Share

Pertemuan Ibu dan Anak

Bunga yang sudah tidak tahan ingin bertemu putranya, pun memberanikan diri untuk bergerak sendiri. Sesungguhnya, ada rasa takut yang amat besar mendera.

Namun, rasa cintanya pada sang putra masih lebih besar. Ia dengan segala keberaniannya, pun menyamar menjadi pedagang.

“Aku baru sadar kalau desa ini sudah seperti desa berhantu saja,” gumamnya yang tak sengaja didengar oleh orang-orang di sana.

“Hush! Jangan begitu, Bunga. Jika niatmu hanya ingin jalan-jalan, maka niatkan saja dirimu untuk itu. Jangan membahayakan semua orang hanya karena nekatmu yang tak berarti,” sahut teman seperjuangannya.

Bunga menutup mulutnya rapar-rapat, sungguhlah ia merasa takut sekarang. tak sedikit pula yang akhirnya menatap aneh padanya.

Singkatnya, ia sudah berada di pasar bersama orang-orang itu sekarang. dengan segala usaha dan tekad, ia pun berhasil menjajakan dagangannya.

“Masih ada waktu dua jam sebelum kita kembali, kamu boleh jalan-jalan,” kata seorang ibu yang sebelumnya memberi peringatan padan
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status