07"Karin lupa ngambilin mukena dan sajadah. Sudah kuhamparkan sesuai kiblat," tukas Atalaric sembari menegakkan badan."Makasih, Pak," ucap Harvitha. Atalaric menyambangi perempuan bersetelan piama merah muda. Dia membelai rambut hingga pipi Harvitha, yang balas menatapnya dengan sorot mata penuh tanya. "Waktu kamu telepon tadi, aku beneran takut," cetus Atalaric. "Dia, siapa?" desaknya."Pak Felix," terang Harvitha. "Bosmu.""Hu um.""Dia apain kamu?" "Dia narik tangan dan maksa aku buat ikut dia.""Lalu?" "Aku panik, dan ngarang cerita, kalau aku sudah punya pacar. Terus, aku mikir harus segera cari bantuan dan langsung nelepon Bapak." "Kenapa harus aku?" Harvitha mengerjapkan mata. Dia menguatkan hati, lalu menjawab, "Karena cuma Bapak yang ada di pikiranku, dan aku yakin, Bapak bisa membantuku." Atalaric mengangkat kedua alis, lalu dia tersenyum. "Berarti, aku pahlawanmu, begitu?" "Ehm, ya, semacam itu." Harvitha terhenyak ketika Atalaric maju dan menciumi dahinya. Harv
Huling Na-update : 2026-09-05 Magbasa pa