Compartilhar

Investasi Zyandru

Autor: Erna Azura
last update Data de publicação: 2026-10-08 21:53:00

Di sebuah apartemen kawasan Jakarta Selatan, Ratu sedang duduk bersila di sofa ketika Bagas datang membawa dua kantong makanan.

“Permisi. Layanan pengantaran makanan khusus perempuan galak.”

Ratu mengangkat wajah.

“Siapa yang galak?”

“Yang hari ini bikin satu gedung kantor heboh.”

Ratu membeku.

Bagas berhenti tersenyum. “Eh.”

Ia meletakkan kantong makanan di meja.

“Berarti bener?”

Ratu memejamkan mata.

“Kamu udah dengar?”

“Hanya sebagian.
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (12)
goodnovel comment avatar
NeaNeo
iyain aja udh mbaaa...biar kelar ceritanya..dya yg pergi ninggalin dya yg merasa tersakiti..yoiki pelaku macak korban..jelehi
goodnovel comment avatar
Astariii_
padahal dr awal sumber masalahnya ya si Zyandru cowok bingung. kalo dr awal dia ketemu Ratu cuma mau closure hubungan masa lalu mereka mah ya gak bakal merembet kemana². Ratu kan dr awal udh legowo mau melanjutkan hidupnya. malah si zyan yg gamau rugi, punya istri tp masih pengen ketemu ratu mulu.
goodnovel comment avatar
Astariii_
haha sabar kak Vhana, emg di cerita ini tuh aku sebel sama zyan yg kayak cowo bingung & istrinya yg kek bocil. Ratu sama Bagas udh maju ke depan, eh pengantin konglo itu masih ngungkit masa lalu trs. Pdhl kalo dr awal Zyan tegas, closure sama Ratu trus udh hidup masing² mah ga bakal merembet kemana²
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Capek

    Menjelang sore, keadaan tidak membaik.Makanan yang dicoba masuk kembali keluar.Air pun hanya bisa diminum sedikit demi sedikit.Mual datang berulang.Tubuh Vimala semakin lemah.Tekanan psikologis yang berat bukan penyebab penyakit Crohn’s-nya, tetapi pada kondisi tubuh yang belum benar-benar pulih, stres, kurang makan, dan muntah berulang membuat keadaannya jauh lebih sulit.Perawat beberapa kali berkomunikasi dengan tante Zara.Setelah penilaian kondisi, instruksi medis, dan memastikan tanda-tanda yang harus segera dirujuk ke rumah sakit, cairan intravena akhirnya diberikan karena Vimala kesulitan mempertahankan asupan oral.Jarum masuk ke pembuluh darah tangannya.Vimala memalingkan wajah.Bi Tina duduk di samping ranjang.“Non…”“Aku capek, Bi.”“Tidur saja.”Vimala menutup mata.Namun pikirannya tidak ikut beristirahat.Ada terlalu banyak suara di dalam kepalanya.Ucapan Ratu.Penjelasan

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Perhatian Menjadi Penolakan

    Ratu menarik napas.“Masih ada satu hal.”Davin nyaris ingin tertawa.Sepertinya hari-hari belakangan selalu dipenuhi kalimat masih ada satu hal yang kemudian membuka masalah baru.Zyandru menatap Ratu. “Apa?”Ratu tampak ragu sejenak. “Beasiswa aku.”Ekspresi Zyandru seketika berubah.Davin mengerutkan kening.Ratu tersenyum tipis. “Vimala cerita.”Zyandru mengerjap dengan sering.“Katanya dia pernah dengar pembicaraan kamu sama Ryley di Lembang.”Zyandru menunduk.“Jadi benar?”“Iya.”Ratu mengembuskan napas perlahan.“Kenapa?”“Karena kamu pantas mendapatkan itu.”“Terima kasih.” Dua kata itu terdengar sederhana.Namun membawa bertahun-tahun perjalanan di belakangnya.Zyandru tidak segera menjawab.“Tapi .…” Ratu belum selesai.Zyandru hampir tersenyum. “Tentu ada tapinya.”Ratu mengangkat dagu.“Aku tetap mau kamu tahu kalau aku bukan lulus karena kamu.”“Iya…

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Tentang Beasiswa

    Ratu memang sudah berada di proyek ketika Zyandru tiba.Helm keselamatan putih menutupi sebagian rambutnya yang diikat rendah.Kemeja berwarna biru muda dipadukan dengan celana bahan gelap dan safety vest.Di tangannya terdapat tablet berisi beberapa catatan teknis.Tidak ada kecanggungan berlebihan ketika pandangan mereka bertemu.“Pagi, Pak Zyandru.”“Pagi, Bu Ratu.”Davin yang berjalan di samping Zyandru menahan senyum kecil.Mereka memang selalu proesional,Seolah-olah tidak pernah ada urusan hati yang belum selesai. Pertemuan pagi berlangsung di ruang koordinasi proyek.Pak Arief hadir bersama tim construction management, project control, perwakilan MEP, serta dua orang dari perusahaan Ratu.Tidak ada pembahasan personal maupun tatapan yang terlalu lama.Mereka membicarakan progres pekerjaan, penyelesaian discrepancy utility relocation, revisi sequencing, dan beberapa pekerjaan yang harus dikunci sebelum fase berikutnya berjalan.Zyandru bahkan beberapa kali menyer

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Pagi yang Hampa

    Pagi itu terasa hampa bagi Zyandru.Tidak ada percakapan yang menyelesaikan pertengkaran semalam.Tidak ada pelukan hangat.Tidak ada pula jawaban atas pertanyaan terakhir Vimala.Ketika cahaya matahari menyusup melalui celah tirai, Zyandru sudah terjaga sejak beberapa menit lalu.Ia berbaring telentang dengan satu tangan di bawah kepala, menatap langit-langit kamar.Di sampingnya, Vimala berbaring membelakangi.Napasnya teratur.Terlalu teratur.Zyandru tahu istrinya sudah bangun.Sama seperti Vimala yang tahu kalau Zyandru belum benar-benar bisa tidur lelap semalaman.Namun mereka sama-sama tidak mengatakan apa-apa.Semangkuk bubur di atas nakas hanya berkurang beberapa sendok. Obat yang semalam diletakkannya di sana memang sudah diminum, tetapi makanan yang masuk ke tubuh Vimala tetap jauh dari cukup.Zyandru memiringkan tubuh.Menatap punggung perempuan itu.“Mala.”Tidak ada jawaban.“Sayang?”Sang istri masih tidak sudi menyahut. Zyandru mengembuskan napas pe

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Percaya

    “Investasi mantan kamu salah sasaran, Sayang.” Ratu kembali tertawa. Bagas mengangkat kedua tangan. “Aku cuma berharap kalau nanti kita nikah, dia enggak minta pengembalian dana CSR.” “Kalau diminta gimana?” “Aku cicil deh.” “Berapa lama?” “Seumur hidup. Bunganya aku bayar pakai kesetiaan.” Ratu terdiam sejenak. Kemudian senyumnya berubah lembut. “Gombal.” “Engineering Manager juga boleh gombal dooonk.” Bagas menyenggol bahunya. “Tapi serius….” “Hm?” “Kamu percaya cerita Vimala?” Ratu menatap kotak makanan di hadapannya. “Aku enggak tahu juga ya.” “Kenapa?” “Karena dia bilang dengar sendiri percakapan Zyan sama Ryley waktu ulang tahun kak Luna di Lembang.” Bagas mengangguk pelan. “Berarti ada dasar ceritanya.” “Iya.” Ratu mengusap ujung sendok. “Aku cuma…”

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Investasi Zyandru

    Di sebuah apartemen kawasan Jakarta Selatan, Ratu sedang duduk bersila di sofa ketika Bagas datang membawa dua kantong makanan.“Permisi. Layanan pengantaran makanan khusus perempuan galak.”Ratu mengangkat wajah.“Siapa yang galak?”“Yang hari ini bikin satu gedung kantor heboh.”Ratu membeku.Bagas berhenti tersenyum. “Eh.”Ia meletakkan kantong makanan di meja.“Berarti bener?”Ratu memejamkan mata.“Kamu udah dengar?”“Hanya sebagian. Tadi sekuriti loby kasih tahu aku katanya gini, ‘Mas … tadi ceweknya dilabrak istri orang.” “Oh ya?” Ratu tergelak merasa lucu.Bagas duduk di sampingnya.“Ayo cerita.”Ratu mengembuskan napas berat.“Vimala datang ke kantor tadi pagi.”“Waw… seru ini.”Ratu tersenyum kecut. “Dia ada di lobi waktu kebetulan aku lagi ada urusan di sana, terus langsung nuduh aku pelakor.”Wajah Bagas berubah. “Di depan banyak orang?”Ratu mengangguk. “Aku ajak bicara

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status