ANMELDENMargaux Andrea dela Paz, mapag-mahal at mabait na ate sa kaniyang kapatid. Iniwan sila sa kanilang magulang kaya kailangan tumigil ni Margaux sa pag-aaral para mag-trabaho para may pang-tustos sa pang araw-araw na kakainin nila at sa pag-aaral ng kaniyang kapatid. Hanggang sa hindi na sapat ang kaniyang suweldo at kailangan niyang humanap ng trabaho na malaki ang sahod. Isa sa mga ka-trabaho niya ay nag-suggest na mag-trabaho bilang stripper. Noong una ay nag-alinlangan pa ito pero kalaunan ay pumayag din. Naging maganda naman 'yong unang linggo niya hanggang sa isang gabi ay may bigla nalang lumapit sa kaniya na lalaki. Hindi niya alam na 'yon pala ang gugulo sa kaniyang buhay. Araw-araw silang nagkikita sa bar. HangganUg sa nagkakamabutihan at naging sila na nga. Isang araw, nagulat nalang si Margaux nang mabalitaan na may nakatakda na palang magiging asawa ang kaniyang nobyo. At sa araw din na iyon ay nalaman niya buntis pala siya.
Mehr anzeigenHari ini adalah anniversary hubungan Manda dan Matteo yang sudah menjalani hubungan selama 5 tahun lamanya.
Saat ini Matteo sedang berada di Singapura bersama dengan sekretarisnya, yang merupakan adik tirinya Manda yang bernama Brina.Rencananya Manda akan memberikan suprise kepada Matteo dengan datang tiba-tiba ke hotel tempat Matteo menginap saat berada di Singapura. Dengan penuh percaya diri Manda melangkahkan kakinya ke hotel di mana Matteo saat ini menginap.Dengan jam tangan mewah di tangan yang akan dia berikan sebagai hadiah, Manda melangkahkan kakinya dengan perasaan bahagia karena akan bertemu sang kekasih.Manda dapat kabar dari Brina kalau Matteo saat ini ada di kamarnya karena acara sudah selesai sejak tadi "Matteo saat ini sedang istirahat. Sebaiknya aku tidak menelpon dia. Aih, kekasihku pasti akan terkejut melihat kedatanganku." Manda terlihat begitu bahagia.Akan tetapi mata Manda melotot sempurna saat dia melihat Matteo keluar dari kamarnya bersama Brina sambil berciuman bibir. Mereka begitu menikmati ciuman mereka sehingga tidak memperhatikan siapapun yang ada di sekitarnya. Sungguh menjijikan sekali!"Sayang, sebaiknya kita liburan di sini. Jangan pulang dulu ya? Aku gak mau melihat kamu bersama dengan Kak Manda. Aku cemburu tahu!" Brina terlihat merajut kepada Matteo yang tentu saja langsung memberikan hadiah ciuman kepadanya."Aku harus pulang hari ini, sayang. Bukankah kita sudah bersama selama seminggu, ya? Aku tidak mau kalau sampai Manda curiga dengan hubungan kita. Nurut sama aku, ya? Kita makan siang dan setelah itu kita siap-siap pulang. Hari ini adalah anniversary kami berdua Aku tidak mau Manda marah kalau mengira aku lupa." Brina terlihat cemberut dan marah.Tetapi Brina tidak mungkin untuk protes kepada Matteo karena hal itu pasti akan membuat Matteo murka kepada dirinya."Baiklah, kita akan pulang hari ini. Tapi, sebelum berangkat ke bandara kau harus memuaskanku dulu. Setuju?" tanya Brina dengan kerling nakalnya yang selalu menjerat hasrat kelelakian Matteo yang selama ini selalu tersiksa dengan sikap Manda yang selalu menolak keinginannya untuk bercinta.Brina datang kepadanya dan menawarkan daging mentah gratis untuk dirinya setiap saat. Siapa yang tidak akan goyah??Manda menekan dadanya yang terasa begitu sakit melihat semua adegan itu. Selama ini Manda memang sudah curiga dengan hubungan keduanya tetapi tidak pernah berpikir sejauh itu.Perhatian Matteo dan cinta yang diberikan oleh pemuda itu sanggup membuainya dalam lautan asmara yang sulit dia lepaskan.Manda tidak sadar kalau semua itu hanyalah kamuflase yang diciptakan oleh Matteo yang merasa bersalah karena sudah menghianati cinta mereka di belakangnya."Untuk apa kamu menangisi lelaki bajingan seperti itu?" tiba-tiba saja seorang laki-laki sudah berada di belakang Manda sambil melipat kedua tangannya di depan dada.Manda tidak terlalu peduli dengan ucapan pemuda itu yang menurutnya terlalu ikut campur dengan urusan orang lain."Urus saja urusan kamu sendiri!" sungut Manda kesal tanpa melihat lebih jauh kepada laki-laki itu yang kalau di lihat secara detail termasuk tampan. Tetapi Manda saat ini sedang merasakan patah hati tidak memiliki minat untuk tebar pesona pada siapapun juga.Manda akhirnya meninggalkan hotel dengan hati yang terluka. Dia membatalkan niatnya untuk memberikan surprise kepada sang kekasih.Matteo sudah sukses memberikan surprise kepada dirinya dengan perselingkuhan yang begitu kejam bersama adik tirinya yang selama ini selalu menjadi rivalnya. Manda tidak ingin Matteo melihat keberadaannya di tempat itu dan membuat harga dirinya jatuh di hadapan Brina.***Matteo hari ini pulang dari Singapura, niatnya ingin merayakan hari anniversary-nya bersama dengan Manda. Tetapi Manda menolak untuk bertemu dirinya dengan alasan sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri."Sayang, aku sudah jauh-jauh dari Singapura untuk menemui kamu. Aku ingin merayakan anniversary kita. Apa kamu tidak bisa datang ke sini dan bertemu denganku?" tanya Matteo di telpon.Manda yang sebenarnya saat ini sedang berada di kamarnya hanya bisa menekan dadanya yang terasa begitu sakit ketika mengingat kembali apa yang dia lihat di koridor hotel."Maafkan aku, sayang. Aku benar-benar tidak bisa. Perjanjian ini sangat penting. Aku sudah menyusun proyek ini begitu lama tidak mungkin kulepaskan begitu saja. Kamu kembali ke Singapura saja. Bukankah acara pertemuan di sana masih lama? Kau bilang satu bulan, bukan?" tanya Manda sambil menekan dadanya yang berdenyut nyeri. Perasaannya terasa begitu sakit setiap kali ingat penghianatan Matteo."Baiklah, aku akan membatalkan tiket pesawat. Kamu hati-hati di sana ya. Aku rindu kamu, sayang!" Matteo memberikan ciuman jauh melalui panggilan yang mereka lakukan.Manda hanya menutup telepon itu begitu saja tanpa membalas ciuman yang diberikan oleh Matteo seperti biasanya.Manda seketika melemparkan ponselnya dan menangis dalam diam. Dia merasa bahwa dunia seakan runtuh. Hatinya pilu dan sedih. Pria yang sangat dia cintai ternyata berselingkuh dengan adik tirinya sendiri yang selalu mencari gara-gara dengan dirinya sejak lama.Tok Tok TokManda kemudian membuka pintu dengan malas. Ternyata Ibu tirinya dan sang ayah yang datang. Mereka meminta waktu kepada Manda untuk berbicara dengannya secara pribadi."Ingatlah besok siang ada pertemuan dengan calon suamimu. Temui dia dan cobalah untuk mencari sesuatu yang membuat kamu bisa jatuh cinta padanya. Manda, perusahaan kita saat ini sedang krisis dan membutuhkan dana segar dari keluarga Anderson." ucapan ayahnya begitu menohok hati Manda."Selama ini kami sudah mengurusmu dengan baik. Anggaplah itu sebagai balas jasamu kepada ayahmu yang sudah susah payah membesarkanmu sampai saat ini." Hati Manda terasa begitu sakit mendengar ucapan ibu tirinya yang selalu saja membencinya sejak dulu.Manda seketika mengingat perbuatan Brina yang sudah menusuknya dari belakang dengan berhubungan bersama kekasihnya yang dia cintai. Sungguh keji sekali. Entah sudah berapa lama hubungan mereka terjalin."Baiklah, nanti Manda akan menemui laki-laki itu. Manda mau tidur dulu. Lelah sekali!" Manda kemudian menyuruh kepada mereka untuk meninggalkan kamarnya.Manda menatap langit-langit kamarnya setelah kepergian mereka.Manda mengingat kembali begitu banyak kenangan manis yang dia miliki bersama Matteo. Manda juga mengingat betapa gencarnya Brina selama ini selalu berusaha memisahkan dirinya dengan sang kekasih.Brina bahkan secara terang-terangan meminta agar Matteo mengangkatnya sebagai sekretaris."Bodohnya Aku yang dulu membujuk Matteo untuk membiarkan Brina menjadi sekretarisnya. Pasti karena mereka setiap hari bersama sehingga membuat perselingkuhan itu terjadi." Manda merasakan sesal yang begitu besar karena sudah mengizinkan macan masuk ke dalam rumahnya sehingga merusak hubungan nya dengan Matteo.***Manda saat ini sedang berhadapan dengan Daniel. Pria tampan dan mapan yang telah dijodohkan oleh orang tuanya kepada dirinya.Setelah mengetahui perselingkuhan Matteo, Manda memutuskan mencoba untuk menerima perjodohan dengan pria asing yang belum pernah dia temui selama ini."Bukankah kamu lelaki yang aku lihat di Singapure? Jadi kamu yang akan dijodohkan denganku?" tanya Manda seakan tidak percaya dengan takdir yang menyelimuti hidupnya.Daniel hanya tersenyum miring mendengar ucapan Manda yang ternyata masih ingat dengan dirinya."Apa susahnya kamu menolak perjodohan konyol itu? Astaga! Aku yakin pria sepertimu akan mudah untuk mendapatkan wanita manapun yang kau inginkan." sungut Manda terus menatap tajam ke arah Daniel yang sedang menyesap kopi cappucino yang tadi dia pesan dengan begitu nikmat.Aura kekuasaan di wajahnya sangat kuat sekali. Membuat Manda agak merinding di buatnya. Ya, pria itu adalah Daniel Anderson. Pewaris dari Anderson corporation yang berpusat di Inggris. Pria di depannya saat ini disuruh pulang ke Indonesia hanya untuk menikah dengannya."Bicaralah sesuatu! Kenapa dari tadi kamu cuma sibuk dengan Kopimu?" tanya Manda dengan kesal dan jengkel pada Daniel.Bagaimana dia tidak jengkel dan kesal coba, pada pria tampan di hadapannya yang memiliki mata setajam elang yang tatapannya begitu mengintimidasi siapapun juga?Dia sudah bicara hampir setengah jam tetapi Daniel sampai saat ini masih saja membungkam mulutnya. Ngeselin bukan? Manda sejak tadi bahkan terus menghentakan kakinya ke lantai untuk melampiaskan kekesalan dan rasa jengkel di hatinya pada sosok Daniel."Sudah belum ngomelnya? Aku sekarang bisa bicara atau tidak?" tanyanya dengan santai.Astaga! Rasanya kepala Manda sudah mengepulkan asap dan keluar tanduknya. Tetapi Daniel masih bersikap begitu santai.Manda akhirnya hanya diam dan melipat tangannya di depan dada dia terus menatap lurus ke arah laki-laki itu. Menunggu apa yang akan disampaikan oleh Daniel."Baca file itu. Setelah itu tandatangani! Aku pergi dulu. Oh ya, setelah menandatanganinya, segera kau antarkan file itu ke apartemenku! Hari ini aku sibuk sekali, ga bisa menemani nona manja lebih lama lagi," ucapnya santai.Daniel kemudian bangkit dari kursi dan pergi meninggalkan Manda yang masih bengong di tempatnya begitu saja di restoran mewah tempat mereka bertemu untuk membahas masalah perjodohan mereka yang di cetuskan kedua orang tua mereka.Manda bahkan sampai tidak bisa berkata-kata melihat kelakuan Daniel yang sejak tadi sudah menguras kesabarannya hingga titik terakhir.'Sabar, Manda!' monolog Manda berusaha untuk menguatkan dirinya sendiri saat berhadapan dengan Daniel yang sepertinya meremehkan dirinya.Karena penasaran Manda langsung mengambil file yang tadi dilemparkan oleh Daniel ke wajahnya.Secara perlahan Manda membacanya dan mengerutkan keningnya ketika dia membaca setiap point yang ternyata berisi perjanjian pernikahan yang akan di jalaninya bersama Daniel. Ah, Manda menghela nafas berat.Rasa kesal dan jengkelnya naik berkali lipat kepada calon suaminya sendiri. "Kurang ajar sekali laki-laki itu! Astaga! Pria brengsek kau, Daniel Anderson! Berani-beraninya kau mempermainkan ikatan suci pernikahan!" hampir saja Manda melemparkan file yang ada di tangannya.Tetapi tidak jadi karena dia mengingat satu poin yang ada di dalam surat perjanjian itu. Bila suatu saat Daniel menemukan cinta yang lain dia berhak untuk menggugat cerai pada pria sombong itu dan bisa menuntut 50% dari harta yang di miliki oleh Daniel untuk dirinya sendiri.Jiwa materialistis memberontak di dalam tubuh Manda. Manda bukannya tidak pernah melihat uang yang banyak tetapi selama ini dia memang selalu dikekang oleh ibu tirinya yang lebih menyayangi anak kandungnya sendiri.Pernikahan itu pun diatur oleh ibu tirinya yang memiliki banyak hutang kepada keluarga Anderson yang kaya raya. Entah Manda harus berterima kasih atau mengutuk perempuan yang sejak dulu tidak pernah menyayanginya dengan tulus. Manda kesal pada ayahnya yang begitu menurut pada ibu tirinya."Sepertinya aku bisa mencoba untuk mengikuti permainan laki-laki sombong itu." akhirnya Manda memutuskan untuk menandatangani surat perjanjian itu.Kabanata 7 Sa mundo, iba’t-ibang klase ng pamumuhay ang makikita o masasaksihan mo. Merong masaya sa kung ano man ang kanilang narating sa buhay. Merong gustong tumigil sa kanilang pag-aaral, dahil lang sa hindi ito kayang tustusan ang mga pangangailangan sa kanilang pag-aaral. Meron ding kinikitil ang kanilang buhay, dahil hindi na nito kayang namnamin ang sakit na kanilang nararamdaman dito sa mundong ginagalawan nila. Meron ding iba’t-ibang mga klase ng tao ang makakasalamuha mo araw-araw. Hindi mo alam kung ito ba ay tunay mong kaibigan mo. O baka ginamit ka lang dahil may kailangan sila sa ‘yo. May mga tao ding talagang tumigil sa pag-aaral dahil iniwan ng kanilang mga magulang. The latter. I’m one of them. I mean, it’s not my choice na nabuhay ako dito sa mundong ito, it’s my parents choice. But they didn’t take their responsibility to us. To me and my little sister. Nakakasama lang talaga sa loob na nakayana
Kabanata 6 Third Person’s POV: “Margaux?” tanong ng isang babae. Naglalakad ngayon si Margaux papunta sa mall para maghanap ng bagong damit ng kaniyang kapatid nang makita niya ang kaniyang kaklase noong grade 10. Kunot-noong humarap si Margaux nang marinig nito ang kaniyang pangalan. Ngunit agad naman itong napalitan ng isang mala-demonyong ngiti. Na-miss niya kasi ang babaeng ito. Ito ang kasama niya noong mga panahon na tumatakas ito sa klase. Well, tumatakas lang naman ito kapag hindi nila gusto ang subject teacher nila. Ngunit naghiwalay lang sila noong grade 11 dahil magkaiba ‘yong strand na kinuha ni Margaux. “Shaira!” Natatawang tawag ni Margaux sa pangalan nito. Tinignan ng babae si Margaux mula ulo hanggang paa. Napansin nito na parang tumaba ito kumpara noong high school days nila. “You didn
Kabanata 5 “Sorry,” mahinang sambit ko nito at tinignan lamang itong mahimbing na natutulog. Nandito na kami sa sala ng condo niya. Hindi ko alam kung bakit nandito pa rin ako at kung bakit hindi man lang ako nagpupumiglas sa kaniyang habang hawak niya ang aking braso at dinarag papunta dito.
Kabanata 4 What do you want to be in the future? Ang daling sagutin pero napakahirap gawin. Ang daling sabihin na, gusto mo maging doctor, lawyer, teacher o kung ano pang gusto mo sa buhay. Pero ang hirap gawin, ang hirap abutin. Noon, akala ko ‘yong taong gusto mo ang pinakamahirap abutin pero habang tumatagal ay lalo mong nari—realize na noong bata ka pa ay hindi mo pa nahaharap ang katotohanan. Habang tumatagal, patanda ng patanda ang edad mo ay doon mo na unti-unting nakikita kung ano ang totoong kahulugan ng buhay. Doon mo na rin ma—realize kung ano talaga ang gusto mo. Kasi ‘yong iba, gusto nila maging isang ganap na guro pero habang tumatagal ay unti—unti itong napapalitan ng ibang kurso dahil ito ay unti-unti mong narealize kung ano ba talaga ang gusto mo. Pero kahit bata ka pa, pag—isipan mo ng maigi kung ano ba talaga ang gusto mo sa buhay, hindi ‘yong hihinta






Rezensionen