The Lycan's Secret Mate

The Lycan's Secret Mate

last updateLast Updated : 2023-05-30
By:  EllaobidaCompleted
Language: English
goodnovel18goodnovel
6.9
11 ratings. 11 reviews
75Chapters
18.6Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

You have a choice," her first mate growled, his eyes cold and calculating. "Either you become my sex tool, or you leave the pack. But you can't take anything with you, not even the clothes on your back." In a world where strength and power are everything, she was an outcast. Her family had died saving a stranger, leaving her alone and despised by all. But the moon goddess had other plans for her, and granted her a mate. He was everything she had ever wanted, but he rejected her, coveting only her beauty. In a fit of rage, she kicked him to the curb and had a one night stand with a stranger. But her mate still had his eyes on her, and her life became a living hell. Bullied, enslaved, and isolated, she longed for a way out. And then, the Lycan King arrived, claiming her as his mate and bringing an end to her suffering. But secrets and dangers lurked in his kingdom, and she knew she couldn't stay. Faced with an impossible choice, she fled with her unborn babies, determined to raise them in secrecy. But why would she run? What was the truth behind her parents' death? And would the Lycan King recognize her and her babies when she returned completely different? As the Lycan King's secrets begin to unravel, she realizes that there is more at stake than just her own survival. Will she find the strength to confront her past and claim her place as the Lycan Queen, or will she be forever haunted by the ghosts of her past? Only time will tell in this gripping tale of love, betrayal, and the power of redemption.

View More

Chapter 1

Abused and Neglected

BISMILLAH

__________

“Semuanya sudah dimasukkan kedalam koper? Intinya jangan ada yang tertinggal, karena kita harus berangkat sekarang. Taksi onlinenya udah datang. Jangan sampai kita ketinggalan kereta!” ucap Ilham memperingati Adel yang masih duduk termenung menerawang jauh di depan jendela kamarnya.

Namun, sepertinya perempuan itu tidak mengindahkan perkataan abangnya. Dia hanya menatap Gunung Tangkuban Perahu yang jauh di sana. Sementara, kelopak matanya terlihat sembab. Mungkin karena tangisnya semalam sehabis dari pemakaman.

Kemarin adalah hari ke tujuh sepeninggal ibunya. Dan rencananya, setelah hari itu mereka akan tinggal di Yogyakarta dan memulai hidup baru di sana.  Semoga saja, keputusan yang dia tempuh bisa membuat kehidupannya bahagia di kampung halaman Ridwan – ayahnya.

Ilham balik badan dan menatap adik semata wayangnya yang belum bergerak sama sekali. Ia menghela napas pelan dan kembali berjalan menghampiri Adel, dan langsung memegang kedua bahu adiknya.

“Del! Kita berangkat sekarang. Taksi onlinenya sudah datang, kita harus cepat, jangan sampai ketinggalan kereta,” ujarnya pelan namun sempat membuat Adel terkejut akibat tangan kakaknya yang tiba-tiba nangkring di atas bahunya.

Adel mendongakkan wajahnya, dan tersenyum kepada Ilham. Lalu, dia bangkit dan berkata, “Ayo, Bang.”

Ilham meninggalkan kamar adiknya dan berjalan keluar lebih dahulu dan kembali mengecek barang-barang yang akan dibawa. Jangan sampai ada yang tertinggal. Kemudian ia membawanya keluar dan memasukkannya ke bagasi taksi yang sudah dipesannya,  dan dibantu oleh sopir taksi.

Adel bergegas meninggalkan kamarnya. Ketika melewati nakas, teringat kembali kejadian-kejadian yang pernah dia lakukan di sana. Semuanya terasa indah, dan sangat sulit dia lupakan. Lalu, dia menghampiri pintu dan mulai meraih gagangnya dan menutupnya pelan. Pintu itulah yang selalu menjadi saksi bisu kisah-kisah yang telah dia rasakan di kamar tersayangnya itu, tetapi sekarang dengan berat hati dia harus meninggalkan semuanya.

Keluar ke ruang keluarga, sofa empuk berwana kecoklatan terlihat sangat nyaman kini hanya menjadi sorotan netra-nya yang terasa mulai buram. Sofa itulah yang menjadi saksi bisu, saat bersama keluarga kecilnya. Mama, papa, Bang Ilham, dan semua tingkah-tingkah konyol kakaknya yang dia ingat hingga detik ini.

Dan tak lama lagi, Sofa itu akan dijadikan sebagai tempat bercengkerama oleh pembeli rumahnya. Adel menggelengkan kepala, ketika kelopak matanya tak mampu menahan tetesan air mata yang sudah memberontak ingin tumpah.

Ia kemudian berjalan ke arah ruang tamu. Menatap semua yang ada di sana, kejadian ketika teman-teman sekolahnya datang bertamu kembali mengisi otaknya dan membuat senyuman di bibirnya terukir jelas. Tak terasa kisah itu kini menjadi bahan nostalgia, dan dia akan meninggalkan itu semua.

Kakinya terus melangkah, dan kini dia sudah mengencangkan jari tangannya pada gagang pintu dan mulai menutupnya perlahan. Dan terakhir, dia menguncinya dari luar. Adel berjalan pelan meninggalkan teras, matanya sempat melihat garasi mobil. Di kepalanya kembali teringat, ketika dia harus kepentok pintu mobil sebab terburu-buru ke sekolah karena terlambat. Dan sekarang, itu semua hanya menjadi saksi bisu atas perjalanan hidupnya.

Kemudian, dia menghampiri Ilham yang sudah berdiri di samping taksi, dan sepertinya barang-barangnya sudah tersimpan di bagasi, kecuali barang tote bag yang ada di tangan Adel.

Setelah mengunci pintu pagar, Adel kembali menatap rumahnya yang di sana, sudah tergantung papan bertuliskan “Rumah Ini Dijual.” Dia menghela napas pelan, dan tersenyum – tidak ikhlas jika dia harus meninggalkan semuanya. Hari ini adalah hari terakhirnya di Bandung, hari dimana kenangan-kenangan indah di rumah itu kembali mengisi otaknya.

Selamat tinggal Bandung, selamat tinggal semuanya. Mama, teman-teman dan semua kisah yang pernah terjadi di setiap sudutnya. Mungkin kisahku cukup sampai disini. I love you so much all, I don’t forget to you! Forever!

“Del, gimana? Udah?” tanya Ilham tersenyum lebar, cowok itu terlihat sangat kuat, walaupun dalam hatinya ia sungguh rapuh, tetapi ia juga tidak mau membuat Adel semakin sedih jikalau tahu dirinya cukup terpukul atas kepergian ibunda tercinta untuk selama-lamanya.

Adel balik badan ketika mendengar seruan kakaknya. Dia tersenyum dan mengangguk. Lalu, berjalan menghampiri kakaknya dan memberinya tote bag yang ada di tangannya untuk disimpan di bagasi.

Setelah itu, mereka berdua masuk kedalam taksi dan meninggalkan rumah itu. Ayahnya tidak terlihat lagi, karena memang sudah dikirim ke Yogyakarta, sehari setelah kematian ibunya. Karena, penyakitnya yang tiba-tiba kambuh dan ia akan dirawat di Yogyakarta.

*****

___________

TO BE CONTINUED

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviewsMore

Maryixxx
Maryixxx
Overall, the blurb, writing style, and plot caught my attention. The storyline was delivered smoothly and I highly recommend it to all werewolf readers. Keep up the good work, Author! Looking for more stories in the future.
2023-06-02 21:10:05
1
0
BOUJEEBOSS
BOUJEEBOSS
You did a great job, it’s really intriguing and a great read. Keep up the good work Ella...️
2023-04-06 01:50:57
5
1
Dazai
Dazai
it's really intriguing and I'm looking towards to more chapters,I hope Liliana is able to tell Liam about the pregnancy
2023-04-03 03:53:17
2
0
Great vwakpo
Great vwakpo
Its really nice but needs a little bit more insights
2023-04-01 00:55:46
1
0
Ella obida
Ella obida
You guys check this book out ......
2023-04-01 00:11:18
1
2
75 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status