suara. Kurentangkan tangan mendekatkan ponsel ke pintu.

"Terus kapan nikahnya, Mas?" suara Riana lagi.

"Setelah semuanya beres. Setelah Venita enggak ada. Kita nikah, semua harta jadi milik kita. Perusahaan baru sudah siap. Tinggal mindahin aset saja. Beres, Sayang?"

"Ehmmm ... gemes deh. Mas Armando, bikin makin cinta aja, iihh." Suara Riana mendecak, diikuti suara ciuman basah.

Aku muak. Tapi kurekam semua.

Langkah kaki terdengar mendekati pintu. Aku buru-buru menjauh, menyembunyikan diri di balik tirai ruang tamu. Pintu kamar terbuka. Armando keluar setengah telanjang, berjalan menuju dapur. Riana menyusul dengan daster tipis, tertawa kecil dengan manja. Dadaku bergemuruh menahan amarah yang kutahan. Air mata ini mengalir tanpa henti meski tak bersuara. Benar-benar sebuah perjuangan menahan luapan amarah yang sangat besar. Tahan. Kutahan.

Aku memejamkan mata. Sahabat. Suami. Dua orang yang kupercaya, kini bak belati menyayatku perih, sakit.

Aku bangkit perlahan, mengambil koper kecil. Sebelum keluar rumah, aku sempatkan memotret mereka berdua dari celah tirai. Armando sedang menuang minuman, Riana memeluknya dari belakang.

Satu, dua, tiga kali jepretan.

Lalu aku pergi. Meninggalkan rumah yang tiba-tiba terasa asing. Meninggalkan dua maluapa ter ku tu k yang telah menghancurkanku tanpa aku sadari.

Di dalam mobil, air mata kembali tumpah. Aku menangis sejadi-jadinya. Tapi di tengah tangis itu, tiba-tiba kuingat pesan anonim di ponselku.

Siapa pengirimnya? Dan mengapa ia tahu?

Kulirik layar ponsel. Rekaman suara tadi tersimpan rapi. Foto-foto bukti juga ada.

Aku menatap rumah mewah yang kubenahi dengan keringatku sendiri. "Armando... Riana... kalian pikir bisa menyingkirkanku semudah itu?" bisikku lirih.

Nyaliku mulai bangkit. Mereka sudah menyusun rencana sempurna. Tapi mereka lupa satu hal.

Aku bukan Venita yang lemah. Aku adalah Venita Maharani, putri satu-satunya pemilik PT Aghnia. Aku dididik ayah untuk tidak pernah menyerah.

Perlahan kuhapus air mata. Kunyalakan mesin mobil. Bukan untuk pergi jauh, tapi untuk mencari tempat persembunyian sementara.

Karena perang baru saja dimulai.

Dan aku tidak akan kalah, tidak akan menyerah.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status