LOGIN“Lihat dia… masih kuat banget,” bisik Tante Ye serak dan kagum juga dengan stamina pemuda kokoh ini. Radin terus berganti pasangan. Ia memaksa Tante Sisca menungging lagi, menghajarnya sampai wanita itu orgasme keras, tubuhnya kejang. Lalu Tante Dewi digarap sambil berdiri, kaki digendong, hentakan kasar membuat meja bergoyang. Lanjut baca Novel: SATU MILIAR DEMI KESENANGAN MAKSIMAL
“Adikku... ada apa sebenarnya dengan Irman, Bibi Arumi...?” tanya Rasman dengan kening berkerut. Nada suaranya menyiratkan kebingungan yang mendalam, mencoba mencerna ke mana arah pembicaraan rahasia ini.Bibi Arumi terdiam sesaat. Sepasang matanya tampak berkaca-kaca menahan emosi yang bergejolak, sebelum akhirnya ia mengembuskan napas panjang yang terasa sangat berat laksana melepaskan beban yang menghimpit dadanya selama belasan tahun.“Dia sebenarnya... adalah anak kandungku, Rasman. Anak hasil hubungan rahasia antara aku dengan... papa kamu, Jenderal Salman.”Deeg!Pengakuan mengejutkan itu meluncur laksana hantaman gada besi yang telak. Di dalam hatinya, Rasman benar-benar tersentak kaget bukan main mendengar plot twist rahasia keluarga besarnya.Namun, di sinilah letak kematangan Rasman. Di usianya yang sudah mendekati 26 tahun, ditambah dengan gemblengan mental yang keras selama bertahun-tahun sebagai mantan agen lapangan FBI, ia mampu menguasai sarafnya dengan sangat luar bia
Tawa Rasman meledak hebat menembus kabut sore. Irman pun ikut terbahak-bahak sangat nyaring hingga kabin SUV mewah itu dipenuhi oleh kegilaan obrolan dewasa kakak-beradik Dewantara.Di tengah deru tawa yang belum usai, mobil mewah mereka terus melaju kencang, membelah batas hutan pedalaman Kalimantan untuk menuju ke rumah besar di Muara Wis sebelum mereka benar-benar terbang kembali ke Jakarta guna menantang takdir konspirasi yang sesungguhnya.Begitu melangkah masuk ke dalam rumah besar di Muara Wis ini, Arman dan Ratna—kakek dan nenek misan keduanya—sudah berdiri menunggu di ruang tengah.Mereka langsung menyambut kepulangan dua cucu bengal ini dengan senyuman hangat, sementara Wiwi dan Wawan, dua anak mereka yang masih kecil, saat ini sedang tidak ada di rumah karena masih mengikuti kegiatan belajar di sekolah PAUD.“Hebat kalian berdua. Misi di pedalaman sukses besar, bahkan Tungkai Sukililo sekarang benar-benar sudah bertobat total. Kemarin siang dia mendadak meneleponku, bicarany
Rasa kagumnya terhadap sosok sang mantan agen FBI itu kini benar-benar sudah menyentuh puncaknya.Pria bertubuh kokoh berambut cepak itu terbukti bukan hanya mesin pembunuh yang kejam bagi komplotan The Viper, melainkan malaikat pelindung sejati bagi kemakmuran Kampung Muara Asih.Namun, kejutan besar yang sesungguhnya justru meledak tepat di hari kelima masa perawatan.Sore itu di teras rumah panggung, Rasman dan Irman sempat dibuat kaget bukan main. Patrick dan Johanes melangkah mendekat dan dengan nada suara yang sedikit malu-malu kucing.Ia pun mulai mencurahkan isi hatinya (curhat) kepada kedua bersaudara tersebut mengenai rencana masa depannya bersama sang kakak.Kelasi bule itu menyatakan bahwa mereka berdua telah sepakat secara bulat untuk berhenti total dari dunia maritim dan menolak kembali menjadi pelaut, bahkan malas balik ke Australia.“Aku dan Johanes, kakakku, sudah mengambil keputusan. Kami berdua akan menetap dan tinggal selamanya sebagai warga di desa terpencil ini, l
Rasman segera menarik lembut lengan Bulan, memberikan isyarat dengan anggukan kepala untuk mengajak si cantik ini menjauh dari gubuk tersebut sebelum kehadiran mereka disadari.Bulan mengangguk cepat seraya menggigit bibir bawahnya, bersusah payah menahan ledakan tawa yang menggelitik dadanya, dan pastinya... menahan letup gairah yang kian bergejolak hebat di dalam rahimnya akibat tontonan gratis barusan.Gimana nggak tertawa, melihat ekspresi adiknya saat fefek mulusnya kena sedot lidah Irman, terkadang Sulin tertawa, kadang mendesis-desis dan setelahnya menahan perih sekalgus nikmat, nggak beda jauh dengan kelakuan dia dulu, saat lepas perawan dengan mantan suaminya.Keduanya berjalan tergesa-gesa kembali ke arah aliran riam, lalu duduk santai di atas sebuah batu besar yang pipih di pinggir sungai sepi itu.Begitu merasa jarak mereka sudah cukup jauh dan aman, tawa lepas yang sejak tadi ditahan akhirnya pecah seketika di antara gemercik air sungai yang jernih.Mereka berdua benar-ben
Di dalam benak dinginnya, sebuah niat serius mulai tumbuh, setelah seluruh urusan di pedalaman ini selesai, ia bertekad bulat mau memboyong Bulan ikut bersamanya ke Jakarta.Bulan tersenyum malu-malu meong saat menyadari tatapan memuja sang pujaan hati yang kini melangkah kian dekat ke arahnya.“Lagi sibuk yaah?” tegur Rasman lembut dengan suara baritonnya yang jantan.Bulan menghentikan gerakannya sejenak, lalu menatap cemas ke arah celana jins Rasman yang sempat robek. “Kaki kamu gimana, Bang? Masih sakit bekas luka tembakan semalam?” Bulan malah balik bertanya dengan nada suara yang sarat akan perhatian mendalam.“Sudah mendingan... ramuan minyak ayahmu dan obat dokter Tungkai memang paten. Nah, mumpung cuaca sedang bagus, kita jalan-jalan yuk,” bisik Rasman perlahan dengan tatapan mata yang mendadak berubah menjadi sangat dalam.Bulan... tentu saja langsung mengerti ke mana arah tujuan ajakan tersebut. Hati wanita jalangnya berdesir hebat, apalagi saat melihat sepasang mata elang s
Johanes kaget bukan kepalang mendengar runtunan cerita yang keluar dari mulut adiknya, Patrick.Sepasang matanya membelalak sempurna laksana melihat mukjizat. Pria bule yang masih terbaring di ranjang kayu itu berkali-kali menatap Rasman dan Irman bergantian dengan pandangan tidak percaya.Dia bahkan bersusah payah berusaha bangkit untuk memberi hormat, namun gerakan nekatnya itu langsung dilarang dan ditahan oleh tangan kekar Rasman.Bagaimana Johanes tidak syok? Mulai detik ini juga, garis takdir hidupnya dan Patrick telah berubah total.Mereka bukan lagi sekadar nakhoda dan kelasi kapal pekerja keras yang bernasib malang, melainkan telah menjelma menjadi miliarder baru yang memiliki kekayaan tunai hingga 1 miliar dolar AS.Angka fantastis yang jika dirupiahkan nilainya menembus lebih dari 17 triliun rupiah! Dengan uang sebanyak itu, jangankan untuk pensiun dini, mau membeli seratus unit kapal barang mewah seperti yang dibajak oleh kelompok The Viper pun mampu mereka lakukan dengan s







