Share

Bab 4. Tiba-tiba Diusir

Penulis: Neny nina
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-10 10:42:46

Salah seorang kepercayaan Zarek datang memberikan perintah langsung dari Zarek.

"Dimana nyonya Selena," tanya Riker kepada Siti.

"Saya di sini." Selena sudah berdiri di depannya dengan sebuah tas besar yang berisi baju dan perlengkapannya.

"Anda siapa?" tanya pria itu dengan kening berkerut karena heran. Namun hati kecilnya memuji kecantikan wanita yang mengaku sebagai Selena.

"Saya Selena. Ada apa?"

"Dari suaranya benar nyonya Selena. Tapi kenapa badannya bisa kurus dalam semalam?" batinnya

"Iya. Ini adalah Nyonya Selena. Nyonya minum ramuan pelangsing yang bisa membuat butuhnya langsing dalam semalam," beber Siti memastikan kalau yang dihadapannya adalah betul Selena.

"Ah. Biarinlah. Mau dia Nyonya atau bukan, yang penting dia juga akan pergi dari rumah ini," batinnya lagi.

"Ok. Saya mendapat perintah dari tuan Zarek. Demi keselamatan calon pewaris yang sedang dikandung Nyonya Liana, terpaksa Nyonya Selena harus pergi dari rumah ini."

"Katakan pada Zarek. Aku memang akan pergi dari rumah ini. Bukan karena dia mengusirku, tapi karena aku juga sudah muak tinggal di rumah besar yang seperti penjara ini. Sampaikan terima kasihku kepadanya."

Riker dan Siti terkejut Alang kepalang karena mendengar jawaban yang keluar dari mulut Selena. Sebelumnya dia sering diusir, tapi tetap tidak mau pergi. Dia dibutakan oleh cintanya kepada Zarek. Bahkan ia mau mengemis kepada Zarek agar tidak diusir dari rumah itu.

"Apa?"

"Apa kamu tidak dengar? Sampaikan terima kasih saya kepada Zarek, karena telah membebaskan saya dari penjara ini!"

"Baik Nyonya." Riker segera pergi menemui Zarek dan memberitahukan jawaban dari Selena.

"Tuan. Nyonya menerima keputusan Tuan. Beliau mau pergi dari rumah ini."

Zarek terkejut sampai air yang baru saja ia teguk menyembur keluar dari mulutnya.

"Apa? Kamu tidak salah dengar?"

"Tidak Tuan! Bahkan Nyonya Selena sudah menyiapkan tas bajunya dan bersiap untuk pergi."

"Oh ya?"

"Iya. Selain itu ...."

"Selain itu apa?"

"Selain itu, Nyonya juga sudah berubah, Tuan. Sekarang Nyonya Selena sudah langsing dan semakin cantik," jelas Riker.

Zarek dan Liana tertawa mengejek.

"Jangan mengada-ada kamu! Mana mungkin orang gemuk bisa kurus dalam waktu semalam."

"Iya. Kamu mimpi kali ya Riker?" Sela Liana.

"Benar Tuan. Nyonya! Saya tidak mengada-ada. Nyonya Selena sekarang sudah langsing. Wajahnya juga semakin berseri. Saya bisa jamin dengan nyawa saya kalau saya tidak bohong."

Zarek dan Liana saling pandang. Mereka sangat mengenal Riker. Jika Riker sudah bersumpah dengan nyawa sebagai jaminannya, itu berarti dia tidak berbohong.

Pria itu sudah lama ikut dengan Zarek. Zarek sangat hapal dengan wataknya. Riker orang yang tidak banyak bicara. Sekeli dia bicara, yang keluar dari mulutnya adalah kebenaran.

"Bagaimana mungkin?" Zarek bergumam antara percaya dan tidak percaya.

"Apa kamu sudah tanya pelayannya? Siapa tahu yang kamu lihat itu adalah orang lain."

"Saya sudah tanya Siti, Tuan. Kata Siti, nyonya minum ramuan ajaib, Tuan."

"Ramuan ajaib?"

"Iya Tuan."

"Dapat dari mana dia?"

"Kalau itu saya nggak tahu, Tuan."

"Jika memang dia bisa kurus dengan minum ramuan ajaib, pasti si Siti yang memberinya. Sebab dia kan aku suruh pulang kemarin. Kalau enggak, nggak mungkin sigemuk itu bisa dapat obat semanjur itu. Dia saja nggak pernah keluar dari rumah," batin Liana.

Zarek penasaran ingin melihatnya.

"Ayo ikut saya," ajak Zarek kepada Riker. Riker berjalan cepat tanpa mendahului tuannya. Liana ditinggalkan di kamarnya sendiri.

Di perjalanan hendak menuju kamar Selena, mereka berpapasan. Zarek terpana melihat wanita cantik di depannya. Matanya menatap Selena tanpa berkedip.

Mata yang indah.

Jika dulu saat bertemu dengan Zarek, dia akan salah tingkah karena malu. Sekarang beda halnya. Dia menatap Zarek acuh tak acuh. Zarek berhenti tepat di depan Selena. Tapi Selena berjalan melewatinya seperti orang yang tidak kenal.

"Berhenti!"

Zarek memegang tangannya. Dia mundur selangkah agar bisa berhadapan langsung dengan Selena.

"Ada apa?" tanya Selena acuh.

"Kamu Selena?"

Selena menghadapkan mukanya persis ke depan muka Zarek. Hal yang tidak pernah dilakukan Selena yang dulu, walaupun dia ingin.

"Apa kamu tidak mengenalku? Oh iya. Bagaimana kamu mengenalku? Toh selama ini kamu kan emang nggak pernah memandangku."

Zarek heran sekaligus suka melihat perubahan fisik dan juga sikap Selena. Hanya saja, dia tidak suka diacuhkan oleh perempuan.

"Sikapnya yang sekarang lumayan menarik perhatianku," batin Zarek.

"Um, kamu sekarang berubah. Tidak hanya fisik. Sikapmu juga lebih berani. Siapa kamu sebenarnya?!"

"Tidak ada yang berubah denganku. Aku hanya lelah mengejar orang yang tidak pernah menghargai usahaku."

"Jadi ini salah satu trikmu kan?”

"Terserah kamu anggap apa. Yang jelas, mulai sekarang aku akan pergi dari rumah ini. Kamu bebas untuk menjadikan Liana sebagai istri sahmu."

"Kamu cemburu?"

"Hah? Cemburu? Jangan mimpi kamu. Apa kamu pikir ada wanita yang masih berharap kepada laki-laki yang tidak pernah menganggap keberadaannya?"

"Zarek menarik tangan Selena secara tiba-tiba hingga dia hampir terjatuh. Tapi dengan sigap Zarek langsung menangkap pinggangnya, sehingga posisi mereka berpelukan. Zarek mendekatkan wajahnya ke wajah Selena yang ada di pangkuannya. Tapi Selena segera melepaskan diri dari pangkuan Zarek.

Selena segera pergi meninggalkan Zarek yang tertegun. Dadanya terasa berat saat melihat punggung Selena yang perlahan menjauh.

Liana yang melihat kesedihan di mata suaminya yang tidak mau melepaskan Selena dari pandanganya merasa sakit hati yang mendalam kepada Selena. Kebenciannya semakin bertambah besar.

"Awas aja kamu Selena. Aku nggak akan biarkan kamu hidup tenang." Tangannya mengepal.

Selena menatap sekeliling dengan tersenyum lega. Dia menghirup udara kebebasan dari rumah yang bak penjara karena menuruti keinginan hatinya. Cinta buta ternyata tidak selalu membuat hatinya bahagia. Tapi dia merasa puas karena sudah bisa melepaskan diri dari orang yang dia kagumi dalam cerita aslinya.

"Sekarang kita akan ke mana, Nyonya?" tanya Siti dengan hati yang risau.

"Siti! Kamu sudah ikut lama dengan keluargaku. Mulai sekarang, aku membebaskan mu. Kembalilah kepada kedua orang tuamu."

"Jika saya kembali kepada kedua orang tua saya, Nyonya akan sendiri. Saya takut terjadi apa-apa dengan Nyonya."

"Jangan khawatirkan saya. Saya akan menjaga diri saya sendiri."

"Tidak, Nyonya. Jika Nyonya tidak menolong saya waktu itu, mungkin saya akan melayani laki-laki hidung belang di rumah bordir. Semenjak itu, saya sudah berjanji akan melayani Nyonya seumur hidup saya."

"Tapi sekarang saya sudah membebaskan kamu."

"Tapi saya tidak mau pergi. Saya akan tetap melayani Nyonya sampai kapanpun."

Selena menghela napas. Dia tidak mau lagi memaksa Siti untuk pergi.

"Baiklah Siti. Dua orang akan lebih baik daripada satu orang. Kita akan takhlukkan kota ini. Kita akan bangkit tanpa bantuan dari keluarga Zarek. Tapi mulai sekarang, kamu bukan lagi pelayanku, melainkan saudaraku."

Siti senang sekali mendengar kata-kata Selena. Dia tidak menyangka Nyonya yang selama ini hanya ingin makan dan tidur saja, yang tidak mau memikirkan hal lain selain makan dan tidur, kini mempunyai daya pikir yang optimis dan sangat pintar juga semakin peduli dan baik.

"Iya, Nyonya. Saya sangat yakin, dengan kemampuan Nyonya, kita pasti akan berhasil."

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Terjebak Di Tubuh Istri Gendut Tuan Sultan   Bab 58

    Mereka sampai di kediaman Sastrada Wijaya. Sebuah rumah besar bergaya tradisional kuno yang sangat mewah dan asri. Di atas gerbang ada papan nama yang bertuliskan Kediaman Adipati Sastrada Wijaya."Ini rumah saya Tuan. Ayo mampir dulu. Saya akan kenalkan Tuan kepada ayahanda saya.""Em." Sultan Zarek berjalan beriringan dengan wanita itu. Sedangkan Riker mengikuti dari belakang.Sepanjang jalan sampai ke depan pintu, Zarek memperhatikan semua pelayan dan penjaga. Mereka semuanya terlihat aneh. Seperti tidak ada yang menghargai gadis itu. Riker juga merasakan hal yang sama."Tuan. Kalau dilihat dari tatapan para pekerja dan pelayan rumah ini, sepertinya mereka semua membenci nona ini," bisik Riker di telinga Zarek saat Zarek melambatkan sedikit jalannya."Aku juga merasakannya," jawab Zarek.Pintu besar terbuka lebar. Sepasang suami istri yang berpakaian bangsawan datang menghampiri mereka dengan berurai air mata. Tapi gadis di samping Zarek tidak terharu sama sekali melihat kesedihan

  • Terjebak Di Tubuh Istri Gendut Tuan Sultan   Bab 57

    Nyonya Ratih menemui Selena di taman. Dia membuang semua rasa malunya yang ketahuan bermalam di hotel bersama tuan Matias."Selena. Ada apa tadi mencariku?" tanyanya dengan suara yang kaku.Selena tersenyum. "Maaf, Nyonya. Tadi saya tidak sengaja. Saya terburu-buru ingin memperlihatkan surat dari tuan Sultan Zarek.""Dari Zarek?" tanyanya cemas. Semenjak sultan Zarek datang, dia belum bertemu dengannya secara langsung."Iya." Selena menyerahkan selembar kertas yang sudah dibacanya lebih dulu.Nyonya Ratih mengambil dan membaca surat itu. Setelahembacanya, Seketika kakinya lemas. Dia terduduk di kursi taman di samping Selena. Mukanya merah. Matanya berkaca-kaca. Dadanya terasa berat. Dia sedih dan bingung dengan apa yang akan terjadi antara dia dan lelaki yang dikiranya selama ini adalah anak kandungnya.Sedangkan di pasar yang ramai, sultan Zarek berjalan tanpa tujuan. Terkadang ia menabrak beberapa pengunjung pasar. Karena dia bukan orang sembarangan, tak ada yang berani menegur ata

  • Terjebak Di Tubuh Istri Gendut Tuan Sultan   Bab 56

    "Aku wanita yang sangat malang, Nak. Aku akan bercerai dengan suamiku."Selena terkejut mendengar pernyataan nyonya Ratih. "Kenapa bisa begitu? Apa Nyonya dan Tuan Sultan ada masalah?"Air mata Nyonya Ratih menitik. Dadanya bergetar. Mulutnya terasa berat untuk menceritakan, tapi hatinya ingin menceritakan semuanya."Ayahanda Sultan Zarek berselingkuh."Selena terdiam. Dia memeluk tubuh nyonya Ratih yang bergetar hebat."Apa kamu tahu apa yang lebih menyakitkan, Nak?""Apa?" tanya Selena lirih."Zarek adalah anaknya bersama perempuan itu."Zarek yang menguping percakapan mereka dari balik pintu, terduduk. Lututnya tak sanggup menopang tubuhnya karena menerima kejutan yang besar."Siapa wanita itu, Nyonya?"Zarek menajamkan telinga. Ia ingin tahu siapa orang yang telah melahirkannya."Dia adalah orang yang sudah bekerja sangat lama di rumahku. Dia... Upik."Air mata luruh dari pelupuk mata Zarek. "Jadi orang yang membesarkan aku selama ini bukanlah orang yang melahirkan aku?" batin Z

  • Terjebak Di Tubuh Istri Gendut Tuan Sultan   Bab 55

    "Andika?""Apa Yang Mulia mengenalnya?" tanya Selena."Dia adalah adik bungsuku.""Kenapa kau ingin menghabisiku?" tanya raja dengan kening berkerut."Haha, ha, ha! Dasar bodoh! Apa kau lupa? Sudah berapa kali orangku berusaha membunuhmu di dalam istana? Itu semua atas perintahku. Aku yang memberi mereka jalan untuk masuk. Jika tidak, bagaibagaimana bisa mereka masuk kedalam istanamu dengan pengawasan yang ketat?""Jadi itu semua ulahmu, Dek?""Berhenti memanggilku dengan panggilan itu! Apa kamu pikir aku tidak tahu siapa dirimu? Kamu hanyalah iblis yang menyamar menjadi kakakku! Cepat katakan di mana keberadaan kakakku!" bentak laki-laki tampan yang masih sangat muda itu di bawah ancaman pedang sakti Selena.Kening raja mengernyit."Apa yang kamu katakan. Aku ini kakakmu. Aku bukan iblis seperti yang kau curigai.""Iblis tetaplah iblis. Kau takkan mengatakan di mana keberadaan kakakku. Jadi sebaiknya kubunuh saja kamu sekarang."Lelaki itu mengeluarkan sebuah senjata kecil yang ia am

  • Terjebak Di Tubuh Istri Gendut Tuan Sultan   Bab 54

    "Sistem. Tolong mundurkan waktu." Sebuah layar hologram kembali muncul di depannya."Syukurlah," batin Selena. Ia segera menekan angka. Tapi permintaannya ditolak.Dia kembali berbisik dalam hati."Sistem bantu aku.""Halo Selena. Maaf saya terlambat. Apa yang terjadi?""Entahlah. Aku takut akan hal lain, tapi yang terjadi justru diluar dugaanku. Aku berada diantara dua dunia.""Baiklah. Aku mengerti aku bisa mengembalikanmu ke dua jam yang lalu. Aku tidak bisa memindahkanmu ke dunia nyata karena levelmu masih belum mencukupi.Dua jam yang lalu berarti saat ia masih berada di kerajaan Samudra.Ia menarik napas lega."Ok. Tidak masalah." Seketika ia berada di halaman kerajaan. Ia hendak menaiki tangga delman. Liontinnya juga masih utuh."Aku kembali ke sini," batinnya. Ia bersorak dan memeluk Arya. Akhirnya aku bisa bertemu kamu lagi," katanya dengan rasa haru yang tak terkira.Arya membalas pelukan Selena dengan hangat. "Selena. Aku pikir kamu akan lebih senang tinggal di kerajaan in

  • Terjebak Di Tubuh Istri Gendut Tuan Sultan   53

    Selena menoleh. Mantannya menatap tak percaya melihat orang yang berdiri di gerbang istana."Raja!"Ia yang sudah menaikkan sebelah kaki ke tangga delman segera turun dan membungkuk dalam. Arya dan Sultan Zarek ikut membungkuk, meski raut wajah keduanya jelas tak senang."Yang Mulia. Mengapa Anda keluar?" tanya Selena hati-hati.Raja tersenyum samar. Ia mengenakan pakaian rakyat biasa, jubah cokelat kusam dan sepatu kulit berdebu. Namun wibawanya tak bisa disembunyikan."Aku akan ikut denganmu.""Tapi… bagaimana dengan istana?""Aku sudah menunjuk wakilku untuk menjaga takhta."Sultan Zarek, penguasa wilayah perbatasan yang namanya menggema hingga ke padang tandus Gurun Merath, menegang. Arya pun memalingkan wajah, jelas keberatan."Oh. Kebetulan sekali, Yang Mulia," ujar Selena, mencoba mengalihkan ketegangan. "Anda bisa tinggal di hotel saya.""Aku akan menyewa hotelmu.""Dengan senang hati, Yang Mulia."Raja melangkah mendekat dan, tanpa ragu, menggenggam tangan Selena. Hangat. T

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status