Share

Bab 53

Author: Olivia Yoyet
last update publish date: 2026-10-07 11:35:28

53

Tatapan tajam Sulistiana diarahkan pada Harvitha dan Atalaric, yang duduk berdampingan di sofa panjang ruang tamu. Sulistiana duduk di kursi tunggal. Sedangkan Heru dan Zinnia menempati sofa di samping kiri sang ibu.

Sekar, Utari, dan Tania, duduk berderet di sofa panjang sebelah kanan Sulistiana. Sementara Bryan dan Hisyam, menempati dua kursi di sebelah kanan Harvitha.

Sulistiana menunjuk belasan foto yang disusunnya di meja. "Jelaskan ini!" titahnya dengan nada suara dingin.

Harvitha me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tergoda Mama Muda   Bab 70

    70Ruang rapat terbesar di gedung TROBO, siang itu terlihat ramai. Harvitha yang datang bersama ketiga manajer VYJA, bergegas menyambangi meja tim mereka yang digabung dengan seluruh petinggi BSM dan TNT. Harvitha yang hendak duduk berdampingan dengan Ferlita, dipanggil Lazuardi dan diminta duduk di kursi antara pria itu serta Deswin. Ketiganya berbincang dengan suara pelan, sebelum Harvitha mencubiti kedua atasannya secara bersamaan. "Tha, sakit," keluh Deswin, sembari mengusap lengan kanannya. "Kukumu dilapisi pisau, ya? Luka ini," rengek Lazuardi, seusai melihat punggung tangan kirinya. "Aku kemaren meni pedi, dan ternyata sangat berguna," balas Harvitha, lalu dia memandangi hasil karyanya di tangan Lazuardi. "Bentuknya unik. Kufoto dulu," sambungnya, kemudian mengarahkan ponsel ke tangan korbannya. "Kamu tambah sadis," tukas Lazuardi. "Itu bentuk balas dendamku, karena Abang mengkhianatiku." "Kamu juga ninggalin aku. Malah mau nikah sama Mas Aric. Padahal aku lebih cakep da

  • Tergoda Mama Muda   Bab 69

    69Hari bertukar dengan cepat. Walimahan yang kian dekat menyebabkan Harvitha mengalami serangan panik. Beruntung, semua sahabat dan tim VYJA selalu mendampingi serta membesarkan hatinya, hingga Harvitha bisa sedikit tenang. Malam itu. Harvitha dan keluarganya baru usai bersantap, ketika Dewi, pengasuh Arfan, menerangkan ada tamu di teras depan yang hendak menemui Harvitha. Perempuan berkaus putih dan celana kain batik biru itu segera keluar. Dia tertegun menyaksikan seorang perempuan tua berpenampilan anggun, yang langsung berdiri dari kursi sembari menatapnya dengan saksama. "Maaf, ibunya Kak Jenna, kan?" tanya Harvitha. "Ya, Nak. Nama saya, Yasmina," terang perempuan berkulit putih. "Masuk, Bu," ajak Harvitha. "Tidak usah. Di sini saja, dan saya cuma sebentar." "Kalau begitu, duduk dulu." Yasmina menduduki kursi sisi kanan. Dia membuka baugette bag marun dan mengeluarkan amplop putih panjang. "Ini, titipan dari Jenna. Tadi siang saya jenguk dia," ungkapnya sambil menyerahka

  • Tergoda Mama Muda   Bab 68

    68Arfan berteriak sesaat setelah pesawat berlogo Baltissen 1 mendarat di landasan. Arfan maju dan menempelkan kedua tangannya ke kaca, sembari memandangi moncong pesawat yang kian mendekat. Sekian menit berlalu. Arfan telah digendong Kairav yang jalan cepat menuju pesawat. Pintu burung besi terbuka dan Jariz keluar lebih dulu sambil menjinjing tas kerjanya. Satu per satu ajudan muda turun. Mereka bergegas mengambil koper para bos dan menyeretnya ke ruang tunggu. Kairav menaiki tangga, lalu menurunkan Arfan guna bisa menjelajahi isi kabin. Arfan menyambangi Atalaric dan beberapa bos yang masih berada di dalam. Alvaro menggenggam tangan kiri Arfan dan mengajaknya memasuki kokpit. Lelaki kecil berkemeja merah itu sempat termangu, memandangi pilot dan kopilor yang merupakan warga negara asing. Namun, kala kopilot menyapanya dengan bahasa Indonesia fasih, Arfan spontan tersenyum. "Om, namanya siapa?" tanya Arfan, sembari memandangi sang kopilot. "Gutierre Benedicto. Aku, Adik sepupu

  • Tergoda Mama Muda   Bab 67

    67 Sidang perdana atas Felix berlangsung secara tertutup. Selain petugas keamanan, banyak polisi yang turut mengamankan sekitar gedung pengadilan. Sebab Felix cukup terkenal di dunia bisnis hiburan tanah air, banyak awak media resmi maupun independen, yang memenuhi area parkir depan gedung. Atalaric tidak hadir dalam sidang itu, karena sedang dinas ke Filipina. Dia diwakili kuasa hukum, dan Caksa, serta Hisyam. Harvitha hadir dengan didampingi Farras, Hasni, dan ketiga sahabatnya. Sebagai pihak penggugat, Harvitha tetap bersikap tenang. Dia duduk di bangku belakang tim kuasa hukum dan nyaris tidak bergerak, hingga persidangan itu usai. Harvitha bangkit dan merapikan gaunnya. Panggilan dari depan membuatnya menengadah, dan memandangi pria berkemeja putih yang tengah berdiri di dekat pagar pembatas. "Terima kasih sudah mau datang," cakap Felix, sesaat setelah Harvitha mendekat."Ya." Harvitha terdiam sejenak, lalu dia bertanya, "Bapak, sehat?" "Lumayan. Ehm, makasih juga atas kir

  • Tergoda Mama Muda   Bab 66

    66Harvitha mengusap set perhiasan di tujuh kotak yang dibukakan Zhou Yiran, di meja toko perhiasannya dan Malya (istri Jariz), yang berada di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan. Harvitha bingung hendak memilih yang mana, karena semuanya bagus. Dia meminta pendapat Atalaric yang juga sama bingungnya. Kemudian Atalaric mengusulkan guna mengirimkan semua foto set perhiasan itu pada Sekar, yang dianggap lebih memahami detail perhiasan. Selama beberapa menit Sekar mengamati setiap detail foto. Lalu dia memberi tanda pada tiga set yang menurutnya paling cocok dengan kepribadian Harvitha. Kemudian Sekar mengirimkan ulang foto itu pada calon Adik iparnya. Harvitha berdiskusi dengan Zhou Yiran, yang kemudian menerangkan setiap detail perhiasan buatannya itu, sebagai bahan pertimbangan sang calon pengantin. "Saranku, ini paling pas buat mahar," ujar Zhou Yiran sambil menunjuk kotak perhiasan kedua. "Yang ini, bisa dipakai untuk akad," lanjutnya sembari memajukan kotak pertama

  • Tergoda Mama Muda   Bab 65

    65*Tim Sukses VYJA*Alvaro : Sudah ada laporan dari tim China? Deswin : Laporan apa? @Padre. Alvaro : Loh! Kok, kekirim ke sini? Padahal tujuanku ke grup VCAZ. Panji : Sudah kuduga, Padre salah grup. Zulfi : Kumat lagi dia. Dimas : Dari 4 hari lalu, Padre sudah beberapa kali salah kirim. Paling sering, ke grup petinggi. Padahal tujuannya ke grup lain.Dhruvi : Padahal profil grupnya beda-beda. Panglima : Harap dimaklumi. Abangku lagi stres ditinggalin istrinya holiday sama ibu-ibu pejabat. Zhao Yichen : Alasan doang, itu. Madre cuma pergi seminggu, dan dengan pengawalan ketat. Varo lebih sering kabur dari rumah tanpa kabar. Yanuar ; Dan bikin orang se-Jakarta heboh nyariin dia. Bikin emosi!Hendri : Ujung-ujungnya, aku sama Z ditelepon W, supaya bantu nyariin Varo, pake mata batin. Zein : Jadi berasa kayak nyari jurig. Kenzo : Hantu kompeni. Irish : Padre paling cakep waktu jadi penjahat di film kung fu itu, yang bintang utamanya Mamados. Kimora : Benar. Aku masih simpan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status