Unforeseen Chemistry

Unforeseen Chemistry

last updateLast Updated : 2025-02-26
By:  Judith C-TagoeCompleted
Language: English
goodnovel16goodnovel
10
9 ratings. 9 reviews
193Chapters
13.1Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Angela and her friend, Zora went out to celebrate Angela's success in landing a new job after completing her college, but things took a different turn when Angela got drugged and ended up sleeping with a man who was equally drugged. Angela woke up the next day to realise the stranger she had slept with was her new company's CEO, her boss Bryce Moore, and the Moore family's heir. The two ended up getting married secretly and Angela moved in with her boss. However, Susan, the boss's childhood sweetheart could not stand the relationship blossoming between Angela and Bryce. She reported it to Bryce's father. Bryce who had fallen in love with Angela decided it was time to announce her but unfortunately, when Bryce brought Angela to his family house for the first time, Angela found an artefact which was stolen from her home on the night that her parents were gruesomely murdered. How did the artefact get to Bryce's family home and what would Angela do now that she is also in love with Bryce? Let's find out together in this story of hate, betrayal and murder. Will love win?

View More

Chapter 1

Chapter 1: Getting Ready for my First Interview

Titik-titik gerimis meluncur dari langit, membasahi kota yang malam itu sangat lengang. Lampu-lampu jalan memantul di aspal basah, menciptakan bayangan yang bergoyang-goyang mengikuti langkah kaki Andara.

Andara merapatkan jaket yang membungkus tubuhnya. Dia baru saja menyelesaikan shift malam sebagai penjaga karcis di sebuah bioskop. Pekerjaan sederhana yang sangat disyukurinya. Sebab dengan begitu dia bisa sedikit-sedikit membantu kebutuhan hidupnya dan  kakaknya—Shankara. 

 Dia tidak memiliki kemewahan. Hanya kehangatan dan kasih sayang kakak laki-laki yang membesarkannya sejak orang tua mereka meninggal saat Andara masih berusia 13 tahun.

Ketika Andara melewati sebuah halte tua yang jarang digunakan, sebuah mobil hitam berhenti. Kaca mobil  diturunkan, memperlihatkan wajah yang sangat Andara kenal.

Ananta.

Lelaki itu pernah sangat dekat dengan Shankara. Mereka bersahabat karib dan terlihat bagaikan saudara. Dia juga sering main bahkan tidur di rumah Andara. Malah, Andara menganggapnya sebagai kakak sendiri.

"Andara?" sapa Ananta. Suara baritonnya terdengar samar di tengah rinai hujan. "Mau  ke mana hujan-hujan begini?"

"Pulang, Mas," jawab Andara sopan.

"Ayo masuk, aku antar kamu pulang." Ananta membuka pintu penumpang di sebelahnya.

Andara merasa ragu. Dia menatap lelaki itu sejenak. Hatinya sempat menolak. Tapi kebaikan Ananta dulu saat masih bersahabat dengan kakaknya membuat keraguan itu terkikis.

Andara memutuskan untuk masuk ke mobil Ananta.

Mobil melaju pelan di jalan kota yang sepi. Musik mengalun perlahan dari audio mobil. Aroma parfum Ananta yang soft namun maskulin memenuhi kabin.

Mereka bicara sekenanya. Tentang bioskop, tentang keseharian, dan juga tentang hujan.

Tapi entah kapan suasana mulai berubah. Ananta berhenti di tempat asing. Bukan rumah Andara. Bukan juga arah jalan pulang.

"Mas Nata, kenapa berhenti? Ini bukan jalan ke rumah," kata Andara bingung.

Ananta menoleh. Lelaki itu tersenyum–aneh dan menakutkan. "Aku cuma mau ngobrol sebentar. Di sini lebih tenang."

"Tapi, kan, Mas, ngobrolnya bisa sambil nyetir. Aku mau pulang, Mas. Kasihan abang kalau kelamaan nunggu."

"Aku juga mau pulang," jawab Ananta. Tangannya mengunci pintu.

Andara mulai panik melihat gelagat Ananta. Dia mencengkeram tas lusuhnya yang diletakkan di pangkuan dengan erat. Sementara, di luar hujan semakin deras. Dinginnya tidak hanya menusuk kulit, tapi sampai ke dada Andara.

"Mas Nata, tolong buka pintunya. Aku turun di sini aja," pintanya memohon.

Ananta menatapnya. Bukan tatapan hangat yang selama ini dia kenal. Tapi tatapan penuh kebencian yang membuat Andara bergidik.

Tangan Ananta bergerak menyentuh pundak Andara.

Gadis itu terkejut.

"Mas, jangan...," larangnya ketakutan.

Ananta tidak menggubris. Sorotnya gelap. Napasnya berat. Jarak di antara mereka kian tak berbatas.

Andara mencoba melawan. Meronta. Memohon. Tapi kekuatan pria dewasa itu menekannya ke jok kulit yang dingin. Ananta berhasil menanggalkan semua penutup tubuh Andara.

Tangis Andara pecah di antara rintihan kesakitan. Ananta tetap tidak peduli. Malam ini sudah sangat lama dinantikannya. Begitu kesempatan itu datang dia tidak akan menyia-nyiakannya.

"Kenapa Mas Nata tega?" lirih Andara di sela-sela isak. Lelaki itu masih sibuk meruda paksanya.

Ananta menyeringai. Ada luka, kebencian dan dendam di wajahnya yang mengeras.

"Anggap ini harga yang harus kamu bayar atas kelakuan abangmu, Andara," desisnya dingin tepat di depan hidung Andara.

Tangis Andara mengencang. Kakaknya yang bersalah, kenapa dia yang harus menanggung akibatnya?

Ananta menghentak semakin liar dan tidak terkendali melampiaskan semua dendam dan rasa sakit hatinya. Andara hanya bisa menangis. Bukan hanya karena sakit lantaran ini adalah yang pertama baginya, tapi juga karena hatinya hancur tidak bersisa.

Setelah semuanya usai, keheningan menyelimuti kabin mobil. Hujan di luar masih turun, namun suaranya kalah oleh suara kepedihan yang kini menderu di dada Andara.

Dengan perasaan yang tidak bisa diselamatkan lagi, dia mengenakan pakaiannya.

Gadis berusia 20 tahun itu menggigil. Tubuhnya lemas dan sakit. Pandangannya kosong menatap kaca jendela. Dia tidak mampu menerima yang baru saja terjadi. Jejak panjang air mata membekas jelas di pipinya yang pucat. Sedikit pun tidak pernah ada di pikirannya, bahkan dalam mimpi buruknya sekalipun, bahwa dia diperkosa oleh sahabat baik kakaknya sendiri.

Sementara Ananta hanya diam. Dia membenahi pakaiannya. Tanpa perasaan bersalah, apalagi penyesalan.

Setelahnya, lelaki itu menoleh pada Andara dan mengatakan dengan datar, "Turun."

Andara mengerjap pelan. "Apa?"

"Turun, Andara."

Ananta tidak membentak. Tapi nada suaranya yang dingin justru membuat Andara semakin ketakutan. Lelaki itu bersikap seolah tidak ada yang terjadi. Seakan mereka baru saja berbincang dengan ringan.

"Aku bilang turun sekarang," perintah Ananta sedatar tadi.

Dengan tangan gemetar Andara mengambil jaketnya yang entah sejak kapan terlempar ke lantai mobil. Lalu mengenakannya dengan jiwa yang terkoyak.

Andara membuka pintu mobil lalu turun dengan langkah tertatih. Hujan lebat menyambut tubuhnya. Angin dingin menampar-nampar pipi mulusnya yang tirus. Air matanya bercampur dengan air dari langit.

Mobil hitam itu meraung pergi. Meninggalkan Andara sendiri dalam kehancuran dan kesakitan.

**

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviewsMore

Angela Jimu
Angela Jimu
Someone like Bryce surely can't be gullible enough to take any food or drink from someone like Susan, considering everytging that happened with Angela? I hope you will surprise us with a plot twist after this because as it is now, it's not making sense.
2024-12-17 01:12:41
1
0
Angela Jimu
Angela Jimu
What happened to the investigators hired by Bryce? Why haven't they unearthed anuthing yet?
2024-12-15 00:06:29
1
0
Angela Jimu
Angela Jimu
I think Susan is up to something. Please dear author don't drag it out too long before the criminals get caught and Angela and Bryce can have their happily ever after.
2024-12-10 01:30:26
1
0
Angela Jimu
Angela Jimu
But why would Bryce question Angela's innocence, especially with what his mother is saying? What motive would Angela have for killing Elena?
2024-12-06 00:01:15
1
0
Judith C-Tagoe
Judith C-Tagoe
Dear readers, kindly ignore the chapter 223. It would be taken off soon. The last chapter is 85 for now. My apologies for the mistake
2024-11-28 00:54:05
0
0
193 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status