LOGIN"You told me that I can compared as glass but why you treated me as a rubber band that you expect to act as nothing happened after the dark disasters? She's Veronica Aisle Molina, a young and respected woman who happened to be the youngest CEO in the world not because of their wealth but because of her matured mindset. She's 18 years of age and never in her life have a boyfriend. She believes that entering into a relationship is just only a distraction for her, she focuses on her studies and because of her intelligence, she's done her studies when she reached 17 years old. A young lady who only wants love and care from her family but instead of hoping that to happened she became a workaholic and almost lives inside of her company. A year of her in the business world is a big threat to the other companies. Her company became the top and can't be beaten by anyone but when she met this man, A man that will give her hope that life is wonderful. This man has the opposite of her attitude, a playboy, likes bar hopping, and worst, An irresponsible man but she wholeheartedly accepts him. When she accepted this man, she felt happy and motivated but her happiness has a consequence, she bears all the struggles and saves her man from all the burden. As a mature young woman, she never left her boyfriend during his hard times but then, Fate proves that relationship will never be perfect. The man-made the worst mistake that shattered her heart. "Hanz,I almost rape when you left me that night! I f*cking almost rape just because of your irresponsibility and now,you will ask me all of that?!My love for you already last..
View MoreCahaya Putri Aulia, gadis muda yang baru berusia 21 tahunan ini terbangun dari tidurnya. Karena merasa haus, ia ingin mengambil botol air minum yang ada di atas meja samping ranjang. Namun sayang, botol itu dalam keadaan kosong.
"Duh ... mana habis lagi. Terpaksa deh, aku harus ke dapur," gumamnya sembari mengamati botol yang ia pegang. Sebelum beranjak dari tempat tidur, sekilas gadis itu menoleh ke arah samping. Di mana di atas tempat tidur itu terdapat seorang gadis yang usianya lebih muda satu tahun darinya, yang bernama Thalita Shakira Maharani, sedang tertidur pulas di sana.Ya, Cahaya atau lebih akrab dengan panggilan Aya itu sekarang sedang menginap di kamar sang majikan untuk menemani Nona mudanya yang sedang sendirian karena kedua orang tuanya sedang berada di luar kota.Lalu, gadis berambut ikal sebahu itu beranjak dari tempat tidur dan segera ingin menuju dapur.Ceklikk!Namun, ketika baru saja ia keluar dari kamar, dirinya langsung dikagetkan oleh kehadiran sesosok laki-laki tampan bertubuh tegap yang sedang berdiri tepat di hadapannya kini.Dia adalah Langit Rakabumi Santosa kakak laki-laki dari gadis yang sedang tidur dengannya kini. Yang merupakan anak majikannya juga.Penampilan pria itu tampak berantakan, dengan mata yang memerah. Rambutnya pun acak-acakan tak karuan. Kemeja yang ia kenakan juga tak kalah awut-awutan menjulur keluar dari pinggangnya. Bahkan beberapa kancing kemejanya ada yang terlepas, membuat dada bidangnya sedikit terbuka."Ka-kak Langit!" pekik Cahaya membulatkan mata. Ia tidak mengira kalau akan mendapati pria itu di sana.Belum hilang rasa keterkejutan yang dirasakan olehnya, kini gadis itu semakin dibuat kebingungan. Karena dengan tiba-tiba, Langit malah meraih tangannya dan menariknya dengan sangat kasar. "Sini kamu!" teriaknya. Dengan sangat garang lelaki berkemeja hitam itu menatapnya tajam. Seolah lelaki itu begitu marah terhadapnya.Otomatis membuat Cahaya langsung terlihat sedikit ketakutan padanya."Aw ... sakit, Kak! Ka-kak Langit, kenapa?" pekiknya menahan kesakitan di pergelangan tangannnya. Gadis itu menggerakkan tangannya berusaha untuk meronta, hingga botol air yang terbuat dari kaca itu terlepas, jatuh dan pecah di lantai depan kamar.Prang!"Diam kamu! Berani-beraninya kamu malah mencampakannku. Sekarang rasakan akibatnya!" bentak Langit garang."Hah, apa maksudnya? Siapa yang telah mencampakan siapa?" pikir Cahaya merasa linglung, karena tidak mengerti dengan ucapan pria itu.Dengan sangat kasar, Langit terus menyeret paksa tangan Cahaya. Hingga akhinya ia membawanya masuk ke dalam kamar, dan langsung mendorong tubuh ramping itu hingga menghimpitnya ke dinding kamar.Brugh!"Aww ...." Secara reflek, gadis cantik itu kembali terpekik karena kaget. Tiba-tiba saja lelaki itu mendorong tubuhnya ke dinding di sebelah pintu. Punggungnya terasa sakit karena membentur dinding itu.Dug-dug!Dug-dug!Entah mengapa di saat genting seperti ini Cahaya malah merasa sangat gugup dan dadanya berdebar-debar tak beraturan. Karena baru kali ini ia bisa berdekatan secara langsung dengan lelaki tampan itu.Sebenarnya sedari dulu Cahaya sudah mempunyai rasa kagum terhadapnya. Namun ia sadar diri, kalau dirinya hanyalah seorang pelayan di rumah ini yang tidaklah pantas untuk sekedar memaguminya apa lagi mencintainya. Ia bagaikan 'pungguk merindukan bulan' saja apabila ia berani mencintai pria itu. Sehingga ia pun memendam perasaan itu dan hanya bisa mengaguminya diam-diam.Selama beberapa bulan ia bekerja di rumah itu, jarang sekali ia berinteraksi langsung dengannya. Hanya sesekali bertemu dengannya, itu pun tanpa saling menyapa.Sebenarnya Langit orang yang ramah, namun ia terkenal cuek dan pendiam. Sehingga membuatnya tidak berani menyapanya terlebih dahulu, apabila sedang berpapasan dengannya.Namu, kali ini ia malah sedang berhadapan langsung dengannya. Dengan jarak yang begitu dekat seperti ini membuatnya dadanya kempang-kempis tidak karuan."Ya Allah, dia sungguh tampan sekali." Baru kali ini ia bisa menatap secara langsung anak sang majikannya ini. Ia sangat terpesona dengan pria tampan yang kini sedang berdiri tepat di hadapanya itu.Hingga beberapa saat kemudian ia tersadar dari lamunannya, dengan segera ia mendorong tubuh lelaki itu agar menjauh darinya. Namun ....Deg!Gadis itu tertegun, badannya seakan membeku. Seolah-olah ia tidak bisa bernafas karena kehabisan oksigen di dalam ruangan itu. Ia terkejut merasa tidak percaya karena tiba-tiba saja Langit menarik pinggangnya dan langsung memeluk tubuhnya dengan sangat erat."Cellin, aku sangat mencintaimu. Tapi kenapa kau malah pergi dan lebih memilih karirmu itu. Dan bahkan kini kau tega mengkhianatiku, juga?" Lelaki yang kini dalam keadaan mabuk berat itu bergumam dan memeluk wanita yang ia kira adalah kekasihnya."Eh, kak. Aku Cahaya bukan Cellin, Kak." Gadis berambut ikal itu kembali tersadar dan berusaha mendorong tubuh orang tersebut agar bisa terlepas dari dekapannya. "Tolong lepaskan aku, Kak! Sadar, Kak! Aku Cahaya bukan Cellin."Namun, orang itu tak bergeming. Ia masih terus berdiri menghimpitnya. Dengan tangan yang berada di sisi kanan kirinya. Orang tersebut kini terus menatapnya tajam.Kemudian ia malah tertawa. "Hahaha ... ! Sudahlah, Cellina! Jangan berpura-pura lagi! Percuma saja kamu terus mengelak dariku. Karena kali ini aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi!" ucap Langit sembari mengusap sebelah pipinya kemudian mencengkram dagunya."Hah, apa maksudnya ini? Aku yakin dia pasti sedang mabuk. Sehingga bicaranya ngelantur. Aku dapat mencium aroma alkohol dari hembusan nafasnya itu. Sungguh ini membuatku serasa ingin muntah. Dan sekarang aku harus bagaimana nih?" batin Cahaya mulai waspada, takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan."Ka-kak Langit, tolong sadarlah! A-aku Cahaya bukan Cellina, Kak!" Cahaya melengos dan menepis tangan itu agar tidak lagi menyentuh wajahnya.Bugh!Dengan penuh amarah, Langit memukul tembok samping wajah Cahaya. Sontak membuat Cahaya tersentak kaget dan semakin ketakutan."Dasar wanita sialan! Selalu saja merepotkan. Mentang-mentang selama ini aku selalu bersikap lembut dan tidak pernah menyentuhmu. Kau pikir aku tidak bisa berbuat macam-macam sama kamu, hah!"Lalu orang itu menunduk dan menempelkan kening dengannya. Bahkan hidung mereka juga bersentuhan. Tanganya menahan tengkuk leher gadis itu, agar kepalanya tidak bergerak. Dan sebelah tangannya lagi memeluk pinggangnya.Cahaya semakin panik, dengan sekuat tenaga mendorong dadanya. "Kak, aku mohon! Lepaskan aku! Kamu salah orang. Jadi tolong lepaskanlah aku!" Namun dorongan itu tak berarti apa-apa bagi orang itu."Diamlah!" Lalu di detik berikutnya ia langsung meyambar bibirnya secara tiba-tiba."Mmphtt ...." Kedua mata Cahaya langsung terbelalak lebar, ia semakin kencang memukuli dada pria itu, meronta-ronta berusaha lepas dari cengkramannya.Sementara orang itu dengan memejamkan kedua mata, masih terus menikmati bibirnya dengan rakus dan kasar."Awww ... !" Namun tiba-tiba ia melepaskan bibirnya dan mengaduh kesakitan karena Cahaya telah menginjak sebelah kakinya.Merasa pertahan orang itu mulai berkurang, dengan sekuat tenaga gadis itu mendorong dada bidangnya. Dan ia berlari ke arah pintu. Sayangnya lelaki itu bisa mengejarnya dan menangkap tubuhnya kembali. Dengan mudah Ia langsung memanggul tubuh ramping itu di bahunya."Ahhh! Lepaskan!" Cahaya terus meronta menggerak- gerakan kakinya dan memukuli punggung pria tersebut.Kemudia ia membopong wanita itu dan menjatuhkanya ke atas ranjang.Brugg!Dengan gerakan cepat pria yang sedang mabuk itu memposisikan dirinya di atasnya dan mengunci tubuh gadis tersebut.'Degg!'Gadis itu semakin shock dan sangat panik karena posisinya kini sungguh membahayakan baginya. Dalam seketika itu juga, dia kembali meronta dan langsung berteriak."Tolong ... Mmhhtpp!"Veronica's POV:I sip a coffee in my cup while I'm peaking at the stars. They are so bright and it makes me calm watching them. My brows wrinkled when I notice one side in the sky. There's a normal star, not bright but not dark.It's like that star is just starting yet to shine.But I know, someday that star will be the brightest in all. I remain watching that stars while remembering my life when I'm still starting and learning. There are so many judgments before I reach this position. I already prove myself that time but they're making me feel that I achieve nothing."Good luck with your examination!""Thank you"I smiled sweetly when my older sister, Tori gave me a tight hug. I look at my food and smiled because I already have inspiration now.Tori is always been my inspiration in everything."You're not going to pass your exam because you will perfect it, Understand?"My wide smile faded when Dad started to talk. I just nodded and continue eating my breakfast even though I suddenl
Veronica's: My brows were creased while I'm driving, heading to the company. I can't believe that kind of man is existing. That spoiled brat kid is now getting on my nerves.[Flashback]I raise my brow after what he whispered to me. I thought I'm the only one who heard that because It was only a whisper but I think his parents heard it.They fake a cough that made me glance at them in instant. I don't want them to think anything."Uh, Are you guys-" No, Mrs. Varstendum.We're strangers and I'm not into having a relationship with someone"I uttered and cut her sentence because I know what she was going to ask. It looks so defensive but it's alright, I'm stating a fact anyway.I got shocked when he immediately when pulled my arm that's why I got close about inches to him. He pinched my arm when I was about to go away."Nah, She's just shy, Mom and Dad but she's my girlfriend,"He said the opposite of what I said, he's stopping himself to burst out a laugh. I remain looking at that m
Veronica's POV "Your sister, Ma'am. It's from the firstborn, from Ma'am Victoria" She said that made me stunned. How? My eyes got in teary in just seconds when I hear her name again. I look at our maid thinking that she was just trying to make a mickey but her sincere eyes prove that she's serious and telling the truth. Using my shaking hands I hold the box tightly so it's not going to fell on the floor. I felt weaken "Before she goes on her business trip for a month In Chicago. She gave me this necklace, I've thought that it's her birthday gift for you when you turned 14 because It's your birthday on another day but she told me not to. I got confused when she said that I will give that to you when you are done with your study because that's her graduation gift for you. I even told her that It's still a long time to wait and I have the plan to give it to her again but she wants me to keep that for you. I kept it as my promise to your older sister but when you gra
Veronica's POV I immediately wipe my tears that unconsciously fell on my cheeks when the door of my office open. "Miss" My secretary called and face me smiling widely. She got stopped and stare at my face for a minute that's why I force myself to smile genuinely. I glance at my laptop to avoid her gazes and try fo focus typing there. "Are you okay?"Lena asked while walking towards them, the worry registered in her voice. I close the laptop got nervous that she might see what I'm typing. It's the keyboard's fault! " Of course, I'm okay," I said trying my best not to stutter and take a glance at her to convince her that everything is alright. She sat on the front chair of my table, where the visitor's seat and peek at me seriously. She let out a heavy sigh after that, I just noticed that she's looking in the frame that was misplaced on the table. "I know you're not okay, Veronica. You're always remembering her when it's your birthday and it did not happen once nor twice" She stated
Veronica's POV: I'm peeking in at everyone while wearing my beautiful smile. I let them finish clapping before my smile turns bigger. "Congratulations, Veronica. You did a great job" Mrs. Laurel congratulated me as I glance in their direction. She's with her husband, Mr. Laurel who's currently si






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.