Compartilhar

Menjemput Sang Istri

Autor: Erna Azura
last update Data de publicação: 2026-09-26 22:45:00

Di sebuah nightclub premium di pusat Jakarta, suara musik membuat ponsel yang berada di dalam tas nyaris tidak berguna.

Dentuman bass memenuhi seluruh ruangan.

Lampu bergerak cepat.

Orang-orang berdiri di sekitar meja.

Vimala duduk di antara ketiga sahabatnya sambil memegang gelas berisi mocktail.

Keisha memang benar-benar memastikan Vimala tidak meminum alkohol.

“Lo jangan nakal,” katanya.

Vimala mendengus. “Gue bukan anak kecil.”

“Suami lo aja yang ja
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (8)
goodnovel comment avatar
eLLy aprilia
Nah kan emg si Mala ini oneng bgt. Malah nyaman sm laki2 lain. Jd km jg bs dibilang selingkuh dong Malaa
goodnovel comment avatar
Utari
Disini keliatan banget Vimala masih kekanakan bgt. antara bodoh dan polos beda tipis... entahlah Vimala masuk katagori yg mana???
goodnovel comment avatar
Ria Nur
sama lah,,,Mala juga b**o,,, masalah RT-nya di cerita in ke Robi,,,dah lah kebakaran sekalian
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Mencari Bukti

    Yudha sudah meninggalkan ruangan beberapa saat yang lalu sementara Vimala masih duduk sendiri. Melamun.Map warisan berada di depannya.Namun pikirannya sama sekali tidak berada di sana.“Bukti…” Ia berbisik. Vimala tidak mengindahkan semua saran Yudha.Egonya mengatakan kalau dia harus bercerai,Tidak lama kemudian pintu terbuka.“Mala?”Vimala menoleh.Robi berdiri di sana.“Kak Robi?”Robi masuk.“Kamu ngapain di sini?”“Ada urusan sama Pak Yudha.”“Tentang alih nama?”Vimala mengangguk.“Sudah selesai?” Robi bertanya lagi.“Lima hari lagi.”Robi tersenyum. “Good.”Ia kemudian memperhatikan wajah Vimala. “Kamu kenapa?”Pertanyaan yang belakangan terlalu mudah membuat Vimala membuka pertahanannya.“Capek.”“Masih tentang Zyandru?”Vimala menunduk.Robi menarik kursi. “Dia bikin ulah apa lagi?”“Kemarin pulang jam satu pagi.”Robi mengangkat alis. “Dari proyek ya? Karena akhir-akhir ini Zyandru jarang berada di kantor.” “Kamu tahu ‘kan kalau Ratu ada di san

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Di Pihak Vimala

    Hari ini Ratu sama sekali tidak datang ke proyek. Sejak pagi perempuan itu berada di kantor pusat perusahaannya karena harus mengikuti internal management review yang tidak bisa diwakilkan. Zyandru tahu. Davin tahu. Tim proyek pun tahu. Semua orang di proyek tahu. Hanya satu orang yang tidak mengetahui fakta sederhana itu. Vimala. Dan ketidaktahuan terkadang memiliki cara paling kejam untuk mengisi ruang kosong dengan ketakutan. *** Pukul sebelas malam. Sisi ranjang Zyandru masih kosong. Vimala berbaring dengan lampu kamar dimatikan, tetapi matanya terbuka lebar menatap langit-langit. Sudah entah berapa kali tangannya meraih ponsel. Tidak ada pesan baru. Pesan terakhir Zyandru dikirim hampir tiga jam lalu. Zyandru ❤️ : Aku masih di proyek. Ada masalah yang harus dibereskan. Jangan tunggu aku. Makan obat lalu tidur ya. Hanya itu. Tidak ada penjelasan masalah apa. Dengan siapa. Sampai kapan. Vimala membalikan badan. Mencob

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Hilangnya Kepercayaan Vimala

    Vimala berdiri di foyer kediaman Wisnutama dengan tas menggantung di lengannya.Di hadapannya bi Tina berdiri serbasalah.Sedangkan dua petugas keamanan di dekat pintu bahkan tidak berani mengangkat wajah.“Non, jangan marah sama Bibi.”“Terus Mala harus marah sama siapa?”“Bapak cuma pesan—”“Ini rumah Mala!”“Iya, Non.”“Terus kenapa Mala enggak boleh keluar dari rumah Mala sendiri?!”Bi Tina menelan ludah.Karena itulah Vimala menelepon sumber masalahnya.Dan begitu sambungan terangkat—“Suruh mereka buka gerbang sekarang!”Di kantor, Zyandru mengusap kening.“Mau ke mana?”“Bukan urusan kamu.”“Kalau kamu mau keluar rumah, itu urusan aku.”Vimala mendelik meski suaminya tidak bisa melihat.“Kamu sekarang nyekap aku?”“Enggak.”“Terus ini apa?”“Aku cuma memastikan kamu enggak menghilang lagi.”“Aku bukan anak kecil!”“Aku tahu.”“Suruh sekuriti buka gerbang.”“Mau ke mana dulu?”“Zyan!”“Mala.” Nada Zyandru tetap tenang. “Ke mana?”Vimala mengembuskan n

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Hubungan dengan Perempuan Lain

    Mobil Bagas berhenti tepat di area drop-off proyek Integrated Transit & Commercial Development hampir empat puluh menit kemudian.Ratu membuka seatbelt.“Thank you, ya.”“Hm.”Ratu baru hendak membuka pintu ketika menyadari Bagas justru celingukan melihat ke luar windshield.Keningnya langsung berkerut.“Kamu cari siapa?”“Enggak cari siapa-siapa.”Ratu mengikuti arah pandangan Bagas.Lalu tersenyum geli.“Cari Zyandru ya?” “Siapa yang cari dia?” Bagas menyanggah.“Terus kenapa dari tadi celingukan?”“Aku cuma lihat proyek.”“Proyeknya di depan, bukan di parkiran.”Bagas mendengus.Ratu terkekeh.“Dia enggak datang hari ini.”Kali ini Bagas menoleh cepat.“Kenapa?”“Nah.” Ratu menunjuk wajah laki-laki itu. “Ketahuan, kan?”Bagas tertawa kecil.Ratu menggeleng.“Dia banyak kerjaan di kantor hari ini. Katanya ada beberapa meeting internal MG Group. Jadi hari ini kemungkinan besar enggak ke proyek.”“Oh.”Hanya itu jawabannya.Tetapi entah mengapa wajah Bagas t

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Saling Mengungkapkan Perasaan

    Robi membuka pintu depan rumah ayahnya, suasana temaram segera saja menyambut pria itu.Dia mengusap rahang tatkala rasa sakit akibat kepalan tangan Zyandru tiba-tiba menyerang.Belum sempat dia naik ke lantai dua, lampu di ruang televisi menyala.Robi menoleh ke sana. Burhan sedang berdiri di dekat panel lampu.“Dari mana kamu?” tanya Burhan dengan sorot mata marah.“Abis … ketemu klien, Yah ….” Robi menjawab tanpa berani menatap wajah sang ayah.“Tadi Zyandru ke sini cari istrinya.” Deg.Ucapan Burhan membuat Robi akhirnya berani menatap sang ayah.“Oh … jadi kalian sudah ketemu?” tanya Burhan lagi melihat memar di wajah putranya.Robi mendekat ke area sofa mengikuti Burhan yang kemudian duduk di single sofa.“Yah … Zyandru selingkuh, sama mantannya yang sekarang jadi lead di proyek baru itu … entah sengaja atau enggak, yang pasti sekarang mereka kerja bareng … kita bisa manfaatkan ini untuk merebut Mala kembali.” Robi bicara dengan sorot mata berapi-api.Burhan tidak

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Membayangkan Hidup Tanpa Zyandru

    Perjalanan pulang berlangsung dalam diam.Vimala duduk di samping jendela.Kedua tangan terlipat di dada.Tatapannya tidak pernah berpindah dari lampu-lampu Jakarta yang melintas.Meski Zyandru duduk di sebelahnya, sesekali dia menoleh memastikan Vimala aman.Tidak mencoba menyentuh.Tidak mengajak bicara.Sampai hampir dua puluh menit kemudian Vimala akhirnya bersuara.“Dari mana kamu tahu aku di apartemen kak Robi?”Zyandru sudah menduga pertanyaan itu akan muncul.Ia tidak boleh membawa Anindya ke dalam masalah ini.“Aku telepon Anindya.”Vimala menoleh sedikit.“Dia bilang terakhir kalian ninggalin kamu di nightclub sama Robi.”Vimala kembali menatap keluar.“Aku datang ke sana.” Zyandru melanjutkan tenang. “Kalian sudah enggak ada.”“Terus?”“Aku tanya beberapa orang.”Vimala mendengarkan.“Ada perempuan yang bilang lihat kalian keluar lewat pintu belakang.”“Perempuan siapa?”

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status