Unknown Children of Ceo Kenzo Kareem Black

Unknown Children of Ceo Kenzo Kareem Black

last updateLast Updated : 2023-03-10
By:  ZaronievasOngoing
Language: English
goodnovel18goodnovel
10
1 rating. 1 review
57Chapters
5.6Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Synopsis

Arianna Williams is the first child of her family and she has two siblings Raiser Williams and Rolan junior Williams, they live in a small part of city T with their mother Mrs. Williams since their father died. Arianna is a very beautiful lady with green eyes, she loves it when people around her are always happy.in two months to come, she will be graduating with a bachelor's degree in business management and fashion design alongside her friend Stephenie and John even though John still have additional 4years in school since he study to be a doctor too ********** Kenzo Kareem Black is a well-renounced CEO and Billionaire since he is the owner of Blaq company which is well known all over the world and city T Kenzo Kareem is very ruthless and arrogant and the mention of his name makes people tremble in the whole city T. No one wants to be in his bad book because they won't live to tell the story and he has only one friend which he even smiles with and that Lorenzo Dennison *†****** Left 2 months for arianna to graduate when her mother felt sick and needed an urgent operation. The quest for Arianna to find the money to save her mother made her cross-part with Ceo Kenzo Kareem in which she was able to get the money for her mother's surgery and even more money was left. **†******†* Will Arianna melt the billionaire's cold heart or Will she give him more reasons to be ruthless and cold towards people Read and found out

View More

Chapter 1

Prologue

“Loyo lagi pahh…?” terdengar suara kecewa seorang wanita, yang belum mencapai puncak kenikmatannya.

Wanita itu lalu bangkit dan mengambil lingerie hitamnya, memasang di badannya yang berisi dengan gerakan penuh kekecewaan.

Pemandangan aduhai di sore hari ini benar-benar ‘merusak’ otak Satria Dewantara, sang ponakan yang ikut numpang di rumah besar dan mewah ini.

Baru kali ini dia melihat langsung adegan panas di depan hidung, secara jelas dan gamblang, lewat lubang kunci kamar utama.

“Maafkan aku mahh…” suara parau pria paruh baya menggema, seolah tak berdaya dengan kondisinya yang kesekian kalinya tak mampu memuaskan hasrat istrinya.

Satria Dewantara, pemuda kurus dan tangkas berbekal ilmu silat yang ia latih di desa, hanya bisa menumpang di rumah mewah Om Brata Hanindya dan Tante Vega selama kuliah di Jakarta.

Sebagai anak desa, ia selalu menjaga sikap.

Tapi sore ini, secara tak sengaja dia nekat…ngintip!

Perbuatan nekatnya ini tidak ada rencana sama sekali, ini hanya spontanitas dan itupun di lakukannya dengan rasa deg – degan, takut ketahuan pastinya.

Awalnya, sore tadi, Satria baru pulang kuliah yang padat. Ia berjalan ke bangunan utama, berniat mengambil oleh-oleh yang dijanjikan Om Brata setelah kembali dari luar kota.

Saat itulah ia mendengar suara-suara aneh dari kamar utama.

Niatnya untuk menuju ruang keluarga ia tunda. Penasaran, dia mendekat dan mengintip. Dan, terpampanglah adegan yang membuat kalamenjingnya naik turun.

Tanpa di duga Satria, Tante Vega justru menuju ke pintu.

Secepat kilat pemuda tanggung ini menarik tubuh kurusnya dan bergerak ke koridor, lalu bersembunyi di bagian dapur, tidak ada waktu lagi untuk kabur jauh – jauh dari tempat ini.

Gerakannya tangkas dan tidak menimbulkan bunyi yang mencurigakan, karena selama ini ia biasa bergerak lincah ke sana kemari.

Satria masih belum paham, apa yang terjadi pada Om dan Tante-nya, di balik tempat sembunyinya, dia melihat Tante Vega dengan wajah keruh menuju ke dapur.

Satria gemetaran. Kelancangannya mengintip hampir saja ketahuan.

“Semoga nggak ketahuan,” batinnya, makin bergemuruh saja jantungnya. Sebagai orang yang hanya numpang di sini, kalau ketahuan kurang ajar, Satria pastinya akan terima resiko terburuk.

Kena marah dan di usir dari rumah ini…!

Tante Vega membuka kulkas, lalu mengambil air dingin dan meneguknya perlahan.

Setelah minum, ia kembali membuka kulkas dan mengambil... buah timun Arab, yang panjang dan gemuk.

Yang bikin mata Satria melotot, tangan lentik tantenya mengelus-elus timun itu, tanpa sadar, kalau perbuatannya di lihat seorang Satria, si ponakan yang numpang di rumah ini.

Saking melongonya, Satria mencondongkan tubuhnya, ingin melihat lebih jelas. Namun gara-gara inilah kewaspadaannya berkurang.

Meonggggg…!

Si kucing Anggora berekor panjang milik Tante Vega bereaksi marah, karena tanpa sadar kaki Satria menginjak ekornya.

Kaget bukan main Satria, yang lebih terkaget-kaget lagi Tante Vega. Gelas di tangannya kontan terlepas.

Trangggg…!

Gelas jatuh dan pecah berhamburan. Mata Tante Vega berkilat melihat Satria yang keluar dari koridor dapur ini dengan wajah pucat pasi, ia seolah maling yang tertangkap basah dan siap menerima konsekwensinya.

“Satria ngapain kamu di sana, bikin kaget tante saja?” tegur si tante, suara si tante untungnya masih lembut, sebab orang itu Satria, andai orang tak di kenal, nggak kebayang hebohnya rumah ini.

“Ma-maf tante, S-Satria m-mau ambil air dingin di kulkas,” Satria melangkah sangat gugup.

“Hmm…kamu sudah lama di situ?” mata indah Tante Vega seakan menelanjangi kelakuan Satria, yang terus menunduk.

“Baru saja tante, tadi Sa-Satria sengaja bertahan karena tante ada di depan kulkas, nggak enak mendekat,” sahut Satria mencari alasan, sambil teru menundukan wajahnya, tak berani menatap wajah Tante Vega.

Tiba-tiba tanpa di suruh, Satria buru-buru ambil sapu dan mengumpulkan pecahan gelas tadi, yang hanya diperhatikan Tante Vega.

Kelakuanya ini sekaligus turunkan tensi kaget wanita yang barusan kecewa dengan suaminya, walaupun hatinya agak sangsi, benarkan Satria hanya ingin ambil air minum, tanpa ada tujuan lain?

Tanpa sadar kalau Satria aslinya silau menatap lekuk tubuhnya yang masih mengenakan lingerie tipis tanpa dalaman ini, hingga sesuatu berwarna gelap itu terlihat membayang!

Tapi Satria berusaha alihkan pemandangan indah ini, dengan terus membersihkan pecahan kaca, apalagi sebagai orang yang hanya dapat anugerah numpang di sini, tak pernah terbetik di hatinya untuk bernakal ria…

Tiba-tiba...

“Satria…kamu tahu ya apa yang tadi tante lakukan?” nada suara Tante Vega berubah makin lembut.

Satria melongo….

**

Penasaran..? Lanjut bab selanjutnya yaa...

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviews

Achaleke Paulina Legeju
Achaleke Paulina Legeju
I love the Story please update
2023-04-03 00:18:55
0
0
57 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status