Home / Fantasi / Terjebak Di Tubuh Istri Gendut Tuan Sultan / Bab3. Kejutan selanjutnya ( Tiba-tiba menjadi langsing)

Share

Bab3. Kejutan selanjutnya ( Tiba-tiba menjadi langsing)

Author: Neny nina
last update Last Updated: 2026-01-10 10:42:05

Waktu terus berputar. Obat pelangsing yang diminum Selena sebelum tidur, mulai bekerja saat Selena sedang terlelap.

Di alam mimpi, Selena berada di tempat sebelum ia terdampar ke dunia Fiksi. Dia menyaksikan dengan mata kepala sendiri perselingkuhan Damian dengan Lili sahabat karibnya. Mereka asik bercumbu di dalam kamar kost kekasihnya itu.

Karena tidak tahan mendengar suara desahan kenikmatan dua manusia yang sedang dirasuki hawa nafsu itu, Selena menendang pintu kostan itu. Jika dengan kekuatan biasa, pintu itu tidak akan terbuka. Yang ada kakinya akan merasa sakit. Tapi karena dia punya ilmu bela diri dan tenaga dalam yang kuat, pintu itu terbuka. Dua orang yang sedang bertelanjang tampak terkejut dan segera meraih selimut untuk menutup tubuh mereka.

"Zizi! Ini hanya kekilafanku. Maaf, Sayang ...."

Zizi, melemparkan kue ulang tahun yang sudah ia siapkan untuk memberi kejutan Demian tepat di mukanya. Mukanya belepotan oleh kue tart yang berwarna putih bercampur dengan coklat.

Apa yang dilihatnya hari itu, sudah cukup untuk menjelaskan semuanya. Iapun pulang ke rumahnya dan menghilangkan kesedihannya dengan membaca cerita fiksi kesukaannya. Dia sangat kasihan dengan sosok Selena yang selalu ditindas oleh Liana. Padahal Liana adalah sepupu Selena. Tapi hubungan itu tidak menghambat niatnya untuk merebut suami kakak sepupunya. Dengan kehamilannya dia berhasil merebut perhatian Zarek. Diakhir cerita, Zarek dan Liana akan hidup bahagia.

Tapi yang membuat Selena heran, dalam cerita itu, Selena harusnya meninggal hari ini, setelah Zarek memergoki Selena dengan pria gemuk kemarin. Mayatnya ditemukan oleh pelayan kesayangannya.

Keesokkan paginya, Selena menggeliat, lalu membuka matanya. Perlahan dia turun dari tempat tidur.

Dunia nyatanya kini hanyalah mimpi yang menghilang saat ia membuka mata. Sekarang ia berada dalam cerita fiksi dan hanya seorang istri yang tidak dianggap. Nilai tambahnya, dia menjadi istri sah yang seharusnya mempunyai hak lebih di rumah suaminya. Hanya saja, karena badannya yang gemuk, Zarek tidak pernah meliriknya. Cintanya kepada Zarek menghilangkan akal sehatnya. Ia tetap bertahan meski sudah diselingkuhi.

Saat hendak membersihkan dirinya, dia melihat badannya di cermin sudah kurus. Baju besar yang ia gunakan tadi malam, kini terlihat sangat longgar. Dia mendekat ke cermin dan meraba kedua pipinya.

"Wah ... ternyata kamu secantik ini! Obat pelangsing itu benar-benar mujarab. Aku berhasil membuat diriku selangsing ini dalam waktu satu malam."

Sebelum ia beranjak untuk mandi, tiba-tiba pintu terbuka. Seorang pelayan masuk.

Dia terperangah dan terkejut saat melihat ada orang lain di kamar majikannya yang memakai pakaian nyonyanya.

"Siapa kamu?! Kenapa kamu ada di kamar Nyonya Selena?! Dan kenapa kamu memakai pakaiannya!"

Selena sudah tahu dari cerita asli kalau wanita itu adalah pelayan kesayangannya, Siti. Dia sengaja disuruh Liana untuk pulang ke rumahnya dengan alasan orang tuanya sakit parah, dan menyuruhnya segera pulang. Tapi setelah ia sampai di kediaman orang tuanya, ternyata ayah dan ibunya tidak apa-apa. Menyadari kalau ini hanyalah tipu daya Liana, iapun segera kembali ke kediaman Selena.

"Apa yang kamu lakukan pada Nyonya saya. Tolong... jangan sakiti dia. Dia memang gemuk, bodoh dan pemalas. Tapi dia tidak jahat sama sekali. Dia juga tidak pernah berniat jahat dengan orang lain." Lututnya terasa lemas tak bertulang. Dia bersimpuh menangis karena takut sudah terjadi hal yang buruk dengan Selena.

Selena tersenyum kicik. Menggetok perlahan kepala Siti dengan sisir, seperti yang biasa ia lakukan. Dia menggoda Siti.

"Saya sudah membunuh majikanmu! Dan saya juga mengambil alih semua barang-barangnya. Sekarang, kamu juga harus patuh kepada saya!"

Siti berhenti menangis. Dia heran saat mendengar suara orang yang ada di depannya itu sangat mirip dengan Selena. Disapunya air mata di kedua pipi. Matanya terpana menyelidiki orang yang ada di depannya mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki.

Melihat Siti terpana dengan wajah yang heran, Selena tidak dapat menahan tawanya.

"Ini aku! Selena!"

Siti berdiri dan mendekat.

"Apa? Tidak mungkin! Suara Nyonya memang mirip dengan Nyonya Selena. Tapi tidak mungkin Nyonya Selena akan kurus dalam waktu semalam,” bantahnya.

Selena berpikir sejenak, lalu dia membisikkan sesuatu ke telinga Siti. Siti menutup mulutnya.

"Oh ya? Jadi benar-benar Nyonya Selena?"

Selena mengangguk sambil tersenyum.

"Kalau begitu kamu siapkan pakaian saya. Saya mau mandi dulu. Karena sebentar lagi akan ada orang yang datang ke sini.

Siti menatap sedih ke arah majikan kesayangannya. Dia tahu kalau selama menjadi istri Zarek, Selena tidak pernah dianggap dan diperlakukan seperti seorang istri oleh Zarek. Tapi, Selena tetap berharap Zarek akan datang menemuinya, meski harapan itu hanya membuatnya kecewa. Siti kemudian merubah wajah sedihnya agar Selena tidak merasa dikasihani.

"Pakaian? Bukankah pakaian Nyonya besar semua?"

"Tidak. Saya sudah mengganti semua pakaian yang besar itu dengan pakaian baru." Selena berlalu ke kamar mandi.

Selesai mandi dan berpakaian, Selena memuji bentuk tubuhnya yang sekarang dan juga wajah orang yang ada di cermin.

"Cantik sekali ternyata tubuh ini."

"Nyonya benar-benar cantik ...tuan muda Zarek pasti tidak akan menceraikan Nyonya jika tuan Zarek melihat Nyonya. Wanita gundik itu akan tetap menjadi gundik. Atau mungkin saja tuan Zarek akan menceraikannya demi Nyonya," kata Siti bersemangat.

"Kita lihat saja nanti. Sekarang pergilah buka pintu. Karena ada orang yang akan datang," jawab Selena dengan senyum penuh misteri.

Siti diam. Selama ini Selena selalu berharap Zarek akan datang ke kamarnya. Begitupun sekarang. Tapi dia yakin Zarek tidak akan pernah datang menemui Selena karena Zarek masih menganggap Selena sebagai wanita gemuk.

"Nyonya. Saya tahu, Nyonya sekarang sangat cantik. Tapi tuan kan belum melihat penampilan Nyonya yang sekarang. Jika dia melihat Nyonya, tuan tidak akan pernah lagi mengabaikan Nyonya. Namun ..."

"Namun apa?"

"Tuan kan belum tahu perubahan fisik Nyonya. Jadi ..."

"Jadi apa?"

"Jadi, Tu_tuan tidak mungkin datang. Nyonya jangan berharap. Saya tidak mau Nyonya kecewa," tuturnya ragu-ragu.

"Siti ...saya tidak berharap dia yang datang. Kamu turuti saja kata-kata saya. Sekarang pergilah buka pintu. Ada orang yang akan menemui aku."

"Kalau begitu siapa Nyonya? Nyonya jangan berharap Liana yang datang. Karena kalau dia yang datang, sudah pasti untuk menyakiti Nyonya. Jangan sampai ..."

"...apa Nyonya tahu? Kemarin saat saya sedang menyapu halaman, saya dipanggil pelayan Nyonya Liana. Saat aku menemuinya, katanya ibu dan ayahku sakit keras. Tapi ternyata dia berbohong. Baru aku tahu, ternyata dia hanya menipuku pasti untuk menyakiti Nyonya dengan bebas. Apa kemarin dia tidak menyakiti Nyonya?"

"Kamu tenang saja. Mulai sekarang aku gak akan biarkan dia menindas Nyonyamu. Lagian kamu juga sih ...percaya aja sama iblis itu. Dia mana tahu di mana alamat rumahmu."

"Iya. Nyonya benar. Mana tahu dia alamat rumahku. Aku saja yang bodoh. Mau saja dibodohi dia."

"Ah. Sudahlah gak usah menyalahkan diri sendiri. Kamu tertipu itu karena dia mengancam pakai nama orang yang kamu sayangi."

"Iya. Nyonya benar."

"Nyonya kok sekarang semakin pintar bicara ya? Biasanya dia lebih banyak diam dan malu," batin Siti.

Tok, tok, tok.

"Sana buka pintunya," kata Selena sambil menunjuk pintu kamar besar itu dengan bibirnya.

"Ternyata benar ada yang datang. Jadi Nyonyaku juga pintar meramal sekarang ya?" batin Siti sambil tersenyum bahagia.

Siti membuka pintu lebar-lebar. Alangkah terkejutnya Siti saat melihat siapa yang datang menemui Selena.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Terjebak Di Tubuh Istri Gendut Tuan Sultan   Bab 8.

    Bab 8: Mendapatkan Bantuan "Aku akan menghajar orang yang berani menyentuh properti keluargaku dengan paksa!" gumam Eden dengan suara rendah namun penuh amarah. Langkahnya berat menapak tanah, mata menyala dengan kemarahan saat melihat pintu rumah kosong yang sudah dikenalnya sejak kecil terbuka lebar. Namun langkahnya terhenti seketika saat seorang wanita keluar sambil membawa mesin pembersih. Cahaya matahari menyinari rambutnya yang berkilau, wajahnya cantik seperti bidadari yang memancarkan kehangatan di tengah kesunyian. Selama hidupnya di kota itu, Eden belum pernah melihat sosok seindah itu. "Mimpi apa aku semalam..." gumamnya seraya mengucek matanya meskipun tidak terasa gatal. Wajahnya yang tadinya memerah karena marah kini mulai memerah karena pemalu. "Apa dia orangnya yang mengambil rumah ini?" tanya Eden dengan suara yang jauh lebih lembut dari biasanya, bahkan ia tidak sadar kalau tangannya yang tadinya mengepalkan tinju sudah mulai rileks. "Iya, Bos! Tadi ada dua or

  • Terjebak Di Tubuh Istri Gendut Tuan Sultan   Bab 7

    Rumah Kosong   "Sekarang kita mau kemana, Nyonya? Apa kita akan kembali ke rumah orang tua Nyonya?" tanya Siti, matanya penuh kekhawatiran. Selena menatap jauh, ingatan tentang cerita yang pernah dia baca menghampiri. Di dalamnya, bahkan mayat sang tokoh tak pernah diterima oleh keluarganya—akhirnya hanya Siti yang setia menguburkannya di tengah hutan dan merasakan kehilangan yang mendalam. Bagaimana mungkin dia akan kembali dengan status yang belum jelas? "Untuk sekarang, kita tidak akan kembali ke sana, Siti. Kita akan mulai dari nol, membangun kehidupan baru di sini." "Iya, Nyonya! Kita pasti bisa!" ucap Siti dengan semangat yang sedikit meredakan kesedihan di hati Selena. "Saya juga akan mengikuti dan selalu mendukung Nyonya!" suara lain menyela. Wanita yang baru saja diselamatkan itu berdiri tegak di sisi mereka. "Siapa nama kamu?" tanya Selena dengan lembut. "Nama saya Yesi, Nyonya."

  • Terjebak Di Tubuh Istri Gendut Tuan Sultan   Bab 6

    Mentari tengah hari memancarkan panasnya seolah ingin mencairkan segala yang ada di bawahnya. Keringat seperti mutiara kecil mulai menetes dari ubun-ubun Selena, mengalir perlahan di lehernya yang terlihat lembut, menjalar ke arah dadanya—menambah pesona wanita berambut panjang yang biasanya terlihat anggun itu. Zarek menelan liur tanpa sadar, mata terfokus pada kulit putihnya yang kini mengkilap karena dibasahi keringat.Namun, rasa terbakar di dadanya akibat harga diri yang terinjak membuat darahnya mendidih. Matanya yang biasanya tajam kini memerah karena amarah, dan dengan gesaan kasar, dia melemparkan batangan emas ke lantai restoran—suara "KLENG!" menggema di ruangan itu."Jangan anggap kamu cantik saja bisa seenaknya menghina diriku!" Suaranya tercekik karena menahan kemarahan, giginya terkunci rapat. Tapi Selena hanya menatapnya dengan wajah yang tetap tenang."Siapa bilang aku menghina kamu? Aku cuma membayarkan harga untuk membebaskan pelayan yang sedang ditindas oleh orang

  • Terjebak Di Tubuh Istri Gendut Tuan Sultan   Bab 5. Tiba-tiba diajak pulang

    Selena dan Siti sudah berjalan melewati pasar tradisional. Dari semua tempat yang ia kunjungi, dia tidak menemukan makanan yang enak. Atau sekedar aroma makanan enak yang biasa ia hirup dan makan selama berada di dunia. Tapi perutnya yang mulai keroncongan karena tadi dia tidak sarapan, meronta mintak diisi."Ayo kita makan dulu," ajak Selena."Baiklah Nyonya. Aku juga sudah lapar."Mereka pergi ke sebuah kedai nasi. Mereka memilih restoran mewah."Mau makan apa, Nona?" tanya pelayan kedai."Berikan kami makanan andalan restoran ini.""Baik Nyonya," kata pelayan itu dan bergegas ke dapur restoran untuk memberitahu koki agar menyiapkan menu andalan restoran itu.Tidak berapa lamanya, pelayan datang untuk mengantarkan makanan kepada mereka. Banyak menu yang terhidang di atas meja. Tapi semua itu tidak menggugah seleranya. Bagaimanapun Selena tetap mengisi perutnya yang lapar. Mereka berdua makan makanan itu.Saat mereka sedang makan, terdengar ada keributan di dapur restoran, setelah b

  • Terjebak Di Tubuh Istri Gendut Tuan Sultan   Bab 4. Tiba-tiba Diusir

    Salah seorang kepercayaan Zarek datang memberikan perintah langsung dari Zarek."Dimana nyonya Selena," tanya Riker kepada Siti. "Saya di sini." Selena sudah berdiri di depannya dengan sebuah tas besar yang berisi baju dan perlengkapannya."Anda siapa?" tanya pria itu dengan kening berkerut karena heran. Namun hati kecilnya memuji kecantikan wanita yang mengaku sebagai Selena."Saya Selena. Ada apa?""Dari suaranya benar nyonya Selena. Tapi kenapa badannya bisa kurus dalam semalam?" batinnya"Iya. Ini adalah Nyonya Selena. Nyonya minum ramuan pelangsing yang bisa membuat butuhnya langsing dalam semalam," beber Siti memastikan kalau yang dihadapannya adalah betul Selena."Ah. Biarinlah. Mau dia Nyonya atau bukan, yang penting dia juga akan pergi dari rumah ini," batinnya lagi."Ok. Saya mendapat perintah dari tuan Zarek. Demi keselamatan calon pewaris yang sedang dikandung Nyonya Liana, terpaksa Nyonya Selena harus pergi dari rumah ini.""Katakan pada Zarek. Aku memang akan pergi dari

  • Terjebak Di Tubuh Istri Gendut Tuan Sultan   Bab3. Kejutan selanjutnya ( Tiba-tiba menjadi langsing)

    Waktu terus berputar. Obat pelangsing yang diminum Selena sebelum tidur, mulai bekerja saat Selena sedang terlelap.Di alam mimpi, Selena berada di tempat sebelum ia terdampar ke dunia Fiksi. Dia menyaksikan dengan mata kepala sendiri perselingkuhan Damian dengan Lili sahabat karibnya. Mereka asik bercumbu di dalam kamar kost kekasihnya itu. Karena tidak tahan mendengar suara desahan kenikmatan dua manusia yang sedang dirasuki hawa nafsu itu, Selena menendang pintu kostan itu. Jika dengan kekuatan biasa, pintu itu tidak akan terbuka. Yang ada kakinya akan merasa sakit. Tapi karena dia punya ilmu bela diri dan tenaga dalam yang kuat, pintu itu terbuka. Dua orang yang sedang bertelanjang tampak terkejut dan segera meraih selimut untuk menutup tubuh mereka."Zizi! Ini hanya kekilafanku. Maaf, Sayang ...."Zizi, melemparkan kue ulang tahun yang sudah ia siapkan untuk memberi kejutan Demian tepat di mukanya. Mukanya belepotan oleh kue tart yang berwarna putih bercampur dengan coklat. Apa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status