Share

Bab 34

Author: T. Hush
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-05 19:38:15

Malam itu, Tasha pergi ke kamar Ethan. Cahaya dari lorong memancarkan sinar lembut ke dalam kamar, memperlihatkan Ethan yang sedang duduk bersila di atas tempat tidurnya, wajah kecilnya dipenuhi kebingungan. Tasha bisa melihat bahwa Ethan masih terganggu oleh kejadian dengan Venessa sebelumnya. Ia berusaha menenangkan dirinya saat mendekatinya, bertekad untuk memberikan penghiburan dan penjelasan.

“Hei, sayang,” katanya lembut sambil duduk di tepi tempat tidur. “Kamu baik-baik saja?”

Ethan mena
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Tolong Kembali, Mantan Istriku   Bab 56

    Kata-kata Tuan Belvoir menggantung di udara, sementara Tasha masih berusaha mencerna semuanya. Sepanjang hidupnya, ia telah melewati perjalanan panjang yang dipenuhi kehilangan dan perjuangan untuk bertahan. Dan sekarang, pria yang duduk di hadapannya mengungkapkan bahwa dialah ayah yang selama ini tidak pernah dikenalnya.“Apa… apa yang Anda inginkan dari saya?” tanyanya dengan suara nyaris tak terdengar.Tatapan Tuan Belvoir melembut. Suaranya terdengar penuh kelembutan ketika menjawab, “Tidak ada, Natasha. Saya hanya ingin diberi kesempatan untuk mengenalmu, menjadi ayah yang seharusnya sudah saya perankan sejak dulu.”Bibir Tasha bergetar saat ia berusaha menahan air matanya.“Aku… aku tidak sanggup menghadapi ini. Tidak sekarang,” bisiknya dengan suara bergetar menahan emosi.Ia berdiri tiba-tiba, lalu berbalik sebelum air matanya sempat jatuh.Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Tasha berjalan keluar, meninggalkan Tuan Belvoir sendirian. Pria itu hanya bisa menatap kepergiannya,

  • Tolong Kembali, Mantan Istriku   Bab 55

    Keesokan paginya, Tasha duduk di meja dapur sambil mengaduk tehnya tanpa sadar. Ia hampir tidak tidur semalaman karena pikirannya terus memutar ulang setiap kejadian selama beberapa minggu terakhir. Di seberang ruangan, Bibi Linda sibuk menyiapkan sarapan. Ia sudah menyadari sikap Tasha yang lebih banyak diam dari biasanya.“Kamu tidur sama sekali, Sayang?” tanya Bibi Linda sambil melirik Tasha dengan sebelah alis terangkat.“Tidak juga,” aku Tasha sambil memijat pelipisnya. “Ethan tidur tidak nyenyak semalam… dia terus memanggil ayahnya dalam tidur.”Ekspresi Bibi Linda melembut. Ia menarik kursi dan duduk di hadapan keponakannya.“Kasihan anak itu. Dia benar-benar merindukan Daniel, ya?”Rahang Tasha mengeras. Tatapannya terpaku pada teh yang berputar di dalam cangkir.“Kurasa begitu, dan dia juga menyadarinya. Aku bahkan tidak tahu bagaimana menjelaskan kenapa semuanya begitu rumit. Aku ingin melindunginya dari semua ini, tapi aku tidak tahu sampai kapan aku bisa bertahan.”Bibi Li

  • Tolong Kembali, Mantan Istriku   Bab 54

    Kehidupan terus berjalan. Setelah Vanessa pindah ke London, hubungan Daniel dan Natasha semakin berkembang. Keduanya mendapati diri mereka semakin tertarik satu sama lain, seolah-olah kedekatan itu memang sudah ditakdirkan, seperti dua magnet yang tak bisa berhenti saling menarik.Pernikahan mereka dipenuhi harapan, menjadi awal dari masa depan yang ingin mereka bangun bersama atas dasar kepercayaan dan cinta. Namun, kehidupan memiliki rencana lain. Hubungan mereka harus menghadapi berbagai ujian yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.Tidak lama setelah pernikahan mereka, tragedi datang menghantam.Tuan Sterling, sosok yang telah menjadi figur ayah bagi Natasha, mengalami kecelakaan mobil parah dalam perjalanan pulang. Berita itu menjadi pukulan telak yang menghancurkan hati mereka.Di rumah sakit, Natasha menggenggam tangan Daniel erat-erat. Ia mendongak menatap suaminya dengan suara lirih.“Dia tidak mungkin meninggal, Daniel… Dialah alasan aku bisa berada di sini sekarang.

  • Tolong Kembali, Mantan Istriku   Bab 53

    Di Kediaman Keluarga SterlingSaat Natasha melangkah melewati pintu megah kediaman Tuan Sterling yang luas, jantungnya berdebar kencang karena kegembiraan sekaligus gugup. Ia sudah mendengar banyak hal tentang gaya hidup sang pengusaha, tetapi tidak ada yang bisa mempersiapkannya menghadapi kemewahan yang menyambutnya.Mulai dari langit-langit tinggi yang dihiasi lampu gantung kristal yang indah, perabotan mewah, hingga karya seni menakjubkan yang menghiasi dinding, seluruh tempat itu memancarkan kemewahan. Segala sesuatu di sana tampak mahal, bahkan terlalu mahal untuk dibayangkan.“Selamat datang, Natasha,” ujar Tuan Sterling dengan hangat sambil mempersilakannya masuk. “Aku senang kamu bisa bergabung dengan kami untuk makan malam.”“Terima kasih sudah mengundang saya, Tuan Sterling,” jawab Natasha. Suaranya sedikit bergetar saat ia membetulkan tali tasnya. Ia merasa seperti orang asing di tengah kemewahan seperti itu, tetapi ia ingin memberikan kesan yang baik.“Panggil saja aku St

  • Tolong Kembali, Mantan Istriku   Bab 52 – Awal dari Akhir

    Udara dingin menusuk hingga ke tulang saat Lillian bergegas menyusuri jalanan London yang tertutup salju, mendekap erat putri kecilnya, Natasha, di dadanya. Usianya baru sembilan belas tahun, bahkan ia sendiri masih terlalu muda untuk menghadapi dunia yang seolah semakin menghimpitnya dari segala arah. Setiap langkah terasa berat, bukan hanya karena harus menggendong putrinya, tetapi juga karena harapan dan ketakutan yang diam-diam ia pendam di dalam hati. Ia masih muda, tidak siap menghadapi semua ini, dan sendirian.Pikirannya kembali tertuju pada kekasihnya, Williams, seperti yang sering terjadi belakangan ini. Pria yang dahulu menatapnya dengan penuh harapan itu mendadak berubah dingin begitu mengetahui bahwa Lillian sedang mengandung. Di matanya, Natasha hanyalah beban, masa depan yang tidak ingin ia terima. Tanpa ragu sedikit pun, Williams pergi dan meninggalkan Lillian menghadapi kenyataan pahit seorang diri.Lillian telah melewati banyak malam tanpa tidur, bertanya-tanya apaka

  • Tolong Kembali, Mantan Istriku   Bab 51

    Beberapa orang di sekitar mereka berhenti sejenak dan melirik ke arah keributan yang terjadi di tengah terminal yang ramai.Ethan, yang sejak tadi menyaksikan semuanya dengan mata membulat, menggenggam tangan ibunya sedikit lebih erat. Tasha berusaha mengendalikan emosinya, menatap Daniel tajam untuk terakhir kalinya sebelum berbalik pergi sambil memeluk Ethan dengan protektif.Setelah mereka duduk di dalam pesawat, Ethan terdiam dengan kedua tangan kecilnya saling bertautan di pangkuan. Tasha melirik putranya, berusaha mencari kata-kata yang tepat untuk menenangkannya, tetapi gejolak emosi yang berkecamuk di dalam dirinya membuatnya sulit berbicara. Ia hanya bisa memperhatikan ketika Ethan akhirnya memejamkan mata dan tertidur. Wajah kecilnya tampak damai, meskipun ketegangan yang baru saja disaksikannya masih membekas.Penerbangan berlangsung tenang. Tasha menyibukkan diri dengan menjaga Ethan yang tertidur di sampingnya, sementara pikirannya terus berputar, mengingat semua kejadian

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status