Share

4.Pria Yang Terluka

Lin Sha Na perlahan membuka matanya. Sosok yang dulunya buruk rupa itu telah menjelma menjadi wanita tercantik yang dapat menghancurkan negara.

Lin Sha Na tersenyum penuh kepuasan ketika mendapati penampilan nya seperti dulu. Lin Sha Na memasukkan tungku itu ke dalam cincin penyimpanan lalu berdiri dan melangkah keluar.

Saat dia tiba di ruang gua pertama, dia melihat seorang pria tampan yang terluka. Matanya terpejam dengan mengernyitkan dahinya dan dia berbaring tanpa daya.

Sosok itu tampak familiar di matanya. Mencari dalam memori pemilik aslinya, Lin Sha Na ingat dia lah yang menyelamatkannya.

Karena dia telah menyelamatkannya, maka Lin Sha Na harus membalas budi padanya.

Lin Sha Na duduk di sampingnya. Ia hendak meraih pergelangan tangannya, namun tangannya di tangkap oleh sebuah tangan.

Lin Sha Na menatap tangan yang memegang pergelangan tangannya, mengangkat kepala nya menatap pria itu yang kini telah membuka matanya dan menatapnya dengan tatapan tajamnya.

Meskipun pria itu terluka namun tenaganya masih kuat.

"Siapa kau?" tanyanya dengan suaranya setajam belati dan sedingin es di kutub selatan.

Secara alami orang lain pasti akan menggigil ketakutan. Tapi tidak dengan Lin Sha Na.

Lin Sha Na melepaskan tangan yang memegang pergelangan tangannya dan balik memegang pergelangan tangan pria itu.

"Orang yang akan mengobatimu jadi diam lah atau kamu akan mati lebih cepat," jawab Lin Sha Na dengan acuh tak acuh dan mulai fokus memeriksa denyut nadinya.

Mendengar jawaban gadis itu perlahan pertahanannya melemah.

Pria itu membiarkan gadis itu memeriksanya, namun sedikit kewaspadaan masih ada di matanya.

Pria itu memperhatikan wajahnya. Meskipun tertutup oleh cadar nya pria itu dapat mengetahui bahwa wanita itu terlihat sangat cantik.

Pria itu memperhatikan pergelangan tangannya, tanpa sengaja dia melihat tanda lahir dengan bunga mawar dan daun yang saling melilit dan melingkari pergelangan tangannya.

Warna hijau pada daun dan warna pink pada bunga mawar membuatnya terlihat sangat indah.

Lin Sha Na tidak menyadari bahwa dirinya memiliki tanda lahir di pergelangan tangannya dan pria itu telah melihatnya.

Pria itu menatap Lin Sha Na dengan tatapan tak terbaca.

Sementara itu Lin Sha Na terkejut ketika mengetahui racun yang ada di dalam tubuh pria itu.

Racun Erxi.

Racun yang menyebabkan penderita yang mengidap racun ini berusia tidak lebih dari dua puluh lima tahun.

Racun itu kabuh tanpa bisa diprediksi.

Setiap kambuh itu akan membuat penderitanya melemah dan merasa kesakitan diseluruh organ tubuhnya terutama jantungnya.

Namun, melihat pria itu yang terlihat tenang dan hanya mengernyit kan dahinya sekilas tampak seolah pria itu tidak merasakan rasa sakitnya.

Tetapi, Lin Sha Na tahu bahwa pria itu tengah menahan rasa sakitnya dibalik sikap tenangnya.

Untuk membuat penawarnya, Lin Sha Na memerlukan bahan yang sangat langka dan cukup banyak.

Memeriksa ke dalam cincin penyimpanannya, Lin Sha Na menemukan bahan untuk membuat penawarnya.

Tapi, setelah membuat penawar itu, Lin Sha Na tidak memiliki lagi bahan untuk keperluannya sendiri.

Setelah menimbang pro dan kontra serta mengingat pria itu yang telah menyelamatkan pemilik aslinya. Akhirnya, Lin Sha Na mengeluarkan tanaman obat itu dengan sedikit ketidakrelaan.

Lin Sha Na juga mengeluarkan Tungku Alkimia miliknya. Hatinya terasa berdarah.

Pria itu terkejut melihat tanaman obat yang di keluarkan oleh Lin Sha Na. Tanaman itu sangat langka. Terlebih gadis itu memiliki cukup banyak. Dari mana dia mendapatkannya? Terlebih gadis itu juga memiliki Tungku Alkimia tingkat tinggi.

Saat ini pria itu semakin tertarik dengannya dan akan melihat apa yang sebenarnya di inginkan oleh gadis itu darinya. Pria itu sangat paham bahwa tidak ada yang gratis di dunianya.

Lin Sha Na mengobati luka luarnya terlebih dahulu. Setelah selesai memperban lukanya, Lin Sha Na mulai mencampur tanaman obat itu satu persatu sambil mengendalikan api tetap sedang.

Lin Sha Na perlahan mengecilkan api dan perlahan api itu mati.

Lin Sha Na membuka tungku itu dan aroma obat yang harum keluar dari tungku. Lin Sha Na mengambil kesepuluh pil itu dan memasukkannya ke dalam botol lalu menaruhnya di tangan pria itu.

"Makan satu pil satu hari dalam waktu sepuluh hari, maka racun itu akan hilang," ucap Lin Sha Na. Ia membereskan semua barang miliknya dan memasukkannya ke dalam cincin penyimpanannya.

"Apa yang kamu inginkan?" tanya pria itu secara tiba-tiba.

"Apa yang kamu maksud?" Lin Sha Na menatapnya bingung.

Lin Sha Na telah selesai mengemasi barang miliknya.

"Aku tahu kamu menyelamatkanku untuk tujuan tertentu. Jadi katakan apa yang kamu inginkan, selama itu masuk akal aku akan mengabulkannya."

Lin Sha Na tersenyum sinis. Lin Sha Na berdiri dan menatapnya.

"Aku tidak menginginkan apapun darimu. Aku menyelamatkanmu karena aku ingin. Dan setelah hari ini lupakan bahwa kita pernah bertemu dan lupakan bahwa aku pernah menyelamatkanmu," ucap Lin Sha Na dengan nada yang sangat dingin.

Lin Sha Na berbalik pergi dan menghilang dalam sekejap.

Pria itu menatap kepergiannya dengan ekspresi yang tidak bisa ditebak.

...

Lin Sha Na memasuki sebuah toko pakaian yang mewah.

Semua orang yang sedang memilih pakaian ataupun yang baru masuk ke dalam toko menatap Lin Sha Na dengan tatapan merendahkan. Lin Sha Na tidak peduli dan terus melangkahkan kakinya.

Lin Sha Na berjalan menuju ke pelayan toko.

Pelayan itu melihat seorang gadis berpakaian lusuh mengira jika dia berasal dari keluarga miskin dan tidak akan mampu membayar pakaian yang ada di tokonya. Pelayan yang menilai dari pakaiannya hendak mengusirnya.

Namun kata-katanya tersangkut di tenggorokannya ketika melihat Lin Sha Na mengeluarkan emas dan memberikannya kepada pelayan itu.

Pelayan itu menerima emas itu dengan senang. Dan dalam sekejap merubah sikapnya menjadi sangat sopan.

Lin Sha Na mencibir sikap pelayan itu dalam hati.

"Nona hendak membeli gaun yang seperti apa? Di toko kami, kami menyediakan semuanya gaun termasuk gaun edisi terbatas," tanya pelayan itu dengan ramah.

"Perlihatkan kepadaku gaun terbaru dan edisi terbatas."

"Lewat sini."

Pelayan itu dengan semangat memimpin jalan.

Lin Sha Na mengikuti pelayan itu menuju ke lantai dua dan memasuki sebuah ruangan mewah.

Puluhan gaun dengan warna dan gaya yang berbeda terlihat di mata Lin Sha Na ketika masuk ke ruangan itu.

Lin Sha Na menatap gaun itu dengan tatapan berbinar.

"Semua gaun ini adalah gaun terbaru untuk semua musim dan hanya ada satu di dunia setiap satu gaunnya. Nona tidak dapat menemukan gaun yang sama seperti di toko kami di manapun bahkan di Benua Zhentian."

...

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status