MasukSaat Zizi Natasya melihat perselingkuhan kekasihnya, Damian, dengan sahabat karibnya, dia pulang dan menghilangkan kesedihannya dengan membaca Novel kesayangannya sampai ia terlelap. Secara tak sengaja, ia terbangun di tempat asing. Dan ternyata ia terbangun di tubuh seorang tokoh novel yang ia baca. Namun tokoh itu adalah tokoh yang lemah, dan akan mati karena difitnah oleh selingkuhan suaminya. Dia bertekad ingin pulang setelah menyelesaikan bab kehidupannya di dalam cerita.
Lihat lebih banyak"Kamu bersemangat sekali, Ruhi." Wajah Ruhi yang putih tampak memerah karena malu. Dia malu karena tanpa sengaja sudah menunjukkan rasa cintanya kepada Sultan Zarek.Melihat Ruhi tersipu karena malu, Selena tersenyum dan menaikkan sebelah alisnya untuk menggoda Ruhi. Ruhi jadi salah tingkah."Kakak?" "Hahaha, Ruhi? Kamu suka dengan Sultan Zarek?" Akhirnya pertanyaan itu meluncur dari mulut Selena.Ruhi semakin serba salah. Di satu sisi, dia ingin berkata jujur karena dia ingin Selena mundur setelah mendengar hubungan khususnya dengan Zarek. Tapi di sisi lain, dia merasa bersalah karena telah berpikiran buruk kepada wanita sebaik Selena. Ruhi menatap wajah teduh Selena. Tidak ada kebencian ataupun rasa cemburu tersirat di wajah cantik itu."Aku ... aku," katanya dengan gugup. Hanya kata-kata itu yang keluar dari bibirnya.Selena menarik napas dalam. Dia menepuk tangan Ruhi perlahan."Jangan malu. Kalau kamu menyukai seseorang, kamu harus berani mengatakannya. Karena jika tidak, bisa
Bab 59Nyonya Ratih menyayangi Ruhi dengan tulus. Sejak pertama kali gadis itu datang, ia sudah menganggap Ruhi seperti anak kandungnya sendiri."Ibunda, terima kasih karena Ibunda sudah menerima aku sebagai putri Ibunda," ucap Ruhi dengan sopan."Cuma orang bodoh yang tidak mau menerima kamu sebagai putri mereka, Nak," jawab Nyonya Ratih lembut sambil membelai rambutnya.Hari itu, di halaman hotel milik Selena, Zarek memperkenalkan Ruhi kepada Selena."Selena, ini Ruhi. Temanku."Selena tersenyum ramah. "Senang berkenalan denganmu, Ruhi."Zarek menatap Selena dengan penuh selidik, berharap menemukan tanda cemburu. Namun, tidak ada apa pun di wajah wanita itu selain ketenangan. Kasih sayang Arya sudah cukup untuknya saat ini.Malamnya, di sebuah perjamuan megah, Raja Samudra mempersembahkan lagu khusus untuk Selena. Suasana menjadi hangat dan penuh kekaguman. Arya tidak memberikan ingin memberikan celah untuk siapapun, bahkan raja Samudra sekalipun untuk mencari perhatian kepada Sele
Mereka sampai di kediaman Sastrada Wijaya. Sebuah rumah besar bergaya tradisional kuno yang sangat mewah dan asri. Di atas gerbang ada papan nama yang bertuliskan Kediaman Adipati Sastrada Wijaya."Ini rumah saya Tuan. Ayo mampir dulu. Saya akan kenalkan Tuan kepada ayahanda saya.""Em." Sultan Zarek berjalan beriringan dengan wanita itu. Sedangkan Riker mengikuti dari belakang.Sepanjang jalan sampai ke depan pintu, Zarek memperhatikan semua pelayan dan penjaga. Mereka semuanya terlihat aneh. Seperti tidak ada yang menghargai gadis itu. Riker juga merasakan hal yang sama."Tuan. Kalau dilihat dari tatapan para pekerja dan pelayan rumah ini, sepertinya mereka semua membenci nona ini," bisik Riker di telinga Zarek saat Zarek melambatkan sedikit jalannya."Aku juga merasakannya," jawab Zarek.Pintu besar terbuka lebar. Sepasang suami istri yang berpakaian bangsawan datang menghampiri mereka dengan berurai air mata. Tapi gadis di samping Zarek tidak terharu sama sekali melihat kesedihan
Nyonya Ratih menemui Selena di taman. Dia membuang semua rasa malunya yang ketahuan bermalam di hotel bersama tuan Matias."Selena. Ada apa tadi mencariku?" tanyanya dengan suara yang kaku.Selena tersenyum. "Maaf, Nyonya. Tadi saya tidak sengaja. Saya terburu-buru ingin memperlihatkan surat dari tuan Sultan Zarek.""Dari Zarek?" tanyanya cemas. Semenjak sultan Zarek datang, dia belum bertemu dengannya secara langsung."Iya." Selena menyerahkan selembar kertas yang sudah dibacanya lebih dulu.Nyonya Ratih mengambil dan membaca surat itu. Setelahembacanya, Seketika kakinya lemas. Dia terduduk di kursi taman di samping Selena. Mukanya merah. Matanya berkaca-kaca. Dadanya terasa berat. Dia sedih dan bingung dengan apa yang akan terjadi antara dia dan lelaki yang dikiranya selama ini adalah anak kandungnya.Sedangkan di pasar yang ramai, sultan Zarek berjalan tanpa tujuan. Terkadang ia menabrak beberapa pengunjung pasar. Karena dia bukan orang sembarangan, tak ada yang berani menegur ata
Selena menoleh. Mantannya menatap tak percaya melihat orang yang berdiri di gerbang istana."Raja!"Ia yang sudah menaikkan sebelah kaki ke tangga delman segera turun dan membungkuk dalam. Arya dan Sultan Zarek ikut membungkuk, meski raut wajah keduanya jelas tak senang."Yang Mulia. Mengapa Anda k
Nyonya Ratih sedang duduk di jendelanya memandang ke arah taman yang dipenuhi oleh bunga hias kesukaannya. Matanya masih sembab. Sisa air matanya juga masih ada. Pinggangnya tiba-tiba dipeluk dari belakang oleh Sultan Sahir."Ada apa Sayang? Apa kamu merindukan anak kita?"Nyonya Ratih tersenyum mi
Raja tersentak. Dia merasakan apa yang akan dia katakan tidak singkron dengan isi hatinya. Dia tidak mau mengucapkan kata-kata yang akan ia ucapkan, karena tidak sesuai dengan apa yang ada dalam hatinya."Kenapa raja. Kenapa dia memegang bibirnya seperti itu," batin Zarek sambil menaikkan sebelah a
"Andika?""Apa Yang Mulia mengenalnya?" tanya Selena."Dia adalah adik bungsuku.""Kenapa kau ingin menghabisiku?" tanya raja dengan kening berkerut."Haha, ha, ha! Dasar bodoh! Apa kau lupa? Sudah berapa kali orangku berusaha membunuhmu di dalam istana? Itu semua atas perintahku. Aku yang memberi
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.