The Wolfless Luna's Revenge

The Wolfless Luna's Revenge

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-01-03
Oleh:  GinnaOngoing
Bahasa: English
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
6Bab
663Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

She was broken. He made her whole. But her past won't stay buried. Sera Hartley was rejected on her eighteenth birthday—humiliated in front of her entire pack by the one man fated to love her. Cade Storm, the future Alpha, looked at her wolfless body and declared her too weak to be his Luna. Shattered and desperate, Sera ran. For three years, she built a quiet life among humans, burying the mate bond that still claws at her chest, working in a small-town diner where no one knows her shame. Then he walks in. Conrad Hawthorn. Ancient. Powerful. Dangerous. An Alpha whose presence makes her knees weak and her pulse race. He claims she's his mate—but that's impossible. The Moon Goddess doesn't grant second chances to the wolfless and broken. Conrad doesn't care what's impossible. He pursues her with a hunger that sets her skin on fire, protects her from threats she doesn't see coming, and looks at her like she's the only thing in his world that matters. When his lips finally claim hers, when his hands map every curve of her trembling body, Sera feels something she thought she'd never have Wanted. Desired. Whole. But the past has holes. And when Sera's wolf finally emerges powerful, Alpha-born, magnificent. Her old pack comes crawling back. Cade wants what he threw away. Her real father demands she take her rightful place. And Conrad? He'll burn the world down before he lets anyone take his mate. Two Alphas. One woman. A bond that defies the laws of their kind. But when her wolf awakens, will Sera discover she was never the weak one at all?

Lihat lebih banyak

Bab 1

Chapter One

Sehari sebelum pernikahan, suamiku, Lewis, tiba-tiba berkata kepadaku, "Pernikahan ditunda seminggu. Aku harus pergi dinas."

Aku memandang suamiku yang bersikap dingin, lalu tanpa sadar teringat pesan yang dikirim asistennya kemarin malam.

[ Pak Lewis ingin menemaniku keliling dunia sebelum nikah. Kakak seharusnya nggak keberatan, 'kan? ]

Aku menyetujui permintaan suamiku dan diam-diam membatalkan pernikahan.

Keesokan harinya, Lewis dan Mary berpelukan mesra di bawah Menara Eiffel. Aku pergi sendirian ke rumah sakit untuk menggugurkan kandungan.

Hari ketiga, Lewis dan Mary saling menyatakan cinta di depan jendela kaca Burj Khalifa. Aku pun memberi tahu ibu Lewis bahwa mulai sekarang aku tidak akan bertemu dengan anaknya lagi.

....

"Ruby, mungkin Lewis cuma terlalu sibuk dengan pekerjaan. Nanti setelah dia pulang, aku pasti akan menasihatinya baik-baik dan suruh dia minta maaf padamu."

Ibu Lewis, Isabel, berkata tanpa menoleh sedikit pun. Seluruh perhatiannya tertuju pada nail art yang sedang dia kerjakan.

Baginya, seheboh apa pun aku membuat masalah, itu tidak penting. Bagaimanapun, aku sudah mengandung. Mengenai keberadaan Mary, mungkin justru membuatnya sangat senang.

Karena Mary memanggilnya "Ibu" jauh lebih cepat dariku. Sudah sejak lama Mary memanggilnya seperti itu. Sementara aku, calon menantu yang belum sah, mungkin hanya dipandang sebagai alat untuk melahirkan anak bagi mereka.

Aku tersenyum pahit, lalu diam-diam pergi. "Aku sudah memutuskan untuk merelakan Lewis dan Mary."

Ibu Lewis sama sekali tidak menyadari kepergianku. Bahkan kata-kataku pun tidak dia dengar.

"Ruby, Lewis itu presdir perusahaan, pasti ada saatnya dia harus berpura-pura di luar. Semua ini demi keluarga kalian di masa depan."

"Kamu harus ngerti. Toh meskipun nggak ada Mary, nanti akan ada wanita lain. Kalau kamu setiap kali marah, lama-lama tubuhmu sendiri yang rusak."

"Sekarang kamu sudah hamil. Selain Lewis, siapa lagi yang mau sama kamu? Semua orang yang sudah berpengalaman pasti ngomong begitu."

Ibu Lewis terus berbicara sendiri, sementara aku sudah meninggalkan vila. Aku perlahan meletakkan tangan di perutku.

Karena ada anak, mereka merasa bisa melakukan apa saja, seolah-olah aku hanyalah layang-layang yang terikat tali. Seberapa keras pun aku berjuang, tetap tak bisa lepas dari genggaman mereka.

Namun sekarang, tali layang-layang yang mereka banggakan itu akan segera kuputuskan.

Setelah pulang, aku berbaring di tempat tidur, diam-diam menangis, sampai tidak tahu kapan tertidur.

Ketika aku setengah sadar, Lewis pulang. Dia memelukku, mengeluarkan sebuah kalung, dan memakaikannya di leherku.

"Hadiah pernikahan, suka?"

Aku menunduk melihat kalung itu. Harus diakui, kalung yang dibeli di Paris ini memang sangat indah.

Kalau saja aku tidak melihat kalung ini di postingan media sosial Mary, mungkin aku akan sangat senang.

Hanya saja, di sana ada enam kalung dan yang diberikan Lewis padaku adalah yang paling murah, yang paling tidak disukai Mary. Di interaksi postingannya, Mary menulis sebuah keterangan.

[ Kalung seharga 360 juta ini cuma bonus dari Blue Lover. Kalau bukan karena Lewis suruh simpan, aku sudah mau membuangnya. ]

Ya, kalungku ini hanyalah bonus dari karya master bernilai lebih dari puluhan miliar.

Aku diam-diam melepas kalung itu. "Bonus dari hadiah Mary masih ingat kamu bawa pulang dan dikasih ke aku. Lumayan perhatian."

Tubuh Lewis di belakangku sedikit menegang. Nada bicaranya berubah dingin. "Hanya pura-pura, kenapa kamu pelit sekali?"

Aku berkata dengan datar, "Kamu juga nggak perlu repot-repot. Apa yang kamu lakukan nggak ada hubungannya denganku."

Lewis mulai marah. "Kita sudah mau nikah, kamu harus bikin ribut seperti ini? Kamu memang nggak mau nikah ya?"

Sebelum aku hamil, Lewis tidak pernah berani berbicara seperti ini kepadaku. Namun, sekarang aku bisa mendengar maksud tersirat dari ucapannya.

Karena sudah ada anak, aku harus patuh. Selain dia, tidak akan ada yang menginginkanku lagi.

Napasku tercekat. Aku ingin mengungkapkan semuanya. Namun, suara pintu yang dibanting keras oleh Lewis sudah menggema di dalam ruangan.

Keesokan paginya, begitu aku bangun, aku mendapati Lewis sudah duduk di samping tempat tidur.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Tidak ada komentar
6 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status